Mudahnya melihat
Salah satu panca indera yang diciptakan Tuhan untuk kita nikmati adalah mata, yang berfungsi untuk melihat, mata diletakaan didepan karena fungsinya hanya untuk melihat hal-hal yang berada di depan sedangkan pada bagian belakang jika kita ingin melihat kita harus menggunakan energi yang lebih karena kepala kita harus kita putar kebelakang, tentulah kita menginginkan menggunakan energi yang ada dalam diri kita seefisien mungkin, iya kan, setuju ya.
Melihat merupakan pekerjaan yang ringan dan sangat menyenangkan apalagi jika digaji, hehehe, misalnya pengawas, kerjanya hanya melihat orang bekerja dan melapor kepada atasannya, sangat enteng kerjanya ya malah gajinya lebih tinggi dari yang bekerja lebih berat, benar kan… gimana suka jadi pengawas?... tentu saja suka ya dan memang tugas kita sebagai orang Kristen adalah pengawas, tentu saja dimulai dari mengawasi diri sendiri apakah sudah melakukan FirTu atau belum, apakah sudah menjadi berkat atau belum, iya kan., dan kita ada gajinya loh alias upah, tetapi ada tetapinya ini, upahnya dikumpulkan dulu baru diterima satu kali (dirapel ya), kapan itu, ya kalau kita udah bertemu dengan yang memberi upah tentunya masa kita meminta kepada sesama pekerja kan ndak mungkin dikasih…
Kerjaan ini sangat ringan namun seringkali kita yang membuatnya berat karena bukan tugas kita malah kita melakukannya,…apa itu ya..?
Kita dilarang Tuhan untuk melihat atau mengawasi orang lain, bahkan lebih parah lagi melihat kesalahan mereka karena itu bukan tugas kita tapi itu tugas si jahat alias iblis yang notabene untuk mengaduh pada Tuhan jika kita tidak melakukan FirTu, iya kan, jelasnya untuk iblis ngeklaim bahwa kita adalah miliknya karena kita melakukan hal-hal yang iblis sukai…tentunya kita tidak mau kan menjadi milik iblis kita suka menjadi milik Tuhan karena kita akan menikmati segala-galanya yang menyenangkan, tetapi bagaimana saudara?, mari kita uji sendiri apa yang telah kita lakukan, apakah condong pada mengawasi diri sendiri atau ke orang lain?!, yang pertama tugas kita, yang kedua tugas iblis, kita dapat menjawab dalam hati kita masing-masing, jika saya dan pembaca masih merasa melakukan yang tidak benar mari kita minta Tuhan Yesus menolong kita untuk menyelesaikannya, karena kita tidak mampu untuk menyelesaikan dosa kita iya kan, karena upah dosa ialah maut, apakah kita mau mati untuk tebus dosa kita? Tentu tidak, untuk itu mari kita percayakan Tuhan Yesus menyelesaikannya, amin. Dan sekarang kita sudah suci kembali oleh darahNya, tentu kita harus yakin dan percaya karena jika kita ragu si iblis akan mendakwa kita bahwa kita adalah miliknya dengan menguber dosa dan kesalahan kita, namun jika percaya bahwa ketika kita mengaku dosa, kita percaya Yesus telah mengampuni kita (1Yoh 1:9, Yesaya 1:18) yang katakan Tuhan sendiri loh (ayat19b) jadi ini adalah janjiNya, asal kita percaya . Memang untuk percaya sangat sulit karena dakwaan akan datang lewat orang dekat maupun dari dalam diri sendiri, untuk itu yakini FirTu ini menjadi milik kita, amin.
Memang sangat sakit ya ketika orang lain melihat dosa dan kesalahan kita apalagi yang melihat diri kita adalah orang yang kita tahu pernah melakukan hal yang lebih parah dosanya dari kita.
Bagaimana jika yang melihat dosa kita adalah pendeta kita, pemimpin kita, senior rohani kita yang mungkin dimasa lalu mereka pernah melakukan hal yang sama bahkan lebih, tentu sangat sakit karena seakan firman yang ada dalam 1 Yoh 1:9 seakan tidak berlaku pada kita, padahal itu janji Tuhan, tetapi tenang saja jika memang kita telah mengaku dengan segenap hati, percaya saja pasti Tuhan akan mencondongkan hati kita untuk rela menderita dan menerima ketidakpercayaan dari orang lain, ingat walaupun tak ada satu pun percaya kepada Anda tetapi Tuhan sangat percaya dan memberi kesempatan, bukan hanya itu tetapi semangat dan kemampuan akan diberikan asalkan kita memang mencari Tuhan dan bertobat, janganlah hal-hal tersebut menjadi hambatan untuk kita datang kepada Tuhan, karena itu merupakan ujian alamiah kita, apakah kita akan bertobat tanpa syarat atau hanya terpengaruh oleh dukungan keadaan, ketika keadaan tidak mendukung kita malah lebih jauh dari Tuhan, mari siapkan hati kita untuk maju berlomba tanpa kenal lelah memerangi dosa kita, Tuhan kiranya menolong dan memampukan kita semua yang benar-benar haus dan lapar akan kebenaran, percayalah karena saya juga pernah mengalami hal tersebut diatas. (meky)