Apa Artinya Menjadi Misional?

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

"Misional" atau "hidup misional" adalah istilah Kristen yang pada intinya menjelaskan gaya hidup seorang misionaris. Menjadi misional mencakup merangkul sikap, pola pikir, tingkah laku, dan praktik seorang misionaris guna menjangkau orang lain dengan pesan Injil. Istilah "misional" menjadi populer menjelang akhir abad ke-20 dengan pengaruh dari Tim Keller, Alan Hirsch, dan tokoh-tokoh lainnya serta The Gospel and Our Culture Network. Premis dasarnya adalah bahwa semua orang Kristen seharusnya terlibat dalam Amanat Agung dari Yesus (Matius 28:19-20).

Pada dasarnya, gagasan untuk menjadi misional mengajarkan bahwa gereja memiliki misi karena Yesus memiliki misi. Ada satu misi yang mengatakan bahwa "gereja yang misional merupakan komunitas umat Allah yang mendefinisikan diri dan mengelola hidupnya berdasarkan tujuannya yang sejati untuk menjadi agen misi Allah di dunia. Dengan kata lain, prinsip pengorganisasian gereja yang sejati dan autentik adalah misi. Saat gereja berada dalam misinya, ia adalah gereja yang sejati." Namun, terdapat beberapa kebingungan terkait istilah "misional".

Alan Hirsch, salah satu pendukungnya, mengatakan bahwa "misional" tidak searti dengan "menonjol". Gereja yang menonjol utamanya merupakan pergerakan pembaruan yang berusaha untuk mengontekstualkan kekristenan bagi generasi pascamodern. "Misional" juga tidak sama dengan "evangelistik" atau "peka terhadap para pencari kebenaran". Istilah-istilah ini secara umum berlaku untuk apa yang dia sebut model gereja "atraksional" yang telah mendominasi pemahaman kita selama bertahun-tahun. Misional bukanlah cara baru untuk berbicara tentang pertumbuhan gereja. Meski Allah jelas menginginkan agar gereja bertumbuh secara jumlah, aspek tersebut hanyalah satu bagian dari agenda misional yang lebih besar. Pada akhirnya, ketidaksetaraan adalah bagian dari menjadi agen Allah di dunia, tetapi tidak seharusnya dibingungkan dengan keseluruhan.

Hirsch juga mengatakan bahwa pemahaman yang tepat tentang kehidupan misional dimulai dengan memulihkan pemahaman misionaris tentang Allah. Menurut sifat-Nya, Allah adalah "Allah yang mengutus", yang mengambil inisiatif untuk menebus ciptaan-Nya. Doktrin ini, yang dikenal sebagai missio Dei, menyebabkan banyak orang mendefinisikan ulang pemahaman mereka tentang gereja. Karena gereja terdiri dari umat Allah yang "sudah diutus", gereja merupakan alat misi Allah di dunia. Akan tetapi, kebanyakan orang meyakini bahwa misi adalah alat gereja, yaitu alat agar gereja dapat ditumbuhkan. Meski orang Kristen kerap mengatakan, "Gereja memiliki misi," menurut teologi misional, pernyataan yang lebih tepat adalah, "misi memiliki gereja".

Meski banyak gereja memiliki pernyataan misi atau berbicara tentang pentingnya memiliki misi, yang membedakan gereja yang misional adalah sikap mereka terhadap dunia. Gereja yang misional memandang misi sebagai impuls asal dan prinsip pengorganisasiannya. Ia mengambil pola berdasarkan apa yang Allah kerjakan dalam Yesus Kristus, yang berarti bahwa menjadi misional adalah diutus ke dalam dunia; bukan berharap orang akan datang kepada kita. Gagasan ini membedakan gereja yang misional dari gereja yang "berdaya tarik".

Gereja yang atraksional berusaha menjangkau budaya dan menarik orang ke gereja. Namun, praktik ini hanya bisa berhasil jika tidak diperlukan pergeseran budaya saat berpindah dari luar ke dalam gereja. Dan, karena budaya Barat semakin pasca-Kristen, gereja atraksional telah kehilangan keefektifannya. Budaya Barat lebih terlihat seperti konteks misionaris lintas budaya tempat gereja atraksional merusak dirinya sendiri. Proses mengekstrak orang dari budaya dan membaurkan mereka ke dalam gereja mengurangi kemampuan mereka untuk berbicara kepada orang-orang yang berada di luar gereja. Akibatnya, orang-orang berhenti menjadi misional dan justru menyerahkan tugas itu kepada para pendeta.

Misional mewakili pergeseran penting dalam cara berpikir seseorang tentang gereja. Menjadi misional berarti kita harus berinteraksi dengan dunia seperti halnya Yesus melakukannya, yaitu dengan pergi alih-alih sekadar menjangkau. Misional berarti bahwa saat gereja sedang bermisi, maka ia adalah gereja yang sejati.

Menurut Dave DeVries, penulis Missional Transformation: Fueling Missionary Movements that Transform America (Transformasi Misional: Memberi Tenaga bagi Pergerakan Misi yang Mengubah Amerika - Red), terdapat lima kekhasan yang membentuk dasar perspektif misional:

  1. Gereja diutus oleh Yesus Kristus (Yohanes 17:18; Lukas 9:2; Matius 28:19-20; Kisah Para Rasul 1:8)
  2. Gereja diutus dengan Salib (Korintus 1:18; Efesus 2:16; Kolose 2:14; 1 Petrus 2:24; 2 Korintus 5:17-24)
  3. Gereja diutus dalam Komunitas (Kisah Para Rasul 2:42-47; 5:42; Yohanes 13:34-35; 1 Yohanes 3:16-17)
  4. Gereja diutus ke setiap budaya (Yohanes 1:14; Matius 20:28; Kisah Para Rasul 17:22-34; Lukas 5:29)
  5. Gereja diutus bagi Sang Raja dan Kerajaan-Nya (Matius 10:7; 25:34; Lukas 4:43; Wahyu 11:15-17; Yeremia 10:7; Yohanes 18:36)

Jadi, pertanyaan perlu diajukan, "Perlukah orang Kristen menjadi misional?" Pada dasarnya, teologi misi tidak merasa puas dengan misi yang menjelma menjadi pekerjaan berbasis gereja. Sebaliknya, misi berlaku dalam seluruh aspek kehidupan setiap orang percaya. Sebenarnya, setiap murid Kristus perlu berjuang untuk menjadi seorang agen, seorang duta kerajaan Allah; dan setiap pengikut Kristus perlu mencoba mengemban misi Allah ke dalam setiap lingkup kehidupannya. Kita semua adalah misionaris yang diutus ke dalam dunia.

Ada banyak cara kita dapat melakukannya karena masing-masing dari kita secara pribadi dikaruniai dengan talenta dan kemampuan tertentu untuk digunakan bagi kemuliaan Allah. Yesus memberi tahu kita dalam Matius 5:13-16 bahwa kita adalah garam dunia, terang dunia ... biarlah terang kita bercahaya di hadapan manusia.

Dan, akhirnya, mengingat gagasan tentang menjadi "misional" ini, kita dapat merangkumnya dengan cara yang terbaik dengan perkataan Rasul Paulus: "Jadi, entah kamu makan atau minum, atau apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. ... Apa pun yang kamu lakukan, dalam perkataan ataupun perbuatan, lakukan semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah Bapa, melalui Dia." (1 Korintus 10:31; Kolose 3:17, AYT)

Diambil dari:
Nama situs : GotQuestions.org
Alamat situs : https://gotquestions.org/missional.html
Judul asli artikel : What does it mean to be missional?
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Kategori: 
Taxonomy upgrade extras: