MPH - Pelajaran 01

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika
Nama Pelajaran : Tinjauan Umum Hermeneutika
Kode Pelajaran : MPH-P01

Pelajaran 01 -- Tinjauan Umum Hermeneutika

Daftar Isi

  1. Pengertian Hermeneutika
  2. Pentingnya Mempelajari Hermeneutika
    1. Gap Bahasa
    2. Gap Waktu/Sejarah
    3. Gap Budaya
  3. Pembagian Prinsip Hermeneutika
    1. Prinsip Hermeneutika Umum
    2. Prinsip Hermeneutika Khusus
  4. Praktik Hermeneutika
  5. Alat-Alat Hermeneutika
    1. Alkitab
    2. Kamus dan Sistem Topik
    3. Pengantar Alkitab (Survei Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru)
    4. Tafsiran
    5. Peta Alkitab
    6. Konkordansi
      *)Catatan

Doa

Pelajaran 01: Tinjauan Umum Hermeneutika

Pelajaran 1 ini berisi tinjauan umum dan singkat tentang Hermeneutika yang diambil dari modul Hermeneutika Untuk Awam (HUA). Oleh karena itu, mohon dengan sangat agar peserta terlebih dahulu me-review modul HUA (https://pesta.org/hua_sil) dan video pemaparan materi HUA (https://youtu.be/b7RbHH9xj5U) untuk melihat kembali pelajaran-pelajaran dasar Hermeneutika.

  1. Pengertian Hermeneutika
  2. Hermeneutika adalah bagian dari Teologi Biblika, yaitu ilmu teologi yang mempelajari isi teks/naskah Alkitab (PL dan PB) beserta alat-alat bantu, termasuk bahan-bahan biblika yang dipakai untuk menggali dan memahami teks yang ditulis di kitab-kitab dalam Alkitab.

    Istilah Hermeneutika dalam bahasa Ibrani adalah pathar, artinya 'menafsir' (to interprete). Kata bendanya adalah pithron, artinya 'tafsiran' (interpretation). Kata ini paling umum digunakan dalam konotasi menafsirkan mimpi karena mimpi berwujud simbol yang artinya tidak jelas (Kej. 41:8, 12, 15).

    Kata 'Hermeneutika' dalam bahasa Yunani adalah hermeneutikos, berasal dari kata hermeneuo, artinya 'menafsi'" (to interprete). Kata benda yang dipakai adalah hermeneia, artinya 'tafsiran' (interpretation). Kata ini diambil dari kata Hermes, yaitu nama dewa Yunani yang tugasnya membawa berita dari dewa-dewa kepada manusia (Kis. 14:11-12).

    Singkatnya, "Hermeneutika alkitabiah" adalah studi tentang prinsip-prinsip menafsirkan firman Tuhan. Selain sebagai ilmu, Hermeneutika juga dapat dikatakan sebagai seni karena berhubungan dengan keterampilan seseorang dalam menggunakan teori/prinsip/metode penafsiran tsb.. Di atas semuanya ini, seorang penafsir harus ingat bahwa Allah adalah Penulis utama yang ada di belakang semua penulis Alkitab (2Tim. 3:16), sedangkan Yesus adalah Firman yang menjadi daging (Yoh. 1:14). Peran Roh Kudus tidak kalah pentingnya karena Dialah yang akan menjelaskan kebenaran firman Tuhan kepada orang-orang percaya (Yoh. 14:26).

  3. Pentingnya Mempelajari Hermeneutika
  4. Setiap orang Kristen harus mempelajari Alkitab karena Alkitab adalah firman Allah yang menjadi pedoman hidup dan iman setiap orang percaya. Namun, untuk mengerti isi Alkitab dengan benar tidaklah selalu mudah karena ada gap yang besar yang perlu dijembatani. Gap apa saja?

    1. Gap Bahasa
    2. Tulisan Alkitab yang asli ditulis dalam bahasa yang tidak dipahami/dikuasai oleh orang-orang percaya pada umumnya. Walaupun Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam banyak versi dan bahasa, tidak setiap kata dapat diterjemahkan secara persis. Ada banyak kata, frasa, istilah, atau bahkan konsep tertentu yang tidak ada padanannya secara tepat dalam bahasa terjemahan. Karena itu, sering penafsir harus bergumul untuk mempelajarinya (termasuk dengan melihat bahasa aslinya) dengan lebih teliti.

    3. Gap Waktu/Sejarah
    4. Alkitab ditulis ribuan tahun yang lalu oleh banyak penulis Alkitab yang hidup pada zaman yang berbeda-beda, dan tentu saja berbeda dari zaman pembaca Alkitab sekarang. Penafsir harus bisa menempatkan diri dan melihat dari kacamata penulis Alkitab dan cara pandang saat/waktu/sejarah Alkitab dituliskan agar penafsir tidak mengartikan situasi, pengertian, dan pesan-pesannya secara salah.

    5. Gap Budaya
    6. Para penulis Alkitab menuliskan kitab-kitabnya dengan latar belakang dan budaya yang tidak lagi familiar untuk para pembacanya saat ini. Untuk itu, diperlukan alat-alat bantu, terkhusus penyelidikan para ahli Alkitab dan arkeologis, untuk mengerti budaya saat kitab-kitab dalam Alkitab ditulis sehingga penafsir dapat memahami latar belakang, informasi, dan pesan Alkitab dengan tepat.

    Bagaimana cara orang percaya abad ini mengerti firman Tuhan agar firman itu diterima sama, paling tidak mendekati, seperti ketika para penulis Alkitab mula-mula menuliskannya? Inilah tugas Hermeneutika!

    Diagram:

    Allah (sumber Kebenaran Alkitab) --> Menginspirasi para penulis Alkitab (yang hidup pada zaman kuno) untuk menuliskan Kebenaran Allah itu (dengan bahasa kuno) bagi generasinya dan generasi sesudahnya --> Hasilnya: Alkitab dalam bahasa asli.

    !
    !
    ! Gap Besar yang harus dijembatani --> Tugas Hermeneutika
    !
    V

    Alkitab dalam bahasa asli --> diberikan turun-temurun kepada manusia zaman sekarang sebagai penerima Kebenaran --> menjadi pesan yang dapat dimengerti (dengan iluminasi Roh Kudus) dan diaplikasikan dalam hidupnya dan generasinya --> Hasilnya: pribadi, keluarga, bangsa, dan dunia yang diubahkan.

  5. Pembagian Prinsip Hermeneutika
  6. Prinsip-prinsip Hermeneutika yang akan dibahas dan dipraktikkan dalam modul MPH ini adalah:

    1. Prinsip Hermeneutika Umum
    2. Prinsip umum Hermeneutika adalah prinsip-prinsip yang digunakan untuk menafsir segala bentuk karya sastra. Khusus dalam modul ini, hanya akan dibahas 3 prinsip utama Hermeneutika, yaitu:

      1. Prinsip Konteks
      2. Prinsip Arti Kata (Studi Kata)
      3. Prinsip Latar Belakang
    3. Prinsip Hermeneutika Khusus
    4. Prinsip khusus Hermeneutika adalah prinsip-prinsip yang digunakan untuk menafsir jenis-jenis gaya sastra tertentu dalam Alkitab. Di bawah ini, ada 7 gaya sastra, tetapi hanya satu yang akan dipraktikkan sebagai contoh, yaitu Puisi.

      1. Kata Kiasan dan Gaya Bahasa
      2. Simbol-Simbol
      3. Gambaran/Tipologi
      4. Perumpamaan dan Alegori
      5. Idiom-Idiom Bahasa Ibrani
      6. Puisi
      7. Nubuat
      8. Doktrin

      Dua macam prinsip Hermeneutika di atas harus dipakai oleh penafsir untuk dapat menafsirkan ayat-ayat Alkitab dengan tepat dan bertanggung jawab. Sebenarnya, ada lebih banyak lagi prinsip Hermeneutika, tetapi karena keterbatasan waktu dan lingkup, maka hanya beberapa prinsip utama yang dibahas. Dari mempelajari modul MPH ini, diharapkan peserta terdorong untuk mempelajari prinsip-prinsip Hermeneutika lainnya yang tidak dibahas dalam modul MPH ini. Hal ini penting untuk memperlengkapi peserta agar bisa menafsir Alkitab dengan lebih baik.

      Selain itu, peserta kelas MPH juga akan secara langsung mempraktikkan penggunaan 3 prinsip Hermeneutika dalam penggalian Alkitab (eksegesis) supaya memiliki kesempatan mempraktikkan keterampilan menggali Alkitab secara sederhana, baik untuk tujuan melakukan studi Alkitab (PA) pribadi maupun untuk tujuan mempersiapkan renungan atau khotbah.

  7. Praktik Hermeneutika
  8. Keistimewaan modul MPH ini adalah peserta akan belajar mempraktikkan prinsip-prinsip Hermeneutika yang telah dipelajari untuk melakukan eksegesis secara sederhana pada perikop-perikop tertentu dalam Alkitab yang dipilih oleh peserta.

    Untuk itu, setelah memahami teori/prinsip menafsir, peserta akan diberikan contoh praktiknya. Lalu, peserta dapat memilih perikop yang diinginkan sebagai praktiknya. Hasil praktik akan dibagikan oleh peserta di grup untuk ditanggapi dan dikirimkan kepada Admin untuk dinilai moderator sebagai nilai tugas tertulis.

    Namun, sebelum menerapkan prinsip-prinsip Hermeneutika, ada langkah pertama (dan terakhir) yang sangat penting yang harus dilakukan oleh penafsir, yaitu langkah berdoa. Mulailah dengan berdoa, lalu akhiri juga dengan berdoa. Allahlah yang menjadi Penulis utama di belakang para penulis Alkitab. Manusia yang berdosa memiliki banyak kelemahan dan kekurangan untuk mengerti kebenaran Alkitab dengan baik. Karena itu, pastikan doa meresapi setiap langkah dalam penafsiran kita supaya hasil penafsiran kita sesuai dengan maksud penulis Alkitab sebagaimana yang Allah kehendaki. Jika Allah ingin kita belajar menggali (menafsirkan) Alkitab, Ia pasti juga tertarik untuk memastikan bahwa kita menggunakan prinsip-prinsip Hermeneutika ini dengan benar.

  9. Alat-Alat Hermeneutika
  10. Memiliki Alkitab saja tidak cukup untuk melakukan penafsiran Alkitab dengan baik. Diperlukan alat-alat bantu Hermeneutika untuk menjembatani gap antara penulis Alkitab dan penafsir Alkitab (bahasa, waktu/sejarah, budaya dll.). Berikut ini, kita akan melihat alat-alat Hermeneutika apa saja yang tersedia dan dapat diakses dengan mudah oleh penafsir untuk tujuan menggali Alkitab. Setiap peserta harus mau belajar menggunakan alat-alat Hermeneutika ini serta membiasakan diri untuk memakainya dengan terampil. Alat-alat tersebut sudah tersedia secara digital sehingga dapat diakses secara mudah oleh peserta kapan saja. [Lihat *)Catatan:]

    1. Alkitab
    2. Semakin banyak versi/bahasa Alkitab yang dipakai untuk membandingkan terjemahan Alkitab lebih baik karena akan membuat penafsir melihat kekayaan maknanya.
      - Alkitab dalam Versi Bahasa Indonesia (Kuno dan Modern)
      - Alkitab dalam Bahasa Suku/Daerah (dari Sabang sampai Merauke)
      - Alkitab dalam Versi Bahasa Asli (Ibrani dan Yunani)
      - Alkitab dalam Bahasa Inggris (KJV, RSV, NASB, dll.)
      - Alkitab dalam Bahasa Asing Lain (Belanda, Mandarin, dll.)
      - Alkitab dalam Bahasa Ibrani-Yunani dan Interlinear
      - Alkitab dengan Referensi Silang (Ayat-Ayat Paralel/Ayat-Ayat Terkait)

    3. Kamus dan Sistem Topik
    4. Dalam menafsir, kamus umum/bahasa dan kamus Alkitab/teologi sangat berguna untuk menjelaskan arti kata-kata, baik secara umum maupun dalam konteks penggunaannya dalam Alkitab. Ada beberapa jenis kamus yang bisa dipakai:
      - Kamus Umum Bahasa (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
      - Kamus Bahasa Ibrani/Yunani (Kamus Leksikon)
      - Kamus Alkitab/Ensiklopedia
      - Kamus Topik

    5. Pengantar Alkitab (Survei Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru)
    6. Buku-buku pengantar Alkitab sangat berguna untuk mengetahui latar belakang kitab-kitab dalam Alkitab, khususnya sehubungan dengan penulisannya, yaitu garis besar, tujuan, tahun, penulis, penerima, dll., termasuk latar belakang setiap pasal.

    7. Tafsiran
    8. Buku-buku tafsiran adalah alat yang penting, tetapi perlu bijaksana dalam memakainya. Jangan dijadikan sebagai referensi pertama sebelum kita sendiri melakukan penggalian terhadap ayat-ayat yang ingin kita pelajari, kecuali ketika kita betul-betul mengalami kesulitan menemukan pengertian isi ayat tertentu (khususnya ayat-ayat yang sulit). Jika digunakan pada akhir penggalian, buku-buku tafsiran dapat menolong kita memeriksa/ mencocokkan/membandingkan hasil penafsiran yang sudah kita kerjakan, apakah tafsiran kita melenceng atau tidak. Buku-buku tafsiran yang kita pakai setelah melakukan penafsiran secara pribadi, dapat lebih memperkaya pemahaman kita tentang isi Alkitab.

    9. Peta Alkitab
    10. Atlas/Peta Alkitab adalah buku-buku yang menunjukkan gambaran (peta) tempat-tempat dalam Alkitab pada zaman Alkitab. Di dalamnya, juga ditunjukkan perkiraan jarak tempat-tempat dan hubungan tempat-tempat itu sesuai dengan sejarah peristiwanya dalam Alkitab. Dengan Peta Alkitab ini, kita bisa memberikan pemahaman yang lebih detail mengenai perspektif geografis, topografis, historis, arkeologis, dan kultural dari tempat peristiwa yang ada di Alkitab. Peta Alkitab biasanya ditemukan juga dalam Alkitab cetak di halaman paling belakang sebagai lampiran.

    11. Konkordansi
    12. Konkordansi biasanya dipakai untuk mencari padanan ayat atau paralelnya, juga untuk membandingkan, khususnya arti dan penggunaan kata-kata yang dicari serta alamat ayatnya. Dengan teknologi digital, fungsi konkordansi ini digantikan dengan Kotak Pencarian yang bisa memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan buku konkordansi cetak yang sering kurang lengkap, termasuk pencarian lintas versi Alkitab, bahkan pencarian nomor Strong (Ibrani/Yunani).

    *)Catatan:
    Alat-alat bantu Hermeneutika di atas telah disediakan oleh Yayasan Lembaga SABDA secara digital dan dapat diakses di:

    1. Software Alkitab (sabda.net)
    2. Situs Alkitab SABDA (alkitab.sabda.org)
    3. Aplikasi Alkitab SABDA Android dan iOS (sabda.app)

    Untuk dapat menggunakannya dengan baik, peserta perlu mempelajari tutorial penggunaan alat-alat bantu ini dengan menyimak beberapa video tutorial berikut:

    1. Link Video SAAT - Penggunaan Software Alkitab SABDA [https://youtu.be/LIdc-SmbPh8]
    2. Link Video SAAT - Penggunaan Situs Alkitab SABDA [https://youtu.be/FR6BEdix9zM]
    3. Link Video SABDA Live - Training Situs Alkitab SABDA [https://youtu.be/3MAFG3-KBCE]
    4. Link Video Tutorial - Situs Alkitab SABDA [https://youtu.be/eZj8HnP-tOo]
    5. Link Video Tutorial - Aplikasi SABDA Alkitab [https://youtu.be/xk95rYzYCCE]

Akhir Pelajaran (MPH-P01)

Doa

"Tuhan Yesus, bersyukur hari ini aku dapat mempelajari betapa pentingnya memahami kebenaran utama firman-Mu melalui pembelajaran prinsip-prinsip Hermeneutika. Bantulah aku untuk memiliki kegairahan mempelajari firman-Mu sehingga kehidupan rohaniku bertumbuh dan aku semakin mengasihi Engkau. Amin."