DIK 2 - Pelajaran 03

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Dasar-Dasar Iman Kristen 2
Nama Pelajaran : Lahir Baru
Kode Pelajaran : DIK2-P03

Pelajaran 03 -- Lahir Baru

Daftar Isi

  1. Pengertian Lahir Baru
    1. Definisi/Arti Lahir Baru
      1. Lahir Baru Adalah Ciptaan Baru
      2. Lahir Baru Bukanlah Suatu Proses
      3. Lahir Baru Sepenuhnya Adalah Pekerjaan Allah
    2. Dasar Alkitab dari Lahir Baru
  2. Bagaimana Kelahiran Baru Terjadi?
    1. Kelahiran Baru Bukan dari Darah dan Daging
    2. Kelahiran Baru Adalah Anugerah Allah bagi Umat Pilihan
    3. Kelahiran Baru Adalah oleh Firman dan Roh
  3. Karya Allah dalam Kelahiran Baru
    1. Allah Menempatkan Kita dalam Keluarga Kristus
    2. Allah Memberikan Roh-Nya kepada Kita
    3. Allah Mengaruniakan Kehidupan yang Kekal kepada Kita
  4. Bagaimana Kita Tahu Kita Sudah Lahir Baru?
    1. Kesaksian Roh Kudus
    2. Firman Tuhan Mengonfirmasi
    3. Perubahan Hidup yang Nyata

Doa

Pelajaran 02 -- Lahir Baru

Dalam pelajaran ini, kita akan melihat bagaimana Allah bekerja dalam hati manusia untuk membawa manusia hidup "di dalam Kristus". Allahlah yang berinisiatif untuk masuk ke dalam hati manusia dan menghidupkan roh manusia yang sebelumnya mati karena dosa. Peristiwa inilah yang disebut dengan kelahiran baru. Untuk lebih memahami arti dari kelahiran baru, kita akan membahas terlebih dahulu pengertian kelahiran baru.

  1. Pengertian Kelahiran Baru
  2. Kelahiran baru adalah tindakan rahasia Allah dalam hati manusia melalui Firman dan Roh-Nya untuk menghidupkan roh manusia yang mati, supaya menjadi ciptaan baru "di dalam Kristus" dan memiliki hubungan yang baru dengan Allah (2Kor. 5:17).

    1. Definisi/Arti Lahir Baru
    2. "Kelahiran" merupakan permulaan hidup. Ungkapan "lahir baru" berarti memulai hidup baru secara rohani. Kata yang dipakai dalam bahasa Yunani adalah gennethe anothen yang artinya ‘melahirkan/memperanakkan dari atas’. Jadi, kelahiran baru ini bermula dari surga (Yoh. 1:13) dan akan kembali menuju surga.

      Banyak orang Kristen memakai ungkapan "lahir baru", tetapi dengan pengertian yang berbeda-beda dan kadang tidak alkitabiah. Berikut ini adalah beberapa pengertian penting tentang kelahiran baru yang perlu dipahami dengan benar:

      1. Lahir Baru Adalah Ciptaan Baru
      2. Kelahiran baru bukanlah menyingkirkan, membuang atau menyulap natur manusia lama sehingga natur lama menjadi hilang atau tidak ada, dan menggantikan dengan natur yang baru sehingga kita tidak dapat berbuat dosa lagi.

        Kelahiran baru juga bukan perbaikan atau reparasi natur manusia lama sehingga sedikit demi sedikit manusia lama diperbaiki menuju kepada kesempurnaan (tidak berdosa).

        Kelahiran baru adalah ciptaan baru dengan menghidupkan roh manusia yang mati untuk hidup merespons panggilan Allah, tanpa menghilangkan natur manusia lama.

      3. Lahir Baru Bukanlah Suatu Proses
      4. Kelahiran baru terjadi seketika dan sekaligus (tidak bertahap atau sedikit demi sedikit) dan hanya terjadi satu kali, tidak berulang kali.

        Kelahiran baru tidak selalu terjadi bersamaan dengan pertobatan. Manusia yang dilahirbarukan oleh Allah kadang merespons jauh hari setelah Allah menghidupkan rohnya.

        Kelahiran baru tidak sama dengan hidup baru. Kelahiran baru terjadi di dalam yang mengubah status kita di hadapan Allah. Hidup baru adalah keadaan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus.

      5. Lahir Baru Sepenuhnya Adalah Pekerjaan Allah
      6. Terjadinya kelahiran baru merupakan karya rahasia Allah semata yang tersembunyi dari manusia, sesuatu yang tidak kita ketahui (Yoh. 3:8). Semuanya murni atas prakarsa Allah atas diri manusia.

        Kelahiran baru tidak bisa dilihat dengan kasat mata, kecuali buahnya. Buah kelahiran baru ini adalah pertobatan dan pembaruan hidup dari bayi rohani menjadi dewasa di dalam Kristus.

    3. Dasar Alkitab dari Lahir Baru
    4. "Yesus menjawab dan berkata kepadanya, 'Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan kembali, dia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.'" (Yoh. 3:3)

      "Yesus menjawab kepadanya, 'Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.'" (Yoh. 3:5)

      Dari dua ayat di atas, kita dapat belajar bahwa untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, kita perlu mengalami kelahiran baru. Jadi, kelahiran baru merupakan syarat yang mutlak untuk dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Tanpa kelahiran baru, kita akan tetap menjadi manusia "di dalam Adam" dan akan binasa karena hukuman atas dosa adalah kematian. Tidak ada cara lain untuk keluar dari keluarga Adam, kecuali dilahirkan kembali menjadi keluarga Allah dengan Kristus sebagai Kepala yang bertakhta atas manusia baru. Kelahiran baru menjadi permulaan untuk kita hidup "di dalam Kristus".

  3. Bagaimana Kelahiran Baru Terjadi?
  4. Kelahiran baru sebenarnya terjadi secara roh dan manusia sering kali tidak merasakannya/menyadarinya. Namun, Alkitab menjelaskan dengan cukup gamblang tentang kelahiran baru.

    1. Kelahiran Baru Bukan dari Darah dan Daging
    2. Alkitab mengatakan bahwa kita dilahirkan baru "bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Tuhan." (Yoh. 1:13) Mari kita melihat dengan lebih teliti.

      1. Kelahiran Baru Bukan "dari Darah"
      2. Artinya, kelahiran baru itu tidak diterima atau diperoleh dari orang tua kita atau keturunan. Dengan kata lain, tidak ada seorang pun yang dilahirkan ke dunia dan otomatis sudah dilahirkan baru.

      3. Kelahiran Baru Bukan "dari Keinginan Daging"
      4. Artinya, tidak ada seorang pun yang dapat menjadikan dirinya lahir baru dengan usahanya sendiri. Kelahiran baru tidak dapat diusahakan, tetapi harus diterima sebagai pemberian atau karunia secara cuma-cuma dari Tuhan.

      5. Kelahiran Baru Bukan "dari Keinginan Seorang Laki-laki
      6. Artinya, tidak ada seorang pun, termasuk pendeta atau pemimpin rohani, yang dapat menjadikan kita lahir baru. Tidak ada upacara gereja, seperti perjamuan kudus atau pembaptisan, yang dapat menjadikan kita lahir baru. Menjadi anggota gereja pun tidak dapat menjadikan kita lahir baru. Kelahiran baru adalah "dari Tuhan".

    3. Kelahiran Baru Adalah Anugerah Allah bagi Umat Pilihan
    4. Kelahiran Baru terjadi karena anugerah Allah dan dikerjakan oleh Allah kepada manusia yang ditentukan-Nya untuk menerima anugerah. Alkitab berkata, "Sebab, oleh anugerah kamu diselamatkan melalui iman dan ini bukan dari dirimu sendiri, tetapi karunia Allah, bukan hasil usahamu, supaya tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri." (Ef. 2:8-9) Melalui Roh Kudus, Allah mengerjakan keselamatan untuk kita dengan memberikan kelahiran baru, yang membuat kita tidak lagi berada "di dalam Adam", melainkan berada "di dalam Kristus". Dengan kata lain, melalui kelahiran baru kita diselamatkan untuk menjadi milik Kristus.

    5. Kelahiran Baru Adalah oleh Firman dan Roh
    6. Tak seorang pun yang dapat dilahirkan baru tanpa mendengar dan percaya pada firman Allah. Kelahiran baru adalah pekerjaan Roh Kudus yang dikerjakan melalui kuasa firman Allah. Firman Allah memiliki kuasa yang menyelamatkan (Rm. 1:16). Kuasa Firman Allah merupakan benih yang kekal yang menghidupkan roh manusia sehingga manusia mampu mendengar suara Allah. Jadi, kelahiran baru menyatakan pekerjaan yang dilakukan oleh Firman Allah dan Roh Kudus. Tanpa Firman dan Roh Kudus, tidak ada kelahiran baru (1Ptr. 1:23; Yoh. 3:6).

  5. Karya Allah dalam Kelahiran Baru
  6. Kelahiran Baru terjadi semata-mata karena anugerah dan karya Allah. Melalui karya-Nya tersebut, kita menjadi keluarga Kristus, kita diberikan Roh-Nya untuk tinggal dalam kita, dan Allah memberikan jaminan bahwa orang yang telah dilahirkan baru akan menerima hidup yang kekal.

    1. Allah Menempatkan Kita dalam Keluarga Kristus
    2. Kita tidak lagi berada "di dalam Adam", melainkan "di dalam Kristus". Semua orang yang belum dilahirkan baru akan tetap hidup dalam dosa yang diwariskan Adam dan berada di bawah penghukuman, yaitu kematian kekal. Namun, ketika seseorang dilahirkan kembali, Allah mengeluarkannya dari kedudukannya sebagai keluarga Adam dan mengangkatnya menjadi anak-Nya dan masuk menjadi keluarga Kristus (Yoh. 1:12-13).

    3. Allah Memberikan Roh-Nya kepada Kita
    4. Selain Dia menempatkan kita dalam keluarga Kristus, Dia juga memberikan kepada kita Roh-Nya untuk tinggal dalam kita. Namun, perlu diingat bahwa sifat lama kita tidak dimusnahkan atau disingkirkan ketika kita dilahirkan baru. Yang Allah lakukan adalah memberikan Roh-Nya agar kita dapat menang dan mengalahkan sifat-sifat lama kita. Jadi, kita masih akan terus bergumul dengan sifat-sifat manusia lama kita sampai Yesus datang kembali. Dan, ketika kita diangkat ke surga bersama Yesus, ini menjadi tanda bahwa manusia lama kita telah mati selamanya.

    5. Allah Mengaruniakan Kehidupan yang Kekal kepada Kita
    6. "Yesus menjawab kepadanya, 'Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, dia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.'- (Yoh. 3:5) Ayat ini memberikan jaminan bahwa kita yang telah dilahirkan kembali akan masuk ke dalam Kerajaan Allah karena Allah akan memelihara kita sehingga tak seorang pun dapat merebut kita dari tangan Bapa (Yoh. 10:29).

  7. Bagaimana Kita Tahu Kita Sudah Lahir Baru?
  8. Tak dapat disangkal banyak orang Kristen yang sering meragukan, "apakah saya sudah lahir baru atau belum?" Apalagi setelah tahu bahwa kelahiran baru terjadi di dalam roh kita dan dikerjakan secara rahasia oleh Roh Kudus. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan terjadinya, "Angin bertiup ke mana pun ia mau, dan kamu mendengar bunyinya, tetapi kamu tidak tahu dari mana asalnya dan ke mana ia akan pergi. Begitu juga dengan setiap orang yang dilahirkan dari Roh." (Yoh. 3:8) Kelahiran baru diumpamakan seperti angin, kita tidak dapat melihatnya, tetapi kita dapat merasakannya. Apakah Alkitab memberikan petunjuk bahwa kita dapat merasakan adanya kelahiran baru? Ya, betul.

    1. Kesaksian Roh Kudus
    2. Ketika kita dilahirkan baru, Roh Tuhan datang dan diam dalam kita dan memberi kesaksian bersama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:16). Melalui ayat ini, kita belajar bahwa kelahiran baru sering tidak dapat dijelaskan atau dibuktikan oleh orang lain, tetapi kita secara pribadi dapat mengetahuinya karena Roh Kudus yang memberi kesaksian bersama-sama dengan roh kita.

    3. Firman Allah Mengonfirmasi
    4. Ketika kita dilahirkan baru, Roh Tuhan akan menjadikan firman Tuhan itu nyata dalam hati kita dan kita akan dapat mengetahui melalui roh kita bahwa kita telah memiliki hidup kekal (1Yoh. 5:13). Allah akan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya. Jika kita dapat mendengar dan percaya akan firman-Nya, berarti roh kita telah dihidupkan melalui kelahiran baru sehingga kita dapat mendengar suara Allah. Firman Allah akan terus menguatkan iman orang yang percaya bahwa ia adalah anak-anak Allah dan memiliki hidup yang kekal.

    5. Perubahan Hidup yang Nyata
    6. Kelahiran baru yang sejati tidak dapat disembunyikan buahnya dan mau tidak mau orang akan melihatnya. Sekalipun mungkin perlahan, tingkah laku, pola pikir, dan tindakan kita, tanpa dipaksa, akan berubah secara alami. Kita akan semakin memiliki kerelaan untuk menaati Allah, menyukai hal-hal yang benar dan baik, membenci dosa, dan tidak mau diperhamba oleh dosa lagi. Kita juga akan memiliki kasih terhadap orang lain, terkhusus orang-orang yang belum diselamatkan dan ingin supaya mereka juga dapat diselamatkan. Alkitab berkata, "Kita tahu bahwa kita sudah keluar dari kematian menuju kehidupan karena kita mengasihi saudara-saudara ...." (1Yoh. 3:14)

    Jadi, tanda-tanda di atas akan terjadi ketika kita telah mengalami kelahiran baru. Alkitab berkata, "Jadi, dari buah-buahnya kamu akan mengenali mereka." (Mat. 7:20) Jadi, apakah kita dapat tahu kita sudah dilahirkan baru? Ya dapat. Apabila kita sungguh-sungguh sudah dilahirkan baru, kita akan tahu karena Roh yang ada dalam kita. Selain itu, orang lain juga akan tahu karena mereka dapat melihat dan merasakan buah-buah yang dihasilkan hidup kita.

Akhir Pelajaran (DIK2-P03)

Doa

"Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau menganugerahkan Roh-Mu agar aku dapat mengalami kelahiran baru di dalam-Mu. Mampukan aku untuk dapat bertindak dan berperilaku yang sesuai dengan tuntunan-Mu dalam hidupku. Amin."

Taxonomy upgrade extras: