DAL-Referensi 01b

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Alkitab
Nama Pelajaran : Pengantar Dan Penyatan Allah
Kode Pelajaran : DAL - R01b

Referensi DAL - R01b diambil dari: WAHYU ALLAH

Judul Buku : Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen
Judul artikel : Wahyu Allah
Penulis : R.C. Sproul
Penerbit : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
Halaman : 3 -- 7

Segala sesuatu yang kita ketahui mengenai kekristenan telah dinyatakan oleh Allah kepada kita. Menyatakan berarti "membukakan". Hal ini berarti membuka penutup dari sesuatu yang sebelumnya disembunyikan atau ditutupi.

Pada masa kanak-kanak putera saya, kami memunyai suatu tradisi yang dilakukan pada setiap hari ulang tahunnya. Hadiah ulang tahun itu tidak langsung diberikan kepada putera saya, tetapi saya sembunyikan di tempat yang tersembunyi, seperti sebuah laci, di bawah sofa atau di belakang sebuah kursi. Kemudian saya memberikan pilihan kepada dia: "Kamu dapat memiliki apa yang ada di dalam laci meja atau apa yang ada di dalam saku saya". Puncak dari permainan pada hari itu berpusat pada acara "undian terbesar di hari ini". Saya mengatur tiga kursi yang masing-masing ditutupi dengan selimut. Setiap selimut menyembunyikan sebuah hadiah. Satu kursi berisi hadiah kecil, kursi ke dua berisi hadiah besar, dan kursi ke tiga berisi sebuah tongkat penyangga yang pernah dia pakai pada waktu ia mengalami patah kaki di usia tujuh tahun.

Selama tiga tahun berturut-turut putera saya telah memilih kursi yang berisi tongkat penyangga! (Pada akhirnya saya selalu memberikan hadiah yang sebenarnya). Pada tahun yang ke empat dia berusaha untuk tidak memilih kursi yang berisi tongkat penyangga. Pada kali ini saya menyembunyikan hadiah yang besar bersama dengan tongkat penyangga di bawah selimut. Pada waktu putera saya melihat tanda-tanda tongkat penyangga yang tersembunyi di balik selimut, ia menghindari kursi itu. Nah, kali ini saya berhasil sekali lagi mengelabui dia.

Hal yang menyenangkan dari permainan ini ialah kita harus menebak di mana harta karun itu disembunyikan. Ini semua hanya merupakan suatu spekulasi semata-mata. Pada dasarnya penemuan harta karun itu tidak dapat dilakukan sampai selimut itu diangkat dan hadiah yang terdapat di atas kursi itu terlihat.

Demikian pula halnya dengan pengetahuan kita tentang Allah. Spekulasi tentang Allah merupakan suatu kesalahan yang bodoh. Apabila kita ingin mengenal Allah dengan benar, maka kita harus mengandalkan apa yang Ia katakan tentang diri-Nya sendiri kepada kita.

Alkitab menyatakan bahwa Allah menyatakan diri-Nya dengan berbagai macam cara. Ia memperlihatkan kemuliaan-Nya melalui alam semesta. Ia menyatakan diri-Nya pada zaman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru melalui mimpi-mimpi dan penglihatan-penglihatan. Tanda dari pemeliharaan-Nya diperlihatkan di dalam catatan sejarah. Ia menyatakan diri-Nya di dalam Alkitab yang telah diinspirasikan. Puncak pewahyuan-Nya terlihat dalam diri Yesus Kristus yang menjadi manusia, yang oleh pakar teologi disebut "inkarnasi".

Penulis Ibrani menulis:

"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini IA telah berbicara kepada kita dengan perantaraan AnakNya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta."(Ibrani 1:1-2).

Meskipun Alkitab berbicara bahwa Allah menyatakan diri-Nya dengan berbagai macam cara, namun kita dapat membedakan dua macam wahyu Allah, yaitu Wahyu Umum dan Wahyu Khusus. Wahyu Umum disebut "umum" dengan dua alasan: (1) isinya bersifat umum; (2) wahyu ini dinyatakan bagi semua orang secara umum.

Isi Yang Bersifat Umum

Wahyu Umum memberikan kepada kita pengetahuan tentang keberadaan Allah. Pemazmur menyatakan, bahwa "langit menceritakan kemuliaan Allah". Kemuliaan Allah dipamerkan di dalam pekerjaan tangan-Nya. Pemameran ini dinyatakan sedemikian jelasnya sehingga tidak ada satu makhluk pun yang tidak dapat melihatnya. Wahyu Umum ini membukakan kekuasaan dan keilahian Allah yang bersifat kekal (Roma 1:18-23). Pewahyuan di dalam alam semesta tidak memberikan pewahyuan sepenuhnya tentang Allah. Wahyu Umum tidak memberikan keterangan tentang Allah sebagai Penebus kepada kita, sebagaimana yang dapat kita baca di Alkitab. Allah yang menyatakan diri-Nya melalui alam semesta adalah Allah yang sama, yang menyatakan diri-Nya melalui Firman Tuhan.

Semua Orang Secara Umum

Tidak semua orang di dunia telah membaca Alkitab atau mendengar Injil yang diproklamasikan. Tetapi sinar dari alam semesta dinyatakan kepada semua orang di segala tempat dan di setiap waktu. Allah tidak pernah tidak memunyai saksi untuk diri-Nya sendiri. Dunia yang tampak ini merupakan cermin yang merefleksikan kemuliaan dari Penciptanya.

Dunia adalah panggung bagi Allah. Dia adalah aktor utama yang muncul di adegan pertama dan selalu menjadi pusat cerita. Tidak ada layar yang ditutup untuk mengaburkan kehadiran-Nya. Pada saat kita memandang ciptaan secara sekilas, maka kita tahu bahwa alam semesta tidak ada atau terjadi oleh karena dirinya sendiri. Tidak ada "ibu" yang disebut sebagai Ibu Alam Semesta. Alam itu sendiri tidak berdaya untuk menghasilkan kehidupan dalam jenis apapun juga. Pada dirinya sendiri, alam itu mandul. Kekuatan untuk memproduksi kehidupan ada pada Pencipta alam, yaitu Allah. Menggantikan alam sebagai sumber kehidupan adalah memutarbalikkan peran antara ciptaan dengan Pencipta. Segala bentuk penyembahan pada alam merupakan tindakan penyembahan berhala yang menjijikkan bagi Allah.

Oleh karena kekuatan dari Wahyu Umum, setiap umat manusia mengetahui bahwa Allah ada. Ateisme merupakan bentuk penyangkalan dari sesuatu yang jelas dapat diketahui sebagai kebenaran. Itulah sebabnya Alkitab berkata, "Orang bodoh telah berkata di dalam hatinya, tidak ada Allah" (Mazmur 14:1). Pada waktu Firman Tuhan menghardik orang Ateis dengan menyebut mereka sebagai orang bodoh, itu merupakan penghakiman secara moral terhadap mereka. Menjadi orang bodoh menurut istilah Alkitab bukan berarti orang itu kurang pandai atau kurang memiliki pengetahuan, tetapi merupakan suatu kondisi yang tidak bermoral. Takut akan Allah merupakan permulaan pengetahuan, demikian pula penyangkalan akan Allah merupakan kebodohan yang paling bodoh.

ALLAH ---->
WAHYU
UMAT MANUSIA ---->

Orang agnostik juga menyangkal kekuatan Wahyu Umum. Orang agnostik lebih lumayan dibandingkan dengan orang Ateis; sebab mereka tidak menyangkali keberadaan Allah sama sekali. Mereka hanya menyatakan bahwa tidak cukup bukti untuk memutuskan apakah Allah itu ada atau tidak ada. Mereka memilih untuk tidak memutuskan apa-apa, dan membiarkan isu tentang keberadaan Allah tetap terbuka. Namun, berdasarkan kejelasan dari Wahyu Umum, pandangan agnostik sama menjijikkannya di hadapan Allah.

Tetapi bagi setiap orang yang pikiran dan hatinya terbuka, kemuliaan Allah merupakan hal yang sangat indah untuk dilihat, dari alam semesta di langit sampai pada partikel-partikel atom yang menghasilkan molekul yang kecil. Betapa luar biasanya Allah yang kita layani.

  1. Kekristenan merupakan agama yang diwahyukan.
  2. Wahyu Allah merupakan penyataan diri-Nya sendiri. Ia membukakan cadar yang menghalangi kita untuk mengenal Dia.
  3. Kita tidak mengenal Allah melalui spekulasi.
  4. Allah menyatakan diri-Nya dengan berbagai macam cara di sepanjang sejarah.
  5. Wahyu Umum diberikan kepada semua orang.
  6. Ateisme dan agnostikisme didasarkan atas penyangkalan terhadap apa yang dianggap sebagai kebenaran oleh manusia.
  7. Kebodohan disebabkan oleh penyangkalan akan Allah.
  8. Hikmat disebabkan oleh takut akan Allah.

Wahyu Umum: Allah Sebagai Pencipta

Wahyu Khusus: Allah Sebagai Penebus Diwahyukan Kepada Mereka yang Mendengar

Wahyu Yang Diberikan Kepada Semua Umat Manusia

Taxonomy upgrade extras: