Ada sebuah kisah nyata yang terjadi di Africa. Seorang yang bernama Vusamazulu Mutwa yang berasal dari suku Bantu. Pada suatu hari anaknya menderita sakit keras, dia berusaha menyelamatkan anaknya dengan berlari sejauh 2 mil ditengah panas dan debu menuju sebuah rumah sakit Africa’s Baragwanath Hospital.Anaknya terkena penyakit gastric-enteritis - sejenis infeksi penyakit perut. Namun hal ini sudah terlambat. Anaknya tak terselamatkan. Bagi penduduk asli suku Bantu, pemakaman merupakan hal yang dianggap penting. Mengubur di sembarang tempat merupakan aib bagi suku Bantu.
Di tempat itu pemakaman di kelola oleh gereja setempat atau pengelolah makam. Sayangnya, Vusama bukanlah penganut agama kristen. Tapi dia mencoba menemui Pastor untuk meminta agar anaknya dapat di kuburkan ditempat yang layak, tapi Pastor tersebut menolak tanpa memberi alasan yang jelas. Lalu Vusama menulis semua pengalaman pahitnya dalam sebuah creedo yang berjudul 'Why christianity has failed in Africa', yang kemudian dibukukan dengan Judul 'Africa is my Witness'. Dalam Creedo tersebut Vusama mengatakan 'sungguh aneh, seorang pastor yang sudah dikenalnya selama ini menolak untuk memberikan tempat penguburan yang layak bagi anaknya karena dia bukan anggota gereja'. Lalu dia melanjutkan pernyataannya 'Para Kriminal adalah orang-orang yang picik dan sadis yang menggunakan jubah putih. Kita semua telah dijerumuskan dalam pengajaran dan agama yang kaku yang hanya tahu kata-kata Suci tanpa memiliki belas kasihan terhadap sesama'. Tragis !
Pesan moral yang ingin disampaikan adalah janganlah kita hidup secara ekslusif dan egois. Betul perbuatan baik tidak menyelamatkan kita, tapi perbuatan baik kita akan menghantar orang lain mengenal Kasih Kristus. Iman Kristen jangan hanya dalam tindakan agamawi saja, tapi juga benar-benar menjadi pola hidup orang Kristen yang sungguh mengenal Allah.
God Bless,
AH