DAD - Pelajaran 03

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Doktrin Allah Dasar
Nama Pelajaran : Pengenalan akan Allah
Kode Pelajaran : DAD-P03

Pelajaran 03 -- Pengenalan akan Allah

Daftar Isi

  1. Bagaimana Mengenal Allah dengan Benar?
    1. Pengenalan akan Allah Menurut Alkitab
      1. Hikmat Dunia Tidak Mengenal Allah
      2. Allah Adalah Roh
      3. Hanya Yesus Kristus yang Pernah Melihat Allah
      4. Pengenalan akan Allah Hanya Melalui Yesus Kristus
      5. Mengenal Allah dan Yesus Kristus Akan Mendapatkan Hidup Kekal
      6. Manusia Mengenal Allah, tetapi Tidak Memuliakan Allah
    2. Pengertian bahwa Allah Tidak Dapat Dimengerti, tetapi Dapat Dikenali
      1. Allah Tidak Dapat Dimengerti Sepenuhnya
      2. Allah Dapat Dikenali dalam Porsi yang Tidak Penuh
      3. Terus Bertumbuh dalam Pengenalan akan Allah
  2. Penyangkalan Pengenalan akan Allah
  3. Penyataan Allah sebagai Syarat Mutlak untuk Pengenalan akan Allah
    1. Penyataan Allah
    2. Penyataan sebagai Sumber untuk Mengenal Allah
      1. Penyataan Umum
      2. Penyataan Khusus
  4. Dampak Pengenalan akan Allah
    1. Membuktikan Allahlah yang Berprakarsa
    2. Allah Bertindak Sesuai dengan Rencana-Nya
    3. Mengenal Kasih Allah yang Kekal
    4. Panggilan Hidup yang Bertanggung Jawab

Doa

Pelajaran 03 -- Pengenalan akan Allah

Di satu pihak, gereja-gereja Injili mengakui bahwa Allah adalah Pribadi yang dekat dan dapat dikenal oleh manusia. Seperti bacaan Alkitab di Hos. 6:3, ".... 'Marilah kita mengenal, marilah kita mengejar untuk mengenal TUHAN. Kemunculan-Nya sepasti terbitnya fajar, dan Dia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.'" Namun di pihak lain, kita juga mengakui bahwa Allah adalah Allah yang tidak terbatas, sedangkan manusia sebagai ciptaan adalah terbatas (Yes. 40:18). Jadi, bagaimana kita seharusnya kita mengenal Allah yang kita sembah itu? Mari telusuri lebih dalam.

  1. Bagaimana Mengenal Allah dengan Benar?
  2. Tidak diragukan lagi bahwa Allah ingin dikenal oleh ciptaan-Nya, bahkan Ia memberikan perasaan batin dalam diri manusia untuk memiliki kerinduan mengenal Dia. Konsekuensi logis dari fakta ini berarti Allah pasti memberikan kemampuan kepada manusia untuk dapat mengenal Dia.

    1. Pengenalan akan Allah Menurut Alkitab
    2. Allah adalah sumber pengetahuan untuk kita dapat mengenal Dia. Melalui Alkitab, Allah telah menyatakan Diri-Nya dengan jelas melalui para nabi dan rasul. Berikut beberapa pernyataan Alkitab yang menolong kita mengerti bagaimana mengenal Allah yang benar.

      1. Hikmat Dunia Tidak Mengenal Allah
      2. Kita tidak dapat mengenal Allah melalui hikmat dunia (1Kor. 1:21). Hikmat Allah berasal dari atas, sedangkan hikmat dunia berasal dari ciptaan, yang jauh lebih rendah dari Allah.

      3. Allah Adalah Roh
      4. Manusia tidak dapat melihat Allah karena Allah adalah Roh. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak dapat mengenal Allah. Kita harus menjadi manusia rohani untuk mengenal Allah (Yoh. 4:24).

      5. Hanya Yesus Kristus yang Pernah Melihat Allah
      6. Manusia rohani dapat melihat Allah melalui Yesus Kristus. "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami." (Yoh. 14:9b; 1Tim. 6:16)

      7. Pengenalan akan Allah Hanya Melalui Yesus Kristus
      8. "Segala sesuatu telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku. Dan, tidak seorang pun mengenal Anak, selain Bapa; tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Sang Anak berkenan untuk mengungkapkan-Nya." (Mat. 11:27) Alkitab mengatakan bahwa pengenalan akan Allah hanya bisa didapat melalui Anak-Nya, yaitu Yesus Kristus (1Yoh. 5:20).

      9. Mengenal Allah dan Yesus Kristus Akan Mendapatkan Hidup Kekal
      10. "Inilah hidup kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Kristus Yesus yang telah Engkau utus." (Yoh. 17:3)

      11. Manusia Mengenal Allah, tetapi Tidak Memuliakan Allah
      12. "Sebab, sekalipun mereka mengetahui Allah, mereka tidak memuliakan-Nya sebagai Allah atau bersyukur kepada-Nya; sebaliknya, mereka menjadi tidak berguna dalam pemikiran mereka dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap." (Rm. 1:21)

    3. Pengertian bahwa Allah Tidak Dapat Dimengerti, tetapi Dapat Dikenali
      1. Allah Tidak Dapat Dimengerti Sepenuhnya
      2. Allah tidak terbatas, sedangkan manusia terbatas, "Besar Tuhan kita dan berlimpah dalam kuasa, pengertian-Nya tidak terbilang." (Mzm. 147:5) Demikian juga Paulus mengatakan bahwa bijaksana dan pengetahuan Allah sungguh tak terselidiki (Rm. 11:33). Karenanya, tidak mungkin ada manusia yang dapat mengerti/memahami Allah secara sepenuh-penuhnya. (Ayb. 11:7; Yes. 40:18; Ul. 29:29).

      3. Allah Dapat Dikenali dalam Porsi yang Tidak Penuh
      4. Namun, bukan berarti Allah tidak dapat dikenali. Paulus menjelaskan dalam 1Kor. 2:11-12 bahwa Allah telah menganugerahkan kepada kita, orang percaya, roh dari Allah untuk kita mengenal pengetahuan tentang Allah walaupun dalam porsi yang tidak sepenuhnya. "... tidak ada seorang pun yang mengetahui hal-hal dari Allah selain Roh Allah. Sekarang, kita telah menerima, bukan roh dari dunia, melainkan roh yang dari Allah supaya kita dapat mengetahui hal-hal yang dianugerahkan Allah kepada kita."

        Alkitab memberikan pengetahuan tentang Allah kepada manusia rohani agar kita semakin mengenal Allah. Apa yang Alkitab ajarkan adalah benar sehingga kita bersyukur bahwa sekalipun manusia memiliki keterbatasan, manusia masih memiliki kemampuan untuk mengenal Allah dengan benar (contoh pengenalan yang benar: 1Yoh. 4:8; Rm. 3:26, dll.).

      5. Terus Bertumbuh dalam Pengenalan akan Allah
      6. Kita sekarang menjadi terhibur karena kita dapat mengenal dan memahami Allah dengan benar sekalipun dalam porsi yang terbatas. Melalui Alkitab, kita bisa mengenal kasih-Nya, rencana-Nya dan segala sesuatu tentang Dia, tetapi dengan keterbatasan kemampuan manusia. Semakin akrab kita bergaul dengan Allah dan Roh-Nya, semakin besar pengetahuan kita akan Allah. Itu sebabnya Paulus mendorong kita untuk terus menerus bertumbuh dalam pengenalan akan Allah (Kol. 1:10).

        Demikian juga, kita menjadi jelas bahwa tidak mungkin kita akan kehabisan pengetahuan tentang Allah karena Ia begitu dahsyat dan begitu tinggi (Mzm. 139:6). Sampai akhir hidup kita, kita akan terus belajar hal-hal baru tentang Allah dan tidak akan pernah merasa bosan menyelidiki tentang Dia dan hikmat-Nya. Apa yang Allah nyatakan tentang Diri-Nya lewat Alkitab sudah lebih dari cukup untuk kita mengenal Allah sepanjang hidup manusia. Puji Tuhan!

  3. Penyangkalan Pengenalan akan Allah
  4. Selain penganut "Teisme" (percaya pada Allah) dan "Ateisme" (tidak percaya pada Allah), ada juga penganut Agnostisisme (a + gnostikos). Agnostisisme adalah ajaran yang menyangkali pendapat bahwa manusia dapat memiliki pengetahuan tentang Allah. Karenanya, para agnostik tidak percaya bahwa Allah bisa diketahui/dikenali. Alasannya, tidak ada cukup bukti bahwa Allah ada sehingga manusia tidak mungkin bisa mengumpulkan pengetahuan tentang Allah. David Hume disebut sebagai Bapa Agnostisisme Modern. Walaupun dia tidak menyangkali eksistensi Allah sepenuhnya (bukan ateis), dia menegaskan bahwa dia skeptis terhadap pandangan bahwa manusia bisa mempunyai pengenalan yang benar tentang sifat-sifat-Nya.

  5. Penyataan Allah sebagai Syarat Mutlak untuk Pengenalan akan Allah
  6. Berdasarkan sejarah, Allah mengambil prakarsa untuk menyatakan Diri-Nya agar dikenali oleh manusia. Penyataan Diri-Nya ini disebut sebagai Penyataan Umum dan Penyataan Khusus. Mari kita pelajari dengan lebih teliti.

    1. Penyataan Allah
    2. Kata 'Penyataan' berasal dari bahasa Yunani, apokalupsi, yang berarti 'membuka selubung sehingga hal yang tersembunyi menjadi terbuka dan terlihat dengan jelas'.

      Penyataan Allah adalah perbuatan Allah untuk menyatakan/menunjukkan kebenaran-Nya kepada manusia. Harus diakui bahwa sekian lama manusia telah dibutakan oleh dosa sehingga manusia tidak dapat lagi mengenal Allah yang sebenar-benarnya, bahkan kadang menjadi salah. Melalui Penyataan-Nya, Allah membuktikan bahwa Allah itu benar-benar ada dan manusia perlu untuk mengenal-Nya. Akan selalu ada ruang untuk manusia mengenal Allah karena Dia telah rela menyatakan Diri-Nya kepada seluruh umat manusia ciptaan-Nya.

    3. Penyataan sebagai Sumber untuk Mengenal Allah
    4. Keterbatasan manusia dan ketidakterbatasan Allah membuat kemungkinan pengenalan itu terbatas. Namun, apa yang Allah nyatakan tentang diri-Nya kepada manusia adalah benar dan cukup, bahkan berkelimpahan. Inilah dua Penyataan yang dipakai oleh Allah untuk menyatakan Diri-Nya kepada manusia.

      1. Penyataan Umum
      2. Penyataan umum mencakup segala sesuatu yang dinyatakan Allah kepada dunia, khususnya manusia. Penyataan umum kadang-kadang disebut sebagai Teologi Naturalis. Tujuan dari Penyataan Umum Allah adalah untuk menyatakan keberadaan Allah, bahwa Allah ada dan Allah adalah Pencipta manusia dan alam semesta. Melalui Penyataan Umum, manusia juga belajar tentang karakter dan sifat-sifat Allah. Namun, Penyataan Umum ini tidak cukup untuk membuat manusia mengenal Allah secara pribadi (Mzm. 19:1-2; Rm. 1:19).

        Adapun sarana yang dapat dipakai Allah untuk secara umum menyatakan diri-Nya adalah melalui sejarah, alam semesta (ciptaan), dan hati nurani (Mzm. 19:1-2; Rm. 1:19-20; 2:14, 15; Pkh. 3:11). Sedangkan jangkauan dari Penyataan Umum adalah semua orang percaya dan orang tidak percaya (Mat. 5:45; Kis. 14:17).

      3. Penyataan Khusus
      4. Penyataan Khusus mencakup cara yang Allah pakai untuk menyampaikan firman-Nya, yang disusun dalam Alkitab. Firman Allah dalam Alkitab menunjukkan kepada kita bagaimana Allah, melalui Roh-Nya, menyatakan diri-Nya secara pribadi kepada kita, baik pada masa lampau maupun masa kini agar kita tahu rencana-Nya dan kehendak-Nya. Penyataan Khusus juga disebut sebagai teologi yang diinspirasikan. Tujuan dari Penyataan Khusus Allah adalah untuk menyatakan kehendak Allah tentang keselamatan manusia.

        Sarana Penyataan Khusus yang dipakai Allah, selain melalui Alkitab, adalah melalui kehadiran Yesus Kristus (Bil. 12:6-8; Ibr. 1:1; 2Ptr. 1:21). Melalui Alkitab, manusia mengetahui bahwa untuk mengenal Yesus Kristus, ia harus dilahirbarukan oleh Roh Kudus. Pengenalan pribadi dengan Yesus Kristus akan menuntun manusia ke dalam keselamatan yang telah Allah rencanakan.

  7. Dampak Pengenalan akan Allah
  8. Apa yang kita pelajari dari pengenalan akan Allah ini? Apa dampaknya bagi kehidupan manusia?

    1. Membuktikan Allahlah yang Berprakarsa
    2. Penyataan Allah menyadarkan kita bahwa tanpa Penyataan-Nya, manusia tidak mungkin dapat mengenal Allah dengan benar. Pengenalan akan Allah bukanlah usaha manusia karena manusia pada dasarnya tidak mau mencari kebenaran. Allahlah yang mencari manusia (Kej. 3:9) dan berprakarsa untuk menyatakan Diri-Nya supaya manusia memperoleh keselamatan.

    3. Allah Bertindak Sesuai dengan Rencana-Nya
    4. Tindakan Allah untuk memperkenalkan Diri-Nya kepada manusia bukanlah tindakan kejutan, acak, atau kecelakaan, melainkan by His design (sesuai rancangan-Nya). Allah telah mengetahui segala sesuatu yang akan terjadi atas manusia. Karena itu, Allah telah menyediakan Diri-Nya dan membuat rencana untuk dikenal agar manusia kembali kepada Penciptanya dan hidup sesuai dengan rencana-Nya (Ef. 2:22).

    5. Mengenal Kasih Allah yang Kekal
    6. Setelah kejatuhan manusia dalam dosa, manusia seharusnya binasa, tetapi Allah berinisiatif untuk menyatakan Diri dan rencana-Nya kepada manusia melalui Penyataan Khusus, yaitu Alkitab. Seluruh isi Alkitab memiliki satu benang merah pesan, yaitu berita keselamatan dalam Yesus Kristus (Yoh. 3:16). Kenapa Allah melakukan ini? Tidak ada alasan lain, kecuali karena kasih-Nya kepada manusia.

    7. Panggilan Hidup yang Bertanggung Jawab
    8. Setelah Allah menyelamatkan manusia, Allah memanggil manusia untuk menyerahkan hidup sepenuhnya bagi Allah. Pengenalan manusia akan Allah menghasilkan hidup yang bertanggung jawab, yaitu hidup yang sesuai dengan panggilan-Nya. Tujuan hidup manusia bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk mengerjakan yang Tuhan inginkan dan memuliakan Nama-Nya (Rm. 11:36).

Melalui pengenalan akan Allah, manusia menyadari bahwa mustahil kalau manusia dari dirinya sendiri dapat mengenal Allah dengan benar. Kejatuhan manusia telah meninggalkan cacat permanen, yaitu manusia menjadi buta secara rohani. Puji syukur kepada Tuhan, manusia tidak dibiarkan buta selamanya. Oleh anugerah-Nya, Ia berkenan membuka kembali mata rohani manusia sehingga manusia dapat mengenal Penciptanya dengan benar.

Akhir Pelajaran (DAD-P03)

Doa

"Bapa, aku sungguh mengucap syukur atas anugerah yang Engkau berikan sehingga aku diperkenankan untuk mengenal Engkau secara pribadi. Engkaulah yang selama ini telah menjadi mercusuar dalam kehidupanku. Kiranya aku boleh menyaksikannya kepada orang lain agar mereka pun memuliakan Engkau. Amin."

Taxonomy upgrade extras: