Referensi SHA Pillar - Hukum Ketujuh Bagian 2

Hukum Ketujuh (Part 2)

Dasar dari Hukum ketujuh "Jangan berzinah" adalah relasi kita dengan Tuhan. Relasi dengan Tuhan yang melandasi relasi kita dengan sesama. Oleh karena itu, Tuhan menuntut setiap umat-Nya untuk menghormati Dia dan hanya berbakti kepada-Nya sebagai satu-satunya Tuhan bagi hidupnya. "Cinta" harus terkait dengan "hanya memiliki satu sasaran". Ini adalah dua hal yang tidak bisa dikompromikan. Jika seseorang mengaku mencintai Tuhan, tetapi di luar Tuhan masih ada ilah yang lain, maka pasti orang itu tidak mengenal Tuhan dan tidak mengasihi Tuhan dengan sungguh. Tuhan berfirman, "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, sepenuh jiwamu dan sepenuh kekuatanmu, karena Dia adalah satu-satunya Allah." Berdasarkan hal ini kita baru bisa membangun relasi yang benar dengan sesama manusia.

Relasi dengan sesama diawali dengan menghormati orang tua. Sama seperti Tuhan itu Esa, maka orang tua kita juga merupakan satu pasangan. Meskipun ada kemungkinan, ketika ayah atau ibu kita telah meninggal dunia, lalu ibu atau ayah kita menikah lagi, namun sesungguhnya ayah dan ibu kita yang asli adalah orang tua yang telah Tuhan berikan kepada kita untuk menjadikan dan melahirkan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati mereka. Sekalipun sebagai manusia, mereka memiliki kelemahan, kekurangan atau sifat yang bertolak belakang dengan kita, kepatuhan kita kepada firman Tuhan mengharuskan kita untuk tetap menghormati mereka. Sama seperti prinsip Tuhan Yesus yang mengajarkan bahwa kita harus mendengarkan ajaran orang Farisi yang duduk di kursi Musa, tetapi jangan ikuti teladan mereka; demikian kita harus tetap menghormati orang tua, tetapi tidak perlu meneladani sifat mereka yang buruk. Teladan kita adalah Tuhan Yesus Kristus. Perintah ini dilanjutkan dengan jangan membunuh. Kita harus menghargai hak asasi manusia. Kita harus menjunjung tinggi keberadaan orang lain. Sekalipun derajat status sosial atau pendidikan mereka lebih rendah daripada kita, secara hakikat mereka adalah manusia sama seperti kita, yang dicipta menurut peta teladan Allah, sehingga harus kita hormati. Itu sebabnya, orang miskin tidak boleh membenci orang kaya; dan orang kaya tidak boleh menghina orang miskin. Orang yang berkemampuan intelektual yang tinggi, tidak boleh menghina atau melecehkan yang bodoh; orang yang ganteng tidak boleh menghina orang yang kurang elok parasnya. Status manusia sama di hadapan Allah. Iman dan etika orang Kristen juga tidak memperbolehkan kita membenci orang lain, karena barang siapa membenci sesamanya, ia telah menanamkan motivasi pembunuhan di dalam hatinya.

Hukum ini dilanjutkan dengan "Jangan Berzinah". Hukum ini berkenaan dengan hubungan pria dan wanita, secara khusus dalam hal hubungan seksual. Dosa seksual adalah dosa yang menghancurkan kelestarian seluruh umat manusia. Tidak ada agama lain di dunia yang memberikan larangan perzinahan lebih keras dan lebih serius daripada Alkitab. Sejak Perjanjian Lama, Tuhan tidak pernah memisahkan kesucian seseorang dengan kesucian seksualnya. Allah menuntut umat pilihan-Nya menjadi bangsa yang suci. Allah berkata, "Aku, Allah yang memanggil engkau adalah suci, maka hendaklah engkau suci di dalam segala hal yang engkau perbuat" (Im. 11:45; 20:26; Ul. 7:6).

Abraham dan Hidup Suci

Abraham adalah orang yang sedemikian penting di dalam Perjanjian Lama. Ia pernah berbuat salah karena mengikuti anjuran istrinya yang kurang taat kepada Tuhan. Ia tidur dengan dayang yang diberikan oleh istrinya yang mandul untuk mendapatkan seorang anak. Akibat ketidaksucian itu akhirnya mendatangkan malapetaka yang dahsyat di dalam sejarah, yaitu mengakibatkan peperangan yang tidak habis-habis antara bangsa Arab dan bangsa Yahudi, sampai Kristus datang kembali. Saya pernah mengatakan bahwa saya tidak percaya bahwa Palestina dan Yahudi akan dapat berdamai. Kedua bangsa ini berbeda mutlak, orang Palestina menganut agama Islam sementara orang Yahudi menganut agama Yahudi. Kedua agama ini tidak mengenal dan mengajarkan pentingnya pengampunan. Akibatnya, yang timbul adalah semangat kebencian, balas dendam, dan keberanian berbuat kejahatan yang akan dibalas dengan kejahatan. Tanpa konsep pengampunan, maka keadilan akan diidentikkan dengan balas dendam. Konsep keadilan yang sempit ini sangat berbeda dari ajaran Kitab Suci, di mana Yesus Kristus memenuhi tuntutan keadilan Allah dengan cara menanggung dosa kita di atas kayu salib dan menebus kita. Inilah keadilan yang dipenuhi dengan pengorbanan yang bersifat penggantian (substitusi), sehingga pengampunan Allah yang didasarkan pada kasih-Nya berlaku atas kita. Maka di dalam iman Kristen, cinta kasih dan keadilan, yaitu dua sifat dasar ilahi, bersifat sejajar dan sejalan, tidak berbenturan dan bertentangan. Di dalam Tuhan Yesus Kristus dan di dalam iman Kristen, pengampunan dan penghakiman dapat berjalan tanpa kontradiksi satu terhadap yang lain. Sungguh tidak ada keagungan ajaran agama yang setuntas ini. Oleh karena itu, hanya di dalam Kitab Suci ada pengharapan sejati bagi umat manusia dan ada jalan keluar dari dosa secara benar dan bertanggung jawab.

Karena Abraham telah bersalah di dalam seks, terjadilah kesusahan yang berkepanjangan dan tidak mungkin dibereskan di dalam sejarah. Itu sebabnya kita harus waspada. Jangan memberikan sumber hidupmu kepada perempuan lain di luar istrimu. Jangan mencari kenikmatan seksual dari orang yang bukan pasangan hidupmu. Melainkan puaslah dengan pasangan hidupmu yang sudah Tuhan berikan kepadamu. Peliharalah hubungan suami istri dengan baik.

Kecuali engkau bertekad untuk sungguh-sungguh mau mencintai dan bertanggung jawab pada satu orang itu, lebih baik engkau tidak menikah. Jangan engkau bermain-main dengan seks. Abraham sangat mengetahui hal itu sehingga ia tidak memperkenan anaknya, Ishak, untuk menikah dengan wanita Kanaan, melainkan ia mencarikan istri dari Mesopotamia. Bukankah Abraham sudah Tuhan panggil keluar dari Mesopotamia, mengapa ia tetap mau mengambil menantu dari Mesopotamia dan bukan dari Kanaan? Bukankah Kanaan adalah tempat yang Tuhan janjikan bagi keturunannya? Abraham tahu bahwa perempuan Kanaan menyembah berhala dan hampir tidak ada orang Kanaan yang sungguh-sungguh takut akan Allah. Meskipun orang Mesopotamia juga menyembah berhala, tetapi kehidupan seks mereka jauh lebih baik dari orang Kanaan. Bahkan di antara mereka, masih ada orang-orang yang mau mencari dan rindu untuk menyembah Allah yang sejati. Abraham adalah salah satu orang yang paling murni hatinya. Yesaya menuliskan, "Ketika Abraham seorang diri, Tuhan memanggil dia" (Yes. 51:2). Dikatakan "seorang diri," berarti ia berbeda dari semua orang yang ada di sekitarnya. Tidak ada orang yang seperti dia, yang takut kepada Allah yang Esa. Di dalam keadaan ini Allah memanggil dia keluar dari tanah airnya, tempat bapanya, untuk menuju ke tempat yang akan Tuhan tunjukkan kepadanya. Abraham meninggalkan tempat asalnya ketika ia berusia 75 tahun. Dia meninggal di usia 175 tahun. Itu berarti genap satu abad Abraham mengikut Tuhan dengan setia, jujur, dan tekun. Oleh karena itu, Tuhan membangkitkan suatu bangsa yang suci dari keturunannya. Dan kesucian itu ditandai dengan kesucian di dalam hubungan seksual.

Abraham memanggil pembantunya yang paling tua dan paling baik dari 318 orang pembantunya. Ia berkata, "Aku sudah tua. Aku berpesan kepadamu, jangan mencarikan jodoh bagi anakku satu-satunya, Ishak, dari tanah ini. Engkau harus pergi ke tempat asalku, carikan seorang perempuan yang baik untuknya" (Kej. 24:1-4). Abraham sedemikian ketat dalam mencari istri bagi anaknya. Pemikiran ini dilandaskan karena Tuhan menginginkan rumah tangga yang suci, di mana suami istri saling setia, sama-sama menjaga kesucian diri. Kesucian diri itu dinilai dari kesucian hubungan seksual yang merupakan dasar untuk melestarikan kebahagiaan seluruh masyarakat dan negara.

Kesucian dan Kenikmatan Seksual

Rumah tangga adalah unit yang paling dasar di dalam masyarakat, negara, maupun seluruh umat manusia. Tuhan sangat memberkati seorang laki-laki dan seorang perempuan yang seumur hidup saling setia. Seorang laki-laki yang berhubungan seksual hanya dengan seorang perempuan, kedua-duanya tidak mungkin terjangkit penyakit kelamin. Tetapi orang yang suka berganti-ganti pasangan, melakukan hubungan seks di luar pasangannya yang sah, Tuhan mengizinkan bakteri penyakit kelamin menyerang dia. Meskipun sudah ada antibiotik yang dapat mengobati dan menyembuhkan penyakit kelamin itu, tetap tidak memberikan jaminan kesembuhan yang total dan kebaikan bagi umat manusia. Kadang-kadang Tuhan mengizinkan penyakit merajalela dalam hidup manusia untuk menghukum orang yang tidak suci dalam hubungan seksual. Tuhan berulang kali berfirman kepada orang Israel, "Jangan membiarkan anak-anak bergaul, menikah dengan orang-orang Kanaan, karena anak-anakmu akan ikut dengan mereka menyembah berhala, menyimpang dari firman-Ku; tidak lagi setia kepada-Ku, dan hidup berzinah." Di sini kita melihat tiga hal yang dikaitkan: agama, seks, dan kesucian. Ketiga hal ini memiliki relasi yang saling terkait erat. Ini adalah pemikiran yang penting sekali. Jika anak-anakmu menikah dengan orang kafir, anakmu akan ikut-ikutan menyembah berhala, akan menyembah ilah palsu. Padahal Allah yang Esa, yang sejati, yang suci, menginginkan engkau hidup di dalam kesucian.

Tahukah Anda bagaimana dan mengapa penyakit syphillis, yaitu penyakit kelamin yang mengerikan menjalar di benua Eropa? Penyakit ini hadir di Eropa mulai dari sebuah kapal yang kembali dari keliling dunia. Kapal ini dipimpin oleh Ferdinand Magellan, seorang petualang Portugis, yang dibiayai oleh Raja Charles I dari Spanyol. Mereka berlayar melewati Amerika Selatan sampai ke Filipina. Di Filipina, mereka berperang dan Magellan mati di situ. Awak kapalnya melanjutkan perjalanan kembali ke Spanyol. Setelah itu, para awak kapal itu hidup di tengah-tengah orang-orang Eropa. Inilah mulainya malapetaka menjalar di Eropa. Selama berlayar, para awak kapal ini melacur di mana-mana, dan ketika mereka kembali ke rumah mereka, mereka membawa serta bakteri syphillis. Cukup empat belas tahun untuk menjangkitkan penyakit yang menakutkan ini ke seluruh Eropa. Jangan main-main! Tuhan membiarkan penyakit itu merajalela selama lima ratus tahun tanpa ada obat yang dapat menyembuhkannya. orang-orang yang terserang penyakit kelamin ini, bukan hanya menderita rasa sakit, tetapi juga rasa malu yang luar biasa.

Ketika seorang sakit flu, ia akan dengan mudah menjawab orang yang bertanya tentang penyakitnya. Akan menjadi lebih lirih dan tidak selantang yang pertama, jika seseorang terjangkit penyakit TBC (tuberkulosis). Namun, akan sangat malu dan tidak bisa menjawab ketika seorang yang terkena penyakit kelamin, ditanya oleh orang lain tentang penyakit yang dideritanya. Ia akan sakit dan sekaligus merasa sangat malu. Ia akan sangat berharap tidak ada orang yang akan menanyakan penyakitnya. Ia tidak ingin ada orang memperhatikan dia dengan menanyakan penyakitnya. Di situ rasa sakit dan malu bercampur menjadi satu.

Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki rasa malu dan tahu malu. Kalau seseorang sudah tidak tahu malu, maka dia boleh dianggap lebih rendah dari binatang. Saraf yang paling rumit di seluruh tubuh kita hanya ada di dua tempat yaitu di seputar mata dan di alat kelamin. Tuhan menciptakan alat kelamin sebagai tempat yang memiliki begitu banyak saraf. Tempat ini menjadi tempat yang sangat peka sehingga kita bisa menikma