Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Sudah bukan rahasia lagi kalau kita sering mendengar khotbah tentang ayat ini. Dan bukan rahasia pula kalau ada gembala yang mempunyai pengertian bahwa kalimat "ditambahkan kepadamu" itu diartikan sebagai kemakmuran duniawi.
Mari kita memeriksa beberapa Firman Allah dan juga pendapat Yesus mengenai kerajaanNya...
Yohanes 18:36
Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."
Jelas sekali bahwa manusia 'tidak akan bisa mengerti' kehendak Allah jika mereka menginginkan untuk melihat apa yang nampak.
Manusia cenderung minta bukti (memakai ukuran/kondisi) dalam memahami kehendak Allah, misalnya:
- Kalau Allah itu mengasihi, kamu pasti tidak akan begini dan begitu.
- Kalau hidupmu benar, kamu pasti akan makmur.
- Minta ampun & doa sungguh-sungguh, biar usahamu lancar, dll.
Hubungan dengan Allah tidak boleh diperhitungkan sebagai hukum alam, hukum sebab akibat atau semacamnya. Hubungan harus saling mengerti apa yang dimaui Allah dan apa yang harus kita lakukan. Melibatkan dua pihak yang aktif. Bukan doa berbicara sendiri.
Matius 4 (pencobaan di padang gurun)
pencobaan pertama: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
jawab Yesus: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."
Manusia hidup bukan dari roti saja. Berarti manusia hidup tidak boleh fokus kepada kebutuhan duniawi.
pencobaan ke dua: Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,"Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
jawab Yesus: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
Setiap keinginan yang tidak didasarkan pada pencarian kehendak Allah, adalah serong, dan berarti mencobai Allah.
pencobaan ke tiga: Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
Jawab Yesus: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Mencari Allah, bukan dengan pamrih untuk memperoleh kemudahan hidup duniawi.
Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.
Inilah yang ditambahkan Allah kepada kita, jikalau kita sudah menyembah dan melayani Allah dengan benar. Bukan hal-hal duniawi, tetapi rohani.
Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh." Markus 16:17-18
Gembala yang benar
Yeremia 3:15
Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.
Seorang gembala adalah seseorang yang mengerti hati Allah, mempunyai pengetahuan dan pengertian sesuai dengan hati Allah, bukan sesuai dengan hatinya sendiri, hati jemaatnya, atau hati orang-orang yang memaksakan kehendaknya sendiri.
Yesus adalah teladan Gembala yang sempurna.
Tiga kali Yesus bertanya kepada Simon Petrus, apakah dia mengasihiNya. Dan diakhiri dengan kalimat: gembalakanlah domba-domba-Ku.
Tidak ada satupun perintah atau topik pembicaraan Yesus yang mengarah kepada pemenuhan kebutuhan duniawi. Tetapi selalu mengarah kepada ketaatan kepada Allah, dan bagaimana usaha kita membawa keselamatan manusia lainnya.
Jikalau kita percaya dan mengasihi Allah, pastikan untuk selalu mencari kehendak-Nya dan menuruti perintah-Nya.