Berperang Dengan Firman: Petir Firman / Kesaksian - 22

Shalom

Selama melayani Pelepasan dan Pemulihan selama ini, saya banyak menjumpai keluarga-keluarga yang memiliki kepahitan terhadap orang tuanya, padahal orang tuanya adalah hamba-hamba Tuhan baik gembala jemaat maupun pelayan di gereja. Ini cukup aneh, karena seharusnya sebagai anak-anak hamba Tuhan mereka dididik dari kecil berdasarkan kebenaran Firman Tuhan sehingga dapat lebih mempraktekkan kasih dan pengampunan dibandingkan dengan keluarga-keluarga yang bukan hamba Tuhan.

Akan tetapi ketika konseling pribadi, mereka mengemukakan kenyataan hidup yang sangat memprihatinkan. Mereka melihat sendiri dalam kehidupan sehari-hari bahwa orang tua mereka “hanya pandai” berkotbah di gereja dan di hadapan jemaat, tetapi dalam kehidupan sehari-hari tidak berbeda dengan orang lain bahkan lebih parah.

Ada anak hamba Tuhan yang melihat orang tuanya tidak jujur dalam mengelola keuangan gereja, banyak anak-anak hamba Tuhan yang sakit hati terhadap caci maki orang tua yang dilontarkan kepada mereka, bahkan ada yang mengetahui bahwa orang tua mereka terlibat dalam perselingkuhan dengan jemaat. Benar-benar memprihatinkan, bahwa Firman Tuhan dipelajari dan dipahami dalam bentuk teori yang dipelajari di sekolah-sekolah, dan kemudian diajarkan di jemaat-jemaat. Banyak hamba Tuhan sangat ahli mengupas ayat-ayat Alkitab, tetapi dalam kehidupan sehari-hari mereka tetap mengandalkan akal pikiran dan kepandaian manusia, belum mau tunduk kepada setiap kebenaran Firman Tuhan.

Karena Firman Tuhan merupakan teori yang tinggi-tinggi maka jemaat Tuhan tidak paham bagaimana seharusnya menghadapi masalah hidup bersama dengan pertolongan Tuhan. Umat Tuhan belum diajak untuk “praktek” Firman Tuhan secara langsung dalam menghadapi satu-per satu masalah hidup yang dialami.

Tetapi puji Tuhan, sekarang ini banyak anak Tuhan yang diam-diam MAU mencoba sendiri untuk menghadapi satu persatu masalah hidup sehari-hari dengan percaya kepada kuasa Firman Tuhan, termasuk di dalamnya mempraktekkan kuasa Petir Firman. Praktek kuasa Firman Tuhan ini bukanlah dogma satu aliran atau teori Alkitab yang tersimpan di sekolah-sekolah, tetapi merupakan kuasa yang nyata bisa dialami oleh setiap anak Tuhan yang MAU mencobanya bersama dengan pertolongan Roh Kudus.

Di bawah ini kesaksian anak Tuhan yang merasakan “kehangatan Firman” dan pertolongan Tuhan dalam menghadapi banjir. Dua kesaksian ini adalah contoh masalah yang sangat nyata dihadapi oleh anak-anak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita MAU untuk mencoba beriman dan percaya kepada kuasa Firman Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan menjawab pergumulan hidup secara ajaib, sekalipun menurut orang lain hal itu sangat remeh dan tidak masuk hitungan.

Tuhan tidak langsung memberikan kita iman yang bisa “memindahkan gunung”, tetapi mendidik kita dari hal-hal yang sangat sederhana seperti kedua kesaksian tersebut. Adalah mustahil orang Kristen mengaku memiliki iman kepada Kristus, jika dalam kehidupan sehari-hari mereka lebih bergantung kepada akal pikiran dan kepandaiannya - daripada menyerahkan hidup secara nyata kepada kasih dan pertolongan Tuhan Yesus. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. (Yakobus 2:26)

Tetap semangat di dalam Firman Tuhan dan Langkah Iman.

Maranatha!
(Indriatmo)

* * * * *

Mariano N. 2013/01/16 11:17 wrote:

Shalom

Pa Indriatmo, saya mau sharing tentang kesaksian menggunakan senjata ampuh Petir Firman yang dibagikan pa Indriatmo. Petir Firman ini memang luar biasa Pa, beberapa kesaksian saya tentang penggunaan Petir Firman hampir sama dengan kesaksian-kesaksian yang lainnya, tapi ada satu pengalaman lain yang mau saya saksikan.

Hari Selasa, 15 Januari 2013 jadwal saya cukup padat. Sepulang mengajar di sekolah saya ada jadwal mengajar ekskul di satu sekolah di Cimahi pukul 14:00, kemudian ada jadwal mengajar les privat di daerah Lembang pukul 17:00. Sesudah dari Cimahi saya menuju Lembang dengan motor, dan sepanjang perjalanan turun hujan. Awalnya tidak deras tetapi semakin lama semakin deras dan meskipun sudah menggunakan jas hujan tetap saja jaket saya basah dan terutama celana yang saya pakai setengah ke bawah basah kuyup, sehingga ketika mengajar les privat saya sudah merasa kedinginan karena hujan tidak mau berhenti ditambah lagi cuaca di Lembang yang memang dingin.

Setelah les privat saya mau pulang ke rumah saya di Bandung (berjarak sekitar 15 km dari Lambang), cuaca tetap hujan, dan bahkan bertambah deras saja. Dengan tubuh menggigil saya mencoba makan dulu baso yang hangat yang ada di rumah makan kecil di pinggir jalan. Tetapi pengaruh hangatnya baso itu hanya sementara. Jaket dan celana sudah basah, bahkan sampai ke baju di dalam jaket sudah ada air yang mengalir. Sambil keluar dari tempat baso saya mulai berpikir negatif, bisa-bisa saya jatuh sakit. Mau menunggu hujan reda sudah kagok karena pakaian yang sudah basah, bahkan di atas motor tubuh saya menggigil kuat karena dingin dan basah.

Kemudian saya teringat akan Petir Firman, mengapa tidak dicoba untuk menghangatkan badan? Jadi sambil di motor saya mulai mengatakan ayat-ayat Firman Tuhan dengan bersuara. Saya memang sudah menghafal beberapa ayat di Alkitab dan juga sudah menghafal pasal-pasal tertentu di Alkitab (seperti Mazmur 23, Mazmur 1, Yohanes 1:1-5, dll.) untuk tujuan penggunaan Petir Firman dalam keadaan mendesak (dan juga untuk tujuan supaya dapat merenungkan Firman kapan saja, karena sudah disimpan di pikiran) dan ternyata memang berguna pada kondisi seperti itu.

Sambil mengatakan Firman saya mulai merasakan sesuatu, bagian tangan saya sudah tidak menggigil lagi karena ada sesuatu yang hangat terasa di bagian dalam tangan. Beberapa waktu kemudian kaki saya hilang gemetarnya dan badan saya juga sudah tidak menggigil lagi. Luar biasa! Meskipun suhu dan hujan tidak berubah di luar, tetapi tubuh saya sudah tidak menjadi kedinginan lagi.

Sepanjang jalan sampai rumah (sekitar 30 menitan) saya terus mengucapkan Firman yang sudah saya hafalkan. Roh makin berkobar, semangat makin tinggi, tubuh juga tidak lagi menggigil kedinginan dan tidak ada sakit yang terjadi karena kebasahan dan keanginan.

Itu salah satu pengalaman saya dengan Petir Firman Pa, memang luar biasa senjata rohani ini. Mudah digunakan tetapi efeknya benar-benar nyata. Tuhan kita memang ajaib dan luar biasa ya ...

Tuhan memberkati.

* * * * * *

An. Julio 2013/01/15 22:30 wrote:

Shalom pak Atmo, saya mau bagikan pengalaman Petir Firman saat menghadapi banjir di Jakarta.

Ketika pulang malam, hujan turun dengan deras dan jalan macet di mana-mana. Saya naik motor matic bisa selap-selip di antara mobil-mobil yang terjebak kemacetan. Sampai akhirnya tiba di sebuah ruas jalan, banyak motor-motor berhenti.

Saya pikir ada kecelakaan, tapi rupanya bagian jalan itu banjir cukup dalam. Bis-bis besar dan truk berani lewat, tapi mobil kecil dan motor berhenti. Ada juga motor-motor yang nekat untuk menerobos banjir, beberapa bisa lewat tapi banyak yang mogok di tengah jalan. Motor cowok yang ada kopling bisa lewat dengan mengatur setengah kopling, tapi motor bebek dan matic banyak yang mogok.

Karena saya sudah capek untuk menunggu banjir surut dan tidak bisa putar balik karena semua jalan tikus sudah macet, akhirnya memberanikan diri untuk menerobos banjir. Ketika itu saya ingat kesaksian Petir Firman, jadi langsung mengucapkan Firman Tuhan dari Mazmur 23 ketika masuk ke banjir.

Motor tidak bisa ngebut karena di tengah jalan ada mobil dan motor-motor yang mogok, jadi harus pelan-pelan. Sementara jika rem ditarik, air bisa masuk lewat knalpot yang sudah terendam air. Ketinggian air makin dalam sudah melewati mata kaki di atas motor. Motor hampir mogok, suaranya sudah blep-blep-blep, saya semakin keras mengucapkan Petir Firman. Mesin motor bisa jalan lagi. Puji Tuhan! Setelah beberapa meter, mau mogok lagi blep-blep-blep, saya mengucapkan Petir Firman dengan keras lagi. Sambil hati dag-dig-dug saya terus mengucapkan Petir Firman dan akhirnya motor bisa melewati banjir yang dalam tanpa mogok. Puji Tuhan lagi!

Melalui peristiwa itu, saya makin yakin Firman Tuhan punya kuasa yang benar-benar nyata. Haleluya!

* * * * *

BERPERANG DENGAN FIRMAN: PETIR FIRMAN
(www.pesta.org/node/1524)

Ada satu senjata perang Allah yang canggih dan dahsyat yang dibagikan Tuhan Yesus di akhir jaman ini yaitu: BERPERANG DENGAN FIRMAN! Tuhan Yesus memberikan pelajaran ini pada saat PD Yoel hari Sabtu dan Minggu melakukan pelayanan di sebuah kota di Jawa Tengah.

Ketika kita sedang melayani pelepasan dan pemulihan keluarga di RS, ada telpon dari keponakan yang menangis karena dimarahi mamanya. Kebetulan Yezki (anak saya 10 tahun) ada di rumah keluarga di depan rumah keponakan tersebut. Kita minta Yezki dengan saudara-saudaranya (usia SD) yang ada di sana untuk pergi menemui, menghibur dan mendoakan keponakan yang sedang sedih. Sesampai di sana, ketika mau masuk kamar dan berdoa mereka dimarahi mamanya - dan keponakan kembali nangis lagi ...

Kita kemudian minta mereka duduk di teras, berdoa dan setelah itu membaca Alkitab dengan diucapkan. Yezki dan saudara yang lain anak-anak SD duduk di teras, berdoa dan membaca Alkitab. Sebentar kemudian si mama yang tadinya marah-marah ini keluar kamar dan moodnya sudah baik lagi.

Ketika mereka sedang berdoa dan membaca Alkitab dengan diucapkan, kita minta Tuhan Yesus memperlihatkan apa yang terjadi di dalam Roh. Pada saat anak-anak SD itu mengucapkan pembacaan Alkitab, ada selubung berwarna putih perak menyelubungi mereka. Itu adalah selubung kuasa Allah dari surga yang melindungi anak-anak yang membaca Firman Allah.

Kemudian dari selubung itu keluar petir-petir berwarna putih perak yang menyambar ke tubuh si mama yang ada di kamar. Petir itu seperti aliran setrum listrik tegangan tinggi yang menghisap habis semua kekuatan roh setan amarah yang menguasai tubuh. Petir itu terus menyambar selama ayat-ayat Alkitab dibaca dengan bersuara! Ketika kekuatan amarah habis terkena petir Firman Tuhan, maka si mama kesadarannya pulih lagi dan bersikap baik seperti semula.

Melalui kejadian tersebut, Tuhan Yesus memberikan satu pelajaran mengenai senjata kerajaan Allah yang baru, yaitu: Beperang dengan Firman. Caranya :

1. Mendoakan target.
Ucapkan doa untuk target : "Aku mengikat tubuh jiwa roh dan kehendak bebas ... (sebutkan namanya) dengan kuasa Darah Kristus. Tuhan Yesus memberkati ... (sebutkan namanya) dengan damai sejahtera dan sukacita dari surga di dalam nama Tuhan Yesus."

2. Membaca ayat-ayat Alkitab dengan bersuara.
Ayat yang dibaca adalah pasal-pasal bacaan ayat Alkitab setahun. Dalam membaca ayat Alkitab ini harus DIUCAPKAN, supaya roh setan mendengar. Setan tidak tahu apa yang ada di dalam hati manusia, termasuk apa yang dibaca dalam hati. Tetapi pada saat diucapkan, maka roh setan mendengar dan kuasa Firman Allah akan menyerang dan melumpuhkannya.

Hal itu yang dicontoh oleh para dukun atau agama-agama dunia yang membaca mantera dengan diucapkan, atau kitab-kitabnya dibaca dengan bersuara dan dilagukan. Tidak ada dukun yang membaca mantera dalam hati atau agama-agama dunia membaca kitabnya dalam hati. Tujuannya adalah supaya roh setan yang menjadi tuannya mendengar dan melakukan seperti apa yang diminta. Roh setan tidak bisa mengetahui isi hati manusia. Yang bisa menyelidiki dan mengetahui isi hati hanyalah Roh Kudus, Tuhan Yesus dan Allah Bapa.

Silahkan mencoba sendiri kedahsyatan PETIR Firman Tuhan. Gunakan Petir Firman ini untuk membebaskan suami, istri, anak, keluarga dan orang-orang yang dikasihi. Caranya sangat simpel :
1. Doakan target.
2. Baca Firman Tuhan secara bersuara dengan memikirkan target.
Silahkan mengujinya sendiri, dan minta Roh Kudus memperlihatkan apa yang terjadi pada saat kita menyerang ikatan roh setan dengan membaca Firman Tuhan. Yang terlihat di dalam Roh sangat indah dan luar biasa.

Petir Firman ini bukan hanya melumpuhkan ikatan roh setan, tetapi sebaliknya bagi anak Tuhan Petir Firman ini memberikan perlindungan, kuasa dan damai sejahtera. Petir ini biasa dirasakan setiap anak Tuhan sebagai manifestasi hadirat Tuhan dan urapan yang turun. Rasanya seperti kesetrum, merinding yang membuat roh kita menyala-nyala.

Ada satu pengalaman lain. Tim PD Yoel pergi ke Jawa Tengah dengan naik bis. Di belakang sebelah kanan, tempat duduk seberang, ada seorang ibu duduk bersama anak perempuannya yang masih TK. Ketika bisa mulai berjalan, si ibu berbicara kepada anaknya mengenai bagaimana berdoa dan menjelaskan aturan-aturan agama -- tapi dengan suara yang sangat keras terdengar di seluruh bis. Lebay dan sangat over acting. Karena sedang bulan puasa, orang yang lain merasa nyaman saja. Tapi saya merasa terganggu dengan doa-doanya yang diucapkan keras-keras ...

Kemudian saya berdoa, mengikat tubuh jiwa roh dan kehendak bebasnya dengan kuasa darah Kristus, serta memberkati damai sejahtera dan sukacita. Setelah itu saya mengambil BB-nya Yere dan mulai membaca Alkitab dengan diucapkan. Setelah beberapa pasal Alkitab dibaca, dia batuk-batuk dan kemudian diam seperti orang lemas. Saya meneruskan membaca Alkitab sampai ke Indramayu, tempat pemberhentian bis untuk penumpang turun makan malam gratis yang disediakan bis.

Pada saat dia batuk-batuk saya minta Tuhan Yesus memperlihatkan apa yang terjadi, ternyata ada petir putih perak yang menyambar dan membuat roh setan yang mengendalikan dirinya kesakitan dan menderita. Setelah itu roh setannya loyo, yang membuat fisik ybs. juga lemas tidak bertenaga. Bahkan ketika sampai di Indramayu dia tetap duduk lemas di dalam bis, tidak turun untuk makan malam.

Petir Firman Tuhan itu kuasanya benar-benar dahsyat. Kita cukup duduk membaca Firman Tuhan, dan Firman itu berperang bagi kita. Itu sebenarnya rahasia Roh yang disampaikan Daud dalam Mazmur 119.

--(Mazmur 119:23) Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
--(Mazmur 119:51) Orang-orang yang kurang ajar sangat mencemoohkan aku, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu.
--(Mazmur 119:61) Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan.
--(Mazmur 119:69) Orang yang kurang ajar menodai aku dengan dusta, tetapi aku, dengan segenap hati aku akan memegang titah-titah-Mu.
--(Mazmur 119:95) Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.
--(Mazmur 119:110) Orang-orang fasik telah memasang jerat terhadap aku, tetapi aku tidak sesat dari titah-titah-Mu.
--(Mazmur 119:157) Pengejar dan lawanku banyak, tetapi aku tidak menyimpang dari peringatan-peringatan-Mu
--(Mazmur 119:161) Pembesar-pembesar mengejar aku tanpa alasan, tetapi hanya terhadap firman-Mu hatiku gemetar

Dalam pasal-pasal di atas pernyataan Daud tampak tidak masuk akal. Apapun yang dihadapi Daud tidak melakukan "counter attack", tetapi memilih membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Daud dalam Mazmur 119 memahami, bahwa pelindungan dan peperangan Roh yang paling hebat adalah Firman Tuhan itu sendiri. Dengan duduk diam membaca Firman Tuhan, maka petir-petir Firman akan menyelubungi dan melindungi, dan akan menyerang melumpuhkan setiap bahaya yang datang.

Ketika pulang pelayanan kita menggunakan pesawat terbang ke Jakarta dan saya mempergunakan waktu dari take off sampai landing untuk membaca Alkitab. Selama perjalanan ada selubung sinar putih perak yang melindungi kita di pesawat dan petir menyambar-nyambar ke target-taget yang ada di dalam pikiran untuk didoakan. Penglihatan di dalam Roh mengenai kuasa Firman Allah yang diperkatakan ini benar-benar keren dan luar biasa.

--(Yosua 1:8) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Tetap semangat untuk melakukan Langkah Iman dan berperang dengan Firman.

Maranatha
(Indriatmo)

* * * * *