Melenceng, Gereja di Manado Diminta Tutup
Kamis, 10 September 2009 - 14:43 wib
MANADO - Sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Manado, Sulawesi Utara, menuntut agar Persekutuan Doa Yayasan Kemala ditutup. Mereka menilai, ajaran di yayasan tersebut menyimpang.
Dugaan penyimpangan bermula dari ditemukannya rekaman video yang memutar kegiatan Yayasan Kemala. Para tokoh agama dan perwakilan masyarakat se-Manado pun berkumpul membahas hal tersebut di Kantor Kesbang Pemprov Sulut.
"Ajaran tersebut telah menyimpang, menyesatkan, bahkan bertentangan dengan Alkitab dan firman Tuhan," ujar Kabid Urusan Agama Kristen Depag Sulut Syane Sumampow, saat dikonfirmasi, Kamis (10/9/2009).
Mereka juga menuntut agar Owner Mercifull Building yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Kemulian Allah, Herman Kemala, diadili karena telah menyebarkan ajaran yang dituding melenceng tersebut.
Dalam video yang berdurasi cukup lama tersebut nampak bahwa Herman tengah berkotbah sambil menunjukkan adegan kekerasan seperti menampar jemaah dan mengumpat dengan kata-kata kotor. Jemaah pun tidak berkutik dan hanya terdiam.
"Kita masih akan mengkaji menyikapi yayasan tersebut. Hasil pembicaraannya akan kami kirimkan ke Dirjen Binmas Depag di Jakarta," tandasnya.
Hingga kini, Herman belum dapat dimintai keterangan oleh wartawan karena kerap menolak saat hendak diwawancara. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan aparat dari Polda Sulut. (Ida Nurwahyuni/Trijaya/teb)
http://news.okezone.com/read/2009/09/10/1/256322/melenceng-gereja-di-manado-diminta-tutup