Bagaimana Cerita Lengkap dari Kelahiran Yesus?

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

"Akan tetapi, malaikat itu berkata kepada mereka, 'Jangan takut sebab dengarlah, Aku memberitakan kepadamu kabar baik tentang sukacita besar yang diperuntukkan bagi semua bangsa. Pada hari ini, telah lahir bagimu seorang Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. ... Kamu akan menemukan Bayi yang dibungkus dengan kain lampin dan berbaring di dalam palungan.' Lalu, mereka cepat-cepat pergi dan menemukan Maria dan Yusuf, serta Bayi yang terbaring di palungan." (Lukas 2:10-12, 16, AYT).

Kisah kelahiran Yesus dikenal sebagai Nativity (Natal - Red.), yaitu saat para malaikat menyapa para gembala yang mengawasi kawanan domba mereka dan membawa mereka ke sisi bayi Raja Yesus, yang terbaring di palungan tempat makan ternak.

Maria muda (masih perawan) dan Yusuf, tunangannya, heran atas kesaksian para gembala. "Akan tetapi, Maria menyimpan hal itu dan merenungkannya dalam hatinya" (Lukas 2:19, AYT).

Episode ini hanya diceritakan dalam beberapa baris, tetapi narasi lengkapnya mencakup rentang waktu berabad-abad dan mencakup semua fitur yang biasa terdapat dalam cerita yang mendebarkan.

Bagian Satu: Prolog

Allah berfirman kepada Musa, "Aku akan membangkitkan bagi mereka seorang nabi sepertimu dari tengah-tengahmu sendiri. Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulut-Nya, dan dia akan berkata kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya" (Ulangan 18:18, AYT).

Nubuat lain melukiskan gambaran serupa untuk Daud: "Aku akan membangkitkan benih sesudahmu yang akan keluar dari buah pinggangmu. Dan, Aku akan menegakkan kerajaannya. Dia akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, dan Aku akan menegakkan kerajaannya sampai selama-lamanya" (2 Samuel 7:12-13, AYT).

"Dia" yang dimaksud adalah Yesus, yang digambarkan berabad-abad sebelum kisah kelahiran-Nya. Janji-janji semacam itu akan mendorong audiens aslinya bertanya-tanya "apa yang Tuhan maksudkan dengan itu?"

Allah meramalkan kedatangan Juru Selamat untuk menyelamatkan Israel dari musuh-musuh mereka. Nubuatan Alkitab tentang kelahiran Yesus menjadi lebih spesifik dalam Yesaya: "Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel" (Yesaya 7:14, AYT).

Yesaya 9:6 menyatakan, "Sesungguhnya, seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah dikaruniakan bagi kita." Israel masih berjarak sekitar 700 tahun lagi dari kelahiran Kristus. Prolog ini memberikan secercah harapan dan kegembiraan.

Bagian Kedua: Pendahuluan

Mari mempercepat waktu ke Palestina yang dikuasai Romawi. Seorang malaikat datang kepada Maria dan mengatakan kepadanya bahwa dia dipilih oleh Tuhan untuk mengandung dan melahirkan Putra-Nya yang kudus.

"Dengarlah, engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan engkau akan menamai-Nya Yesus. Dia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan memberi-Nya takhta Daud, nenek moyang-Nya.Dia akan memerintah atas keturunan Yakub untuk selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan pernah berakhir." (Lukas 1:31-33, AYT)

Malaikat itu menjelaskan bagaimana peristiwa Yesus akan dikandung: "Roh Kudus akan datang atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungimu" (Lukas 1:35, AYT). Maria bersedia menjadi ibu Yesus, dan kelahiran Sang Juru Selamat dunia kini tinggal 9 bulan lagi.

Bagian Ketiga: Munculnya Konflik

Beberapa ayat memisahkan peristiwa dikandungnya Yesus dan kelahiran-Nya ketika Maria tinggal bersama Elisabet. Sebagai bagian dari plot, Elisabet (sepupu Maria) juga hamil meskipun "Elisabet mandul, dan keduanya sudah lanjut usia."

Seorang malaikat telah mengunjungi Zakharia dan berkata, "Istrimu, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan kamu akan menamainya Yohanes. ... Ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka." (Lukas 1:13, 16, AYT)

Yesaya 40:3 bernubuat tentang Yohanes, orang yang akan berseru, "Persiapkan jalan di padang belantara bagi TUHAN!" Jika ini adalah sebuah fiksi, orang akan mengatakan bahwa Allah sedang mempersiapkan para pembacanya untuk sebuah sekuel dengan menggambarkan pelayanan Yesus yang akan datang.

Sementara itu, Elisabet menjadi salah satu dari sedikit orang, termasuk Maria dan Yusuf, yang menyadari bahwa Tuhan akan mewujudkan rencana penyelamatan-Nya.

Elisabet melahirkan dan "Para tetangga dan keluarganya mendengar bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang besar kepada Elisabet, dan mereka bersukacita bersama dengannya" (Lukas 1:58, AYT). Sukacita dan harapan dibangun dengan munculnya konflik.

Pada saat anak itu disunat, ketika dia dinamai Yohanes, mulut Zakharia terbuka. "Semua tetangga mereka menjadi takut dan kejadian ini menjadi bahan pembicaraan di seluruh desa perbukitan Yudea. Dan, semua orang yang mendengar hal ini bertanya-tanya dalam hati mereka, 'Akan menjadi apakah anak ini nanti?' Sebab, tangan Tuhan menyertainya." (Lukas 1:65-66, AYT)

Kegembiraan pembaca pun bertumbuh, dan alur cerita bergerak maju.

Karakterisasi Allah

Pembaca didorong untuk terus membaca sampai pada klimaksnya melalui keterkaitan mereka dengan karakter-karakter dalam cerita. Allah adalah Pahlawan dalam kisah-Nya sendiri, menarik pembaca dengan kuasa-Nya, cara-Nya menepati janji, dan kasih-Nya.

Pembaca melihatnya melalui mata Maria, Elisabet, dan bahkan para malaikat, yang menyebabkan pembaca mulai mengharapkan dan menantikan hal yang sama yang selalu didoakan oleh Israel: Seorang Juru Selamat untuk melepaskan mereka dari musuh-musuh mereka.

Waktu telah menumpulkan ujung harapan, tetapi karakter Allah telah ditetapkan sehingga harapan dapat dibangun sekali lagi. Mungkinkah bayi Maria adalah Pribadi itu? Pembaca menjadi percaya bahwa memang, Maria akan melahirkan Imanuel.

Zakharia melupakan karakter Allah terlepas dari panggilannya sebagai imam. Dalam beberapa terjemahan, Zakharia bertanya kepada malaikat itu, "Bagaimanakah aku akan mengetahui tentang hal ini?" tetapi dalam terjemahan lain, dia bertanya kepada malaikat itu, "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi?" atau, "Bagaimana aku tahu bahwa yang kau katakan itu benar?" (Lukas 1:18).

Inilah sebabnya mengapa dia menjadi bisu dan tuli, suatu konsekuensi yang membungkam keraguan dan sangat berbeda dengan iman Maria dan Elisabet. Juru Selamat akan datang, dan pembaca sangat ingin bertemu dengan-Nya.

Bagian Empat: Klimaks

Maria dan Yusuf memulai perjalanan panjang ke Betlehem dari Nazaret untuk ikut dalam sensus Romawi. Kota itu penuh sesak, yang berarti tidak ada kamar di "kataluma" atau "penginapan", yang menurut konkordansi Strong digambarkan sebagai tempat penginapan, atau mungkin sebuah kamar tamu di rumah pribadi.

Dengan kata lain, Maria mungkin melahirkan di sebuah rumah, dan palungan itu tidak berada di kandang yang berada di luar rumah. "Sangat masuk akal jika palungan disimpan di dalam rumah daripada di kandang" karena hewan dibawa masuk ke dalam rumah untuk melindungi mereka.

Kemudian, para gembala tiba, memberi tahu Maria dan Yusuf tentang yang dikatakan para malaikat kepada mereka, dan Maria "menyimpan hal itu dan merenungkannya dalam hatinya." Para gembala kembali ke kawanan mereka "sambil memuliakan dan memuji Allah" (Lukas 2:18-19, AYT). Juru Selamat yang telah lama ditunggu-tunggu akhirnya lahir.

Simbolisme Cerita Kelahiran

Yesus bahkan belum disunat ketika para gembala tiba di "penginapan", kecuali Lukas mencatat detail ceritanya secara tidak berurutan. Hal ini tampaknya tidak mungkin mengingat maksud Lukas untuk menuliskan berbagai peristiwa "secara berurutan" (Lukas 1:3, AYT).

Pentingkah mengingat fakta bahwa Maria dianggap najis menurut hukum? Imamat 12:4 menyatakan, "Dia tidak boleh menyentuh sesuatu yang dikuduskan atau masuk ke tempat kudus, sampai hari penyuciannya genap."

Para gembala itu tidak suci, Maria tidak memasuki tempat suci, dan tidak ada catatan yang menyebutkan tentang berpelukan atau bergandengan tangan dengan orang-orang ini.

Meski begitu, para gembala adalah figur simbolis. Simbolisme memungkinkan seorang penulis untuk membangun makna yang mendalam dengan beberapa kata. Berikut adalah tiga cara para gembala mengikat Kristus dengan seluruh isi Alkitab sejak lahir:

1. Yesus disebut sebagai gembala sekaligus anak domba (Markus 14:27; Yohanes 1:36). Kita melihat Allah juga digambarkan sebagai Gembala (Mazmur 28:9). Ada banyak gambaran tentang Gembala sekaligus Domba dalam Mazmur (Mazmur 80:1; 95:7; 79:13).

2. Orang pertama yang mendengar bahwa Raja mereka lahir adalah beberapa individu paling rendah dalam masyarakat Yahudi. Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan orang berdosa dan akan menghabiskan sebagian besar waktu-Nya bersama orang-orang yang terbuang dan terpinggirkan.

3. Peran mereka sebagai gembala membuat orang-orang ini najis secara budaya, sementara pekerjaan mereka kadang-kadang bisa kotor. "Para penggembala berada di ladang di antara domba-domba yang bau dan tidak terlalu bersih."

Allah sudah menantang legalisme dan kemunafikan dengan mengundang orang-orang najis ke tempat yang najis, ke sisi palungan Putra-Nya yang murni dan sempurna.

Yesus, yang datang untuk menyelamatkan yang ternoda dan rusak, akan menjadikan semua orang bersih. "... darah Yesus, Anak-Nya, membersihkan kita dari semua dosa" (1 Yohanes 1:7, AYT).

Simbolisme menyatukan narasi Natal dengan seluruh kisah Yesus, yaitu Alkitab secara keseluruhan. Mereka meramalkan peristiwa masa depan, mengingatkan pembaca akan janji-janji Perjanjian Lama, dan membantu kita memahami Mesias dengan lebih baik.

Bagian Kelima: Resolusi

Tidak banyak lagi yang dikatakan tentang kehidupan Yesus sebelum pelayanan-Nya dimulai. Keluarga itu dikunjungi oleh orang Majus; mereka melarikan diri dari kemarahan Raja Herodes yang mematikan.

Konflik akan segera bangkit kembali ketika Yesus mulai memberitakan Kerajaan yang akan datang, yang mengarah pada klimaks dari keseluruhan kisah Allah yand utuh dan sebenarnya dengan penyaliban Yesus dan kemenangan heroik atas dosa, Setan, dan kematian. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Christianity.com
Alamat situs : https://www.christianity.com/wiki/bible/what-is-the-full-story-of-jesus-birth.html
Judul asli artikel : What Is the Full Story of Jesus' Birth?
Penulis artikel : Candice Lucey
Kategori: 
Taxonomy upgrade extras: