Sebagai manusia Kristen, kita merasa bahwa kita Sudah Selamat - otomatis, suatu Karunia - YA!, ada benarnya jika kita memang adalah manusia Kristen yang 'Selaras' dengan Krsitus. Dan untuk menjadi selaras, sepatutnya kita mengenal siapa Yesus itu dan Pribadi APA yang dimiliki Yesus sebagai 'manusia'.
Saya teringat, ketika kecil - saya dan seorang sepupu yang juga teman sepermainan - pernah bercakap cakap sebagai dua orang bocah.
Kami berandai-andai dan ini andai andai yang sangat berbahaya. Kami katakan, jika seandainya rumah kita terbakar - apa yang terdahulu kita selamatkan dari rumah ini, barang apa yang paling berharga?
Sebuah khayalan anak-anak yang mungkin keterlaluan karena membayangkan rumah yang terbakar. Tetapi itulah realita kehidupan kami di kampung ketika itu; listrik masih bergiliran, dan tentunya tidak ada hiburan sebanyak seperti jaman sekarang ini.
Di rumah kami itu ada sebuah Patung Ukiran Kayu tiga dimensi yang terbuat dari kayu. Patung itu adalah ukiran wajah Tuhan Yesus. Dan sebagai anak-anak; kami bersyukur kepada 'orang tua' kami bahwa mereka membaw kami mengikuti Sekolah Minggu sehingga kami 'ada' pengertian akan kehadiran Tuhan Yesus dalam kehidupan kami yang masih bocah ini.
Lalu kami sepakat bahwa barang yang paling berharga yang akan kami berdua selamatkan ialah Patung Ukiran Wajah Tuhan Yesus itu.
Cerita ini terus tergambar pada saya; apalagi ketika saya pulang kampun bersama keluarga dan anak-anak dan di rumah yang sama, ketika kami masih bocah itu - patung Ukiran itu masih ada.
Renungan saya ialah; apakah sungguh perbuatan kami ketika bocah itu adalah perbuatan yang baik? mengapa kami tidak berpikir untuk mencari orang tua kami atau mencari sanak saudara kami yang lain untuk kami selamatkan atau diselamatkan? kenapa kami berpikiran kepada Benda yang Harus diselamatkan?
Ternyata di dalam kehidupan kita ini; sisi sifat keduniaan ini sudah ada bibitnya - kita melekat pada benda. Dilain pihak; sisi kerohanian itu juga sebenarnya sudah ada dan kuat melekat pada jiwa bocah. Ada kerinduan untuk 'melindungi' sang Juru Selamat yang dimata bocah kami itu tergambar dalam wajah ukiran tsb.
Setelah saya renungkan, TUHAN sudah memberi kita bibit untuk 'selalu rindu dekat' kepadaNya.
Memang benar, patung ukiran itu bukanlah sang penyelamat; tetapi ia adalah gambaran bahwa IA ada dalam relung terdalam hati bocah.
Kita manusia sebenarnya sudah diberi anugerah untuk melakukan hal-hal yang sifatnya membangun; akan tetapi dunia yang kelam ini kadang mengalahkan kita. Apalagi ternyata setelah tumbuh dewasa, kita semakin diperhamba oleh tuntutan yang kita pikir secara manusia semuanya baik.
Dengan 'dalih' saya bekerja untuk keluarga; maka kita mulai bekerja danberlomba untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Setelah kita mencapai target yang kita tetapkan, ternyata tuntutan kita masih dibawah standard dan kita mau lebih lagi. Inilah sifat manusia yang dasarnya membawa kita kedalam Dosa Turunan itu. Mau Melebihi Allah.
Mau lebih dari segalanya pada akhirnya tidak akan pernah terpenuhi. lihatlah gemerlapnya Ibu Kota Jakarta. Ketika kita sudah mencukupkan keluarga kita dengan sandang pangan; ternyata tawaran baru bermunculan. Godaan Duniawi semakin dekat, malah menghampiri. Mal-Mal Baru bermunculan - tentu dengan slogan inilah laju pertumbuhan Ekonomi - padahal kita lupa bahwa Pemerataan Kesejahteraan BELUM kita laksanakan dengan baik.
Kita selalu dibawa kepada Pilihan - pilihan seperti ketika kami bocah dahulu - yang mana yang menjadi Prioritas?
Saya pribadi bersyukur bahwa melalui Dunia Maya ini, melalui Yayasan Sabda dan melalui tangan tangan yang diberkati Tuhan, para Pimpinan Sabda dan seluruh anggotanya; mereka telah memilih sesuatu yang berharga dalam hidup mereka. Menjadi saluran Berkat dalam bentuk Pekabaran Injil ini.
Saya sangat terberkati karena oleh Dorongan Roh Kudus; saya dimampukan untuk mengerjakan tugas agar dapat ikut Kelas DIK dan sungguh, jika saya renungkan pergumulan awal - saya bertanya apakah saya mampu untuk meluangkan waktu selama kurun waktu tertentu didalam kelas diskusi? -- ternyata Tuhan Sungguh Ajaib! IA sendiri yang memberikan Dorongan dan Hasrat yang sungguh kuat dan gairah yang bernyala sehingga saya dimampukan terus menerus mengikuti diskusi dan Haus untuk menambah lagi apa yang dapat memuaskan jiwa raga ini melalui jalan pencarian Kerohanian.
Kiranya Tuhan senantiasa memberkati kita - dan saya Imani bahwa Kerinduan untuk 'Menolong' dan Mengenal siapa Juru Selamat itu sebenarnya SUDAH ADA di tiap manusia; persoalannya ialah - kita sering mengeraskan hati.
Syalom!
Francois Tomasoa



sabda.org
Berkemenangan Dalam Kristus
Jalan Tuhan memang tidak bisa terselami oleh akal & pikiran manusia yang terbatas.
Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Yer. 17:7
Naomi HS