Sharing Berkat Kelas DAD 4

  1. Budijanto Salim

    Saya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah mempertemukan saya dengan pembelajaran Alkitab dari SABDA, dan buat SABDA dan timnya yang sudah sangat serius dalam memberikan pembelajaran kepada saya. Dalam pembelajaran DAD ini, saya mendapatkan banyak tambahan pengetahuan tentang keberadaan Allah, nama-nama lain Allah, pribadi Allah, dan bagaimana pemerintahan Allah. Di mana sebelum mengikuti pembelajaran ini, saya hanya mengetahui Allah berdasarkan pengetahuan yang terbatas, yang bisa jadi saya kurang lengkap dalam mengenal Allah secara benar berdasarkan Alkitab.

  2. Engelberth

    Saya sangat bersyukur dan memuji Tuhan karena bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas DAD ini.

    Ada tiga pemahaman baru yang saya terima sebagai berkat rohani lewat kelas DAD ini:

    1. Pengalaman doa-doa kita dapat disegarkan dan dikuatkan dengan mengetahui nama-nama Allah.
    2. Kehadiran Yesus Kristus di dunia menyatakan kehadiran pemerintahan Kerajaan Allah bagi saya pribadi dan keluarga.
    3. Sebagai warga Kerajaan Allah, tujuan hidup saya sekarang adalah untuk menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah.

    Terima kasih kepada pendamping dan semua Bapak/Ibu peserta.

  3. Feronica

    Seperti pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang", jadi dengan mengenal nama-nama Allah, kami lebih mengenal dan lebih sayang lagi. Dengan membaca, merenungkan, dan mendeklarasikannya, saya percaya iman semakin bertumbuh dan sikap serta karakter saya semakin menyerupai-Nya. Sehingga setiap orang yang berinteraksi dengan saya, dapat juga menjadi percaya kepada-Nya, dan bahkan juga memiliki kerinduan yang dalam tentang Allah serta meneladani-Nya. Untuk kelas DAD ini, saya ucapkan banyak terima kasih kepada tim MLC SABDA yang telah membuka kelas dengan modul DAD. Terima kasih untuk Kak Millytia yang telah mengampu kelas 4, serta Kak Melisa yang telah bertugas sebagai admin kelas, juga rekan-rekan kelas DAD 4 sehingga suasana kelas menjadi hidup. Akhirnya, terima kasih untuk semuanya. Kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  4. Gisella

    Puji Tuhan, melalui kelas "Doktrin Allah Dasar" (DAD) saya sungguh diberkati dan diteguhkan. Dari "Pengantar Doktrin Allah", "Keberadaan Allah", "Penyataan Allah", "Nama-Nama Allah", hingga "Pemerintahan Allah", saya belajar bahwa mengenal Allah tidak cukup hanya dengan "kata orang" atau "rasa di hati", tetapi harus berakar pada firman. Kelas ini juga menampar saya dengan lembut bahwa doktrin bukan sekadar bahan diskusi rohani, tetapi kebenaran yang seharusnya membentuk cara berpikir, berdoa, dan mengambil keputusan setiap hari. Semakin saya mengenal Dia, semakin kagum saya akan Dia dan semakin sadar bahwa Allah jauh lebih besar dari pemahaman saya.

    Secara pribadi, kelas ini menolong saya untuk belajar sungguh-sungguh menyerahkan kendali hidup kepada Allah, bukan hanya saat doa lancar, tetapi juga ketika hidup terasa "loading lama". Saya sangat bersyukur untuk diskusi dua arah yang hidup dan membangun, serta berterima kasih kepada tim SABDA yang Tuhan pakai dengan luar biasa sebagai wadah pendalaman pengenalan kami akan firman Tuhan. Kiranya melalui kelas DAD ini, iman kita bukan hanya bertambah pengetahuan, tetapi juga semakin teguh, taat, dan memuliakan Tuhan. Tuhan memberkati kita semua.

  5. Kezia

    Mengikuti kelas DAD, memberi saya pengalaman baru untuk mengenal Allah dengan lebih mendalam dan utuh. Salah satu pelajaran yang paling berkesan adalah memahami bahwa Allah sungguh memerintah atas segala sesuatu sehingga saya belajar untuk tidak hanya percaya secara teori, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah belajar lebih berserah dan taat dalam setiap tanggung jawab yang Tuhan percayakan. Proses diskusi di kelas cukup membangun karena membuka banyak perspektif, meskipun ke depannya, diskusi bisa dibuat lebih terarah serta moderator lebih aktif.

  6. Lina Dewi

    Salam damai sejahtera. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah menuntun saya menemukan channel SABDA ini. Ini adalah yang pertama saya belajar firman Tuhan, sudah lama saya merindukan untuk dapat belajar Alkitab lebih dalam karena usia saya yang sudah lanjut (70 tahun lebih) sehingga sukar bagi saya untuk mencari sarana pembelajaran Alkitab yang praktis dan mudah mengikutinya. Sungguh saya sangat diberkati oleh pembelajaran DAD ini. Saya jadi lebih mengerti akan sifat sifat Allah yang agung, luar biasa, dan karya-Nya yang mengasihi kita yang tidak dapat dibandingkan dengan apa pun menyelamatkan kita melalui Putra-Nya, Yesus Kristus.

    Membaca modul DAD yang sangat lengkap menjadikan saya lebih paham dan tanpa saya sadari apa itu Kristen ateisme praktis. Sungguh Allah berkenan menyatakan diri-Nya melalui penyataan dan keberadaan-Nya. Saya semakin percaya bahwa Allah adalah Allah yang hidup yang dekat dengan kita, bahkan di hati kita. Terima kasih kepada tim SABDA yang sudah menyelenggarakan acara ini. Saya berharap dapat mengikuti lanjutannya. Tuhan memberkati semua pelayanan Bpk/Ibu/Sdr/Sdri semua. Segala puji hormat hanya bagi Tuhan, kekal selamanya. Amin.

  7. Loa Willyanto

    Walaupun banyak kesibukan lainnya, saya mengucap syukur atas pertolongan Tuhan dapat menyelesaikan diskusi "Doktrin Allah Dasar". Semua diskusi dalam kelas kelompok kecil DAD 4 memberkati saya dalam pengetahuan. Kiranya dapat menguatkan saya dalam pengenalan Tuhan. Saya dicerahkan dengan penyataan Allah ada pencerahan bagi saya, yaitu perbedaan antara ketetapan Allah dan kehendak Allah, serta akan banyak lagi saya mencari istilah-istilah yang berhubungan dengan kedahsyatan Allah bertindak.

    Pada kesempatan ini, banyak terima kasih kepada Bu Yulia sebagai founder SABDA yang terus berkarya, kepada moderator, Kak Milly, dengan baik memberikan pertanyaan yang memancing diskusi lebih baik, Kak Melisa sebagai admin yang mengingatkan saya dan seluruh tim SABDA yang telah menyiapkan sehingga luar biasa bahan modul memberkati dan memperlengkapi kami. Kiranya persekutuan kita akan semakin melekat kepada Kristus dan Injil diberikan kepada banyak orang.

  8. Marlon Wattimena

    Puji Tuhan Yesus. Saya bisa mengikuti DAD walaupun kurang maksimal. Namun, yang bisa saya pahami adalah Allah memiliki nama yang sakral yang tidak seharusnya dipahami dengan logika manusia, tetapi dengan tuntutan Allah lewat Roh Kudus. Sekian yang bisa dipahami. Terima kasih SABDA.

  9. Martina Zebua

    Belajar DAD sangat penting bagi saya karena melalui pembelajaran ini menolong saya semakin mengenal siapa Allah berdasarkan penyataan Allah sendiri. Sebab pengenalan Allah yang benar akan membentuk cara berpikir yang benar tentang hidup dan penderitaan, menolong saya bagaimana beribadah yang benar, membentuk karakter saya seperti yang Tuhan mau dan memberi dasar iman yang kuat dan kokoh. Diskusi bersama dengan teman-teman dalam grup sangat menolong karena saling melengkapi melalui ulasan-ulasan diskusi. Terima kasih buat tim SABDA, Kak Milly, dan Kak Melisa, yang terus mendorong kami untuk semangat belajar melalui kegiatan MLC ini. Tuhan Yesus memberkati.

  10. Nanang Sutopo Y.

    SABDA yang memfasilitasi kegiatan menginisiasi dan memperkokoh struktur instalasi iman orang, membentuk fondasi pengetahuan tentang pengenalan Allah.

    Seperti dikatakan dalam firman Allah demikian:

    • 2 Timotius 3:16-17, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menegur, untuk memperbaiki, untuk mendidik dalam kebenaran, supaya orang yang manunggal dengan Allah itu diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."
    • Yohanes 1:1-14, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ... Dan Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."

    SABDA memfasilitasi kegiatan menginisiasi dan memperkokoh iman dengan cara:

    1. Mengajar dan mendidik kita dalam kebenaran.
    2. Menegur dan memperbaiki kita ketika kita salah.
    3. Memberikan kekuatan dan penghiburan kepada kita.
    4. Memperkenalkan kita kepada Kristus dan kasih-Nya.

    Dengan demikian, rangkaian pelajaran 1-5 membawa kami ke pengalaman awal rangkaian pembelajaran tertata sehingga kita merasakan proses demi proses, selaras mudah dipahami serta diikuti peserta. Terlebih, saya pertama kali mengikuti program ini merasakan pendampingan secara kontekstual, sinergi antarpendamping dan para peserta aktif menyampaikan saran pendapat pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan didasari oleh bukan sekadar teori, tetapi pengalaman pribadi dari setiap peserta. Penemuan baru tentang kesadaran yang selama ini tertidur, dibangunkan dengan adanya vibrasi getaran frekuensi dari setiap peserta mampu membuka panca indra kita sehingga Roh Allah sendiri membimbing kita. Kemampuan yang Allah berikan selama terasah dengan komunikasi yang majemuk universal dari berbagai sudut pandang masing-masing peserta. Kita berani mengungkapkan pendapat secara terbuka untuk diperlengkapi dengan pendapat dari peserta lain. Pengalaman ini menjadikan saya pribadi yakin bahwa setiap keinginan hendaknya sebagai keputusan yang diikuti tindakan membentuk karakter kuat.

    Mengutip dari:

    • Motto "strongmen"=
      • Kekuatan seorang pria terletak pada karakternya yang tetap tegar di tengah masa sukar.
      • Seperti Kristus dengan firman-Nya, demikian pria dengan perkataannya.
      • Keputusan tanpa tindakan adalah hal yang sia-sia.
    • Pilar "strongmen"=
      • Rela berkorban.
      • Memiliki hati hamba.
      • Jujur dan tulus.
      • Pantang menyerah.

    Praktik dari program SABDA ini mendukung untuk menjadikan kita semakin dibentuk dan diperbarui serta mengevaluasi secara iman percaya dan jiwa yang baru. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin. Bagi orang Kristen awam memahami pokok-pokok fundamental tentang Allah, meliputi eksistensi, pengenalan, nama-nama-Nya, Allah Tritunggal (Bapa, Anak, Roh Kudus), ketetapan, dan pemeliharaan-Nya, sebagai fondasi iman yang sistematis.

  11. Samuel Haratua Siswono

    Saya bersyukur bisa ikut menyelesaikan kelas DAD ini. Sudah beberapa kali ada MLC saya tidak ikut, eh ternyata ada banyak perubahan. Terima kasih buat reminder di tengah kesibukan yang mengingatkan untuk tetap diskusi bareng. Saya sangat tertegur dengan pelajaran ateisme praktis. Sebuah pengingat bahwa dalam kehidupan di dunia ini, kita harus secara terus menerus berelasi dan belajar untuk mengenal dan memuliakan Tuhan. Dan, dalam diskusi mendapatkan saran-saran yang baik terkait ateisme praktis ini. Kelas sederhana ini akan saya coba bagikan melalui diskusi kecil dengan teman-teman saya. Kiranya berkat yang melimpah dari Allah Bapa menolong kami.

  12. Simon Nany

    Shalom. Bersyukur di awal tahun ini dapat mengikuti pembelajaran tentang "Doktrin Allah Dasar". Pokok pengajaran yang sangat penting dan mendasari pemahaman saya tentang siapa dan bagaimana Allah itu, dapat mengenal karakter dan sifat Allah melalui nama-nama Allah. Menjadikan saya lebih memahami bagaimana mengimani dan memercayakan kehidupan saya kepada Allah.

    Terima kasih kepada tim SABDA yang luar biasa mengorganisir kegiatan ini. Juga kepada Bapak/Ibu rekan sekelas. Untuk diskusi di kelas, terima kasih banyak untuk pertanyaan-pertanyaan lanjutan dan responsnya. Saya sangat diberkati, dicerahkan, dan diperlengkapi dengan pertanyaan dan jawaban/ulasan Bapak/Ibu. Saya mohon maaf, jika tidak terlalu aktif dalam diskusi kelas. Untuk evaluasi kegiatan, semuanya sudah berjalan baik. Aplikasi praktisnya: saya akan lebih sering menggunakan dan mengenalkan nama-nama Allah dalam persekutuan dan kehidupan sehari-hari. Tuhan berkati kita selalu. Amin.

  13. Supriyono

    Puji Tuhan! Saya sungguh bersyukur atas kebaikan dan tuntunan Tuhan Yesus Kristus. Hanya oleh anugerah-Nya saya bisa menyelesaikan kursus online yang diadakan oleh MLC. Walaupun ada banyak kekurangan dan keterbatasan, serta tantangan dalam membagi waktu untuk menjawab dan berdiskusi bersama, Tuhan menolong saya hingga semuanya dapat terlewati dengan baik.

    Berkat khusus yang kami dapatkan:

    • Alkitab tidak pernah mengajarkan kedaulatan Allah sebagai pembatalan tanggung jawab manusia, melainkan sebagai jaminan makna dari usaha manusia. Usaha kita bukan saingan bagi kedaulatan Allah, tetapi alat yang Allah pakai untuk melaksanakan kehendak-Nya.
    • Usaha terbaik adalah bentuk ketaatan, bukan ketidakpercayaan. "Karena Tuhan berdaulat, maka apa pun yang aku kerjakan harus kulakukan dengan setia." Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan (Kol. 3:23). "Siapakah di antara kamu yang mau membangun menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya?" (Luk 14:28). Perencanaan dan usaha serius tidak pernah dipertentangkan dengan iman.
    • Percaya pada kedaulatan Allah bukan alasan untuk mengurangi usaha, tetapi alasan terdalam untuk memberikan yang terbaik, dengan kerendahan hati dan kesetian. Kita bekerja seolah-olah semuanya bergantung pada ketaatan kita dan berdoa seolah-olah semuanya bergantung pada kasih karunia Allah. Inilah iman yang dewasa.

    Berkaitan dengan evaluasi terhadap jalannya diskusi kelas: bersyukur ada banyak teman-teman mengapresiasi dari sudut pandang dan antusias dari setiap pribadi. Namun, saya juga belajar bahwa dalam komunitas pembelajaran saya masih kurang, saya pribadi belajar untuk lebih bijaksana dalam menanggapi dan merespons, serta menjaga sikap rendah hati, baik saat menerima masukan, maupun saat memberi pendapat dari teman-teman di kelas.

    Terima kasih kepada tim SABDA, moderator, Kak Millytia, dan admin, Kak Melisa, yang telah setia mendampingi dan mengingatkan saya selama proses diskusi berlangsung. Sekalipun sempat hampir menyerah, kasih dan pertolongan Tuhan membuat saya bisa menyelesaikannya dengan baik. Puji Tuhan! Akhirnya, Soli Deo gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan kita, Yesus Kristus.

  14. Tan Tjin Hin

    Syukur dalam kasih karunia-Nya, di awal tahun 2026, masih diberi kesempatan untuk belajar "Doktrin Allah Dasar" bersama SABDA MLC, banyak hal-hal baru yang kembali ditambahkan oleh Allah sendiri karena Allah Bapa senang kalau orang Kristen mau terus belajar mengenal-nya dalam diri Yesus Kristus, Firman yang jadi manusia.

    Dalam mempelajari "Doktrin Allah Dasar", saya melihat dan memahami "kedaulatan Allah", sebab dalam hidup orang Kristen setiap peristiwa apa pun itu tidak lepas dari kendali dan perhatian Allah, termasuk luka, kegagalan, kesenangan, kebahagiaan, serta ketakutan. Untuk itu, orang percaya tidak boleh pasif, tetapi membuat semangat untuk terus berusaha dalam ketaatan mutlak karena Allah memakai kerja dan pilihan orang percaya untuk rencana-Nya menjadi nyata.

    Diskusi hari terakhir dalam Doa Bapa Kami, khususnya "datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu", mengajar kita sebagai orang percaya untuk jujur mengakui rasa sakit dan takut, yang pada saat bersamaan percaya kehendak Allah jauh lebih baik dan semua keinginan orang percaya. Sekarang ini, saya sedang dalam pergumulan yang secara manusiawi hampir mau menyerah, tetapi Tuhan Allah selalu ingatkan saya tetap kuat dalam perjuangan iman, menjerit dalam keheningan, "Tuhan Allah, saya tidak mengerti semua ini, tetapi tolong bentuk hati saya supaya tetap bisa bertahan dan kuat dan ada mahkota kemenangan."

    Adanya ruang kejujuran, bukan kepura-puraan rohani karena orang percaya berani datang apa adanya dalam air mata, kekecewaan, bahkan pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Saya juga mengucapkan terima kasih buat teman-teman semua dalam kelas "Doktrin Allah Dasar", khususnya DAD 4 yang menjadikan ruang diskusi lebih berwarna. Kiranya kebersamaan kita bisa berlanjut di kelas-kelas berikutnya, juga untuk semua rekan-rekan di SABDA MLC yang sudah berjerih payah dalam tugas pelayanan ini. Kiranya berkat Allah Bapa dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan persekutuan yang manis dengan Roh Kudus yang melingkupi kita semua. Amin.

  15. Tini Setiawan

    Saya bersyukur bisa mengikuti kelas DAD yang sangat memberkati saya. Pengalaman pertama saya membaca modul DAD yang membuka wawasan dan pemahaman saya tentang nama-nama Allah yang begitu banyak, yang sebelumnya sempat membuat saya bingung kenapa Allah punya nama begitu banyak. Ternyata, sekarang, saya sangat paham tujuan nama-nama Allah adalah untuk menjelaskan siapa Allah, yang tidak cukup bila dijelaskan hanya lewat satu nama untuk Allah yang Maha Besar dan Maha Agung. Wah, keren sekali. Dengan memahami setiap arti nama Allah yang tertulis di Alkitab, semakin kaya pula pemahaman kita tentang Allah, serta pengenalan saya akan Allah.

    Selama mengikuti 5 hari kelas diskusi via WAG yang juga dipandu oleh moderator dibantu admin, saya semakin antusias membaca komentar teman-teman dalam kelompok dan melengkapi pemahaman saya, serta diberkati dengan pengalaman teman-teman dalam proses pengenalan akan Allah. Terima kasih untuk tim MLC SABDA. Tuhan Yesus memberkati.

  16. Tumbur M. Silalahi

    Puji Tuhan. Memasuki awal tahun 2026, saya bisa bergabung dalam kelas DAD, serasa dapat pembekalan memasuki 2026. Mendapat refresh melalui diskusi dan membaca sharing dari teman-teman. Walau tahun lalu pernah kelas yang hampir sama, tetapi kelas kali ini lebih menambah wawasan baru terhadap DAD. Terima kasih kepada Tim SABDA yang sudah memonitor dan mengingatkan jika saya kurang aktif. Maklum walau sudah masuk usia senior, masih tetap ada kesibukan yang kebetulan bersamaan dengan kelas DAD. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

  17. Yanita

    It's exciting to learn about GOD. Bukan hanya tahu, tetapi mengerti lebih dalam. Selalu ada hal-hal yang membakar iman ketika mengerti lebih dalam. Terima kasih tim SABDA untuk waktu yang sangat bermanfaat bagi kerohanian ini. Walau sebentar, tetapi bisa membangkitkan dan meneguhkan.

  18. Zephania Maestronella

    Shalom. Berkat yang saya peroleh melalui kelas "Doktrin Allah Dasar", yaitu bertambahnya insight terkait pengenalan nama Allah, pribadi Allah, dan otoritas Allah. Terima kasih untuk tim SABDA MLC dan Bapak/Ibu di kelas DAD 4. Kiranya kita semua semakin bertumbuh dalam Tuhan. Tuhan memberkati.

  19. Terrance Noel

    Shalom rekan semua, MLC, dan admin grup DAD. Saya bersyukur atas pengalaman memberkati mengikuti kelas DAD. Kelas ini membantu saya memahami diri sendiri, pola berfikir, dan cara Tuhan bekerja melalui proses pertumbuhan yang tidak instan. Yang paling berkesan ialah mendengar sharing teman-teman, yang mengingatkan bahwa setiap orang punya pergumulan tersendiri, tetapi Tuhan tetap setia menyertai kita. Berkat ini mendorong saya lebih reflektif dan terbuka terhadap masukan, dalam kehidupan pribadi maupun pelayanan. Secara praktis, saya akan berupaya konsisten menilai diri dan terapkan nilai-nilai DAD. Diskusi kelas berjalan membina, walaupun boleh dipertingkatkan dengan keberanian berbagi yang lebih aktif. Syukur atas kelas ini dan semoga kita semua terus bertumbuh. Amin.

  20. Cory Pakondo

    Sangat bersyukur dengan kelas DAD. Pemahaman tentang Allah, sifat-sifat, dan pemerintahan-Nya semakin dipertajam. Proses diskusi yang hidup semakin menggali lebih dalam tentang Allah. Terima kasih pada Melisa yang sangat setia mendampingi kelompok kami. Terima kasih pada tim SABDA. Tuhan dimuliakan.