Allah Menuntun ke Dalam Seluruh Kebenaran

Oleh: W. Widodo

Dahulu saat lulus SMA saya diterima masuk di salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkenal, tetapi saya berniat untuk masuk Sekolah Teologia dan mengutarakan hal ini kepada ayah saya. Ayah saya memandang saya dan dengan kalimat yang lirih, dia menjawab, "Bapak tidak punya banyak uang, kamu sudah diterima di PTN bagus, dan Bapak tidak perlu setor banyak-banyak uang untuk sekolahmu karena Bapak tidak punya. Di PTN dan dalam profesi pun kamu bisa melayani Tuhan dan sesama."

Saya tahu benar bahwa ayah saya telah bekerja keras sebagai pegawai kantor biasa untuk menghidupi kami sekeluarga dan menyekolahkan kami anak-anaknya, dan kami pun bukan berasal dari keluarga berada, maka tanpa berdebat dengan ayah saya dan hal yang dikatakannya pun benar adanya, saya mengurungkan niat untuk bersekolah di Sekolah Teologia. Saya akhirnya tetap melanjutkan sekolah di PTN.

Gambar: Kampus

Sembari kuliah di PTN, saya tetap belajar pemahaman Alkitab tentang prinsip-prinsip dasar iman Kristen, gereja, pelayanan, dll.. Saya pun dengan menyisihkan uang bulanan saat kuliah mencoba rutin membeli buku-buku pemahaman Alkitab dan Kristen dari Penerbit Kristen. Demikian juga sekarang saat saya telah bekerja bidang profesi. Seluruh pemahaman Alkitab yang didapat saat sebagai mahasiswa dari Persekutuan Kristen yang baik, seluruh buku-buku juga Seminar Pembinaan Iman Kristen dari tahun ke tahun hingga saya sekarang telah bekerja, membekali saya untuk memahami dan melayani sesama, baik saat bekerja maupun di keluarga dan dalam pelayanan di gereja, dalam kehidupan sebagai seorang Kristen yang perlu beriman dan bertanggungjawab, dan untuk memuliakan Allah di seluruh segi kehidupan, tanpa terkotak-kotak bidang kehidupan tersebut.

Betapa banyak pelajaran dan pemahaman Alkitab yang sudah Tuhan Allah berikan dalam kehidupan saya, dan saya tahu bahwa itu adalah pengajaran dari Roh Kudus melalui semua "channel" yang Dia buka bagi saya.

Dalam seluruh pemahaman Alkitab yang saya telah pahami da