Tekun Menantikan Jawaban Tuhan

Di persekutuan hari Selasa, seorang ibu memberikan kesaksian. Dia adalah teman majelis di gereja tempat kita beribadah.

Ibu itu bercerita bahwa suaminya tahun ini pensiun. Uang pesangonnya kemudian mereka gunakan untuk membuka usaha isi ulang air minum galon.

Pada saat memilih jenis pengisiannya, mereka memutuskan untuk mengambil kualitas yang bagus dengan osmosis oksigen, penyinaran ultra violet , dsb. Setelah semua peralatan didatangkan dan dipasang, usaha mulai dibuka. Tapi ternyata yang datang untuk mengisi air minum di sana sangat minim, sehari hanya satu.

Setiap hari si ibu ini berdoa dengan tekun, supaya Tuhan Yesus membuat usahanya laku dan dia mengimani usahanya laku ribuan galon setiap bulan. Bayangkan, laku ribuan galon – sementara setiap hari yang dihadapi hanya laku satu galon sehari! Tetapi si ibu tetap berdoa dan beriman dan tetap setia melayani Tuhan sebagai majelis gereja di wilayahnya, walaupun yang dia hadapi bertolak belakang dengan doa yang selalu dia ucapkan dan imani.

Ternyata di lapangan, ada keadaan yang sangat bertentangan dengan analisa bisnis terhadap usaha yang dijalankan.

Yang pertama, usaha isi ulang air minum itu dilakukan di rumah. Sementara rumahnya berlokasi di jalan kampung yang cukup pelosok jauh dari perumahan. Sekitar rumahnya masih sawah-sawah. Jadi lokasi usahanya sama sekali tidak strategis !

Yang kedua adalah mengenai pangsa pasar. Si ibu tinggal di kampung yang cukup pelosok, di mana masyarakatnya terbiasa memasak sendiri air minum, tidak mempergunakan air minum galon. Berbeda dengan masyarakat di perumahan yang lebih suka hal yang praktis termasuk penggunaan air minum isi ulang. Jadi pangsa pasar sama sekali tidak mendukung!

Yang ketiga cukup krusial adalah mengenai harga. Di daerah kita, pengisian air minum isi ulang harganya antara 3,500 rupiah sampai 4,000 rupiah satu galon. Bahkan banyak yang 4,000 rupiah diantar sampai ke rumah. Sedangkan jenis pengisian air minum yang dibeli oleh ibu tersebut adalah yang lebih canggih dengan osomosis oksigen dan sebagainya, sehingga harganya segalonnya 7,000 rupiah! Jika diantar ke rumah maka harganya menjadi 8,000 rupiah. Dari dua point di atas saja pembelinya sudah pasti minim, apalagi ditambah perbedaan harga yang sampai dua kali lipat. Keluarga ini memang benar-benar tidak paham soal membuka usaha yang baik. Mereka hanya bermodal nekat dan percaya pada jawaban doa.

Satu minggu berlalu, tetap saja maksimal hanya laku satu galon sehari. Tetapi si ibu tetap tekun berdoa dan melayani Tuhan. Doanya selalu sama, dia beriman Tuhan Yesus memberkati usahanya laku ribuan galon sebulan.

Bahkan dalam minggu itu anak gadisnya mengalami musibah, jatuh dari motor saat akan menjemput ibunya pulang dari ibadah. Kaca helm pecah, dan serpihannya menancap di mata kiri. Matanya sampai harus dioperasi plastik yang memakan banyak biaya. Puji Tuhan penglihatannya sama sekali tidak terganggu, walaupun serpihan kaca helm menancap cukup dalam di bola matanya.

Musibah berlalu dan menginjak hari-hari dalam minggu kedua usaha semakin sepi karena hujan sering turun. Jalan di depan rumahnya becek, karena belum diaspal. Tetapi si ibu tetap tekun berdoa dan melayani Tuhan. Doanya selalu sama, dia beriman Tuhan Yesus memberkati usahanya laku ribuan galon sebulan.

Doa dan iman si ibu sama sekali tidak goyah walaupun yang dihadapi sama sekali bertolak belakang. Dia tetap setia melayani, meskipun mulai banyak orang yang mencemoohnya dalam menjalankan usaha.

Di akhir minggu kedua, hujan turun dengan lebat dan tidak ada satupun yang datang untuk mengisi galon air minum.

Malam hari saat hujan masih turun, sebuah mobil pickup berhenti di depan rumahnya. Dari mobil turun dua orang, sopir dan majikannya. Si ibu tidak kenal dengan kedua orang itu, tapi mereka tetap dipersilahkan masuk.

Di dalam rumah, tamu ini berkata bahwa dia sudah bosan dengan usaha yang dilakukan dan dia ingin pindah ke kota lain untuk membuka usaha baru. Usaha yang dilakukan sekarang ini ternyata sama dengan usaha si ibu yaitu pengisian air minum dengan osmosis oksigen. Dia menawarkan pelanggannya untuk diteruskan si ibu dengan membayar “ganti trayek” sebesar 2 juta rupiah saja.

Melihat si ibu merasa ragu atas tawarannya, tamu itu menambahkan bahwa pelanggannya yang akan diganti sebanyak 50 pelanggan! Dia meneruskan, semua stok galon botol kosongnya miliknya juga diberikan pada si ibu, jumlahnya sebanyak 500 galon! Masih belum cukup, dia memberikan sopirnya untuk meneruskan usaha itu. Masih ada lagi ... mobil pickup-nya diberikan pada si ibu dan bisa diangsur secara ringan!

Saat itu si ibu benar-benar tidak percaya atas semua yang dia dengar dan lihat. Benar-benar MUJIZAT dari Tuhan Yesus yang sangat nyata terjadi di depan matanya. Jawaban Tuhan Yesus atas doa dan imannya terjadi secara ajaib.

Sebelum menerima tawaran itu si ibu minta ijin berdoa di kamar dan Tuhan Yesus meneguhkan jawabanNya. Setelah berdoa dia mengambil seluruh tawaran yang diberikan oleh orang yang baru dikenalnya malam itu.

Dan ternyata memang jawaban Tuhan Yesus itu sempurna – sama sekali tidak ada tipuan di hadapanNYA (Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan - Ayub 34:12). Si ibu menerima 500 botol galon gratis, menerima sopir yang setiap hari sudah tahu trayek yang harus dijalani dan juga satu mobil pickup dengan cicilan yang ringan. Kemudian bagaimana dengan jumlah galon yang diisi dan diedarkan setiap hari?

Sekarang ini si ibu bersama suami dan dibantu anak-anaknya sibuk mengisi air minum ratusan botol setiap harinya! Galon botol air minum yang telah diisi kemudian diangkut dengan mobil pickup baru miliknya, dan sopir barunya mengantarkan ke masing-masing pelanggan. Jika sehari yang dibagikan ratusan galon maka sebulan jumlahnya puluhan ribu galon!  Jawaban Tuhan Yesus benar-benar melampaui apa yang selama ini si ibu doakan. Dia berdoa minta dagangannya laku ribuan galon, tapi Tuhan Yesus memberikan puluhan ribu galon! Tuhan Yesus telah MEMERINTAHKAN berkat ke tempat yang menurut analisa bisnis manusia sangat tidak masuk akal. DIA menegaskan kebenaran FirmanNya bahwa “bagi Allah tidak ada yang mustahil.“ (Lukas 1:37)

Jika kita setia melayani Tuhan dan hidup benar di hadapannya, maka tidak ada satupun yang sanggup menghalangi pada saat Tuhan Yesus memerintahkan berkat tercurah kepada anak-anak yang dikasihiNya, di mana pun mereka berada.

GBU
Indriatmo

* * * * *

Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya ... maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. .. TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu (Ulangan 28:1,8)

Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. (Wahyu 3:10)