FOKUS PELAYANAN HAMBA TUHAN

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading

Sabtu, 31 Agustus 2013 - Minggu ini Tuhan Yesus mengingatkan kita PD Yoel secara khusus mengenai fokus/motivasi seorang Hamba Tuhan. Tuhan Yesus memperlihatkan keadaan Hamba Tuhan di akhir jaman ini, yaitu :
1. Sebagian besar tujuan hidup dan pelayanannya untuk “membangun menara gading”, dan bukan “membagikan keselamatan dan kuasa yang benar.”
2. Segala macam karunia dan pelayanan hamba Tuhan tidak menjadi jaminan keselamatan pribadinya. Yang menentukan seorang hamba Tuhan diselamatkan semata-mata adalah hati yang tulus murni di hadapan Tuhan. Dan yang lebih menyedihkan, persentase hamba Tuhan yang masuk surga lebih sedikit dibandingkan dengan persentase jemaat awam.

Kemudian Tuhan Yesus meneguhkan pernyataanNya dengan kesaksian mengenai “5 hal yang menjadi pesan Tuhan mengenai pakaian pesta" dan "Terima kasih Tuhan" ada di bawah ini.

Sekarang ini Tuhan Yesus menyatakan isi hatiNya kepada banyak orang, Kristen maupun non Kristen, bahwa waktunya sudah semakin singkat. Dalam pelayanan doa Pelepasan dan Pemulihan untuk orang-orang non Kristen akhir-akhir ini, ternyata Tuhan Yesus menjumpai mereka semua secara langsung sehingga hatinya dijamah.

Rupanya Tuhan Yesus bukan hanya menyiapkan orang-orang awam baik Kristen maupun non Kristen untuk siap masuk surga, Tuhan Yesus juga mempunyai perhatian khusus untuk para hamba Tuhan yang selama ini sudah melayani pekerjaan Tuhan dengan susah payah dan penuh pengorbanan.

Tuhan Yesus menghargai mereka semua dan hasil kerjanya. Buktinya banyak orang diselamatkan dan mereka menerima pencurahan berkat dan karunia-karunia dari surga. Akan tetapi rupanya Tuhan Yesus menginginkan mereka semua juga “diselamatkan” dan bukan hanya diberkati selama hidup di dunia ...

Ternyata diberkati dan diselamatkan itu adalah dua hal yang berbeda. Mengenai berkat, itu berlaku untuk semua orang yang hidup di dunia jika mereka melakukan kebenaran Firman Tuhan. Bahkan orang non Kristen pun juga berhak memperoleh berkat dari Tuhan. Buktinya, orang non Kristen yang dermawan dan murah hati, selama hidup di dunia mereka diberkati dengan berlimpah-limpah sehingga bisa terus membagikan berkat bagi banyak orang yang berkekurangan. Berkat terjadi sesuai dengan Firman Tuhan : orang yang menabur banyak menuai banyak, orang yang menabur sedikit menuai sedikit (2 Korintus 9:6). Itu adalah mekanisme dari Tuhan untuk pemeliharaan umat manusia di seluruh dunia. Bangsa dan pemerintahan, sekalipun non Kristen, ketika mereka memberikan perhatian bagi kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya maka Tuhan memberkati mereka semua.

Yang sekarang umum terjadi di seluruh dunia, para hamba Tuhan memiliki orientasi untuk “membangun menara gading.” Dengan karunia Roh yang diberikan oleh Tuhan, mereka melayani dengan spektakuler, terkenal, membangun jemaat dan gereja yang terpandang dan berkecukupan, mengumpulkan jemaat sehingga menjadi gereja yang sangat besar. Para hamba Tuhan menjadi selebriti yang terkenal dan hidup dengan sangat makmur. Pada saat itu mereka berpikir bahwa apa yang mereka miliki adalah bentuk jaminan Tuhan atas keselamatan mereka. Ternyata yang akan mereka hadapi di hadapan Tahta pengadilan Tuhan tidaklah seperti itu.

Masuk ke surga sama sekali tidak ditentukan oleh hebatnya pelayanan yang sudah dilakukan, atau banyaknya karunia Roh yang dimiliki, tetapi Tuhan menentukan standar yang sama untuk semua anakNya di seluruh dunia, yaitu : hati yang tulus murni di hadapan Tuhan. Hanya itu!

Di Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menunjukkan satu contoh nyata yang sangat ekstrem mengenai siapa yang berkenan di hadapanNya, dan berhak memperoleh karunia untuk masuk surga - yaitu Lazarus pengemis yang boroknya dijilati anjing dan mati kelaparan, dan seorang hamba Tuhan yang penuh karunia Roh.

Jika ditanyakan kepada orang Kristen jaman ini, siapa di antara keduanya yang masuk surga dan masuk neraka, maka orang akan memilih hamba Tuhan yang penuh karunia Roh masuk surga, dan pengemis Lazarus masuk neraka - karena Lazarus sama sekali tidak berguna, sampah masyarakat dan tidak punya peranan apapun di dalam pelayanan gereja.

Tetapi ternyata Tuhan tidak melihat apa yang tampak oleh mata, tetapi yang ada di dalam hati terdalam. Hati Lazarus tulus murni di hadapan Tuhan, sedangkan hati si hamba Tuhan hanya berfokus pada diri sendiri dan penuh kejahatan terpendam. Sehingga ketika mati, Lazarus dijemput malaikat-malaikat dan berjumpa bapa Abraham, sedangkan hamba Tuhan yang penuh karunia Roh ditolak masuk surga.

Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. (Lukas 16:20-22)

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" (Matius 7:22,23)

Begitu juga dengan Marta dan Maria. Marta sibuk melayani para tamu yang datang dan dia adalah wanita yang benar menurut adat istiadat masyarakat bahkan sampai sekarang pun juga mengatur hal yang demikian. Sementara Maria melakukan tindakan sangat tidak sopan, duduk di dekat kaki guru yang sangat terhormat di tengah-tengah para murid laki-laki yang hadir. Tetapi pandangan dunia berbeda dengan pandangan Tuhan. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Maria memilih bagian yang terbaik, karena hatinya hanya terpaut kepada Tuhan Yesus dan Firman yang diucapkan. Hati Maria tulus dan murni di hadapan Tuhan Yesus.

Ada satu kesaksian dari hamba Tuhan dari Korea, pendeta senior Park Yong Gyu, yang bertahan dalam Perang Korea, menjual rumah satu-satunya untuk membangun gereja. Gereja ini akhirnya berkembang menjadi lima ribu anggota. Dia menulis banyak buku yang diilhami oleh Roh Kudus. Satu buku menjadi best seller. Dengan dana yang diperoleh dari buku, dia membangun sekolah Kristen. Sekolah ini melahirkan 240 pendeta. Selama masa sebagai dekan, dia telah diberikan lebih dari 400 beasiswa kepada lebih dari 400 anak-anak miskin. Dia telah membangun rumah bagi para janda untuk tinggal masuk di mana semuanya memerlukan uang dalam jumlah besar. Ternyata ketika meninggal dan dibawa ke surga, diperlihatkan bahwa rumahnya masih berupa dasar yang belum jadi. Ketika pendeta Park protes, malaikat Tuhan menjawab tegas, “Anda tidak pantas hidup dengan rumah yang indah dan nyaman di surga karena Anda telah dihormati oleh orang berkali-kali. Setiap kali Anda telah membangun atau melakukan sesuatu yang baik, Anda dipuji oleh orang. Anda bahkan dihormati oleh berita sekuler (koran dan TV). Oleh karena itu, semua karya Anda sia-sia." Ketika pendeta Park diijinkan Tuhan hidup kembali, dia menyampaikan bahwa ketika seorang hamba Tuhan menerima penghargaan dan segala kemuliaan di dunia, maka penghargaan di surga tidak akan didapatkan lagi.

“Membangun menara gading” adalah membangun kemuliaan diri sendiri. Semuanya dilakukan dengan tujuan kepada kehormatan dan kekayaan pribadi. Semuanya untuk aku dan aku, sekalipun semuanya dilakukan atas nama pelayanan untuk Tuhan. Tetapi yang jelas Tuhan menguji hati! Tuhan tahu isi hati yang terdalam dari setiap hambaNya, apakah mereka mulai menikmati segala kemuliaan dan penghormatan yang diterima, atau semakin rendah hati di hadapan Tuhan. Sekarang ini kita bisa menilai apakah para hamba Tuhan yang besar dan hebat-hebat, hidupnya semakin rendah hati di hadapan Tuhan dan manusia atau sebaliknya.

Terhadap para hamba dan pelayanNya, dari teladan yang telah dilakukan Tuhan Yesus ketika melayani di dunia, Dia ingin supaya para hambaNya fokus untuk “membagikan keselamatan dan kuasa yang benar.” Keselamatan di dalam nama Tuhan Yesus dan kuasa di dalam kebenaran Firman Tuhan. Semua orang yang diselamatkan, dituntun untuk berfokus kepada Tuhan Yesus dan kebenaran FirmanNya, bukan berfokus kepada diri pribadi hamba Tuhan.

Jika hal ini dilakukan, maka setiap pribadi yang telah diselamatkan akan bisa melakukan Amanat Agung untuk menjangkau jiwa-jiwa yang lain dengan disertai kuasa dari kebenaran Firman Tuhan. Inilah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ketika mengutus 70 orang muridnya untuk pergi berdua-dua memberitakan Injil Kristus. Ketika buah pelayanan hanya berfokus kepada Kristus, maka setiap orang selanjutnya bisa menjadi pemberita keselamatan Kristus bagi orang-orang di sekitarnya, dan tidak berfokus hanya kepada hamba Tuhan yang “sakti mandraguna”.

Apabila kita sekarang ini dipanggil untuk menjadi hamba Tuhan dengan diperlengkapi karunia-karunia Roh yang ajaib, sebaiknya kita tetap memperhatikan jaminan keselamatan pribadi kita sendiri di hadapan Tuhan. Di hadapan tahtaNya, Tuhan tidak membutuhkan laporan hasil pelayanan atau segala macam kesuksesan selama kita hidup di dunia, karena semuanya itu semata-mata adalah kasih anugerah Allah sendiri. Yang Tuhan Yesus minta hanyalah satu, yaitu hati yang tulus murni di hadapanNya.

Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. (1 Samuel 16:7)

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23)

Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

GBU
(Indriatmo)

* * * * *

TERIMA KASIH TUHAN
Dedy Yanuar - Saturday, August 31, 2013

Saat bangun di pagi hari ini, saya benar-benar mengucap syukur atas "simulasi" atau "mimpi" yang Tuhan berikan kepada saya. Saya bersyukur karena beroleh kesempatan untuk mengalami suatu hal yang secara sadar sering doakan kepada Tuhan. Kira-kira seperti inilah mimpi saya:

Mempunyai kekuatan dan kesembuhan secara jasmani belakangan ini benar-benarlah saya inginkan. Bahkan saya pernah berdoa kepada Tuhan, memaksa Tuhan untuk menyembuhkan saya, apapun caranya. Ya hal ini terdorong karena beberapa hal, mulai dari saya yang dihina-hina oleh semua keluarga besar dari kekasih saya yang dikatakan berdiri saja nggak bisa lurus, sudah mauin anak orang. Sampai perkataan ibu gembala yang serupa. Saya sakit, bukanlah kemauan saya, siapa sih orang yang kepingin sakit? saya rasa tidak ada. Tetapi hal itu terus menerus menggerogoti iman saya, sampai saya suka berdoa kepada Tuhan "untuk apa saya hidup di dunia ini?" Kalau yang Tuhan percayakan kepada saya sudah selesai, sebaiknya Tuhan cepat-cepat angkat saya saja.

Tuhan pun sering menghiburku di tengah-tengah kesengsaraanku. Karena terkadang saya tepar diatas ranjang selama beberapa hari kalau tiba-tiba penyakit yang saya derita kumat. Tetapi Tuhan pun tahu kerinduanku saat ingin bersekutu bersama-Nya di gereja. Setiap kali saya datang ke gereja sendiri, pasti di tengah jalan ketemu seseorang yang membantu saya sampai masuk ke dalam gereja. Sebab halaman gerejanya ada naik sedikit, sehingga susah untuk dapat naik ke atas sendiri. Kalau tentang polisi tidur yang jumlahnya cukup banyak, beberapa kali hampir terbalik ke belakang kursi rodanya, tetapi saya tidak mau menceritakan hal itu kepada orang-orang dirumah, sebab jika saya ceritakan, maka nanti saya makin sulit untuk pergi ke gereja sendiri atau tidak akan diizinkan pergi sendiri lagi.

Tadi malam, memang punya firasat aneh atau tidak biasa, karena biasanya setelah baca alkitab jam setengah 11-an saya akan langsung tidur. karena sudah ngatuk jam segitu. Tetapi tadi malam sampai jam 12-an pun belum ngantuk2 juga. Setelah berdoa kepada Tuhan, "ada apa Tuhan? apakah ada orang yang saya kenal sakit atau akan mendapat musibah?" seperti Tuhan berkata "bukan karena hal itu". lalu sesaat hampir terlelap, saya merasa "roh" saya dibawa pergi oleh Tuhan, sehingga sementara tidak bisa menggerakkan tubuh.

Tiba-tiba saya berada di sebuah gereja yang sangat besar. Mungkin jemaatnya ada puluhan ribu. Tampaknya disini sedang ada ibadah "Kesembuhan Ilahi". Dan saya pun maju, serta di doakan. Lalu sembuh. Bukan hanya sembuh, tetapi seakan-akan Tuhan memberikan kepada saya karunia yang lebih dari orang normal lainnya. Setelah itu saya bukan hanya dapat berjalan dan berlari, tetapi mempunyai beberapa karunia lainnya seperti mujizat2 yang pernah dicatat di dalam alkitab.

Jujur awalnya amat sangat menyenangkan diberikan kesembuhan dan karunia seperti itu. Karena bisa menolong orang-orang. Serta dipuja-puja orang juga, karena baik dan hebat. Karunia yang Tuhan berikan itu, membuat saya pada saat itu menjadi mulai ngetop dimanapun saya berada. Sebab banyak hal perbuatan baik yang dapat saya lakukan di tengah-tengah jemaat Tuhan. Nama Tuhan pun ditinggikan dan dimuliakan oleh karena perbuatan-perbuatan yang dashyat itu.

Cuma suatu ketika saya berpikir "apakah benar karunia ini berasal dari Tuhan?" Walaupun tampaknya semuanya yang saya lakukan adalah baik dan memuliakan nama Tuhan. Akan tetapi ada sesuatu di dalam diri saya, yang menyatakan hal yang saya lakukan itu salah. Saya pun mulai datang lagi ke gereja yang mengadakan ibadah seperti itu. Saya merasa damai sejahtera saya sedikit demi sedikit hilang, walaupun tetap penuh dengan sukacita karena bisa membantu orang banyak. Akan tetapi tetap ada sesuatu yang saya rasa salah di dalam diriku.

Saya bertanya kepada pendeta-pendeta besar disana, dan ternyata mereka memang penuh kuasa tetapi juga "gila" harta. Mereka menggunakan semua karunia itu untuk kepentingan diri sendiri, dan memanfaatkan segala sesuatu seperti pelayanan yang saya lakukan pun, untuk kepentingan mereka menimbun banyak harta duniawi.

Saya pun kemudian meninggalkan gereja itu, dan kembali berjemaat di gereja sebelumnya. Ternyata di dalam organisasi gereja sebelumnya pun ada juga yang demikian, yang memanfaatkan karunia Tuhan untuk kepentingan diri sendiri dalam menimbun harta duniawi. Lalu saya pun mulai berdoa kepada Tuhan, jika karunia yang saya punyai hanya untuk hal demikian, sehingga menyesatkan banyak orang, lebih baik saya tidak sembuh dan mempunyai karunia-karunia seperti itu.

Karena nama saya sudah terdaftar dan terkenal di gereja dimana saya telah disembuhkan dan mendapatkan karunia itu. Sehingga setiap hari tidak sedikit ada orang yang datang minta tolong di doakan untuk sembuh dan hal-hal lainnya. Memang saat saya melakukannya orang-orang itu mendapatkan yang mereka mau, dan memuliakan Tuhan. Akan tetapi di dalam diriku merasa karunia itu bukanlah dari Tuhan. Walaupun memberikan sukacita yang amat sangat melimpah, tetapi damai sejahtera hampir tidak ada.

Saya pun mulai berhenti menggunakan karunia-karunia itu dan berlaku seperti orang normal lainnya. Akan tetapi usaha itu sia-sia, karena saya kemudian dikejar-kejar oleh pihak gereja yang memberikan karunia itu. Dan betul saja, ternyata karunia itu bukanlah dari Tuhan. Mereka hanya mengatas namakan Tuhan supaya banyak orang percaya kepada mereka. Mungkin seperti itulah gambaran yang dituliskan di ayat Matius 7:21-22:
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Pada akhirnya saya berusaha membebaskan diri dari semuanya itu tetapi tidak bisa semudah itu. Walaupun akhirnya saya terbebas juga dari segala karunia itu, tetapi saya pun kembali menjadi sakit lagi. Setelah itu saya terbangun dan tersadar akan beberapa hal:
1. Saya memang sangat ingin sembuh, tetapi saya ingin sembuh dari cara yang benar. Bukan hanya supaya nama Tuhan dipermuliakan, tetapi supaya saya tetap boleh masuk surga ketika meninggal nanti. Banyak orang yang pernah menawarkan kesembuhan alternatif seperti dalam mimpi saya itu dengan berkata "Setelah sembuh, kamu bisa melayani Tuhan lebih giat lagi". Tetapi kini saya tahu maunya Tuhan. Tuhan tidak ingin nama-Nya dipermuliakan dengan hal-hal yang tidak atau kurang benar.
2. Mungkin kini saya terbatas dalam banyak hal, tetapi Tuhan tetap lebih menghargai hal-hal yang dapat saya lakukan kini dengan benar, daripada ketika nanti saya sembuh dari hal-hal atau kuasa yang tidak atau kurang benar.
3. Kuasa iblis saja bisa menyembuhkan, pasti kuasa Tuhan yang jauh melebihi kuasa iblis dapat menyembuhkanku juga. Tetapi mungkin belum saatnya saya menjadi sembuh.

Jadi inti dari mimpi saya kali ini adalah Janganlah kita pernah berpikir untuk memuliakan nama Tuhan dengan cara-cara yang tidak atau kurang benar, dan marilah kita mempergunakan segala karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita. Supaya nama Tuhan semakin dipermuliakan dan semakin banyak orang yang mengenal-Nya.

* * * * *

5 HAL YANG MENJADI PESAN TUHAN MENGENAI PAKAIAN PESTA
Kesaksian WATINI CHANDRA - 26 Agustus 2013

Saat selesai doa, aku melihat malaikat raksasa tinggi besar sampai seatas langit, kaki menginjak bumi, mengenakan pakaian putih cemerlang dan tidak bersayap. Lalu tangan bergerak ke atas menembus langit sampai ke ruang angkasa mengambil meteor lalu ditarik ke bawah kemudian dibanting ke bumi dengan keras. Bantingan ini menimbulkan goncangan yang sangat besar, karena aku melihat bergoyang-goyang bumi ini.

2 Samuel 22:8
Lalu bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murka-Nya.

Yeremia 51:29
Bumi berguncang dan bergetar, sebab rancangan TUHAN terhadap Babel sedang terlaksana, yakni untuk membuat negeri Babel menjadi tempat tandus yang tidak berpenduduk.

Wahyu 18:21
Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Kemudian aku tertidur dalam mimpi, aku melihat beberapa wanita berbondong -bondong berlari pada tumpukan gaun pesta. Saat itu aku juga ikut bergabung melihat tumpukan pakaian indah dengan warna-warni dan salur emas dan pernik yang indah, tentu sangat mengagumkan. Tapi saat kami mau memakainya, aneh, kok cuma sampai sepinggang saat baju dicoba. Ada yang di bawah lutut, ada yang setengah badan, dan ada yang baru separuh selesai, pokoknya aku lihat pakaian pada setengah jadi dan aku terkejut. Kenapa pakaian ini belum pada jadi? Apakah kita layak ikut pesta jika pakaiannya seperti ini?

Matius 22:11-14
[11] Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
[12] Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
[13] Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
[14] Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Tuhan tidak mengundang kita kelak hanya sebagai "tamu", tetapi Ia telah memilih saudara dan saya sebagai mempelaiNya. Untuk itu, kita harus mempersiapkan pakaian pesta kita.

Begitu banyak tanda mengenai kedatangan Tuhan yang ditulis di Alkitab yang sudah digenapi. Kalau sudah begitu banyak nubuat dan tanda kedatangan Tuhan yang tertulis dalam Alkitab yang sudah digenapi, maka sisa kedatangan Tuhan yang tertulis dalam Alkitab pun akan ia genapi. Kita yang bersungguh-sungguh dengan Tuhan sebentar lagi akan dijemputNya sebagai mempelai-mempelaiNya. Dan sama seperti seorang calon pengantin yang mempersiapkan pakaian pernikahannya sejak jauh-jauh hari, mari kita juga mempersiapkan pakaian pesta kita sejak sekarang.

Ada 5 hal yang menjadi pesan Tuhan mengenai pakaian pesta:
1. Hidup dalam kekudusan.
2. Memiliki roh yang lemah lembut.
3. Berani bayar harga.
4. Berjaga-jaga.
5. Bersukacita dan mengucap syukur senantiasa.

2 Korintus 7:1
Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Ibrani 12:14
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

Lalu aku melihat lahan seperti catur dimana kami diletakan nomor di masing masing kotak. Telapak kaki kami ada nomor urut yang menyala. Saat itu kami menanti dan menunggu aba kalau kita akan pergi diangkat. Begitu lama kami menunggu. Ada yang berjongkok, ada yang duduk bersila, ada yang berdiri gaya santai, ada yang seperti tetap berdiri tegak sambil terus menunggu dan menatap ke atas.

Sangat lama sekali, seolah-olah membuat kami seperti kelelahan dan mengantuk. Tiba-tiba dari atas teriak "Sudah selesai!" Tiba-tiba terjadi pengangkatan. Lalu aku melihat manusia diangkat dan kotak2 yang menyala langsung mati karena orang yang berdiri di sana sudah tidak ada lagi, tapi yang masih menyala tiba-tiba mereka baru sadar lalu mereka ikut berdiri tapi tidak diangkat.

Aku saat itu merasa yakin ikut diangkat karena aku lihat kakiku sudah mengambang sedikit namun tiba-tiba aku jatuh lagi. Aku sangat kaget lalu aku menatap ke atas dan bertanya kepada Tuhan kenapa aku ikut tertinggal. Karena selama ini aku selalu lihat diriku diangkat dan selalu bernubuat atas namamu, lalu kenapa aku ikut sampai tertinggal juga?

Perasaanku sangat sedih sekali. Kalau aku juga pada akhirnya ikut tertinggal, saat aku menatap sekelilingku ternyata yang masih tertinggal amat sangat banyak sekali. Padahal mereka sudah menanti dan menunggu, sedangkan yang diangkat cuma hitungan jari.

Oh Tuhan, jangan sampai kau lupakan aku karena aku tahu walau aku memliki karunia bukan suatu jaminan melainkan kualitas hidup kita dalam melayani Dia. Karena itu senantiasa kita selalu berjaga-jaga dan selalu hidup berkenan di hati Tuhan dan bersiaga selalu, jangan sampai kita terlena atas waktu kedatangkan yang tiba-tiba sedangkan yang kita pikir masih lama.

Matius 22:14
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Matius 24:42
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

Matius 25:13
Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Matius 7:22-23
[22] Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, mengusir setan dengan nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-MU juga?
[23] Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

TUHAN YESUS mengasihi dan memberkati - IMMANUEL

(https://www.facebook.com/groups/346133338770378/permalink/592746250775751/)

* * * * *

Komentar