Apakah Kelahiran Baru oleh Roh Kudus Merampas Kehendak Bebas?

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Dalam Teologi Reformed diajarkan bahwa kelahiran baru mendahului iman. Maksudnya, kemampuan untuk mempercayai Injil dan memercayakan diri pada Kristus merupakan hasil dari karya Roh Kudus dalam diri seseorang. Tanpa intervensi Roh Kudus, orang-orang berdosa tidak mungkin bisa memahami hal-hal yang rohani (1 Kor. 2:13-14). Pertobatan terjadi ketika Roh Kudus membuka hati seseorang (Kis. 16:14).

Tidak sampai di situ saja. Teologi Reformed juga menambahkan bahwa intervensi ini tidak dapat ditolak. Meminjam istilah dalam rumusan TULIP, anugerah ini tidak dapat ditolak (irresistible grace). Jika benar tidak dapat ditolak, sebuah pertanyaan layak dikemukakan: Apakah kelahiran baru oleh Roh Kudus merampas kehendak bebas seseorang?

Alkitab memberikan jawaban yang tegas dan konsisten tentang hal ini. Kelahiran baru tidak meniadakan kehendak bebas. Manusia berdosa tidak dapat tidak berbuat dosa (non posse non peccare). Pikiran, pengertian, perasaan dan hati mereka tercemar oleh dosa (Ef. 4:17-19). Mata mereka dibutakan oleh ilah zaman ini sehingga tidak mampu melihat cahaya Injil (2 Kor. 4:4). Karya Roh Kudus justru memampukan manusia untuk memilih suatu keputusan yang bertabrakan dengan hakikat mereka yang berdosa.

Penjelasan di atas tidak berarti bahwa karya Roh Kudus bisa gagal. Panggilan internal (atau panggilan efektif) yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hati orang-orang pilihan tetap tidak dapat ditolak. Sesuai waktu dan cara Allah, semua orang pilihan pada gilirannya akan dimampukan untuk mendengar dan menerima Injil.

Jika tidak dapat ditolak, bukankah hal itu menyiratkan sebuah keterpaksaan atau pemaksaan kehendak? Sama sekali tidak! Sesuatu yang tidak dapat ditolak belum tentu sesuatu yang dipaksakan. Sesuatu bisa saja tidak bisa ditolak karena terlalu baik untuk ditolak. Itulah yang dilakukan oleh Roh Kudus! Dia menyadarkan seseorang tentang keterpurukan, kehinaan, dan ketidakberdayaannya, sehingga dia merasakan kebutuhannya terhadap Allah. Roh Kudus membuka mata rohani seseorang sehingga orang itu mampu melihat keindahan Injil dan keberhargaan Kristus. Keselamatan menjadi sesuatu yang terlalu indah untuk dicampakkan. Dengan sukarela dan sukacita, dia pasti akan mengiyakan tawaran Allah dalam Injil.

Poin di atas dapat diilustrasikan sebagai berikut. Ada seorang gelandangan yang mengalami kelaparan berhari-hari. Dia juga diserang banyak penyakit. Dengan sisa tenaga terakhir, dia mencoba merangkak mencari makanan di tempat sampah. Sayangnya, tidak ada sisa makanan apapun di sana. Dengan putus asa, dia tinggal menunggu ajalnya tiba. Ternyata ada seorang kaya yang melihat gelandangan ini. Orang kaya itu mendekati dia dan menawarkan begitu banyak hal indah kepadanya: makanan, pakaian, obat-obatan, vitamin, tempat tinggal dan pekerjaan. Apakah si gelandangan mau menerima tawaran ini? Tentu saja! Dia menyadari bahwa tawaran itu adalah satu-satunya jalan bagi dia untuk bertahan hidup. Apakah si gelandangan merasa dipaksa untuk menerima tawaran itu? Sama sekali tidak! Tawaran tersebut terlalu indah di mata si gelandangan, terlalu berharga untuk ditolak.

Begitulah yang dilakukan oleh Roh Kudus dalam diri kita. Dia memampukan kita untuk menginginkan Allah dan keselamatannya. Dia memampukan kita untuk melihat dan meyakini keindahan serta merengkuh keberhargaan Kristus dalam hidup kita. Soli Deo Gloria.

Diambil dari:
Nama situs : Reformed Exodus Community
Alamat situs : https://rec.or.id/apakah-kelahiran-baru-oleh-roh-kudus-merampas-kehendak-bebas/
Judul artikel : Apakah Kelahiran Baru Oleh Roh Kudus Merampas Kehendak Bebas?
Penulis artikel : Pdt. Yakub Tri Handoko
Kategori: 
Taxonomy upgrade extras: