DIK 2 - Pelajaran 01

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Dasar-Dasar Iman Kristen 2
Nama Pelajaran : Di dalam Adam
Kode Pelajaran : DIK2-P01

Pelajaran 01 -- Di dalam Adam

Daftar Isi

  1. Arti "di dalam Adam"
    1. Adam Adalah Manusia Pertama
    2. Status Adam Ketika Diciptakan
    3. Adam Adalah Kepala Umat Manusia
    4. Adam Memiliki Potensi untuk Berdosa
    5. Adam Jatuh dalam Dosa dan Hukumannya
  2. Akibat Kejatuhan Dosa Adam bagi Seluruh Umat Manusia
    1. Keterpisahan Umat Manusia dari Allah
    2. Umat Manusia Hidup di Dalam Kerajaan Kegelapan
    3. Seluruh Umat Manusia Menjadi Berdosa
    4. Seluruh Umat Manusia Berada di Bawah Kuasa Dosa
    5. Hukuman Kematian kepada Seluruh Umat Manusia

Doa

Pelajaran 01 -- Di dalam Adam

Dalam modul Dasar-Dasar Iman Kristen 1 (DIK-1), kita telah belajar bagaimana Allah menciptakan alam semesta dan manusia pertama, yaitu Adam, dengan tujuan untuk kemuliaan Allah dan kebahagiaan manusia. Sayang sekali, tujuan itu tidak tercapai karena manusia memberontak terhadap Allah sehingga jatuh ke dalam dosa dan menerima hukuman kematian kekal. Namun, Allah tidak membiarkan rencana-Nya gagal. Dengan kasih-Nya yang sempurna, Ia memberikan jalan keluar dengan mengirimkan Manusia Kedua, yaitu Yesus, untuk menjalankan rencana misi penyelamatan Allah bagi manusia berdosa keturunan Adam.

Dalam modul Dasar-Dasar Iman Kristen 2 (DIK-2), kita akan melanjutkan dengan belajar tentang bagaimana rencana keselamatan Allah dijalankan oleh Yesus Kristus dan bagaimana karya Yesus Kristus ini berdampak dalam hidup manusia yang telah menerima keselamatan ini. Untuk memulainya, mari kita belajar mengapa manusia keturunan Adam mendapat status "di dalam Adam".

  1. Arti "di dalam Adam"
  2. "Di dalam Adam" adalah satu ungkapan yang dimengerti secara khusus sebagai akibat penciptaan manusia pertama, yaitu Adam. Karena Adam dan Hawa adalah manusia pertama, maka semua manusia keturunan yang dilahirkan mereka disebut "di dalam Adam". Ada beberapa hal penting yang perlu dijelaskan lebih dahulu di sini:

    1. Adam Adalah Manusia Pertama
    2. Keberadaan manusia di bumi ini tidaklah muncul dengan sendirinya atau sebagai hasil proses evolusi. Dengan tegas, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang menciptakan manusia. Dan, manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan adalah Adam (Kej. 1:26-27). Manusia pertama ditempatkan Allah di Taman Eden, suatu tempat yang dirancang khusus oleh Allah untuk dia (Kej. 2:8, 10).

    3. Status Adam Ketika Diciptakan
    4. Alkitab dalam kitab Kejadian dengan jelas menyatakan bahwa Adam diciptakan segambar, serupa dengan Allah. Artinya, ada unsur-unsur tertentu dari Allah yang Allah berikan dalam diri manusia, yang menyebabkan manusia itu menjadi makhluk seperti Allah. Allah menciptakan manusia seperti Diri-Nya sehingga manusia dapat bernalar, berintrospeksi, dan memilih dan membuat keputusan berdasarkan kehendaknya. Status dan kondisi Adam ketika diciptakan adalah sempurna (Kej. 1:27, 31), suci, dan tak berdosa.

    5. Adam Adalah Kepala Umat Manusia
    6. Adam berbeda dengan manusia-manusia yang lain karena Adam adalah kepala seluruh umat manusia. Adam adalah manusia pertama yang menjadi sumber (asal usul) dari semua umat manusia. Oleh karena itu, apa yang terjadi pada Adam memengaruhi seluruh umat manusia keturunannya, termasuk Anda dan saya. Tuhan tidak menciptakan berjuta-juta manusia untuk memenuhi bumi. Ia hanya menciptakan satu orang manusia, yaitu Adam. Dari dialah, seluruh umat manusia berasal. Karena itu, Tuhan melihat seluruh umat manusia sebagai orang-orang yang berada "di dalam Adam". Kita berada "di dalam Adam" melalui kelahiran. Berada "di dalam Adam" berarti turut ambil bagian dalam segala keberadaan Adam dan segala perkara yang dilakukannya.

    7. Adam Memiliki Potensi untuk Berdosa
    8. Adam sungguh diciptakan sempurna tanpa dosa, tetapi bukan berarti dia tidak dapat berbuat dosa. Adam tidak diciptakan sebagai robot karena ia mampu membuat pilihan, termasuk pilihan untuk tidak menaati Allah. Hal ini sering disebut sebagai "kehendak bebas". Jadi, manusia memiliki kebebasan seutuhnya dan mampu mengambil keputusan sendiri secara bebas, baik untuk taat maupun tidak taat kepada Allah. Dengan kata lain, Adam diciptakan tidak berdosa, tetapi memiliki potensi untuk berbuat dosa.

      Pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat Allah tempatkan di dalam taman sebagai ujian apakah Adam dengan kehendaknya sendiri akan memilih untuk taat terhadap Allah atau memberontak kepada Allah dan jatuh ke dalam dosa. Kejadian 3 mencatat bagian ketika Adam terbukti gagal dalam ujian. Adam jatuh ke dalam dosa karena melanggar perintah Allah dengan memakan buah Pohon Pengetahuan akan yang baik dan yang jahat (Kej. 3:6) sekalipun telah dilarang oleh Allah. Dari ketidaktaatan Adam, dosa hadir dan masuk dalam ciptaan Allah yang sempurna itu. Melalui Adamlah, semua manusia yang lahir "di dalam Adam" akhirnya berdosa, dan karena dosa inilah, manusia menerima hukuman kematian kekal (Kej. 3:19-21; Rm. 5:12).

    9. Adam Jatuh dalam Dosa dan Hukumannya
    10. Ada beberapa fakta tragis dari kejatuhan Adam dalam dosa, yaitu Adam menerima hukuman. Apa yang Allah sudah nyatakan kepada Adam sebagai akibat dari ketidaktaatannya sungguh-sungguh terjadi, yaitu dia sekarang menerima hukuman "mati". Arti kematian ini lebih berat dari sekadar kematian jasmani karena pada faktanya, Adam tidak seketika itu juga mengembuskan napas dan mati secara jasmani. Kematian ini jauh lebih mengerikan, yaitu:

      - Adam mati karena sekarang terpisah dari Allah.
      - Adam mati karena sekarang berada dalam kerajaan kegelapan.
      - Adam mati karena sekarang menyandang status "orang yang berdosa".
      - Adam mati karena sekarang hidup di bawah kuasa dosa.
      - Adam mati karena nanti akan mengakhiri hidupnya dengan kematian jasmani.

  3. Akibat Kejatuhan Dosa Adam bagi Seluruh Umat Manusia
  4. Karena Adam, seluruh umat manusia mewarisi semua sifat keberdosaan Adam, baik Nabi, Imam, Raja, Hakim, dan semua manusia tanpa kecuali, telah dilahirkan dalam kodrat yang sudah berdosa. Dengan kata lain, "di dalam Adam" sekarang memiliki arti bahwa semua manusia yang ada "di dalam Adam" adalah pewaris dosa karena tindakan pemberontakan yang telah dilakukannya. Apakah hukuman terhadap dosa Adam juga berdampak bagi keturunannya? Ya, hukuman atas dosa Adam secara otomatis menjadi hukuman atas semua manusia. Mari kita lihat satu per satu:

    1. Keterpisahan Umat Manusia dari Allah
    2. Ketika Adam berdosa, Adam mengalami kematian secara rohani, yaitu terpisah dari Allah. Hal ini tidak hanya menimpa kepada diri Adam, tetapi juga kepada seluruh umat manusia keturunan Adam. Semua manusia telah terpisah dari Allah karena semua manusia berada "di dalam Adam". Ini adalah akibat utama yang membuat manusia berbalik dari Allah dan tidak mampu lagi mencari Allah, kecuali Allah yang mencari manusia. Manusia seperti layaknya orang buta yang tidak lagi tahu jalan yang benar yang harus ditempuh. Tanpa dituntun oleh Allah, manusia tidak dapat melihat hal yang benar.

    3. Umat Manusia Hidup di Dalam Kerajaan Kegelapan
    4. Ketika Adam memberontak terhadap Tuhan, dia telah memihak kepada Setan, malaikat pemberontak yang pertama itu. Adam telah masuk ke dalam kerajaan kegelapan, yang mana Setan adalah pemerintahnya, dan Adam harus takluk di bawah kuasa Setan. Karena Adam adalah kepala dari umat manusia, maka dia telah membawa seluruh umat manusia keturunannya ke dalam kerajaan kegelapan yang dikepalai oleh Setan dan berada dalam tipu daya Setan. Dengan tipu daya Setan, manusia sering tidak sadar bahwa hidupnya telah melenceng dari tujuan Allah dan menuju kepada kebinasaan.

    5. Seluruh Umat Manusia Menjadi Berdosa
    6. Ketika Adam pertama diciptakan Tuhan, Adam adalah manusia yang mengutamakan Allah. Dia begitu mengasihi Allah dan ingin melakukan kehendak-Nya karena Allah adalah Raja yang bertakhta dalam hatinya. Namun, ketika Adam berdosa, perubahan terjadi dalam hatinya. Dia sekarang lebih mengutamakan dan melakukan kehendaknya sendiri daripada mengasihi dan melakukan kehendak Allah. Allah tidak lagi memerintah sebagai Raja dalam hatinya karena sekarang Adam memiliki sifat dosa.

      Sifat dosa dan sikap mementingkan diri sendiri ini kemudian diturunkan kepada keturunannya hingga manusia sekarang ini. Alkitab mengatakan bahwa Adam mempunyai seorang anak laki-laki "dalam keserupaan dengannya (Adam)" (Kej. 5:3). Adam diciptakan menurut gambar, rupa Allah yang suci, tetapi anak-anak yang lahir dari Adam yang berdosa adalah anak-anak menurut gambar, rupa Adam yang berdosa. Pembunuhan yang dilakukan Kain terhadap adiknya menjadi bukti bahwa sifat dosa telah berkuasa atas keturunan Adam dan Hawa. Ketidaktaatan Adam telah membuat semua orang menjadi orang berdosa. Kitab Roma 5:19 berkata, "... seperti ketidaktaatan satu orang, banyak orang menjadi pendosa ...."

    7. Seluruh Umat Manusia Berada di Bawah Kuasa Dosa
    8. Oleh karena manusia sudah berdosa, mereka berada di bawah kuasa dosa. Injil Yohanes 8:34 berkata, "... setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa.- Di dalam kerajaan kegelapan, dosa memerintah sebagai raja dan semua manusia yang berada di dalamnya berada di bawah kuasa dosa. Dosa juga menguasai seluruh aspek kehidupan manusia, baik hati, pikiran, dan jiwanya. Tidak ada sesuatu pun yang benar dalam hidup manusia karena semuanya telah tercemar dan dikuasai oleh dosa. Karena itu, tidak ada yang baik dalam diri manusia dalam pemandangan Allah karena kita melakukannya di bawah kuasa dosa, yaitu untuk diri sendiri dan bukan untuk Allah.

      Alkitab berkata, "Tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang memahami. Tidak ada seorang pun yang mencari Allah. Mereka semua telah menyimpang, mereka bersama-sama telah menjadi keji. Tidak ada seorang pun yang berbuat baik. Seorang pun tidak! ... sebab semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah ...." (Rm. 3:10-12, 23)

    9. Hukuman Kematian kepada Seluruh Umat Manusia
    10. Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang, yaitu Adam, dan kematian terjadi sebagai akibat dari dosa itu. Alkitab berkata, "Karena itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia melalui satu orang dan maut melalui dosa, begitu juga maut menyebar kepada semua orang karena semua telah berdosa." (Rm. 5:12)

      Setelah kematian, maka akan datang hukuman. Setiap orang yang belum diselamatkan akan dihakimi karena dosa-dosanya. Alkitab berkata, "Seperti manusia, yang ditentukan untuk mati satu kali saja dan sesudah itu menghadap penghakiman ...." (Ibr. 9:27)

      Jadi, setiap orang yang berada "di dalam Adam" akan mengalami hukuman kematian kekal. Ada orang berpikir bahwa mereka akan mati dan semuanya akan berhenti dalam kematian. Kematian yang Allah tetapkan bagi manusia berdosa tidaklah berakhir dalam kekosongan karena roh manusia adalah kekal. Roh tidak akan hilang begitu saja. Hanya ada dua tempat untuk roh manusia dapat kembali, yaitu kembali kepada Allah atau menjadi milik Setan dan hidup dalam hukuman kekal selama-lamanya.

      Sekarang, kita mengetahui mengapa Alkitab berkata, "Kamu harus dilahirkan kembali ...." Sebab, setiap orang telah dilahirkan "di dalam Adam" adalah manusia yang berdosa dan berada di bawah hukuman Allah.

Betapa mengerikannya keadaan ini. Adakah harapan bagi manusia untuk keluar dari "di dalam Adam" karena "di dalam Adam"? Kita telah binasa dan tidak ada pengharapan. Puji Tuhan, ada Kabar Baik bagi kita. Allah memberikan Yesus Kristus untuk memungkinkan kita dilahirkan kembali dan keluar dari keluarga Adam agar kita memiliki keluarga baru. Mari kita lanjutkan dengan pelajaran berikutnya untuk mengetahui dengan lebih tuntas jalan keluar yang Allah tawarkan kepada mereka yang mau menerima Injil kebenaran.

Akhir Pelajaran (DIK2-P01)

Doa

"Tuhan, aku sekarang tahu bahwa aku terlahir dari keluarga 'di dalam Adam' yang mewarisi semua sifat keberdosaan Adam. Namun, puji Tuhan, Engkau mengundang aku untuk mendengar Kabar Baik sehingga aku memiliki pengharapan baru dalam Engkau. Mampukan aku untuk mendengar undangan-Mu dan pimpinan-Mu, ya Allah. Amin."

Taxonomy upgrade extras: