Hati yang Gembira Adalah Obat

Di rumah di Semarang, dari saya kecil ibu sering tiba-tiba mengigil kedinginan dan kita pikir itu masuk angin dan biasa diselimuti yang tebal, pakai minyak kayu putih dan minum teh panas. Selain itu susah bernafas dan batuk-batuk. Kita pikir itu adalah penyakit biasa.

Waktu ibu menginjak usia 50-an, beliau kolaps dan masuk ICU, ternyata hasil diagnosanya adalah penyakit jantung dan harus menjalani operasi bypass, dll. Setelah itu ibu rutin masuk rumah sakit (ICU) karena masalah jantung. Jadi ternyata badan mengigil kedinginan selama ini adalah salah satu gejala penyakit jantung pada saat darah tidak lancar mengalirkan oksigen ke tubuh. Sedangkan sesak nafas adalah karena jantung yang bengkak menekan saluran nafas, dan batuk adalah karena jantung yang bengkak menekan paru-paru.

Sebagai penderita penyakit jantung, dokter spesialis berkata bahwa penyakit ibu "tidak bisa disembuhkan" sehingga setiap hari harus minum berbagai macam obat setiap hari yang cukup banyak jumlah butir-nya (lebih dari sepuluh) supaya menjaga jantung tetap bisa bekerja normal. Karena memang itu pengobatan yang disarankan secara medis, maka kita anak-anaknya mendukung supaya ibu mau rutin minum obat setiap hari ... seumur hidup.

Akan tetapi setelah sepuluh tahun berlalu ada masalah lain yang muncul yaitu: ibu merasa tertekan karena setiap hari harus minum segenggam obat. Ibu kemudian ngambek dan menolak minum obat apa pun. Kita semua bingung dan kuatir, karena dengan bertambahnya usia, dokter berkata resikonya semakin besar. Kita semua berusaha membujuk ibu supaya mau minum obat lagi setiap hari, tetapi tetap tidak mau.

Akhirnya, dalam doa Tuhan mengingatkan kita akan satu FirmanNya yang sering kita dengar dan nyanyikan semenjak kita masih sekolah minggu yaitu :
HATI YANG GEMBIRA ADALAH OBAT!

Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. (Amsal 17:22)

Setelah itu kita semua menyatukan hati di dalam Tuhan bahwa di dalam iman kuasa Firman ini terjadi atas diri ibu, dan hanya satu yang kita minta dari ibu yaitu: setiap saat harus bergembira ... :) Ternyata banyak hal yang membuat ibu bergembira, yang terutama adalah sampai sekarang aktif memimpin paduan suara di gereja. Aktif melayani sebagai majelis dan kunjungan terhadap orang sakit (sementara ibu sendiri menderita penyakit jantung yang parah). Menjadi pendoa syafaat. Dan di samping itu selalu mendampingi kegiatan cucu-cucunya jika pergi ke luar kota, atau ikut dalam pelayanan atau perlombaan (musik/paduan suara). Hal yang lain yaitu, kapan pun ibu bisa pergi ke rumah anak-anaknya yang berada di luar kota. Barusan ibu di Kupang selama 2 minggu untuk mengunjungi kakak yang dinas di sana, kemudian ke Solo menemani keluarga yang menjalani terapi tulang. Setelah itu ke Surabaya menemani keluarga kakak yang menjalani check up di RS AL.

Setiap hari anak-anak dan cucu-cucunya telpon untuk "say hello" dan bertanya, "Mamah sehat?" dan dari seberang terdengar suara ibu yang bersemangat menjawab, "Diberkati Tuhan Yesus sehat!"

Sekarang ini sudah 12 tahun semenjak ibu menghentikan semua obat jantung, dan di usia 72 tahun saya melihat ibu jauh lebih sehat dan bersemangat dibanding anak-anaknya, terutama dalam hal pergi jalan-jalan. Sementara kita merasa sudah capek setelah perjalanan jauh luar kota, ibu justru bersemangat untuk memulai perjalanan yang baru ... :D :D :D

Saya secara pribadi menyaksikan kedahsyatan Firman Tuhan yang satu ini. Banyak orang berkata itu hanya sekedar puisi yang indah tapi untuk keluarga saya, itu adalah kebenaran yang diberikan Tuhan dari surga, yaitu : "Hati yang gembira adalah obat yang manjur." Semoga kesaksian ini bisa menguatkan pengharapan kita dalam menjalani masa-masa yang berat bersama kasih Tuhan Yesus saja.

Tetap semangat di dalam kasih Kristus!

GBU
Indriatmo