Sharing Berkat Peserta Kelas PPB 1

  1. Adolf Tehupeiory

    Luar biasa kelas PPB ini. Terima kasih rekan-rekan semua yang sudah membagikan berkat melalui sharing pendapatnya, sangat membangun iman dan semangat melayani. Terima kasih buat tim SABDA yang sudah menyediakan wadah pembelajaran ini. Pada Pelajaran 1 sampai 4 kelihatannya kelas masih biasa-biasa saja, artinya hanya membahas materi sesuai modul dan sedikit pendapat, tetapi begitu masuk ke Pelajaran 5 sungguh luar biasa antusias dari rekan-rekan untuk merespons, baik pertanyaan maupun mengomentari jawaban-jawaban dari rekan-rekan yang lain. Dan, semuanya itu sangat membantu saya untuk lebih lagi ingin selalu berada bersama rekan-rekan sekelas. Kiranya di waktu mendatang ada lagi kesempatan yang disediakan Tuhan melalui SABDA. Sekali lagi, terima kepada tim SABDA yang sudah membuat "kejutan" di pelajaran ke-5. Tuhan Yesus memberkati selalu.

  2. Agustinus S.

    Terima kasih banyak atas kesempatan mengikuti kelas PPB. Kelas ini sangat menolong saya dalam pelayanan, sekaligus membukakan pemahaman yang lebih dalam dan jelas tentang dunia Perjanjian Baru. Banyak hal yang sebelumnya kurang saya pahami kini menjadi lebih terang sehingga saya bisa melayani dengan lebih baik dan percaya diri. Saya sangat berharap ke depannya akan ada kelas atau materi lanjutan yang serupa. Materi-materi tersebut akan sangat memperkaya wawasan kami tentang dunia Perjanjian Baru, terutama hal-hal yang berkaitan langsung dengan sejarah Alkitab. Semoga pelayanan ini terus berkembang dan semakin banyak orang yang diberkati melalui pemahaman firman Tuhan yang lebih utuh. Mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama kelas dan diskusi. Kiranya Tuhan Yesus terus memberkati kita semua. Amin.

  3. Arief Sudarmadi

    Ketika ingat, segala sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan dan kebenaran Tuhan, apalagi saya merasa dipakai-Nya, saya selalu bersyukur pada Bapa di surga, dan saya merasakan berkat Tuhan yang luar biasa dengan sukacita penuh. Demikian pula saat ini, dengan mengikuti PPB SABDA kali ini. Ada berkat yang baru saya sadari setelah mengerti tujuan PPB dan mempelajarinya dari diskusi yang terjadi di WA, baik mengenai sejarah pembentukan Alkitab Perjanjian Baru. Masa awal penyebaran Injil sampai sekarang dengan pesan-pesan surat-surat Paulus seperti kita/manusia diselamatkan, bukan oleh usaha kita, tetapi oleh kasih karunia, ciptaan baru dengan komunitas tanpa batas (satu umat, satu tubuh), dan pengertian gereja adalah tubuh Allah di dunia. Semuanya itu memperbarui wawasan saya mengenai Kerajaan Allah dan mungkin ada koreksi (saya tidak tahu/sadar). Yang jelas semuanya itu membawa penyegaran atas iman percaya saya.

  4. Debora Rina

    Puji Tuhan. Akhirnya, perjalanan untuk memahami Pelajaran 1 hingga 5 telah membawa saya menelusuri satu benang merah yang indah bahwa Allah yang Maha Kudus itu bukan Allah yang jauh, melainkan Allah yang terus bergerak mendekati manusia. Dimulai dari memahami siapa Allah Tritunggal yang berelasi secara pribadi, bagaimana Yesus hadir sebagai penggenapan janji keselamatan, karya Roh Kudus yang mengubah dari dalam, hingga Injil yang bukan sekadar berita, melainkan kuasa yang mentransformasi hidup semuanya menunjukkan bahwa keselamatan adalah inisiatif kasih Allah, bukan hasil usaha manusia. Ini bukan pengetahuan teologis semata, melainkan realita hidup yang seharusnya membuat saya sungguh semakin takjub dan bersyukur setiap harinya.

    Puncak dari seluruh perjalanan ini adalah Pelajaran 5 yang menyadarkan saya bahwa kita bukan diselamatkan untuk diam, melainkan dipanggil untuk menjadi gereja yang hidup Ekklesia yang bergerak. Sama seperti jemaat mula-mula yang bertumbuh, bukan karena gedung mewah atau sistem yang sempurna, tetapi karena hati yang sudah diubah oleh kasih Kristus dan kesaksian hidup yang nyata saya dan kita semua pun dipanggil untuk hal yang sama pada era digital ini. Tongkat estafet telah berpindah ke tangan kita. Pertanyaannya bukan lagi "apakah saya sudah mengerti Injil?", tetapi "apakah hidup saya sudah menjadi Injil yang bisa dibaca oleh orang-orang di sekitar saya?"

    Tak ada kata yang panjang untuk menggambarkan ungkapan syukur ini. Banyak terima kasih kepada Ibu Evi sebagai moderator dan Kak Mei sebagai admin kelas yang sudah berbagi berkat rohani. Teman-teman sekelas yang saling memperkaya, pergumulan mengikuti kelas SABDA selalu bervariasi tetap satu kata yang saya ucapkan "terima kasih Tuhan Yesus" untuk setiap pembelajaran iman yang memurnikan. Soli Deo gloria.

  5. Dewi Sitorus

    Bersyukur bisa menyelesaikan kelas PPB. Terima kasih buat moderator, admin, serta Bapak/Ibu/Saudara yang join di PPB 1. Mengikuti kelas diskusi PPB secara keseluruhan telah menjadi pengalaman baru yang menyegarkan bagi saya mulai dari Pelajaran 1 tentang latar belakang dunia PB (Yunani-Romawi-Yahudi), Pelajaran 2 soal pembentukan kanon dengan kriteria apostolisitas-ortodoksi, hingga Pelajaran 4 tentang penyebaran Injil ke "ujung bumi" (Roma sebagai batas Yahudi abad 1).

    Dalam kelas ini, saya juga di-refresh kembali untuk belajar, serta setiap materi, sharing, perspektif juga menguatkan saya secara pribadi. Berkat paling berkesan adalah pemahaman mengenai pemeliharaan dan pengaturan-Nya yang bijaksana atas sejarah, termasuk pembentukan Alkitab Perjanjian Baru agar lengkap dan dapat dipercaya meski melalui proses panjang (mulut ke mulut, kanon abad 4 M). Aplikasi: belajar setia dalam memberitakan Injil dimanapun dan kapan pun.

  6. Eddy Soewito

    Puji Tuhan, saya diberkati dengan pemahaman latar belakang penulisan kitab-kitab PB sehingga pemahaman Alkitab dapat dilakukan lebih baik. Terima kasih kepada tim SABDA yang melayani, juga teman-teman di WA grup PPB 1 yang memberikan pengayaan materi melalui diskusi. Soli Deo gloria.

  7. Edisoni Dohona

    Syukur kepada Tuhan, saya dapat mengikuti dan menyelesaikan kelas Pembimbing Perjanjian Baru (PPB), dengan materi yang menambah wawasan mengenai dunia Perjanjian Baru. Merrill C. Tenney, dalam bukunya "Survei Perjanjian Baru", berkata, "Kita dapat mengerti berita Perjanjian Baru dengan baik bila kita memahami sedikit mengenai dunia yang pertama-tama menerima berita itu. Latar belakang kesusastraan, politik, sosial, ekonomi, dan agama dari abad yang pertama merupakan konteks penyataan Allah di dalam Kristus." Melalui kelas PPB, saya dapat memahami sedikit latar belakang tersebut yang berguna untuk memahami tulisan-tulisan Perjanjian Baru yang ditulis berdasarkan konteks masa penulisannya dan relevansinya bagi kehidupan kristiani masa kini.

  8. Elvie Debora

    Shalom Bapak/Ibu dan teman-teman semua.

    Saya sangat bersyukur boleh mengikuti kelas PPB ini. Awalnya, saya pikir ini hanya sekadar menambah pengetahuan Alkitab, tetapi ternyata lebih dari itu kelas ini menolong saya melihat firman Tuhan dengan cara yang lebih hidup dan relevan. Melalui setiap pelajaran, saya belajar bahwa Perjanjian Baru bukan hanya kumpulan cerita, tetapi merupakan kesaksian nyata tentang karya Allah yang terus berlangsung hingga hari ini. Saya juga semakin memahami bahwa gereja bukan sekadar gedung, tetapi kita semua adalah umat Allah yang dipanggil untuk hidup dan menjadi saksi di dunia.

    Salah satu hal yang paling memberkati saya adalah melihat bagaimana Injil diberitakan dalam berbagai konteks, seperti yang dilakukan oleh para rasul. Ini menantang saya secara pribadi untuk lebih berani dan bijaksana dalam menyatakan iman saya di tengah lingkungan saya sehari-hari. Kelas ini juga meneguhkan iman saya bahwa firman Tuhan itu dapat dipercaya, baik melalui tradisi lisan maupun tulisan yang dipelihara dengan begitu luar biasa oleh Tuhan sendiri. Harapan saya, apa yang sudah saya pelajari tidak berhenti hanya sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar saya hidupi dan bagikan kepada orang lain. Terima kasih kepada pengajar dan semua teman-teman yang sudah berjalan bersama dalam proses ini. Kiranya Tuhan terus menolong kita untuk setia bertumbuh dan menjadi terang di mana pun kita berada. Tuhan memberkati kita semua.

  9. Eminingtyas

    Shalom. Bapak/Ibu semua. Puji Tuhan, oleh kemurahan-Nya, saya bisa mengikuti kelas PPB sampai selesai, sambil merawat Ibu yang sakit dan beberapa pelayanan yang ada. Terima kasih tim SABDA yang dengan kasih melayani kami dan segenap teman-teman diskusi yang sangat memberkati. Melalui kelas PPB ini, saya diperlengkapi untuk lebih jeli menjaga hati yang murni mengasihi Tuhan dengan melakukan segala sesuatu dengan motivasi dan tujuan yang benar serta dapat menggunakan teknologi saat ini untuk menjangkau jiwa-jiwa lebih luas lagi. Panggilan ini harus dikerjakan dengan kasih, dan belajar dari Paulus yang selalu berusaha sedapat-dapatnya memenangkan jiwa bagi kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua, sekali lagi. Terima kasih SABDA.

  10. Friska Pasaribu

    Sungguh sangat bersyukur dapat mengikuti kelas ini. Penting sekali untuk memahami dunia Perjanjian Baru agar tidak salah mengartikan teks/nats. Kelas berjalan dengan baik, pertanyaan yang disampaikan relate juga dengan kehidupan saat ini. Setiap jawaban dari peserta lainnya menambah wawasan saya dan mempertajam jalannya diskusi. Terima kasih SABDA atas kesempatan saya belajar di kelas ini. Tuhan Yesus memberkati.

  11. Hana

    Bersyukur bisa menyelesaikan kelas PPB dengan baik. Terima kasih banyak buat rekan-rekan di PPB 1, selain juga buat moderator dan admin, serta seluruh tim SABDA. Hal yang menarik buat saya adalah bagaimana Alkitab itu dijaga dan dibentuk dengan proses kanonisasi sehingga menghindarkan kita sebagai jemaat dari ajaran-ajaran di luar itu yang bisa menyesatkan kita.

  12. Josephine A.B. Christinawati

    Puji syukur kepada Tuhan, saya bisa mengikuti kelas PPB sampai selesai. Hal ini sangat memberkati saya. Saya semakin mengerti tentang kebenaran firman Tuhan, terutama tentang gereja-Nya. Di mana gereja yang sesungguhnya adalah bukan sekadar gedungnya, tetapi lebih kepada kita adalah gereja, yang telah dipanggil keluar dari kegelapan menuju terang-Nya yang hidup. Selalu ada kerinduan untuk bersekutu dengan orang-orang percaya untuk memuji dan menyembah Tuhan. Saya juga mengerti tentang koinonia, suatu persekutuan yang dalam, bukan sekadar datang ibadah di gereja terus pulang, tetapi ada rasa persaudaraan dalam Kristus. Terima kasih tim SABDA, semoga Tuhan semakin memberkati pelayanannya.

  13. Lily Kurniati

    Puji syukur kepada Allah Tritunggal, atas izinnya saya bisa mengikuti kelas ini. Situasi saya yang agak kurang baik membuat saya merasa tidak bisa mengikuti kelas dengan maksimal, tetapi dorongan untuk terus belajar dan berada dalam komunitas yang saling membangun membuat saya mendaftar kelas ini di saat-saat terakhir. Diskusi hari terakhir tentang gereja membuka wawasan saya tentang aneka pandangan tentang gereja juga sinode. Terima kasih Bu Evie sebagai moderator dan Kak May sebagai admin. Terima kasih seluruh staf SABDA yang telah bekerja keras menyelenggarakan kelas ini. Soli Deo gloria.

  14. Marcella Armanda

    Shalom selamat pagi. Puji syukur saya naikan kepada Tuhan karena bisa mengikuti kelas PPB hingga selesai. Kelas PPB adalah kelas pertama yang saya ikuti di SABDA, dan kelas ini sangat memberkati saya dengan materi-materi yang diberikan. Soal diskusi juga sangat membantu saya untuk memahami PPB. Bahkan saya bersyukur dapat bertumbuh dari jawaban-jawaban di kelas diskusi. Hanya saja saya beberapa kali tidak mengikuti diskusi karena kesibukan kerja. Namun, sangat bahagia dapat mengikuti kelas ini dan belajar banyak hal. Terima kasih Tuhan Yesus memberkati.

  15. Melce Y.L.

    Bersyukur kepada Tuhan Yesus bahwa selama 5 hari mengikuti diskusi kelas PPB ini. Saya merasakan kekaguman yang mendalam atas kedaulatan Allah dalam sejarah manusia. Saya belajar bahwa Allah mampu menggunakan kemajuan bangsa kafir dan teknologi era kini, baik jalan Romawi di masa lalu maupun platform digital saat ini, sebagai alat untuk menggenapi rencana-Nya. Hati dan pikiran saya semakin dikuatkan dengan pemahaman bahwa iman Kristen sangat didukung oleh fakta sejarah yang kokoh. Melalui proses kanonisasi dan kesaksian saksi mata yang terjaga, saya semakin diyakinkan bahwa Injil yang saya baca adalah kebenaran yang akurat dan berwibawa. Pengenalan saya akan Kristus juga semakin diperkaya melalui Pengertian gelar "Anak Manusia", yang mengajarkan saya tentang kerendahan hati sekaligus otoritas-Nya yang mutlak sebagai Juru Selamat. Saya juga terinspirasi oleh semangat Rasul Paulus dalam melakukan misi kontekstual. Hal ini menantang serta mendorong saya pribadi untuk tidak menyerah atas tantangan-tantangan oleh dunia dalam bermisi untuk Kabar Baik diberitakan dalam segala waktu, keadaan, dan tempat yang Tuhan berikan.

    Saya juga disadarkan kembali bahwa menjadi gereja bukan tentang kemewahan gedung/sarana peribadatan, melainkan tentang menjadi komunitas "Koinonia" yang nyata, di mana Roh Kudus menjadi jantungnya dan setiap anggota jemaat menjadi terang dan garam yang membawa perubahan bagi dunia sekitar. Pelajaran ini bukan hanya menambah wawasan intelektual saya, tetapi juga mempertebal iman saya bahwa Allah tidak pernah jauh; Ia hadir dalam sejarah dan penderitaan manusia untuk membawa kemenangan atas dosa dan Tuhan terlebih rindu supaya kehidupan kita sebagai anak-anak-Nya dipakai sebagai alat misi untuk memberitakan Kabar Baik kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Haleluya.

    Salut dan terima kasih atas kerja keras Tim MLC SABDA, Moderator dan Admin yang telah memfasilitasi kelas PPB bagi kita semua.. Tuhan Yesus smakin pakai YLSA dan Divisi MLC SABDA untuk mewarnai dunia dengan kebenaran-Nya melalui IT dan AI for God.

  16. Rafly Rinaldy

    Puji Tuhan atas kasih karunia-Nya, saya bisa kembali menyelesaikan materi modul PPB yang merupakan satu modul pengenalan akan dunia Perjanjian Baru. Kalau di bangku kuliah, mata kuliah ini memiliki 2 SKS, tetapi di MLC, kita cuma punya waktu 5 hari membahasnya. Luar biasa diskusi yang terjadi antar sesama peserta. Memang saya lihat pada umumnya jawaban yang diberikan oleh peserta hampir sama karena menggunakan metode yang sama cara mendapatkan sumber.

    Semoga ke depan masih banyak modul-modul baru bermunculan yang dipersiapkan oleh tim MLC agar semakin memperkaya wawasan peserta diskusi. Angkat jempol buat tim SABDA sudah memfasilitasi pelajaran mengenai Alkitab ini dengan baik. Kami selalu berharap ke depan tim MLC terus melahirkan inovasi-inovasi baru dalam diskusi mengenai modul-modul yang disuguhkan untuk dibahas. Akhir kata, terima kasih buat tim MLC. God bless you always.

  17. Ronny Kawile

    Sangat bersyukur pada Tuhan atas kesempatan bisa mengikuti program kelas PPB ini. Benar-benar menambah wawasan saya, membuka mata saya tentang latar belakang dunia Alkitab, khususnya PB. Cara melihat Alkitab bukan lagi hanya isi ayat, tetapi juga kontekstual, dari politik, sosial dan kehidupan pada zamannya. Yang paling berkesan saat pembahasan gelar "Anak Manusia", gelar yang tunjukkan Yesus sebagai Mesias yang sungguh manusia, tetapi tetap punya kuasa ilahi. Aplikasi praktis untuk saya hal kerendahan hati, melayani seperti Kristus, dan punya tujuan hidup sebagaimana Anak Manusia.

    Terima kasih buat SABDA MLC, pemapar materi, admin, moderator atas bimbingan dan arahannya, serta kebersamaan rekan-rekan peserta program PPB. Kiranya kita akan bertemu di program-program selanjutnya dari SABDA. All for the glory of GOD.

  18. Roynald Stefly Mumekh

    Segala pujian dan ucapan syukur saya berikan kepada Allah dan Tuhan Yesus Kristus karena perkenanan-Nya saya bisa mengikuti Kelas "Pembimbing Perjanjian Baru". Melalui kelas ini, saya di-refresh kembali sehingga semakin memahami tentang dunia Perjanjian Baru. Hal yang menarik dari kelas ini adalah penerapan metode diskusi ke sesama anggota kelas dalam grup. Metode ini sangat berguna sehingga sesama anggota kelas dapat bertumbuh bersama dalam pengenalan dan pengetahuan akan firman Tuhan, khususnya Perjanjian Baru.

    Ucapan terima kasih juga saya berikan kepada admin dan moderator yang telah memfasilitasi jalannya diskusi dengan baik sehingga semua anggota dapat aktif berinteraksi dalam diskusi. Serta saya berterima kasih kepada seluruh rekan PPB 1 yang sudah memberikan pandangan dan komentarnya dalam diskusi, yang dapat menumbuhkan iman, serta menambah dan memperkaya pengetahuan akan kebenaran firman Tuhan. Besar harapan saya untuk dapat memperoleh kesempatan kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya yang diadakan oleh MLC SABDA. Akhir kata, dari saya kiranya semua ini dapat kita persembahkan bagi kemuliaan Allah Tritunggal. Tuhan Yesus memberkati. Ad Maiorem Dei Gloria. Soli Deo Gloria.

  19. Stefanus Hendra Widjaja

    Semakin saya merenungkan pembelajaran ini, saya melihat bahwa Tuhan tidak bekerja dalam ruang yang steril, tetapi justru di tengah dunia yang kompleks dan penuh pengaruh. Budaya Hellenisme dengan segala logikanya, serta sistem Pax Romana dengan kekuatan dan strukturnya, ternyata bukan penghalang bagi Injil, melainkan alat di tangan Tuhan. Ini mengubah cara pandang saya: sering kali saya melihat dunia sebagai ancaman bagi iman, tetapi ternyata Tuhan justru berkarya melalui hal-hal yang tampaknya "duniawi".

    Saya juga ditegur melalui kehidupan Paul the Apostle. Ia tidak kaku dalam pendekatan, tetapi juga tidak pernah mengkompromikan kebenaran. Di sinagoge, ia berbicara dari Kitab Suci, tetapi di Areopagus, ia masuk melalui cara berpikir orang Yunani. Dari sini saya sadar, sering kali saya ingin orang lain langsung mengerti iman saya, tanpa berusaha memahami mereka terlebih dahulu. Padahal, menjadi saksi bukan hanya soal menyampaikan kebenaran, tetapi juga tentang kerendahan hati untuk menjembatani perbedaan.

    Pada akhirnya, saya belajar bahwa Injil memang tidak selalu terasa nyaman atau mudah diterima, baik dahulu maupun sekarang. Apa yang dianggap "bodoh" oleh dunia, justru adalah kekuatan Allah. Ini mengajak saya untuk bertanya secara jujur: apakah saya lebih ingin terlihat masuk akal di mata dunia atau tetap setia pada kebenaran? Pembelajaran ini membawa saya kembali pada inti, bahwa iman bukan tentang mengikuti arus, tetapi tentang tetap teguh, sambil percaya bahwa Tuhan sanggup memakai hidup saya, bahkan di tengah dunia yang terus berubah.

  20. Suyati

    Bersyukur bisa mengikuti kelas PPB, banyak pelajaran yang saya dapatkan dari kelas kali ini. Pengalaman baru yang saya dapatkan, yaitu lebih mengenal lagi tentang latar belakang Perjanjian Baru, di mana kita dibawa melihat kisah di balik teks. Memahami situasi politik, sosial, budaya pada zaman Tuhan Yesus, para rasul dan gereja mula-mula sehingga saya bisa menangkap maksud asli dan memastikan untuk tidak sekadar membaca, melainkan menangkap tepat maksud penulisnya.

    Pelajaran yang paling berkesan adalah tentang mengenal tokoh utama PB, yaitu Yesus yang ternyata paling banyak menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia, di mana ini menegaskan ke manusia-Nya sekaligus identitas-Nya sebagai Mesias surgawi yang datang bukan untuk dilayani, tetapi melayani dan menghakimi dunia. Setelah mengikuti kelas dan diskusi PPB, aplikasi yang saya akan lakukan lebih mencintai firman, semakin setia melayani Tuhan, dan berani memberitakan Injil dalam kehidupan sehari-hari. Terima kasih untuk rekan-rekan PPB 1 dan moderator ibu Evi dan admin Kak Mei dan seluruh tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati senantiasa dalam pelayanan ke depannya.

  21. Wasis

    Saya bersyukur dan merasakan kasih Tuhan ketika berkesempatan mengikuti kelas PPB kali ini. Banyak hal baru yang saya dapatkan dan sungguh meningkatkan pengetahuan serta iman saya, khususnya pelajaran PPB ini, memampukan saya untuk mudah memahami isi Perjanjian Baru secara utuh dari kitab Injil s.d. Wahyu. Banyak hal baru disingkapkan secara sistematis/terstruktur mengenai isi PPB. Kalaupun dibuat tema khotbah mengenai isi modul PPB sangat banyak sekali dan sangat related dengan tema-tema yang praktis dalam kehidupan sehari. Saya sangat terbantukan dengan diskusi yang menarik, kreatif, dan keren-keren dari grup WA kelas.

    Moderator sangat membantu sekali hidupnya ketika jalan diskusi. Admin juga sangat membantu dengan mengingatkan saya dan rekan-rekan yang terkadang terlambat untuk aktif diskusi. Harapan saya semoga apa yang saya dapat akan saya hidupi dan bagikan kepada orang lain, baik bersifat knowledge atau aplikasi praktis. Terima kasih untuk yayasan SABDA yang telah menyelenggarakan kelas PPB. Semoga pelayanan SABDA semakin berkembang dan memberkati banyak jiwa-jiwa secara mikro, makro, dan mega. Semoga Allah Bapa di surga memberkati dengan melimpah seluruh pengurus, staf SABDA bersama keluarganya masing masing. Demikian sharing berkat saya. Immanuel.

  22. Yan Simbolon

    Saya bersyukur bisa mengikuti kelas PPB kali ini menjadi pengalaman yang sangat memberkati dan menambah wawasan rohani saya. Saya juga berterima kasih banyak pada panitia, pengajar, dan koordinator grup SABDA yang memberikan kesempatan belajar dan menambah pengetahuan saya lagi tentang Pembimbing Perjanjian Baru ini.

    Bagi saya pelajaran tentang "Gereja sebagai Umat Allah" sangat berkesan karena membuka pemahaman bahwa gereja bukan sekadar bangunan, melainkan kumpulan orang-orang yang dipanggil dan dipersatukan oleh Tuhan. Diskusi kelompok juga sangat hidup dan membuka pikiran saya untuk melihat berbagai sudut pandang yang bijaksana mengenai pelayanan di zaman sekarang.

    Sebagai aplikasi praktis, saya bertekad untuk lebih aktif bersekutu dan melayani dengan hati yang tulus, tidak hanya terpaku pada sarana fisik, tetapi lebih fokus pada pertumbuhan rohani dan persekutuan yang nyata antar sesama saudara seiman. Tuhan Yesus memberkati SABDA dalam segala hal. Jayalah selalu.

  23. Yuni Langke

    Shalom. Puji Tuhan, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas "Pembimbing Perjanjian Baru" yang diadakan oleh SABDA. Ini seperti mengikuti kuliah 2 SKS.

    Melalui pembelajaran ini, banyak berkat yang telah saya terima, antara lain:

    • Mengetahui latar belakang dunia PPB, nyatalah bahwa Tuhan tetap bekerja di tengah dunia yang terus berubah. Seperti pada zaman Yunani dan Romawi, meskipun ada ancaman yang bisa melemahkan iman, tetapi juga ada kesempatan besar untuk memberitakan Injil (1 Kor. 16:9). Ini mengingatkan saya untuk tidak takut dengan perkembangan zaman, termasuk era digital sekarang, tetapi belajar bijak menggunakannya bagi kemuliaan Tuhan.
    • Bahwa Injil yang kita baca selama ini, merupakan kebenaran yang kokoh, tidak perlu diragukan. Sebab Injil ditulis berdasarkan pada saksi mata dan dipelihara oleh Tuhan sendiri. Para penulis dituntun oleh Roh Kudus.
    • Bahwa Injil itu harus diberitakan sampai ke ujung bumi, melampaui dan menembus batas-batas budaya.
    • Bahwa gereja sesungguhnya bukan soal gedung, tetapi tentang kita, orang percaya, sebagai anggota Tubuh Kristus yang saling mengasihi, saling peduli dan saling membangun.
    • Saya harus memberitakan Injil Yesus Kristus.

    Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA yang telah menjadi mentor yang baik, juga terima kasih kepada teman-teman di kelas PPB 1 yang telah bersama-sama belajar dan berdiskusi, saling memberkati dan menyemangati sehingga kita mendapatkan poin-poin yang pentingnya. Doa saya, kiranya apa yang telah kita pelajari, kita akan terapkan dalam hidup kita. Kita semakin kuat iman, semakin semangat melayani dan memberitakan Injil Yesus Kristus. Amin. Haleluya.