Friday, July 24, 2009
Mengasihi Allah,
Bukan sekedar memikirkan
Mengasihi Allah,
Bukan sekedar penglihatan
Mengasihi Allah,
Bukan dari kemampuan lahiriah kita
Mengasihi Allah,
Harus dengan segenap hati,
Memiliki pengalaman denganNya,
Memiliki pengetahuan akan Dia dan
Mengenali-Nya.
Itu adalah pengharapan yang tidak sia-sia
Pengharapan akan Kemuliaan-Nya
Pengharapan yang menopang kita melewati ujian-ujian iman yang berat
Mengasihi dengan kemampuan lahiriah,
Akan membuat kita kecewa
Kita melihat dunia yang terkoyak
Kita mencari Allah di dalam dunia yang koyak
Kita mengharapkan Allah di atas dunia yang koyak
Kita bingung
Kita berpikir
Kita menyimpulkan
Kita akan kehilangan fokus yang sesungguhnya
"Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia,
namun kamu mengasihi-Nya.
Kamu percaya kepada Dia,
sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya,
Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,
karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
1 Pet 1:8,9
Mengasihi Allah,
harus dengan penuh pengharapan
untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa,
yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu,
yang tersimpan di sorga bagi kamu. (Ay 4)
Mengasihi Allah,
Bukan dari kemampuan lahiriah kita...
Karena kita hanya akan melihat dunia yang koyak...
Dunia yang koyak tidak memberikan sukacita dan damai sejahtera
Sukacita dan damai sejahtera ada di dalam kebenaran Kristus saja.
Dimana Allah sudah memberikan pengharapan yang hidup melalui kebangkitan Kristus dari antara orang mati.
Kita mengetahui ini, untuk inilah kita bersukacita.
Dimana kita mempunyai pengharapan dan beriman kepadanya.
Mendengar dan beriman...
Mengenal dan beriman...
Maka Roh Kudus akan dianugerahkan...