| Nama Kursus | : | PENGANTAR PERJANJIAN BARU |
| Nama Pelajaran | : | Latar Belakang Rasul Paulus Dan Surat-Surat Rasul Paulus | Kode Pelajaran | : | PPB-P05 |
Daftar Isi
Doa
Kehidupan Paulus Sesudah Pertobatan
Berkotbah di Damaskus (9:20), Pergi ke Arabia (Gal 1:17), Kembali ke Damaskus (Gal 1:17), Mengunjungi Yerusalem (Gal 1:18), Dicurigai oleh gereja (Kis 9:27), Berteman dengan Barnabas (9:27), Orang Yahudi menganiayanya (9:29), Visi untuk pergi menginjili (22:17-18), Pergi ke Tarsus (9:30), Barnabas membawanya ke Antiokia (11:25-26), Bekerja di Antiokia (11:26).
Perjalanan Misi Paulus yang Pertama
Bekerja di Siprus, Salamis, Papos (13:5-11), Namanya diganti (13:9, 13), Ke Perga - Markus ditinggalkan (13:13), Khotbah di Antiokia (13:14-41), Di Ikonium (13:51), Di Listra - Paulus dirajam batu (14:8- 19), Derbe - Kota terakhir yang dikunjungi (14:20), Perjalanan pulang (14:21-26)
Perjalanan Misi Paulus Kedua
Di Listra & Sisilia (15:41), Listra - Timotius bergabung (16:1-3), Di Pergia dan Galatia (16:6), Visi ke Troas (16:9), Di Filipi, Lidia & penjaga penjara (16:13-34), Gereja Tesalonika ditemukan (17:4), Orang- orang percaya di Berea (17:11-12), Khotbah di Areopagus di Atena (17:16-33), Visi Korintus - gereja ditemukan (18:1-8), Di Efesus - kunjungan singkat (18:19-20), Kembali ke Antiokia (18:22)
Perjalanan Misi Paulus Ketiga
Mengunjungi Galatia & Pirgia (18:23), Efesus (19), Di Makedonia & Grece (20:1-2), Kotbah di Troas (20:6-12), Perpisahan dengan penatua Efesus (20:17-35), Di Tyre (21:1-4), Kaesaria (21:8)
Kitab Kisah Para Rasul adalah jembatan antara Kitab-kitab Injil dan Surat-surat Kiriman.
Untuk Kitab-kitab Injil: menjadi jembatan antara pelayanan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dan penggenapan nubuat Yesus tentang akan didirikan-Nya Gereja (Mat. 16:18).
Untuk Surat-surat Kiriman: menjadi jembatan dalam memberi latar belakang Surat-surat Kiriman, yaitu:
Kewibawaan Surat Kiriman Rasul Paulus
Surat-surat itu sekarang jumlahnya 13 Surat, sesungguhnya lebih tapi hilang. Dari kesaksiannya Rasul Paulus mempunyai keyakinan yang kuat akan panggilan Allah dalam hidupnya (Rm 1:6). Ia juga mempunyai kepercayaan yang kuat akan otoritas Firman yang Allah berikan melalui Paulus kepada gereja-gereja (Jemaat) Kristen saat itu.
Catt.: Jumlah perjalanan yang ditempuh Paulus dalam km adalah 7800 km darat (harus ditempuh dengan jalan kaki) dan 900 km lewat laut.
Contoh: Dari Korintus ke Athen dibutuhkan 3 hari perjalanan kaki. Dari Tesalonika dibutuhkan 13 hari perjalanan kaki Dari Efesus ke Troas dibutuhkan 10 hari perjalanan kaki.
Nama penulis (mis: Paulus ..)
Nama penerima (Kepada jemaat Allah di ...
Salam pembukaan (kasih karunia dan damai sejahtera dari ..)
Doa harapan dan ucapan syukur (aku mengucap syukur kepada Allah ...)
Isi surat (tubuh surat)
Salam penutup/perpisahan (kasih karunia ....)
Dari hasil pelayanan Paulus keberbagai tempat terlihat bahwa Tuhan juga berkenan memanggil orang-orang bukan Yahudi (bangsa kafir) untuk masuk dalam persekutuan dengan Kristus. Dan penerimaan itu adalah tanpa syarat, artinya tanpa harus membuat mereka menjadi orang Yahudi dan mengikuti tradisi Yahudi (mis. sunat). Paulus dengan berani memberikan dasar Firman Tuhan agar orang-orang Kristen (baik Yahudi atau non-Yahudi) memahami pengajaran Alkitabiah dengan benar, bahwa keselamatan adalah semata-mata karena anugerah melalui iman bukan perbuatan.
Paulus adalah contoh seorang misionaris yang berhasil sepanjang sejarah kekristenan. Hasil pelayanannya meliputi seluruh wilayah Laut Tengah (meliputi 3 benua). Rahasia keberhasilan pelayanannya adalah:
Latar Belakang Paulus
Walter M. Dunnett melukiskan latar belakang Paulus sbb.: "Paulus adalah seorang Yahudi tulen. Inilah faktor utama untuk bisa mengerti perangai dan kegiatannya. Dia dilahirkan dalam keluarga Yahudi di kota Tarsus, propinsi Kilikia, dan karenanya selama bertahun-tahun dia terkenal sebagai Saulus dari Tarsus. Menurut pengakuannya sendiri, dia seorang Farisi, demikian juga ayahnya (Kis. 23:6), berbicara bahasa Aram ("orang Ibrani asli"), dan diajar membuat tenda pada masa mudanya (Kis. 18:3). Dia berasal dari suku Benjamin (Fil 3:5). Menurut sejarahnya, suku Benjamin itu orang-orang yang berjiwa pejuang, dan agaknya, Paulus menyatakan semangat yang amat besar dalam semua usahanya, terutama sekali dalam penganiayaan terhadap gereja (Gal. 1:13). Pada usia muda dia pergi ke Yerusalem, dan menurut kesaksiannya yang tertulis dalam Kisah Para Rasul dia belajar di bawah pimpinan Rabi Gamaliel I yang terkenal, guru yang utama pada sekolah Hilel (Kis. 22:3). Dari kata-katanya sendiri di surat Galatia, kita tahu bahwa Saulus "jauh lebih maju" dari banyak temannya, karena ia "sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku" (Gal. 1:14).
Permulaan usaha Saulus untuk membasmi Gereja bertepatan dengan pembunuhan Stefanus (Kis. 7:58-8:3). Dia tidak saja menganiaya... "laki-laki dan perempuan" di Yerusalem, tetapi dengan surat kuasa Imam Besar (Yusuf Kayafas), dia pergi ke kota-kota lain untuk melaksanakan tugasnya (Kis. 26:10-11). Pada perjalanan dinas seperti itulah Saulus dari Tarsus berjumpa dengan Yesus dan bertobat secara luar biasa."
"Rancangan-Mu tiada terduga....karena anugrah-Mulah ku dapat mengenal-Mu. Terimakasih untuk firman Tuhan yang dapat kukecap sampai saat ini." Amin
[Catatan: Pertanyaan Latihan ada di lembar lain.]