Sharing Berkat Kelas BKM_KB 2

1. Daniel

Shalom semua. Terima kasih untuk seluruh tim SABDA dan semua teman diskusi. Sangat menarik pembahasan mengenai Khotbah di Bukit Matius 5-7. Saya sangat bersyukur atas diskusi ini hingga dapat menambah wawasan mengenai seperti apa Kerajaan Surga, apa yang hendak Yesus ajarkan bagi kita semua, mengenai harusnya mengutamakan kehendak Bapa dan mematikan keinginan diri. Tim SABDA memberikan hal baru dari Matius 5-7 mengenai Kerajaan Terbalik, bagaimana ajaran Kerajaan Surga adalah kebalikan dari ajaran dunia. Diskusi-diskusi yang dilakukan sangat memberkati dan menambah banyak perspektif baru dari Kerajaan Surga ini. Terima kasih semua.

2. Eddy Tan

Bagi saya, mengikuti kelas bedah Matius khusus Khotbah di Bukit, dengan kerangka unik "Kerajaan Sungsang" yang menegaskan paradoks Injil vs dunia ini sangat menginspirasi secara rohani. Diskusi-diskusi di grup kami juga memberi banyak sudut pandang dan pergumulan yang nyata yang akhirnya terangkat untuk diterangi firman Tuhan, khususnya injil Matius. Terima kasih untuk para staf, admin dan moderator SABDA yang telah berjerih lelah memandu dan membantu kami untuk menggali mutiara-mutiara Injil yang begitu indah, yang mungkin tak kami dapati bila hanya dari mendengarkan khotbah-khotbah saja. Tuhan Yesus berkati SABDA dengan limpah anugerah-Nya, terus jadi berkat.

3. Eminingtyas

Shalom, Bapak/Ibu yang Tuhan Yesus kasihi. Puji Tuhan, oleh kemurahan-Nya, kita boleh tetap ada sampai saat ini. Terima kasih banyak buat tim SABDA yang dengan setia telah melayani kami dalam diskusi BKM_KB. Terima kasih juga buat rekan-rekan diskusi yang membuat kelas ini menjadi ramai penuh dengan pemahaman yang baru dari Khotbah di Bukit. Puji Tuhan, saya bisa sampai selesai mengikutinya. Berkat yang saya peroleh dari pelajaran Kerajaan Sungsang tentang Khotbah di Bukit adalah:
- Hidup harus lebih waspada dengan terus merenungkan firman Tuhan sehingga saya dapat secara sadar memahami maksud Allah dalam setiap peristiwa yang saya hadapi.
- Perkataan dan perintah Tuhan Yesus kiranya melekat dalam jiwa dan pikiran kita sehingga dengan sadar kita menjadi pelaku firman dan hidup kita menyenangkan-Nya.
- Khotbah di Bukit mengajarkan kepada saya bahwa ada  banyak hal-hal baru yang mengingatkan saya untuk harus dilakukan, meski harus melewati berbagai proses perubahan pikiran dan tindakan yang mengasihi sesama seperti diri sendiri serta melepaskan pengampunan seperti yang Tuhan kerjakan pada saya hidup dalam kerendahan hati senantiasa.

4. Friska Pasaribu

Sangat senang ikut kelas ini. Banyak hal-hal baru yang saya pelajari dan dapatkan melalui diskusi kelompok. Kerajaan dunia ini memang sangat terbalik dengan prinsip Kerajaan Surga. Belajar Matius 5-7 semakin memperkaya wawasan dan menguatkan iman. Baik melalui pemaparan materi dan diskusi kelas. Semoga ke depannya dapat semakin bertumbuh dalam iman melalui pembelajaran firman Tuhan. Terima kasih SABDA yang sudah memfasilitasi kami semakin mengerti Kerajaan Surga.

5. Gunawan D.N.

Shalom. Dari kelas ini, ada 3 hal baru yang saya pelajari.
1. Mencari dan menggali pelajaran "Kerajaan Terbalik" dari 3 pasal kitab Matius. Di mana kita belajar untuk percaya kepada firman Tuhan daripada dunia.
2. Dari penjelasan awal, diminta untuk melakukan eksegese dan bukan eisegese. Ini yang masih perlu ditingkatkan karena seringkali penggalian terbentur pada pemikiran sendiri.
3. Kesimpulan Bu Evie (Moderator), kalau tujuan pelajaran ini adalah menolong kita melihat bagaimana proses pertumbuhan orang yang sudah diselamatkan dan bagaimana kita seharusnya hidup dalam anugerah Tuhan. Walaupun merupakan pelajaran untuk orang yang baru diselamatkan, juga penting buat orang yang sudah lama menjadi Kristen. Dan yang terakhir, diskusi dari teman-teman sekelas mempertajam pemahaman materi ini. Terima kasih untuk semuanya.

6. Hana

Kerajaan Allah bukan sekadar konsep rohani tetapi nyata dalam hati yang diubahkan, karakter yang semakin serupa Kristus dan tindakan sehari hari yang mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama sebagai cetak biru hidup orang percaya. Mari setiap hari membuka hati untuk terus diubahkan oleh Allah, membiarkan karakter Kristus dibentuk dalam diri dan mengekspresikannya melalui tindakan nyata yang penuh kasih kepada Allah dan kepada sesama. Terima kasih untuk teman-teman grup 2, juga moderator dan admin. Diskusi berjalan dengan baik dan lancar serta didukung dengan sangat baik oleh moderator dan admin sehingga proses sharing dan pendalaman firman terasa membangun dan bermakna.

7. Irena Rachmani Utama

Hari ini, saya merasa sangat terberkati ketika merenungkan pengajaran Yesus dalam Khotbah di Bukit, khususnya mengenai beberapa tema yang sangat mendalam. Melalui penggalian ini, saya mendapatkan pemahaman baru tentang arti miskin di hadapan Allah, dukacita, dan semua tentang menjaga mulut (berkata "Ya" dan "Tidak") dan hati (waspada cinta uang). Saya juga jadi sadar bahwa puasa merupakan bagian dari ibadah dan dalam memberitakan Injil akan berjumpa dengan orang yang tidak layak menerimanya (anjing dan babi).

Melalui semua pengajaran ini, saya merasa diingatkan untuk terus merenungkan dan menghayati setiap makna peristiwa dalam hidup saya. Mari kita bersama-sama mendalami ajaran-ajaran Yesus yang penuh kasih dan hikmat ini agar kita semakin dekat dengan-Nya dan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Semoga sharing ini dapat memberkati Anda dan mendorong kita semua untuk terus belajar dan tumbuh dalam iman!

8. Juliana Wally

Dari topiknya sudah sangat menarik. Saya sudah sangat sering baca Alkitab sejak kecil tetapi belajar Alkitab sampai menjadi pelaku firman yang serupa Yesus Kristus itu adalah sesuatu yang tidak mengenal batas usia. Ketika berdiskusi hati saya selalu disentak atau aduh apakah saya bisa melakukan dengan baik karena ketika menjawab dan berdiskusi saya merasa ditegur betul. Betul sekali, pada saat evaluasi tadi, Ibu Evie Broto mengatakan bahwa ini adalah golden rules. Matius 5-7 jika dipelajari secara baik merupakan pelajaran hidup. Terima kasih tim MLC SABDA. Terima kasih Ibu Yola yang menjadi admin di BKM 2. Terima kasih karena selalu mengingatkan. Terima kasih Ibu Evie Broto untuk doa dan penjelasan yang luar biasa. Dengan topik ini, membuat saya masih ingin terus belajar dan bertobat lebih sungguh sungguh. Tuhan sumber hikmat dan  pengetahuan memberkati kita semua.

9. Lily Kurniati Wahjudi

Kelas bedah kitab kali banyak mengoreksi saya bahwa saya masih jauh dari apa yang seharusnya kita lakukan sebagai umat Kerajaan Allah. Matius 5-7 tentang Khotbah di Bukit mungkin sudah puluhan kali saya baca, tetapi baru kali ini saya menggalinya bersama teman-teman dan berdiskusi. Banyak sekali yang saya dapatkan baik dari menggali sendiri maupun dari hasil penggalian teman-teman lain dan juga diskusi. Kiranya setelah diskusi selesai, saya dan teman-teman dapat konsisten melakukan aplikasi yang kita tuliskan untuk terus hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah.

Kita tidak akan mampu jika mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi dengan pertolongan Roh Kudus kita dimampukan dan hidup makin serupa dengan teladan Kristus. Terima kasih untuk Bu Evi sebagai moderator dan Kak Yola sebagai admin BKM_KB 2. Terima kasih untuk seluruh staf SABDA yang telah bekerja keras untuk melaksanakan kelas ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

10. Mariano Nathanael

Kelas yang hebat, membahas Mat. 5-7 yang fokus pada Kerajaan yang Sungsang. Bersyukur saya bisa ikuti kelas ini. Banyak menyegarkan kembali pengajaran-pengajaran tentang Khotbah di Bukit, terutama yang kembali berkobar adalah berdoa dengan pokok doa dari Doa Bapa Kami, sesuatu yang dahulu rutin saya lakukan, tetapi telah menjadi kendor. Melalui kelas ini, dikobarkan kembali. Terima kasih Tim SABDA MLC. Terima kasih Kak Evie dan Kak Yola yang telah memandu kelas kami, Terima kasih rekan-rekan di kelas saya ini, yang saling menajamkan dan saling mengisi. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

12. Marlyna

Bersyukur dapat bergabung di kelas BKM ini karena melalui kelas ini. Saya belajar bahwa Kerajaan Allah benar-benar terbalik dari cara dunia bekerja. Iman, relasi, dan ketaatan lebih penting daripada rasa aman, ritual, atau penampilan rohani. Mengikuti Yesus berarti memilih hidup yang taat, setia, dan berbuah—bukan hanya percaya secara lisan, tetapi menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Kristus dan berjalan dalam rencana-Nya. Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah memfasilitasi kelas diskusi, admin, maupun moderator, serta teman-teman yang antusias menggali pelajaran ini. Kiranya Tuhan memberkati.

11. Netel Kristanuel

Saya berterima kasih karena masih diberi kesempatan untuk belajar hermeneutika membedah firman Tuhan. Pengenalan dan percaya kepada Yesus bukan sekedar menjalankan rutinitas keagamaan tetapi saya harus menghidupi firman Tuhan dengan melakukan kehendak-Nya (Matius 7:21)...., melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Saya ucapkan terima kasih kepada tim SABDA MLC yang masih memberi kesempatan untuk belajar dan belajar tentang cara hidup yang benar sesuai firman Tuhan. Semoga SABDA MLC semakin menjadi terdepan memberi tuntunan dalam visi Amanat Agung-Nya.

13. Ruth Lodiana

Shalom semua. Selama mengikuti kelas Bedah Kitab Matius, khususnya Khotbah di Bukit (Matius 5–7), saya semakin melihat betapa indah dan utuhnya pengajaran Yesus. Khotbah di Bukit bukanlah kumpulan aturan yang berat, melainkan undangan untuk hidup dengan cara Kerajaan Allah. Yesus berbicara tentang hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: cara memandang orang lain, mengelola keinginan, memberi, berdoa, berpuasa, memercayai Bapa, hingga hidup yang dikenal Tuhan, bukan sekadar terlihat rohani. Saya belajar bahwa Kerajaan Allah itu "sungsang" dibandingkan nilai dunia, yang dinilai bukan yang paling terlihat, paling sibuk melayani, atau paling vokal, melainkan hati yang taat dan utuh di hadapan Allah.

Refleksi saya setelah mengikuti kelas ini, iman ternyata bukan soal performa rohani, tetapi relasi dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari. Saya rindu belajar lebih peka terhadap motivasi hati, setia dalam hal-hal kecil yang sering tersembunyi, dan berjalan di bawah kehendak Bapa. Bukan mencari pengakuan manusia, tetapi rindu dikenal oleh Tuhan. Saya percaya, ketika hidup diarahkan oleh firman dan dijalani bersama Bapa, hasilnya bukan tekanan, melainkan hidup yang lebih tenang, utuh, dan penuh sukacita.

Terima kasih untuk semua rekan diskusi di kelas BKM_KB 2, sharing kalian sungguh memberkati saya. Terima kasih juga untuk SABDA dan Tim (Kak Evie dan Kak Yola) yang telah memandu kelas ini dengan sangat baik. Tuhan memberkati pelayanan kalian. Akhirnya, segala syukur bagi Pengajar Kerajaan Allah, Yesus Kristus, yang terus membentuk hati kita semua.

14. Sri Sugiyanto

Shalom. Puji Tuhan. Terima kasih Tuhan karena penyertaan dan berkat-Mu kami masih dalam perlindungan-Mu. uji syukur dan terima kasih kepada Tuhan, lembaga SABDA, dan teman-teman peserta Bedah Kitab Mazmur yamg telah bersama-sama belajar tentang Khotbah dibukit dari Matius Pasal 5-7. Semakin kami belajar firman Tuhan semakin kami rasakan sukacita karena semula kami tidak ingin ikut dahulu. Kami tidak bisa menghitung banyaknya berkat yang saya terima di mulai dari pembukaan, penggalian dan selama diskusi serta evaluasi.

Dari pengertian pemahaman tentang doa di bukit, kami diingatkan bahwa TuhanY esus sangat peduli dan mengasihi dengan kami manusia berdosa. Khotbah Yesus dalam firman-Nya dan diskusi kelas mengarahkan saya untuk sungguh percaya melakukan firman dan taat. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

15. Suratman Aripin

Saya bersyukur karena dapat mengikuti Kelas Bedah Kitab ini dengan mengangkat bahan dari Khotbah Tuhan yesus di Bukit (Matius 5-7) dengan mengangkat tema "Kerajaan Sungsang/Terbalik". Saya bersyukur karena dengah derasnya arus zaman ini yang begitu mengangungkan popularitas dan dengan dukukungan teknologi yang ada saat ini maka citra diri begitu diagungkan. Menjaga penampilan luar termasuk melalui unggahan-unggahan yang diangkat agar dinilai baik. Akan tetapi apa yang nampak di luar tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam, termasuk ketika tidak dilihat orang.

Melalui pelajaran kali ini yang mengangkat tema "Kerajaan Sungsang", semakin jelas apa yang dikejar dunia dan apa yang diajarkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mengajarkan bagaimana agar kemunafikan tidak menguasai hidup seseorang. Kesadaran akan relasi yang terus dijaga dengan Allah Bapa yang memperhatikan dan melihat di tempat tersembunyi menghindarkan kita dari kemunafikan. Jadi, pelajaran kali ini sangat relevan dengan kehidupan saat ini. Aplikasi yang akan saya lakukan dari pelajaran ini, adalah saya akan terus menjaga relasi dengan Allah Bapa yang memperhatikan dan melihat di tempat tersembunyi, bukan untuk mencari pujian dari dunia sekitar.

Terima kasih kepada tim SABDA yang sdah mengangkat tema ini, kemudian diwujudkan melalui diskusi sehingga semakin memperkaya dan memperluas wawasan saya melalui teman-teman, khususnya di Kelas BKM_KB 2. Terima kasih bu Evie dan Sdri.Yola yang telah membantu kami semua dalam diskusi.

16. Winarningsih

Bersyukur sekali bisa mengikuti kelas  BKM dari bahan Matius 5-7 dengan tema Kerajaan Terbalik/Sungsang. Sungguh luar biasa, melalui pelajaran ini saya banyak dicerahkan dengan pemahaman baru dari Khotbah di Bukit, bagaimana standart hidup anak-anak Tuhan sebagai warga Kerajaan Allah sangat berbeda dengan dunia , karena standart nya adakah kebenaran firman Tuhan. Ini adalah ajaran yang sungguh dahsyat dan hebat, benar-benar terbalik dari logika dunia.  Berbahagialah yang miskin di hadapan Allah, bagaimana harus mengasihi musuh, bersedekah, soal kekhawatiran, menghakimi, dll.. Saya merasa inilah hebatnya pengajaran Kristus yang jelas merubah dan membalikkan cara pandang dunia.  Kasih Tuhanlah dasar untuk melakukan segalanya sehingga dunia yang jahat bisa dipenuhi kasih. Dan, ini yang harus diwujudkan anak-anak Tuhan melakukan seperti yang Yesus lakukan untuk menjadi semakin sempurna seperti Tuhan, sehingga dunia melihat ini dan memuliakan Tuhan. Sungguh ada banyak berkat luar biasa selama diskusi 5 hari ini. Ada teguran bagaimana seharusnya bersikap, ada tantangan untuk semakin hidup berkenan dan melakukan seperti yang Yesus teladankan.

Akhirnya bersyukur pada Tuhan, begitu lega rasanya bisa menyelesaikan kelas yang terasa berat bagi saya pribadi. Terima kasih buat tim MLC SABDA, Bu Evi, Kak Yola, dan teman-teman yang sudah banyak memberikan pencerahan dalam diskusi, yang memperkaya pengetahuan dan pemahaman saya tentang tema yang diangkat. Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita menjadi seperti yang diinginkan-Nya.