DASAR UTAMA DALAM MEMENANGKAN JIWA
Oleh : Ir. Patar Asi TM Silaban*)
Amanat Agung Yesus Kristus yang mengatakan, PERGI, BAPTIS DAN AJAR menjadi dasar utama dalam memenangkan jiwa, tidak ada dasar yang paling utama selain daripada hal tersebut. Dibawah ini ada empat dasar kebenaran utama dalam memenangkan jiwa bagi Kristus.
A. SIAPAKAH YANG HARUS PERGI?
Dalam Amanat Agung, Yesus Kristus mengatakan supaya PERGI; yang pertama adalah siapa yang akan pergi?
1. Gereja
Tugas besar ini diberikan kepada gereja sebagai Tubuh Kristus atau gereja Am. Namun para ahli sepakat bahwa gereja yang menerima tugas ini adalah gereja lokal (local church). Disini ada dua cara yang dapat dilakukan oleh gereja lokal dalam melakukan tugas ini.
Pertama. Melalui khotbah mimbar. Gereja memanggil seorang pendeta (yang memiliki karunia memenangkan jiwa) untuk berkhotbah, dengan demikian jiwa-jiwa akan diselamatkan. Perlu disadari bahwa hampir tidak mungkin mengharapkan orang yang belum kristen atau agama non-kristen untuk hadir dalam kebaktian di gereja. Tetapi harus diakui bahwa cara ini telah banyak memenangkan jiwa yang terhilang yang notabene adalah pemeluk agama kristen namun belum menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.
Kedua. Gereja memenuhi tugas ini dengan/melalui missi. Untuk merealisasikan tugas memenangkan jiwa-jiwa, gereja harus mengirim misionaris ke berbagai penjuru dunia.
Gereja Tuhan tidak akan bertumbuh dan berkembang jika tidak menjadi gereja yang misionaris.
2. Orang-orang Kristen.
Gereja secara utuh mendapat tugas untuk bersaksi kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Gereja lokal adalah kumpulan dari individu-individu kristen. Karena itu setiap orang harus memberi respon pribadi untuk menceritakan Yesus Kristus kepada orang lain. Ada dua cara yang dapat ditempuh, yaitu secara non-lembaga dan/atau secara lembaga missi.
Non-Lembaga. Bersaksi kepada anggota keluarga, tetangga dan rekan kerja atau profesi tentang Yesus Kristus. Tidak ada penugasan formal dari gereja, semua dilakukan hanya karena dorongan belaskasihan kepada jiwa-jiwa yang terhilang.
Lembaga-Misi. Melibatkan atau mengambil bagian sebagai tenaga misi yang akan diutus ke berbagai tempat dibelahan dunia ini, yaitu untuk memenangkan jiwa yang berada dimana kita atau seseorang ditempatkan Tuhan melalui lembaga tersebut. Alasan untuk pergi kepada mereka adalah bahwa masih banyak manusia yang belum pergi ke gereja atau belum menerima Kristus. Setiap orang percaya sebagai anggota gereja lokal harus pergi, baik secara pribadi maupun secara lembaga.
B. KEMANAKAH – AKAN – PERGI?
Juruselamat memerintahkan kita untuk pergi “menjadikan semua bangsa menjadi murid…” dan dalam Yohanes 3:16 berkata bahwa “karena begitu Allah cinta dunia…” menunjukkan sasaran pemberitaan Injil. Ini menunjukkan bawa Ia telah memerintahkan gereja untuk pergi ke seluruh dunia untuk menjangkau mereka yang terhilang. Dalam Kisah Rasul dikatakan “kamu akan menjadi saksiKu, di Yerusalem, di seluruh Yudea, dan Samaria dan sampai ke ujung bumi..” Kisah Rasul 1:8. Ini bukan hanya bicara tentang tahapan area menjangkau jiwa-jiwa tetapi juga menunjukkan bahwa semua bangsa dan bahasa diseluruh dunia harus dijangkau untuk dimenangkan bagi Kristus.
Allah telah menunjukkan staregi secara geografis dari rencanaNya kemana kita pergi. Adapun tahapan dalam strategi tersebut adalah:
1. Lingkungan (Community)
Yakni terhadap orang disekitar kita dimana Allah telah menempatkan kita. Lingkungan atau komunitas yang dimaksud adalah tempat dimana anda tinggal dan di lokasi dimana gereja anda berada. Orang tersebut adalah tetangga dan anda harus mengasihi mereka dengan sepenuh hati untuk menyatakan kepada mereka tentang keselamatan yang besar dari Allah.
Dibawah ini kita akan melihat golongan-golongan orang kristen dilingkungan kita dimana sebagian dari mereka harus menjadi sasaran dalam memenangkan jiwa:
+ + orang kristen ð anggota gereja ð bergereja
+ - orang kristen ð anggota gereja ð tidak bergereja
- + orang kristen ð bukan anggota gereja ð bergereja
- - orang kristen ð bukan anggota gereja ð tidak bergereja
2. Daerah / Wilayah lain dalam negeri (Country)
Pergi keluar batas lingkungan untuk menjadi saksi bagi Kristus. Kita harus bekerjasama dengan gereja-gereja lokal yang lain untuk melakukan penjangkauan ini. Bangsa kita sendiri (dari suku atau golongan lain) harus dijangkau atau dimenangkan. Secara bersama-sama kita harus pergi kepada bangsa kita sendiri untuk keselamatan yang dianugerahkan Allah.
3. Ujung atau Penjuru Dunia (corners of the world)
Tuhan memberi perintah untuk pergi dengan melampaui batas negara dan bangsa kita untuk bersaksi. Ia memerintahkan kita menjadi saksi KESELURUH BAGIAN ATAU PENJURU DUNIA. Jadi gereja lokal mengutus misionaris menjangkau orang hilang dan ‘mati’ diseluruh dunia untuk Kristus.
Ini adalah penginjilan atau memenangkan jiwa lintas negara/benua (Intercontinental) dan lintas suku, bangsa dan bahasa (Interracial).
C. APAKAH YANG AKAN DILAKUKAN?
Yesus berkata, “Karena itu pergilah, dan AJARLAH mereka (semua bangsa) melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Ini memiliki pengertian yang luas. Dalam memenangkan jiwa, setidaknya ada dua pengertian yang berhubungan dengan apa yang akan dilakukan.
Menerangkan atau Menjelaskan (explain).
Cara pertama dalam mengajar adalah menjelaskan kepada mereka apa yang terkandung dalam Alkitab yakni berita keselamatan bagi orang yang akan binasa karena dosa. Salah satu contoh yang tertulis dalam Alkitab adalah apa yang dicatat oleh Lukas dalam Kisah Rasul 8:31a, yakni sida-sida dari Ethiopia yang membutuhkan seseorang untuk menerangkan jalan keselamatan. Ketika Filipus menanyakan dia (sida-sida) apakah ia mengerti yang tertulis (scriptures) yang dia baca, ia menjawab, “bagaimana saya dapat mengerti jika tidak ada seseorang yang membimbing aku!”
Allah menugaskan seseorang yang akan menuntun atau mengajar orang-orang terhilang tentang kebenaran dari Firman Allah yakni bagaimana caranya untuk diselamatkan. Apakah anda orang tersebut?
Memperlihatkan Kristus Melalui Cara Hidup (exhibit).
Cara kedua untuk mengajar adalah memamerkan cara hidup kristiani dihadapan mereka yang belum percaya atau terhilang. Untuk meyakinkan mereka yang hendak dimenangkan lewat kesaksian, kita harus hidup dihadapan mereka (ditempat umum) dengan baik dan benar. Bagaimana mungkin mereka percaya dengan kesaksian kita jika cara hidup kita berbeda atau bertolak-belakang dengan apa yang kita katakan dan yakini. Dalam tugas menjadi saksi bagi mereka yang terhilang, anda harus menunjukkan kepada mereka bahwa anda mengetahui jalan keselamatan.
Dua hal diatas harus berjalan berdampingan atau berjalan dengan keseimbangan. Memiliki keberanian dan semangat untuk bersaksi adalah baik, tetapi jika tidak didukung dengan cara hidup yang baik dan benar maka hal itu menjadi tidak berarti. Demikian juga dengan cara hidup. Harus diakui, bahwa dampak dari cara hidup itu lebih besar, tetapi bersaksi itu merupakan pekerjaan yang sangat penting. Karena Firman Tuhan dengan lugas berkata, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan Firman Kristus. Roma 10:17.
D. MENGAPA PERGI? (ALASAN / MOTIVASI)
Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa bersaksi / menginjil / memenangkan jiwa adalah tugas dan kewajiban setiap orang percaya. Namun kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua orang percaya – bahkan lebih banyak – yang tidak melakukannya. Mengapa?
Dalam bukunya, ANDA TAKUT MENGINJIL?, Dick Innes menceritakan dengan jujur masalah yang dihadapinya berkaitan dengan memenangkan jiwa. Dia menyadari bahwa memenangkan jiwa adalah tugas dan kewajiban, hal itulah yang membuat dia secara terus-menerus merasa bersalah karena ia tidak menginjili orang padahal ia seorang pendeta. Akhirnya ia datang kepada Tuhan dengan berkata apa adanya mengenai perasaanya, yaitu perasaan bersalah. Kemudian Tuhan menolong dia untuk kemudian menjadi pemenang jiwa yang berhasil.
Mungkin kita punya pengalaman atau perasaan yang sama. Lalu bagaimana caranya keluar dari masalah ini? Solusinya ialah, kita harus menyadari bahwa memenangkan jiwa dilakukan bukan karena tugas dan kewajiban semata melainkan harus ada faktor pendorong dari orang yang akan melakukan tersebut.
Dibawah ini ada beberapa alasan dan motivasi memenangkan jiwa, yakni:
1. Perintah Juruselamat.
Yesus Kristus tidak menghimbau atau menggugah hati orang percaya supaya memenangkan jiwa. Ia memerintahkan atau memberi perintah. Kegagalan untuk pergi melakukan penginjilan adalah sama dengan kegagalan untuk taat. Dengan jelas Yesus berkata, “karena itu pergilah….”
Kita tidak dituntut untuk bisa /mampu melainkan untuk pergi dengan rela, karena dia sendiri (melalui Roh Kudus) akan memperlengkapi dan juga menyertai kita sampai akhir jaman.
Dorongan Kasih Kristus (commpassion)
Alkitab banyak mencatat tentang kasih dan belas-kasihan Allah kepada orang-orang berdosa. Jika kita mengasihi Allah dan kasihnya tinggal di dalam kita, pastilah kita terdorong untuk menyatakan kasih yang sama kepada orang-orang terhilang.
Dalam pengalaman penginjilan yang dilakukan Paulus, ia berkata bahwa kasih Kristuslah yang menguasai dan mendorongnya untuk memberitakan Injil, sehingga ia rela mengorbankan miliknya bahkan memberikan dirinya bagi mereka yang dilayaninya (II Korintus 5:14; 12:15). Kasih Kristus terhadap orang-orang berdosa adalah kasih yang memberi diri demi keselamatan orang yang dikasihi, (Yohanes 15:13).
Krisis Orang-orang Berdosa (crisis of sinners).
Injil Lukas fasal 16 mengingatkan kita mengapa kita harus pergi. Orang kaya yang setelah mati masuk dunia orang mati (Ibr: Hades) mengalami siksaan yang dasyat, ia memandang keatas….., namun sudah tidak ada lagi kesempatan kedua baginya (Lukas 16:23).
Inilah krisis orang berdosa yang mendorong kita untuk pergi. Sebab jika tidak pergi, mereka kehilangan nyawanya untuk selamanya.
Sebagai gambaran: Jika kita melihat orang yang terjebak dalam bahaya dan butuh pertolongan dan memang kita dapat memberi pertolongan, kita tidak perlu lagi bertanya mengapa harus pergi, melainkan kita akan bergegas untuk pergi memberikan pertolongan.
Selain karena krisis dalam kaitannya dengan kehidupan yang akan datang (neraka), krisis dalam hidup saat ini juga dialami dan menghancurkan orang berdosa yang membuat kita harus pergi kepada mereka menceritakan Kabar Baik.
Perasaan Berhutang.
Kepada sidang jemaat di Roma rasul Paulus berkata: “Janganlah kamu berhutang apapun kecuali berhutang kasih (Roma 13:8). Artinya, hutang terbesar orang percaya adalah menyatakan kasih terhadap sesama dan terhadap orang lain. Di kesempatan yang lain, Paulus mengatakan bahwa ia berhutang untuk memberitakan Injil kepada orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi (Roma 1:4), dan mengabarkan Injil merupakan suatu keharusan (I Korintus 9:16).
Perasaan ini timbul sebagai akibat langsung dari anugerah keselamatan yang telah ia terima, demikian juga seharusnya dengan kita. Karena tidak ada hal lain yang lebih besar untuk ‘membalas’ kebaikan Allah selain melaksanakan pekabaran Injil sehingga orang lain juga dapat mengalami keselamatan yang sama. Tidak ada pelayanan yang terlalu kecil atau pengorbanan yang terlalu besar apabila dilakukan untuk kemuliaan Tuhan.
Editor RBC Ministry pernah menuliskan: “Memberitakan Inji adalah seumpama seorang pengemis yang menceritakan pengalamannya – mendapat sesuatu dari orang lain – kepada pengemis yang lain.
Kebenaran ini dapat kita temukan jika kita mengamati sifat semut, dimana tidak ada yang mementingkan diri sendiri. Selalu menceritakan kepada temannya yang lain jika ia (semut tersebut) menemukan sesuatu yang dapat dimakan bersama. Belajarlah kepada semut (Amsal 6:6-8).
Pengharapan Maranatha.
Pengharapan akan kedatangan Kristus yang kedua merupakan motivasi yang sangat besar dalam hidup setiap orang percaya, bahkan seluruh makhluk (Roma 8:21-22). Dia pasti datang walau tidak seorangpun yang mengetahui hari kedatanganNya. Namun Yesus memberi suatu kepastian bahwa apabila Injil sudah diberitakan keseluruh dunia, maka saatnya sudah tiba (Matius 24:14).
Sikap umat Tuhan dalam menanti kedatangan Tuhan ini seharusnya ditunjukkan dengan cara menyelesaikan Tugas pemberitaan Injil.