Sharing Berkat Kelas BKM_KB 4

1. Anil Dawan

Puji Tuhan bisa mengikuti kelas ini dengan baik. Secara konten materi mendiskusikan bagian Matius 5-7 dalam memahami Kerajaan yang Sungsang membawa pada dua kesadaran: 
- Pertama, Allah memang menetapkan standar tertinggi dan sempurna bagi UmatNya untuk hidup menurut nilai-nilai kerajaanNya. Standart ini sempurna sebagaiman halnya DIA adalah Allah yang sempurna dan menghendaki kita sebagai anakNya untuk sempurna.
- Kedua, disisi lain konteks lokus hidup umat Allah adalah di dunia. Kita hidup berinteraksi dengan dunia dan nilai-nilai dunia, entah disadari atau tidak dalam pelayanan, pekerjaan dan area kehidupan nilai-nilai dunia itu menjadi kancah tantangan nyata bagi kita.

Maka sintesa spiritulitas Kristen dipanggil terus berada dalam kebenaran Allah dan mentransformasi nilai-nilai dunia ini. Saat ditanya apa kesuilitannya. Saya tidak berfokus pada kesulitan yang kita hadapi, melainkan fokus pada dinamika itu dan secara jujur meminta hikmat dan pimpinanNya untuk trs hidup dalam nilai-nilai kerajaanNya dengan tekun, setia, rendah hati dan percaya bahwa DIA tdk melepaskan kita sedetikpun dalam pimpinan dan pemeliharaanNya.

Sekali lagi bagi saya Kerajaan Allah selalu akan berbanding terbalik dengan Kerajaan dunia, namun disinilah letak pembeda menjadi mercusuar kasih sekaligus lentera kesaksian yang dicari manusia2 yang hidup dalam gelapnya dunia masa kini.

Terima kasih SABDA untuk menyajikan pembelajaran ini, sesuatu yang terbalik akan menjadi reminder pembelajaran nilai kekal. Demikian juga rekan-rekan diskusi terima kasih menjadi teman perjalanan memperkaya pendalaman iman, kasih dan pengharapan kini dan kedepan. Tuhan Yesus memberkati. Salam sehat selalu.

2. Badia Raja Simbolon

Shalom. Segala puji syukur kepada Tuhan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus atas Kasih Karunia, Anugerah, Berkat dan Rahmat yang telah diberikan melalui kelas ini. Pengalaman baru yang sungguh benar-benar bermanfaat saya dapatkan dari kelas ini, saya bisa berdiskusi dengan orang-orang baru untuk merenungkan kebenaran Firman Tuhan dengan semangat yang berapi-api. Hasil pembelajaran ini telah memperkaya pengetahuan saya tentang Injil sehingga memperkokoh dasar iman saya. Khotbah Yesus diatas bukit membuka hati dan pikiran saya, sehingga saya dapat melihat panduan-panduan hidup yang sejati untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Saya percaya dengan otoritas Roh Kudus dalam pikiran, hati dan perkataan saya, akan membuat saya jadi karakter murid Yesus yang berkenan dihadapannya. Kelas ini sudah sangat baik dengan memberi ruang untuk berdiskusi, tetapi saya menyarankan kalau boleh setiap kelas didampingi oleh narasumber yang lebih paham Teologi sehingga dapat menyimpulkan makna alkitabiah dari ayat yang dipelajari, untuk menjaga peserta pulang dengan makna yang keliru.
Terima kasih untuk SABDA, atas kesempatan yang sangat berharga ini.

3. Budijanto Salim

Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan komunitas SABDA dalam mempelajari dalam kelas-kelas pendalaman Alkitab ini, meski kadang saya agak kesulitan dalam mengatur waktu saat ikut Zoom dan dalam kelas diskusi. Namun, saya berusaha untuk bisa mengikuti semua kegiatan dalam kelas Bedah Kitab dan aktif dalam diskusi. Dalam Bedah Kitab Matius ini, saya sangat bersyukur karena saya sedikit demi sedikit semakin mengerti dan memahami firman yang saya baca, terutama tentang Khotbah di Bukit, dan memberikan pemahaman kepada saya mengenai apa yang dimaksud dengan "Kerajaan Sungsang/Terbalik". Sangat bersyukur juga karena ada moderator yang sangat sabar dalam memberikan arahan dan penjelasan, juga pendapat dari saudara di grup yang sangat membantu saya dalam pemahaman tentang firman yang sedang kita pelajari bersama. Semoga kita semua diberikan hikmat dalam mempelajari firman. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

4. Chika Ferryana

Shalom. Kali ini kesaksian saya pendek saja. Selama ini, saya punya pertanyaan besar berkaitan dengan Matius 5:19 dan 7:6. Melalui kelas ini, akhirnya saya menemukan bahwa Tuhan ingin kita benar-benar mengarahkan pandangan hanya kepada-Nya agar dapat melaksanakan setiap hukum-Nya dengan hati yang murni dan mampu mengasihi sesama seperti diri sendiri. Amin!

Saya mendapatkan jawaban dari teman-teman di kelas BKM_KB 4. Saya pikir hanya menanggapi penggalian saja, tetapi ternyata pertanyaan pun juga ditanggapi dengan baik sehingga saya mengerti maksud ayat yang saya singgung pada paragraf sebelumnya. Terima kasih dan God bless!

5. Devi Monika Permatasari

Dalam mempelajari Kitab Matius Khotbah di Bukit ini, saya dapat pelajaran yang relate, antara apa yang terjadi di zaman Tuhan Yesus dahulu dan zaman sekarang. Pembelajaran ini juga, menjadi bukti kuat bagi saya, bahwa firman Tuhan tidak lekang oleh waktu. Dari dahulu sampai sekarang, dapat digunakan untuk mendidik dan memperbaiki perilaku, sekalipun ada perbedaan konteks antara zaman dahulu dan zaman sekarang. Terima kasih tim SABDA, sudah memfasilitasi, bahkan dikasih bahannya juga untuk lebih mendalami. Saya ada kesulitan dalam mencari bahan sendiri karena tanpa diduga, tiba-tiba banyak kegiatan. Namun, makasih banyak udah difasilitasi dengan Alkitab GPT, BaDeNo, bahkan dikasih link Bible. Makasih banyak Kak Milly dan Kak Mei, dan teman-teman Kel. 4. Tuhan Yesus memberkati.

6. Herman Benyamin

Mendalami Khotbah di Bukit Matius 5-7 ternyata membawa saya kepada pemahaman lebih dalam akan "Etika Kerajaan atau Kerajaan Sungsang". Bagaimana Yesus bukan hanya membalikan tiga ajaran kesalehan Yudaisme: doa, puasa dan sedekah tetapi juha terkait Etika Kerajaan yang lebih luas mencakup: karakter, integritas moral dan relasi. Yesus mengkritisi dan membalikan praktik-praktik ibadah legalistis, yang ingin terlihat dan mendapat apresiasi manusia, sebaliknya Yesus mengajarkan bagaimana praktik-praktik tersebut hanya ditujukan kepada Allah dan bukan mengharapkan apresiasi manusia.

Terima kasih kepada tim SABDA-MLC yang sudah memfasilitasi dan membimbing kami dengan sangat telaten dalam lima hari tersebut agar kami dapat melakukan penggalian yang dalam, dan juga kepada teman-teman dalam kelompok BKM-4 yang sangat kooperatif dan supportif dalam membagikan hasil penggaliannya dan berdiskusi. Kiranya Tuhan Yesus memberkati. Salam hangat HerBen.

7. Jonathan Abdiel Haryono

Mengikuti kelas BKM_KB menjadi pengalaman yang baru dan memberkati bagi saya. Melalui kelas ini, saya belajar untuk lebih memahami firman Tuhan dengan cara yang lebih terarah dan mendalam. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana firman Tuhan menolong saya untuk bersikap dan bertindak dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Aplikasi praktis yang akan saya lakukan adalah lebih konsisten membaca dan merenungkan firman Tuhan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya, proses diskusi di kelas sudah berjalan dengan baik dan interaktif sehingga semakin banyak peserta yang aktif berbagi.

8. Linna Kusuma Wati

Puji Tuhan. Lina bersyukur, tidak hanya dapat menyelesaikan kelas tetapi juga karena kasih-Nya yang mau menyatakan diriNya kepada anak-anak-Nya dan mengundang kita untuk berelasi dengan diri-Nya, Pencipta, dan Bapa yang Kekal.

Pelajaran yang paling berkesan bagi Lina, tentang harta dan hati. Pdt Stephen Tong mengatakan antara dunia dan surga saling memperebutkan hati. Dan harta bagaikan magnet yang menentukan arah hati kita. Hal ini menyadarkan Lina, bahwa hartaku, itu yang Lina percayai dan andalkan. Karena itu perlu waspada untuk selalu menjaga hati. Sebagai aplikasi, Lina mau memfokuskan diri untuk mengumpulkan harta di surga.

Evaluasi: Lina termasuk yang mepet mengirimkan hasil penggalian. Maafkan ya Kak Milly, Kak Mei, dan teman-teman. Terima kasih semuanya. Tuhan memberkati.

9. Martina Zebua

Bersyukur bisa ikut Bedah Kitab Matius 5-7 ini. Dan selama beberapa hari belajar pasal-pasal ini saya dapat berkat tentang cara Tuhan untuk mengembalikan dunia pada rancangan Tuhan yang sesungguhnya. Apa yang manusia anggap sunsang sesungguhnya itu adalah rancangan Tuhan terindah untuk manusia dan ciptaan Allah lainnya yang penuh kasih. Penjelasan materi dari SABDA, referensi yang diberikan dan diskusi bersama teman-teman dalam grup WA sangat menolong dalam memahami kedalaman firman Tuhan yang digali. Terima kasih tim SABDA. Terima kasih Kak Milly, Kak Mei, dan teman-teman grup yang begitu semangat belajar di kelas dan saling mengingatkan. Tuhan memberkati.

10. Paulus Radja P.S. Purba

Salam kepada semuanya. Damai sejahtera Allah Bapa, kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kita sekalian. Sejak bergabung di dalam Komunitas SABDA tahun 2020, khususnya saat mengikuti kelas kelas yang di adakan, saya merasa kelas yang dahulu dahulu, masih jauh lebih baik dari kelas sekarang. Namun saya percaya akan jauh lebih baik lagi ke depannya. Baik tujuan, etika, teknis dan operasional. Tapi yang menjadi kebanggaan adalah saya bisa mengambil bagian dan mendapat kesempatan kembali mengikuti kelas ini. Dan dengan adanya kelas kelas seperti ini menyadarkan saya yaitu ALKITAB seharusnya tidak hanya dibaca saja, tetapi digali, direnungkan lalu di aplikasikan di kehidupan nyata.

Mengikuti Kelas Bedah Kitab Matius khususnya Khotbah di Bukit ini, mengajak saya untuk

1. JELAS: Saya harus berfokus pada satu hal yaitu menyenangkan YESUS
2. KOHEREN: Di mana keyakinan dan perilaku saya harus selaras
3. KOMPREHENSIF: Menyentuh setiap aspek kehidupan saya, bukan hanya tentang Kerohanian
4. KONSISTEN: Mengajarkan saya untuk stabil dalam menghadapi masalah maupun pada saat saya sedang baik-baik saja

Saya tidak dipanggil untuk kesempurnaan, tetapi untuk arahan untuk kembali, seperti anak yang hilang, ke pelukan Bapa ketika saya tersesat. Kehidupan yang digambarkan dalam Khotbah di Bukit tidak mungkin tanpa Allah Roh Kudus yang tinggal di dalam diri saya. Namun bersama Dia, apa yang tampak mustahil menjadi cara hidup yang baru buat saya.

11. Petrus Panaka

Setelah saya mengikuti bedah Matius 5 – 7 ini, saya memperoleh banyak pelajaran, pengetahuan dan berkat tentang Injil kitab Matius, saya akan share berkat dan pengalaman saya sbb : Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah Matius 6:19-21, "Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada". Yesus tidak melarang kita memiliki harta, yang Ia larang adalah menyimpan harta di tempat yang salah. Di dunia ada ngengat, karat, pencuri, rapuh, fana dan tidak aman, sebaliknya di Surga tidak rusak, tidak dicuri, kekal, aman dan bernilai. Selain itu harta bukan sekedar uang, harta mencakup waktu, energy,ambisi, rasa aman dan hal2 yang paling kita lindungi, yaitu apa yang paling membuat kita lindungi kita cemas kehilangannya. Hati juga selalu mengikuti investasi artinya hati dibentuk oleh apa yang kita investasikan dan kita sayang dengan apa yang kita perjuangkan, serta kita lindungi dengan apa yang kita bangun. Jadi, harta di surga berarti : hidup untuk kehendak Tuhan; mengutamakan kebenaran; menjadi Kristus pusat rasa aman. "Di mana hartamu, di situ hatimu".

Aplikasi Praktis: Kami akan berusaha mengumpulkan dana melalui Yayasan sosial kami untuk membantu saudara2 seiman yang masih hidup dalam kekurangan, bukan saja makanan, pakaian tetapi juga seperti renovasi rumah ibadah dan pastori, pembuatan MCK, pengadaan air bersih, penyediaan listrik, rumah obat dan rumah belajaran bagi saudara-saudara kita di daerah terpencil, seperti NTT, Maluku Utara, Kalimatan Tengah dan sebagainya. Kiranya Tuhan tolong kami untuk membantu pekerjaan Tuhan diseluruh Indonesia dan nama Tuhan dipermuliakan. Doakan kami. Amin.

12. Ratna Cempaka T .

Shalom. Kelas Bedah Kitab kali ini saya mendapati bahwa Kelas Bedah Kitab sebelum ini sudah berhasil membentuk disiplin saya dalam menggali Alkitab sehingga Kelas Bedah Kitab kali ini saya tidak mendapati kesusahan dalam mengikuti kelas. Yang mengejutkan saya 2 hari lalu, saya mimpi buruk dan setengah kesadaran saya sebelum terbangun saya mengucapkan apa yang saya komitmenkan dalam hasil galian sehari sebelum bermimpi. Dan saya bersyukur akan hal ini. 
Belas Bedah Kitab kali ini mengingatkan saya kembali komitmen yang saya tetapkan 13 tahun yang lalu dan meneguhkan saya bahwa Allah yang sama , 13 tahun lalu, 27 tahun lalu, dan hari ini pun masih tetap bisa saya andalkan, bekerja, dan ada buat saya. Tema kerajaan sungsang kali ini cukup membuka pandangan saya, bahwa Tuhan Yesus bukan hanya bertentangan dengan dunia. Bahkan mengajarkan hal yang jauh berbeda dengan ajaran Musa. Bersyukur bisa bergabung dalam Belas Bedah Kitab kali ini bersama teman-teman yang seru dan para pendamping yang menjaga kami aman dalam aturkan yang sudah ditetapkan. Terima kasih semuanya. Tuhan Yesus saja kiranya berikan kita iman sampai akhir pertandingan kita di dunia. Amin.

13. Rian

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan kita, Yesus Kristus, yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk berkumpul dalam kegiatan diskusi bedah kitab kali ini. Kegiatan ini sangat berharga bagi kita umat beriman karena kita diajak untuk merenungkan dan memahami lebih dalam ajaran-ajaran Yesus dalam Khotbah di Bukit, yang terdapat dalam Injil Matius pasal 5 hingga 7. Kegiatan bedah kitab ini bukan hanya tentang mendalami teks, tetapi juga tentang membangun komunitas, berbagi pengalaman, dan memperkuat iman kita.

Tiga pokok bahasan yang saya ingin soroti adalah:
1. Sikap Hati dan Budi Pekerti. Dalam bagian ini, Yesus mengajarkan tentang berkat bagi yang miskin di depan Allah, yang berdukacita, dan yang lemah lembut. Ini mengingatkan kita bahwa sikap hati dan budi pekerti lebih penting daripada penampilan luar. Kita diajak untuk menunjukkan kasih dan ketulusan dalam setiap tindakan kita.
2. Pengajaran tentang Hukum. Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum, tetapi untuk menggenapinya. Dia menjelaskan bahwa bahkan dalam hati, kita perlu menjaga niat dan pikiran kita. 
3. Praktik Spiritual. Di pasal-pasal ini juga terdapat pengajaran mengenai doa, puasa, dan memberi. Ketiganya bukan hanya ritual, tetapi seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Dalam berdoa, mengikuti teladan Yesus, kita diajak untuk berbicara dengan Allah secara intim dan pribadi.

Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YLSA melalui MLC yang telah memfasilitasi kegiatan ini , moderator  Ibu Milly, yang telah memoderasi diskusi ini dengan  baik serta  kepada Ibu Mei selaku admin yang telah mengatur segala sesuatu , termasuk mengingatkan peserta, agar acara ini berjalan lancar. Dan tentu saja, terima kasih kepada rekan-rekan diskusi bedah kitab yang telah berkontribusi dengan pemikiran dan pertanyaan yang mendalam. Semoga apa yang kita pelajari dapat menjadi bekal iman untuk tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati.

14. Robert

Shalom. Saya sangat diberkati mengikuti BKM_KB. Kelas yang sangat memperkaya pengetahuan iman akan firman Tuhan. Tiga pasal kitab Matius tentang khotbah Yesus di bukit ini sangat kaya dan sangat menantang adrenalin iman kita untuk tampil beda memberkati dunia yang gelap dan hambar ini dengan nilai-nilai Kerajaan Allah (Kerajaan Terbalik/sungsang).

Pelajaran yang paling berkesan: The real time, the real situation, tidak bisa tidak, orang Kristen harus berdiri tegak bersama Tuhan Yesus dengan mengenakan perlengkapan senjata Allah (Ef. 6:10-20). Dimana kita melihat bahwa dunia ini cendrung abai akan perintah Tuhan. Yang Tuhan perintahkan tidak dilakukan, yang tidak diperintahkan itu yang dilakukan. Tuhan Yesus berkata: masuklah melalui pintu yang sesak itu. Fakta: manusia malah banyak memilih masuk melalui pintu yang lebar, jalan yang luas yang menuju kebinasaan. Marilah kita dengan saksama mendengar perintah Tuhan, masuklah melalui pintu yang sesak, dan jalan yang sempit yang menuju kepada kehidupan. Fakta: sedikit orang yang mendapatkannya (Mat. 7:13-14).

Aplikasi praktis: Dalam nama Tuhan Yesus saya pilih jalan kehidupan, sesuai perintah-Mu ya Tuhan. Tuhan Yesus tolong kami memilih jalan yang benar, jalan kehidupan seperti yang Engkau tunjukkan kepada kami. Amin. Terima kasih tim SABDA, tim MLC, moderator BKM_KB 4 Kak Mei, Kak Millytia, NBapak ibu BKM_KB 4, dan semua anggota BKM_KB 1-4. Tuhan Yesus memberkati.

15. Rosy H.

Bersyukur bisa selesai sampai tuntas mengikuti bedah kitab ini .Adakalanya harus kejar kejaran waktu tetapi tetap bersukacita. Di bedah kitab  kali ini jujur baru  tahu ada istilah Kerajaan Terbalik/ sungsang , 
bagaimana standart yang dibawa Yesus sangat tinggi dan lebih kagum lagi ketika evaluasi kelas oleh Ibu Evie yang memaparkan keterkaitan ayat demi ayat dari beberapa pasal.Karena hal ini mendorong saya untuk lebih teliti lagi dalam menggali firman Tuhan.

Terima kasih untuk SABDA karena acara ini mendorong saya untuk menggali  lebih teliti dan  memahami firman Tuhan dengan benar. Terima kasih untuk semua rekan-rekan satu kelas, kita sudah lalui belajar bersama dalam diskusi yang seru. Sekali lagi, terima kasih untuk seluruh tim SABDA untuk pelayanannya. Tuhan Yesus memberkati.

16. Sarah

Puji Tuhan Terima kasih saya sampaikan kepada SABDA MLC atas dibukanya kelas bedah Matius ini,yang sebenarnya hampir tidak bisa ikut karena telat mendaftar, saya berTerima kasih kepada Kak Mei atas bantuannya, saya bisa bergabung di kelas bedah Kitab kali ini. Terima kasih juga Kak Milly dan Kak Mei yang menuntun berlangsungnya diskusi, suasana diskusi berjalan dengan baik. Dan juga kontribusi rekan-rekan di BKM 4 untuk semua input, pengalaman-pengalamannya.

Salah satu pelajaran yang saya dapati melalui Khotbah Tuhan Yesus di bukit adalah tentang loyalitas, larangan mengabdi kepada dua tuan (Mat 6:24), fokus kesetiaan hanya pada satu tuan, bukan kesetiaan ganda. U are who u serve. Dirimu adalah cerminan siapa yang kamu sembah. Realitanya, segala tindak tanduk yang kita jalani mencerminkan teladan yang kita layani. Dan sadar atau tidak ,kita bisa menggeser posisi Allah di hati kita dengan menjadikan diri kita sebagai tuan atas hidup kita,sikap ini sesungguhnya merusak dan menghancurkan diri kita sendiri.

Mengapa kita harus menyembah Tuhan yang benar. Roma 14:11-12 (TB)  Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah."  
Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Maka itu, Yeremia 7:23 (TB)  hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku,maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

Saya akan mengutamakan Tuhan dalam hidup saya, dengan Menjaga hati dan pikiran kepada Firman Tuhan, bukan Self- focus tetapi God-focus. Hidup yang sesuai Imitatio Christi, menjauhkan diri dari dosa.
Sebab setiap dosa adalah bentuk nyata ketundukkan kepada iblis. 1 Yohanes 3:8 (TB)  barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

17. Simon Salasa

Puji dan syukur saya persembahkan kepada Tuhan atas kasih karuniaNya boleh mengikuti kelas beda Matius beberapa hari ini. Pelajaran: Matius 5–7 mengajarkan bahwa kerajaan Allah adalah kerajaan terbalik: yang miskin di hadapan Allah, lemah lembut, lapar akan kebenaran, dan rela mengasihi musuh justru disebut berbahagia; berkatnya, kita dibebaskan dari hidup mengejar kuasa dan pembenaran diri, lalu diundang hidup dalam anugerah, ketaatan, dan keintiman sejati dengan Allah. Aplikasi: saya akan hidup setiap hari dengan rendah hati, mengasihi tanpa pamrih, dan menaati firman Tuhan bahkan ketika itu bertentangan dengan nilai dunia, karena di situlah berkat Kerajaan Allah nyata.
Terima kasih tim SABDA, moderator dan admin yang setia membimbing kami Tuhan Yesus berkati.

18. Timotius

Shalom. Saya mengucap syukur kepada Tuhan karena boleh mengikuti kelas Bedah Kitab Matius, khususnya penggalian Khotbah di Bukit, yang sangat memperkaya iman dan pemahaman saya. Melalui proses membaca, menggali, dan berdiskusi, saya mendapatkan pengalaman baru bahwa Kerajaan Sungsang bukan sekadar hidup dengan standar moral yang lebih tinggi, tetapi hidup dengan pusat yang berbeda: bukan diri, bukan manusia, dan bukan harta, melainkan Allah yang memerintah melalui salib Kristus. Pemahaman ini menolong saya melihat bahwa kehidupan sebagai warga Kerajaan Allah adalah respons terhadap karya Kristus, bukan usaha membangun kesalehan diri.

Sebagai aplikasi praktis, saya rindu hidup dengan kesadaran untuk menundukkan motivasi, perkataan, dan keputusan sehari-hari kepada pemerintahan Allah, sehingga hidup saya mencerminkan nilai Kerajaan-Nya. Terima kasih saya sampaikan kepada Tim MLC SABDA sebagai penyelenggara, kepada moderator dan admin yang telah mengatur diskusi dengan baik, serta kepada rekan-rekan kelas BKM_KB 4 yang saling mempertajam satu sama lain. Kiranya Tuhan memampukan saya untuk dapat kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya yang diselenggarakan oleh MLC SABDA. Soli Deo Gloria.

19. Tini Setiawan

Saya sangat bersyukur bisa mengikuti Kelas BKM_KB ini. Saya baru pertama kali mendengar istilah Kerajaan Sungsang/ terbalik di dalam Matius 5-7 ini. Yang ternyata membuat saya lebih mengerti betapa dalamnya nilai-nilai pedoman hidup di dalam Kerajaan Allah yang disampaikan Yesus di Khotbah di Bukit tersebut yang sudah mengcover seluruh aspek kehidupan kita, sangat lengkap, sangat dalam maknanya. Luar biasa. Betul2 merupakan pedoman hidup yang harus dilakukan kita semua sebagai Pengikut Kristus.

Saya juga merasa sangat diberkati juga dalam diskusi kelompok yang bisa koment atau melemparkan pertanyaan yang memicu saya melakukan penggalian lebih dalam lagi. Terima kasih juga untuk moderator dan admin yang sangat membantu proses diskusi selama 5 hr. Terima kasih untuk tim MLC SABDA yang sudah menyelenggarakan proses belahar online yang sangat memberkati. Tuhan Yesus memberkati."

20. Uniati

Puji Tuhan saya bisa menyelesaikan Bedah Kitab Matius Khotbah di Bukit. Semua karena anugerah Tuhan sehingga saya masih dapat menyisihkan waktu untuk membaca, merenungkan, menyelidiki Alkitab serta membahasnya dalam diskusi di kelas. Berawal dari ketidak mengertian istilah Kerajaan Sungsang, perlahan saya mulai mengerti dan memahaminya. Mengalirlah begitu banyak berkat rohani kepada saya, tentang nilai kerajaan Allah dibandingkan dengan nilai kerajaan dunia, berbicara tentang standart bagaimana warga kerajaan harus hidup di dunia.

Tentang kelemah lembutan,ucapan bahagia lainnya, pola berulang kamu telah mendengar firman. Aku berkata kepadamu tentang membunuh, perzinahan,perceraian,sumpah,balas dendam,kasih sesama, kesempurnaan, sedekah,doa,puasa, harta, kekhawatiran, menghakimi, pengabulan doa, golden rule, dua macam dasar, hal yang sangat hebat yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus, menjadikan saya makin tertunduk melihat standar, nilai Kerajaan surga, siapakah saya ini, sehingga Dia yang begitu hebat itu begitu mengasihi saya, dapatkah saya melakukan dan taat pada semua perintahNya itu dalam hidup saya.

Terima kasih untuk evaluasi dari bu Evie yang mengingatkan bahwa Matius 5-7 Khotbah di bukit ini suatu kesatuan dengan urutan yang disengaja sebagai persiapan anak anak Tuhan menghadapi penganiayaan,sebagai proses pembentukan hati, proses pertumbuhan rohani orang percaya versi Kerajaan Surga dan kunci menjadi garam dan terang dunia. Suatu rangkaian dari awal hingga akhir merupakan standar Kerajaan sungsang di mana Tuhan Yesus menaikkannya dan dengan ketaatan penuh padaNya kita akan dimampukan untuk melewati setiap masalah yang muncul.

Terima kasih tim SABDA saya dapat terus mengikuti kelas yang diadakan dan sangat memberkati saya untuk lebih mengetahui dan memahami ajaran, perkataan, teladan Tuhan Yesus sehingga memperkaya pengenalan saya kepada-Nya. Terima kasih untuk moderator dan admin, Kak Milly dan Kak Mei, yang selalu mengingatkan saya untuk tetap setia dalam penggalian dan diskusi kelas.Terima kasih untuk semua rekan dalam kelas untuk diskusi dan sharingnya yang mempertajam pemahaman saya akan Firman. Kiranya Tuhan Yesus selalu memberkati kita semua. Amin.

21. Winandhi

Benar benar grup kelas yang hidup. Teman teman sangat aktif membagikan pengalaman hidup. Sangat memberkati. Khotbah di Bukit memuat banyak poin yang sangat tajam dalam menelanjangi sifat dan karakter umat Tuhan. Pembalikan/paradoks yang disebut sebagai Kerajaan sungsang/terbalik menantang setiap kita untuk kembali mengoreksi diri. Sebelum kita menuding orang lain, silakan melihat lagi diri kita dicermin, atas kuasa apa kita dapat menghakimi orang lain. Kakak admin dan moderator sudah menjalankan tugas dengan sangat baik, Terima kasih atas perhatian dan koreksinya. Sekali lagi, kami murid-murid mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tim SABDA atas terselenggaranya kelas pembahasan Khotbah di Bukit. Tema yang bagus. Semoga SABDA akan terus menjadi pembawa obor untuk menerangi jalan kami dalam mempelajari firman Tuhan.

22. Winny Gunawan

Shalom Bapak/Ibu/ Saudara-saudari terkasih. Puji Tuhan Yesus. Saya bersyukur bisa ikut dalam kelas bedah kitab Matius Khotbah di Bukit. Dari pembelajaran ini saya mendapatkan banyak berkat yang bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk dihidupi dalam keseharian. Hidup sejalan dengan perintah Allah di tengah dunia dengan hukum yang terbalik memang tidaklah mudah. Di sini, saya diingatkan bahwa berkat sejati bukanlah apa yang dunia anggap berkat, melainkan  apa yang berkenan di hadapan Allah.

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua kawan di kelas yang telah berbagi pemikiran, pengalaman, dan semangat. Terima kasih juga kepada Tim SABDA yang dengan setia menyiapkan materi, mendampingi, dan memfasilitasi kami sehingga kami bisa belajar firman Tuhan dengan lebih mendalam. Kiranya berkat dari firman Tuhan ini terus menuntun kita semua untuk berjalan bersama, saling menguatkan, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

23. Yenni

Shalom Bapak/Ibu dan saudara/i sekalian, sama seperti yang lainnya saya pun merasa bersyukur karena di sela-sela kesibukan kita dengan rutinitas dunia, masih ada forum diskusi rohani yang bisa menyuplai hayat satu dengan yang lain, saling membantu pengenalan dan pemahaman Alkitab, khususnya kitab Matius 5-7 yang menunjukkan perbedaan antara konsep hidup dunia dengan yang Tuhan ajarkan. Tuhan tak menghendaki kita serupa dengan dunia ini, melainkan terbalik darinya, kiranya kita dapat semakin bertumbuh lagi di dalam Tuhan melalui pengajaran-pengajaran seperti ini. Terima kasih banyak saudara/i atas diskusinya, ini sangat berharga.