SUAM-SUAM

Setiap orang selalu menghadapi pilihan dalam hidupnya dan bebas menentukan mana yang
menjadi pilihannya. Selama pilihan itu bisa dilakukan tanpa beban, dalam pengertian bisa
diterima resiko yang ada, boleh dibilang pilihan itu bukan masalah. Masalah terletak pada
sudah benarkah atau sudah tepatkah pilihan yang dilakukan tersebut.

Dalam film Spiderman 3, ada pesan yang ingin disampaikan buat pemirsa yaitu: “Everyone
indeed has a choice. It's not a matter of having no choice at all" dan satu lagi yang terkenal:
"with great power comes great responsibility. Pesan ‘everyone has a choice’ tersebut juga
ada dalam film Fantastic Four 2.

Dalam ke dua film itu ditawarkan, seseorang yang sudah melakukan perbuatan yang jahat,
masih mempunyai pilihan untuk melakukan perbuatan baik. Sehingga tidak ada alasan
untuk tidak bisa berbuat baik. Sebenarnya prinsip ini ada dalam kekristenan, dimana Allah
menginginkan kita untuk selalu berbuat baik dan pintu selalu terbuka bagi orang yang mau
bertobat. (Yak 5:15 …dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.)

Bagaimana bentuk pilihan yang bermasalah. Biasanya, pilihan ini menyebabkan si pemilih
pada dilema. Dalam arti melakukan atau tidak melakukan, dalam benak pemilih, mempunyai
resiko yang tinggi. Sehingga dalam memilih, bisa membuat pemilih bingung apa yang harus
dilakukannya. Biasanya hal inilah yang dijadikan alasan pemilih untuk menghalalkan kesalahan
dalam pemilihannya.

Ada seseorang pernah mengeluh kepada saya, kalau dia difitnah melakukan perbuatan yang
tidak pernah dia lakukan. Karena seringnya dia difitnah, sampai-sampai dia mengatakan,
lebih baik dia benar-benar melakukan perbuatan tersebut daripada tidak melakukan tetapi
dianggap melakukan. Ternyata pilihan bisa dipengaruhi oleh banyak hal, bisa dari diri sendiri
atau orang lain, dari besar kecilnya resiko, situasi dan kondisi yang berbeda.

Ada juga orang yang berpendapat bawa lebih baik tidak memilih daripada memilih tetapi
akhirnya salah. Mereka tidak mau menanggung resiko kesalahan, padahal mereka tidak tahu
pasti nantinya benar-benar salah atau tidak. Sehingga mereka memutuskan untuk tidak memilih.

Dalam kekristenan, memilih ditekankan pada satu hal saja, yaitu perbuatan baik. Perbuatan
ini dapat dilihat dari buah-buah Roh, yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,
kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang
menentang hal-hal itu. (Gal 5:22-23) Iman saja tidaklah cukup. (Hai manusia yang bebal,
maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?
Yak 2:20) Tapi pada prakteknya orang sering terjebak dalam 3 hal yaitu: perbuatan baik,
tidak baik dan tidak berbuat apa-apa.

Bila perbuatan baik terlihat dalam buah-buah Roh, maka perbuatan tidak baik dalam Gal 5:20-21
dinyatakan oleh perbuatan daging, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan
berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan,
roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu
kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan
hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Memang benar Allah sudah memberikan kita kebebasan untuk memilih, tetapi Allah juga
memberikan kita pedoman untuk mengarahkan pada apa yang kita pilih. Jikalau orang duniawi
saja seperti dalam film spiderman dan fantastic four merekomendasikan kita untuk ‘memilih’
berbuat baik, apalagi Allah pasti juga menginginkan kita melakukan ‘pilihan’ itu.

Marilah memilih satu pilihan saja yaitu melakukan perbuatan baik, dengan tanpa mempertimbangkan
segala sesuatupun, karena Allah yang menjamin. Daripada memilih untuk berbuat tidak baik
yang jelas-jelas dosa ataupun memilih untuk tidak melakukan apa-apa, karena itu juga tidak
berkenan di mata Allah.

Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan
engkau dari mulut-Ku. (Wahyu 3:16)

naomi, Feb 15, 2008