Sharing Berkat Peserta Kelas PPB 2

  1. Andhy D.

    Terima kasih Tuhan Yesus. Saya akhirnya mengikuti kelas PPB, hampir tidak jadi mengikuti kelas PPB karena ada kelas online lain yang harus on cam Zoom dan ada absensi dan ujian secara online pada hari Sabtu di tengah kelas PPB. Karena saya sangat ingin tahu isi materi PPB, akhirnya saya mendaftar pada hari terakhir setelah di remind Admin SABDA.

    Ternyata isinya sangat menarik dan memberi insight dalam mempelajari PB, diskusi kelas mengalir ke hal-hal kontekstual aplikasi ke zaman sekarang dengan teman-teman PPB 2 yang luar biasa kritis saling menajamkan, melengkapi. Halelluya. Hendaklah semua pengetahuan yang kita peroleh membuat kita lebih mencintai firman Tuhan dan terutama hidup dalam ketaatan melakukan firman Tuhan dan kebenaran-Nya sehingga kesaksian hidup kita jadi alat Tuhan membawa jiwa-jiwa pada Kristus - satu-satunya Jalan Keselamatan dan Hidup.

  2. Arief Gunawan

    Terima kasih tim MLC SABDA selama 5 hari membantu mempertahankan untuk bisa menyelesaikan diskusi kelas PPB ini, saya merasakan terbantu selalu oleh tim, pada khususnya Mas Bima, selalu memancing dengan pertanyaan yang menarik dan penting, terima kasih juga buat Mbak Yola yang selalu mengingatkan saya untuk lebih aktif dan jangan sampai terlambat menjawab, saya sangat kagum untuk tim semuanya. Demikian pula materi yang tidak kalah pentingnya. Saya bisa belajar sejarah dan kuasa Allah yang sangat luar biasa bahwa Allah mampu menggunakan kemajuan bangsa kafir dan teknologi masa kini, baik jalan Romawi di masa lalu maupun platform digital saat ini sebagai alat untuk menggenapi rencana-Nya.

    Saya merasa lebih tahu lagi sejarah PPB dan dikuatkan dengan pemahaman bahwa iman Kristen sangat didukung oleh fakta sejarah yang kokoh. Melalui proses kanonisasi dan kesaksian saksi mata yang terjaga, saya semakin diyakinkan bahwa Injil yang saya pelajari adalah kebenaran yang akurat dan berwibawa. Pengenalan saya akan Kristus juga semakin diperkaya melalui pengertian gelar "Anak Manusia", yang mengajarkan saya tentang kerendahan hati sekaligus otoritas-Nya yang mutlak sebagai Juru Selamat. Saya juga terinspirasi oleh semangat Rasul Paulus dalam melakukan misi kontekstual. Hal ini menantang serta mendorong saya secara pribadi untuk tidak menyerah atas tantangan-tantangan oleh dunia dalam bermisi untuk Kabar Baik diberitakan dalam segala waktu, keadaan, dan tempat yang Tuhan berikan.

    Pelajaran ini bukan hanya menambah wawasan intelektual saya, tetapi juga mempertebal iman saya bahwa Allah tidak pernah jauh; Ia hadir dalam sejarah dan penderitaan manusia untuk membawa kemenangan atas dosa dan Tuhan terlebih rindu supaya kehidupan kita sebagai anak-anak-Nya dipakai sebagai alat misi untuk memberitakan Kabar Baik kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Puji Tuhan dan Tuhan memberkati rekan-rekan PPB 2 juga yang sangat aktif memperdalam pengetahuan saya secara tidak langsung. Haleluya.

  3. Benny

    Bersyukur sudah diberi kesempatan untuk mengikuti kelas PPB dengan selesai. Berkat yang saya dapat setelah mengikuti kelas ini adalah saya semakin kagum sama Yesus karena Dia yang Allah mau menyatakan dirinya sebagai Anak Manusia hanya untuk menyelamatkan saya. Maka dari itu, saya akan mulai menginjili ke teman-teman saya untuk menyatakan bahwa Yesus Dia Allah, melalui teladan bukan hanya dengan kata-kata. Diskusinya pun berjalan dengan lancar. Teman-teman diskusi saling memberi tanggapan. Terima kasih untuk moderator dan tim SABDA yang memfasilitasi kegiatan ini. Tuhan Yesus memberkati.

  4. Eddy Tan

    Saya senang bisa mengikuti kelas PPB ini, selain menambah wawasan saya tentang apa, mengapa, dan bagaimana kitab-kitab Injil, juga mendapat beberapa insight rohani dalam diskusi di kelompok. Modul-modul PPB Injil ini memberikan landasan yang komprehensif tentang Injil. Juga argumentasi yang kuat untuk memahami Injil sehingga kita bisa mendapat banyak wawasan alkitabiah-teologis untuk menjawab tantangan dari luar yang mempertanyakan keabsahan Injil.

  5. Elisa Iswandono

    Terima kasih atas kesempatan untuk kembali belajar dan berdiskusi dalam kelas "Pembimbing Perjanjian Baru" (PPB) ini. Melalui pelajaran kali ini, saya sungguh disadarkan akan tiga hal berharga: Pertama, betapa luar biasanya kedaulatan Tuhan yang memakai kemajuan peradaban manusia, seperti bahasa Yunani Koine dan sistem transportasi Pax Romana sebagai sarana strategis untuk mempercepat penyebaran Injil ke seluruh bangsa. Kedua, saya semakin diteguhkan akan kredibilitas Alkitab Perjanjian Baru, dasar sejarahnya begitu kuat karena disusun oleh saksi mata yang akurat, dengan kanon yang sudah final dan terjaga dari ajaran yang menyimpang. Akhirnya, saya diingatkan kembali bahwa hakikat gereja bukanlah pada kemegahan gedung atau kekuatan politik, melainkan pada komunitas orang percaya yang hidup dalam kasih (Koinonia) dan berhikmat dalam merespons zaman demi memberitakan Kristus. Kiranya Tuhan Yesus memberkati tim SABDA dan seluruh rekan diskusi di grup WA PPB 2 pagi. Semoga pelayanan ini semakin diperluas untuk menjangkau lebih banyak jiwa bagi kemuliaan-Nya. Amin.

  6. Freddy Boen

    Ini adalah pengalaman pertama saya ikut PPB, walaupun sudah beberapa kali mengikuti pelajaran dari SABDA. Yang paling berkesan bagi saya setelah mengikuti PPB adalah sangat sangat membuka wawasan saya berpikir, ternyata yang tadinya saya hanya paham bahwa Perjanjian Baru adalah kitab yang ditulis murid-murid Yesus tentang kehidupan Yesus tok.... Namun setelah mengikuti acara ini, setelah mempelajari modul, kemudian didiskusikan di kelas, ternyata wow.... Pemikiran saya yang tadinya amat sangat dangkal, menjadi lebih terbuka, ternyata firman Tuhan itu sungguh luar biasa. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan oleh Tuhan mengikuti pembelajaran kali ini. Baik melalui modul, maupun diskusi.

    Di sisi lain, saya menyadari bahwa mengikuti pelajaran kelas ini harus dengan komitmen yang kuat. Sementara saya penuh kesibukan dengan pekerjaan maupun pelayanan di gereja, beberapa kali saya hampir putus asa dan menyerah, tetapi berkat pertolongan Tuhan dan kebijaksanaan Kak Yola (admin) akhirnya, dengan penuh ucapan syukur, saya dapat menyelesaikan tantangan ini. Aplikasi praktis yang mau saya lakukan ke depan adalah berusaha untuk mengajak lebih banyak lagi rekan-rekan sepelayanan untuk sama-sama menikmati berkat Tuhan ini, agar kami dapat sama-sama bertumbuh sebagai rekan sepelayanan.

    Untuk proses diskusinya, sejujurnya saya mengakui bahwa saya masih kurang aktif oleh karena kesibukan pekerjaan maupun pelayanan (ada pekerjaan kantor rutin, juga di minggu itu ada persiapan pelayanan persekutuan keluarga). Evaluasi saya ke depan adalah semoga ke depan, saya dapat lebih fokus dan lebih konsentrasi dalam mengikuti kelas diskusi tersebut. Sehingga benar-benar dapat menikmati berkat Tuhan ini lebih maksimal lagi. Terlebih berkat ini kiranya dapat kita salurkan menjadi berkat bagi banyak orang sehingga nama Tuhan semakin dipermuliakan. Amin.

  7. Ivan Octanius

    Puji Tuhan, selama 5 hari ikut kelas PPB ini saya benar-benar diberkati. Jadi makin diingatkan bahwa gereja itu bukan soal gedung atau kegiatan, tetapi kita sebagai umat Allah yang hidup di dalam Kristus. Banyak insight baru juga dari materi dan terutama dari diskusi, jawaban dan pertanyaan teman-teman sering bikin saya "oh iya ya ....", jadi makin kebuka pemahamannya.

    Ke depan, saya rindu belajar menjalani koinonia bukan cuma pas ada acara gereja, tetapi jadi gaya hidup sehari-hari, lebih peka untuk berbagi, peduli, dan jadi kesaksian. Sekaligus juga diingatkan untuk jaga hati, supaya tetap Kristus yang jadi pusat, bukan hal-hal luar. Untuk diskusinya sendiri, menurut saya seru dan membangun banget, walaupun kadang padat, tetapi justru di situ banyak belajar dari satu sama lain.

  8. Julhan Hutabarat

    Sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus, saya dapat mengikuti kelas PPB SABDA MLC. Saya yakin ini bukan kebetulan, tetapi rencana Tuhan untuk memperlengkapi saya melalui SABDA MLC karena saya rindu ingin belajar Alkitab akhir-akhir ini. Puji Tuhan, Tuhan jawab. Thanks God.

    Saya banyak dapat berkat dalam PPB ini, selama ini kita tahu Kitab Perjanjian Baru ada 27 kitab tetapi tidak tahu bagaimana Alkitab Perjanjian Baru itu terbentuk sehingga saya memahami dan diteguhkan supaya tidak ragu akan isi kitab PB ini adalah firman Tuhan karena di media sosial banyak informasi-informasi yang meragukan keaslian Alkitab sekarang. Dan juga, saya mengerti istilah-istilah yang sering juga saya dengar ketika ada yang khotbah, seperti Septuaginta itu adalah terjemahan Alkitab Ibrani ke bahasa Yunani, terus Koine (umum), Kanon, Injil Sinoptik, dan lain-lain. Saya juga jadi tahu 400 tahun yang disebut "masa gelap", sebelum Yesus Kristus dan Perjanjian Baru terbentuk. Banyak lagi yang saya dapat di PPB ini. Dalam kesempatan ini, saya sampaikan terima kasih banyak untuk SABDA MLC, semua personil SABDA MLC yang sudah mengadakan kelas PPB ini. Kiranya Tuhan memberkati Bapak dan Ibu. Terima kasih juga buat rekan-rekan peserta yang sudah memberkati saya melalui diskusi kita, diberkati untuk jadi berkat. Tuhan Yesus memberkati.

  9. Lidia Artati

    Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus dan berterima kasih kepada semua tim SABDA karena saya bisa mengikuti modul PPB ini. Berkat yang saya dapat ialah tentang perbedaan gereja Koinonia dan gereja Komunisme. Sekarang, saya bisa membedakan mana gereja Koinonia dan gereja Komunisme, serta gereja mula-mula dan gereja modern. Berpusat kepada Kristus yang dipimpin Roh Kudus atau berpusat kepada sistem yang mengandalkan kekuatan manusia.

    Saya akan minta pimpinan Roh Kudus untuk jemaat bisa dibawa kepada umat yang sungguh-sungguh berpusat kepada Tuhan Yesus Kristus, bukan hanya pertemuan-pertemuan yang karena aturan-aturan kegiatan gereja. Juga setelah masuk kepada Pelajaran 10, saya sangat prihatin dengan melihat betapa jomplang keadaan gereja saat ini. Ada yang membangun gedung puluhan miliar, tetapi saat saya penginjilan ke pedalaman-pedalaman di pelosok-pelosok, banyak umat Tuhan yang ibadah di tempat gubuk-gubuk bambu tanpa dinding dan lantai tanah, anak-anak kecil berpakaian sangat sederhana, malah ada yang sobek-sobek. Namun, saya sangat bersyukur melihat iman mereka yang menyembah Tuhan dengan polos, tulus, dan sungguh-sungguh. Mari anak-anak Tuhan, kita kembali belajar gereja mula-mula (Kis. 2). Bukan tidak perlu gedung/sarana-sarana lain, tetapi saya diingatkan kembali untuk berpusat kepada Kristus dan kasih yang mula-mula (1 Kor. 3:16 dan Why. 2:4-5). Tuhan Yesus memberkati.

  10. Mariano Nathanael

    Banyak sekali bagian di Alkitab yang tidak akan bisa ditafsirkan dengan benar jika kita tidak memahami latar belakang tema setiap kitab, latar belakang tokoh-tokoh yang terlibat, latar belakang geo-sosial-budaya-politik masa itu, situasi dunia dan banyak lagi hal-hal yang terkait. Kelas Pembimbing Perjanjian Baru yang terasa singkat ini sanggup memberikan kepada kami yang awam ini pelajaran tentang hal-hal tersebut. Singkat tetapi padat, dan menyisakan berbagai keingintahuan untuk belajar lebih dalam lagi. Terima kasih yang besar kepada pihak SABDA MLC yang terus-menerus memfasilitasi kami untuk mendapatkan kesempatan mengecap ilmu-ilmu yang biasanya dibicarakan sekolah teologi ini. Kesan yang cukup kuat adalah pembahasan tentang "ujung bumi", yang ternyata bukan istilah sederhana, tetapi cukup mendalam dan bisa memotivasi kita untuk semakin memberitakan Injil Kristus.

    Terima kasih untuk kelas PPB 2 yang terus berdiskusi seharian penuh, hampir tanpa jeda kosong yang panjang. Saya sangat menikmati pendapat dan penafsiran rekan-rekan sekalian di dalam kelas ini, meskipun kontribusi saya terbilang minim karena kesibukan yang cukup padat di minggu ini, tetapi kontribusi rekan-rekan dalam dalam kelas telah memberikan berkat-berkat baru buat saya. Saya semakin terdorong untuk membaca dengan mendalam, mempertimbangkan berbagai aspek dalam pembacaan Alkitab saya. Terima kasih Kak Bima sebagai moderator yang terus mempertajam jawaban peserta dengan pertanyaan-pertanyaannya yang bikin mikir dan juga Kak Yola sebagai admin yang terus tanpa jemu me-reminder saya. Tuhan Yesus memberkati.

  11. Marlyna

    Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas ini dari awal sampai akhir. Melalui setiap materi dan diskusi, saya banyak belajar dan dikuatkan dalam iman. Saya semakin memahami bahwa Tuhan bekerja dalam sejarah, mulai dari latar belakang dunia Perjanjian Baru, proses terbentuknya Injil, sampai bagaimana Injil diberitakan ke seluruh dunia. Semua itu membuat saya semakin percaya bahwa firman Tuhan itu hidup dan terpelihara dengan baik. Saya juga diberkati lewat sharing dari teman-teman. Dari situ, saya belajar bahwa walaupun ada perbedaan, justru itu menolong kita untuk semakin memahami firman Tuhan dengan lebih dalam. Yang paling saya rasakan, Tuhan mengingatkan saya untuk tidak hanya tahu firman, tetapi juga hidup di dalamnya dan mulai membagikan Injil dari hal-hal sederhana di sekitar saya. Terima kasih untuk kebersamaan kita semua. Secara khusus, saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA yang sudah memfasilitasi kelas diskusi ini dengan sangat baik. Tuhan memberkati setiap pelayanan yang dilakukan.

  12. Netel Kristanuel

    Saya bersyukur kepada Yesus karena pelajaran tentang PB adalah menjadi teladan bahwa hidup ini haruslah dipakai dengan kebenaran sesuai firman Tuhan karena itulah yang menjadi kekuatan untuk dapat menyelesaikan tugas baik secara karakter sikap hidup yang mau untuk diubahkan seperti untuk menjadi dalam bejana-Nya. Terima kasih untuk teman-teman dan SABDA MLC yang sudah memberikan kesempatan untuk belajar arti kehidupan sesungguhnya dalam PB, saya berharap SABDA semakin menjadi sarana untuk menciptakan jemaat yang berkenan dalam pekerjaan Tuhan untuk saling membangun dan memperlengkapi dalam mendatangkan Kerajaan Surga di bumi.

  13. Ruth Lodiana

    Saya bersyukur untuk kesempatan kembali belajar melalui kelas PPB ini. Materinya bukan sesuatu yang ringan, tetapi justru sangat memperkaya pemahaman iman saya. Melalui pembahasan, saya melihat bagaimana Injil diberitakan dengan keberanian oleh para rasul, khususnya Paulus, yang rela menghadapi risiko bahkan sampai pada kematian. Dari situ, saya diingatkan bahwa Injil bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dihidupi dengan kesungguhan. Saya juga belajar dari kehidupan gereja mula-mula, yang menunjukkan koinonia, diakonia, dan marturia secara nyata. Di sisi lain, saya menyadari bahwa dalam konteks gereja masa kini, nilai-nilai tersebut terkadang tidak selalu terlihat dengan jelas dalam sikap dan praktik kita.

    Diskusi mengenai pemanfaatan teknologi digital dan AI, termasuk pro dan kontra ibadah online, membuat pembelajaran ini terasa sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Percakapan yang terjadi pun hangat dan membuka banyak perspektif. Pada akhirnya, saya belajar bahwa tidak semua hal harus langsung disepakati bersama. Ada hal-hal yang bisa diterima saat ini, ada juga yang masih membutuhkan waktu untuk dipahami. Dan itu tidak apa-apa, karena setiap kita sedang bertumbuh dalam proses pendewasaan iman.

    Terima kasih untuk setiap proses, diskusi, dan kebersamaan dalam kelas ini. Kiranya apa yang dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi terus membentuk hidup kita. Untuk semua tim SABDA, Kak Bima, Kak Yola, dan semua teman-teman di PPB 2. Terima kasih banyak sudah saling mengisi ya. Tuhan beserta selalu. Soli Deo gloria.

  14. Sri Sugiyanto

    Puji syukur kalau saya bisa menyelesaikan pelajaran PPB yang diadakan Lembaga SABDA. Dari pembukaan, memahami modul, diskusi lima hari, penutupan, saya banyak menerima berkat yang tidak bisa saya ungkapkan. Luar biasa Tuhan Allah yang menciptakan dunia beserta isinya yang dikasihi. Melalui Perjanjian Baru ini, lengkaplah dan genaplah firman Tuhan, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam sebuah Kitab Suci.

    Saya berkesan begitu urut dan rapinya Allah mengatur kehidupan manusia di Perjanjian Baru, menuangkan dalam tulisan melalui rasul dan orang-orang yang dipakai Allah, yang selanjutnya dengan Perjanjian Lama menjadi Alkitab yang berisi firman Allah. Dalam Perjanjian Baru ini, Allah sendiri dalam diri Yesus berbicara, mengutus para rasul yang akan membawa manusia termasuk saya untuk mengubah hidup menjadi ciptaan baru yang diselamatkan. Terima kasih Kak Bima, Kak Yola, dan semua tim SABDA, serta teman kelas yang telah membimbing, mencerahkan, memberi semangat untuk mengenali firman Tuhan lebih dalam. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

  15. Trivena

    Selama mengikuti kelas MLC dalam pembahasan Perjanjian Baru, saya memperoleh pemahaman yang semakin mendalam baik secara kognitif maupun spiritual. Materi yang disampaikan, meliputi latar belakang dunia Perjanjian Baru, proses terbentuknya kanon Alkitab, pengenalan akan pribadi Kristus sebagai tokoh utama, penyebaran Injil dari Yerusalem, hingga pemahaman gereja sebagai umat Allah di dunia, memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkaya wawasan teologis saya. Secara khusus, pembahasan mengenai kanon Alkitab meneguhkan keyakinan bahwa Kitab Suci bukan sekadar produk historis manusia, melainkan firman Tuhan yang diilhamkan dan dipelihara dalam kedaulatannya sepanjang sejarah (2 Timotius 3:16; 2 Petrus 1:20-21). Roh Kudus berperan aktif dalam membimbing para rasul dan mengingatkan mereka akan ajaran Kristus (Yohanes 14:26) sehingga apa yang dituliskan menjadi kesaksian yang benar dan dapat dipercaya (Lukas 1:1-4). Hal ini semakin menegaskan relevansi dan otoritas Alkitab sebagai dasar iman bagi setiap generasi.

    Selain itu, pemahaman mengenai koinonia memberikan perspektif yang lebih komprehensif tentang kehidupan gereja sebagai persekutuan orang percaya. Koinonia tidak hanya dipahami dalam dimensi material, melainkan sebagai ekspresi relasi yang lahir dari iman dan kasih yang dikerjakan oleh Roh Kudus (Roma 5:5). Hal ini tercermin dalam kehidupan jemaat mula-mula yang hidup dalam persekutuan, saling berbagi, dan sehati (Kisah Para Rasul 2:42-47; 4:32). Dalam konteks kontemporer, praktik koinonia tetap relevan dan dapat diwujudkan melalui tindakan-tindakan nyata seperti saling menanggung beban (Galatia 6:2), saling memperhatikan (Ibrani 10:24-25), dan mengasihi bukan hanya dengan perkataan, tetapi dengan perbuatan (1 Yohanes 3:18). Dengan demikian, gereja yang sejati tidak hanya diukur dari aktivitas eksternal, tetapi dari kualitas relasi yang mencerminkan kasih Kristus secara nyata (Yohanes 13:35). Melalui seluruh proses pembelajaran ini, saya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tim MLC yang telah menjadi sarana pembentukan iman dan pengembangan pemahaman teologis secara berkelanjutan.

  16. Winarningsih

    Saya merasa sangat bersyukur setiap kali ada kesempatan mengikuti kelas MLC, khususnya kelas PPB kali ini. Ada banyak sekali berkat yang saya peroleh, yang memperkuat kerohanian saya. Bagaimana sejarah dan terbentuknya Alkitab sampai penyebarannya di dunia. Sungguh luar biasa, karena sesungguhnya Tuhan sendiri yang berkarya dan Roh Kudus yang memakai para rasul untuk mampu memahami dan berani melakukan apa pun dengan segala macam risiko untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia. Khususnya, bagaimana kasih Tuhan mengubahkan hidup Paulus yang kemudian mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan dengan segala macam penderitaan dan salib yang harus ditanggungnya. Karena baginya hidup adalah Kristus, mati adalah keuntungan, hidup atau mati adalah milik Kristus. Saya sangat dicerahkan dengan hasil diskusi dengan teman-teman di kelas PPB 2 yang sangat luar biasa. Saya rindu untuk untuk semakin bertekun dalam firman Tuhan, menghidupi dan membagikannya di lingkungan sekitar saya dan yang bisa saya jangkau. Terima kasih untuk Kak Bima sebagai moderator, Kak Yola sebagai admin yang selalu siap dan tim SABDA MLC. Tuhan Yesus memberkati.

  17. Yosua Hendra Purnomo

    Waktu saya memasuki kelas PPB ini, walaupun saya belum menjadi mahasiswa, tetapi pemikiran saya seperti tingkat para dosen atau hamba-hamba Tuhan yang sering mengajar menyampaikan firman Tuhan, itu harus sesuai konteks seperti dalam pembelajaran Hermeneutik, Dogmatika, Kristologi, dan Soteriologi. Pada saat diskusi itu, saya memahami bahwa saya dapat mengenal latar belakang Perjanjian Baru, dan bagaimana Perjanjian Baru ini terbentuk.

    Para rasul menulis Injil dengan sangat detail walaupun dengan pandangan atau dengan sudut pandang yang berbeda, tetapi ada makna yang sama di balik kisah, sejarah, atau Injil itu sendiri karena sudah dibuktikan dengan penuh keyakinan dan iman percaya kita kepada Yesus Kristus. Juga melalui kesaksian para rasul, Injil dapat dikanonkan tetapi dengan keputusan yang sesuai dengan otoritas atau kehendak dan rencana-Nya, untuk menjadi saksi-Nya dan Injil tersebar dimulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi.

    Saya memahami juga seorang tokoh yang luar biasa dan yang sangat dikagumi oleh orang-orang Kristen, yaitu Rasul Paulus, bagaimana ia diberikan mandat oleh Tuhan untuk melaksanakan Amanat Agung di berbagai tempat dan belahan dunia, yaitu Asia (Asia Kecil), Eropa, dan Timur Tengah. Ia menginjil secara kontekstual kepada orang Israel/Ibrani atau orang asing (pendatang), seperti orang Yunani, para filsuf dan lain-lain, dan ia menjelaskannya dengan sangat teliti mengenai Mesias, yaitu Yesus dalam Perjanjian Lama atau memperkenalkan Allah yang tidak dikenal atau belum pernah disembah oleh siapa pun, baik di Sinagoge maupun di Areopagus, dan gereja adalah Ekklesia seperti dalam 2 Petrus 2:9.

    Kita dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib, dan belajar mengenai memberi persembahan dengan sukarela atau dengan tuntunan Roh Kudus dalam sebuah persekutuan atau komunitas di berbagai tempat, disebut Koinonia Kristen secara umum. Saya mendapat pengalaman baru dan wawasan baru dan saya merasa diberkati dengan kelas ini, saya dapat belajar aktif dalam diskusi ini dan saling memberikan pendapat atau tanggapan/menanggapi, melengkapi, dan membantu saya dalam memahami materi lebih dalam lagi. Kelas ini memberikan saya pemahaman yang begitu mendalam. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita semua selalu berlimpah-limpah.

  18. Yulianti Liong

    Shalom. Puji Tuhan oleh karena anugerah Tuhan sehingga dapat menyelesaikan PPB. Padahal begitu banyak hal yang terjadi yang rasanya tidak bisa menyelesaikan kelas PPB ini, tetapi Tuhan tetap menolong. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan hal-hal yang baru yang menambah wawasan tentang Perjanjian Baru dalam mengikuti PPB yang ada. Kiranya Tuhan Yesus memberkati tim SABDA yang selalu setia dalam melayani Tuhan. Amin.