Sharing Berkat Kelas PSE 2

  1. Benny

    Bersyukur kepada Tuhan Yesus bisa mengikuti kelas PSE dengan selesai. Jujur, awalnya saya tidak tahu apa ini PSE, tetapi setelah mengikuti PSE, banyak pelajaran yang bisa saya ambil. Salah satunya adalah Alkitab adalah surat cintanya Allah untuk kita sehingga Alkitab itu harus dibaca setiap hari, bukan hanya dibaca saja. Setelah mengikuti kelas ini, saya tidak hanya berhenti dibaca saja, tetapi harus merenungkan dan melakukan juga. Karena percuma kalau kita baca tanpa melakukan. Diskusinya juga berjalan dengan baik. Terima kasih tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati pelayanannya lebih dahsyat lagi. Amin.

  2. Conrad Bombongan Nainggolan

    Setelah mengikuti kelas PSE yang diselenggarakan tim SABDA dan juga dilanjutkan dengan interaksi diskusi di grup PSE 2 bersama dengan rekan-rekan yang luar biasa, saya mendapatkan berkat/pencerahan yang luar biasa dan berkomitmen untuk selalu:

    1. Berjumpa dengan Tuhan melalui firman (bukan sekadar membaca). Selama ini, saya memang sudah disiplin membaca firman, tetapi lebih kepada mengejar jumlah ayat yang dibaca, sampai 4 pasal, 5 pasal atau lebih, tetapi kurang dalam memahami kedalaman dan apa pesan Tuhan secara pribadi kepada saya. Jadi, saya harus memperlambat dan mengejar kedalaman firman, sampai Tuhan benar-benar menguasai saya menjadi manusia alkitabiah.
    2. Diterangi Roh Kudus, dalam membaca Alkitab harus terlebih dahulu meminta Roh Kudus menerangi hati dan pikiran saya agar yang saya baca benar-benar firman yang hidup (Rhema) bagi saya. Kalaupun menggunakan AI/Chat GPT tidak langsung memakainya bulat-bulat sebagai bahan khotbah, tetapi AI hanya sebagai alat bantu yang baik, tetap harus bertanya kepada Roh Kudus dan arahan-Nya.
    3. Mau dikoreksi dalam komunitas, saya harus memberi ruang untuk dikoreksi atau diberi masukan oleh teman di komunitas karena Tuhan bisa memakai teman untuk membantu kita dalam kelemahan kita.
    4. Menghidupi firman secara nyata dalam seluruh aspek hidup. Ini poin terpenting yang harus saya lakukan karena tanpa menjadi pelaku firman semuanya akan sia-sia belaka. Apalah arti tahu banyak firman seperti orang Farisi, tetapi tidak terjadi perubahan karakter atau tidak mengeluarkan buah Roh, maka semuanya akan tak bernilai.

    Terima kasih kepada Mas Bima dan Mbak Yola atas pelayanannya dan seluruh tim SABDA. Tuhan Yesus memberkati.

  3. Cynthia A.

    Puji syukur bisa mengikuti kelas ini sampai selesai. Banyak hal baru yang dipelajari dari materi yang baru pertama kali, dan juga diskusi teman-teman yang menarik.

    1. Mendengar - Mengerti - Merenungkan - Merespons - Menghidupi. Membaca firman bukan karena target, tetapi karena Tuhan ingin kita menghidupi firman-Nya.
    2. Kehidupan rohani yang semu vs otentik, intropeksi buat saya pribadi untuk terus bertumbuh.
    3. Penting juga memiliki komunitas yang mendukung agar tetap bisa bertahan dan bertumbuh dalam menghadapi tantangan dunia.

    Terima kasih untuk seluruh tim SABDA yang telah mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan kelas ini. Gbu all. Terus setia dan semangat melayani-Nya.

  4. Daniel

    Puji Tuhan, bisa menyelesaikan diskusi PSE tanpa kendala, tetapi mohon maaf jika kurang maksimal, karena di 2 hari terakhir diskusi ada interview kerja. Puji Tuhan, setelah 6 bulan lalu sakit meningitis, akhirnya bisa dapat lagi interview kerja. Pengalaman saya di PSE ini, sama seperti program SABDA sebelumnya, saya sangat diberkati, bukan sekadar menambah wawasan mengenai bagaimana menanggapi firman, tetapi juga membulatkan tekad sebagai pelaku firman. Sukses selalu untuk tim SABDA.

  5. David Tobias

    Saya bersyukur tim SABDA menghubungi supaya saya bisa ikut di kelas PSE ini. Kami mendapatkan berkat lewat pemaparan awal dan juga tiap hari dalam diskusi kelas. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan menggugah perenungan untuk kemudian melakukan perubahan diri supaya bisa betul-betul mengalami Scripture Engagement. Bukan sekadar baca Alkitab. Komitmen saya adalah merubah target: dari sekadar jadwal ke relasi dengan Kristus (transformasi hidup). Terima kasih untuk tim SABDA dan teman-teman semua di grup kelas. Tuhan Yesus memberkati.

  6. Debora Rina Trisnowati

    Setelah mengikuti kelas PSE, saya semakin menyadari bahwa firman Tuhan bukan sekadar bahan bacaan rohani, tetapi tempat saya berjumpa dengan Tuhan dan mengalami pembaharuan hidup. Seperti tertulis dalam Roma 12:2, saya rindu tidak menjadi serupa dengan dunia, tetapi terus diubahkan oleh pembaruan budi sehingga mampu membedakan kehendak Allah dalam setiap keputusan dan langkah hidup. Bagi saya, Scripture Engagement bukan tentang menambah pengetahuan Alkitab, melainkan tentang mengalami transformasi yang nyata sehingga hidup saya semakin menyerupai Kristus.

    Secara konkret, saya belajar mengedepankan buah Roh dalam setiap aspek kehidupan, sebagaimana diajarkan dalam Galatia 5:22–23, serta lebih tekun dalam saat teduh dengan pola SE: membaca, merenungkan, dan melakukan satu langkah ketaatan. Saya juga rindu membagikan berkat melalui tulisan agar firman yang saya terima tidak berhenti pada diri sendiri. Tantangan terbesar saya adalah menjaga konsistensi di tengah kesibukan dan tetap setia meski hati terasa kering, tetapi saya percaya Tuhan menolong saya bertumbuh melalui proses ini.

    Terima kasih untuk pelayanannya Mas Bima sebagai moderator dan Mbak Yola sebagai admin sangat memberkati kelas ini. Soli Deo gloria.

  7. Elisa Iswandono

    Puji Tuhan, selama ini saya banyak belajar dan membaca Alkitab sendirian, yang dari pengertian saya, awalnya itu sudah cukup. Melalui PSE ini, saya mengetahui beberapa hal penting:

    1. Bahwa pertumbuhan rohani yang sehat itu harus berakar dalam interaksi dengan komunitas iman sebagai tubuh Kristus untuk menjaga pemahaman tetap seimbang dan teruji.
    2. Teknologi dan AI harus diposisikan hanya sebagai alat bantu untuk memperkaya wawasan data atau konteks sejarah, tetapi tidak boleh menggantikan peran vital Roh Kudus dalam memberikan pencerahan hati dan transformasi hidup.
    3. Indikator kedewasaan rohani yang otentik bukanlah seberapa cepat atau banyak pengetahuan Alkitab yang didapat, melainkan sejauh mana firman tersebut dihidupi secara konsisten melalui perubahan karakter yang semakin menyerupai Kristus.

    Sekali lagi puji Tuhan, ini akan semakin membuat saya giat untuk tumbuh bersama dengan komunitas di mana pun Tuhan menempatkan untuk melayani: di dunia pekerjaan, di gereja, komsel, dan di manapun juga Tuhan mengutus saya pergi, sampai nanti saya berjumpa dengan Tuhan Yesus yang sangat saya cintai. Terima kasih buat rekan-rekan satu grup WA dan terutama pada tim SABDA yang setia melayani. Kiranya Tuhan Yesus selalu memberkati tim SABDA dengan lebih banyak hikmat dan juga jiwa-jiwa untuk dituai dan dipersembahkan bagi Kristus Tuhan kita. Amin.

  8. Elvie Debora

    Pertama, terima kasih kepada Tuhan Yesus yang telah mempertemukan dan memberikan kesempatan ikut serta dalam kegiatan PSE ini. Terima kasih untuk setiap jiwa yang terlibat dan bekerja keras dalam kegiatan ini, terutama tim SABDA dan para moderator yang bertugas.

    Hal yang utama yang saya dapatkan setelah mengikuti pembelajaran ini adalah selama ini, saya sebagai pelayan Tuhan ternyata melakukan semua kegiatan hanya sebagai rutinitas semata. Ternyata ada yang lebih jauh Tuhan inginkan dari pribadi saya, yaitu bagaimana membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Selama ini, ternyata pribadi saya hanya egois ingin didengarkan Tuhan, tetapi saya lupa memberi ruang untuk mendengarkan suara Tuhan dan apa yang Tuhan inginkan. Melalui diskusi dan pembelajaran di kelas ini, saya seperti mendapat peringatan dan sudut pandang baru bahwasanya iman itu tidak serta merta hanya melakukan ritual semata, tetapi harus dibarengi pertumbuhan relasi dengan Tuhan. Dan, ternyata kita sebagai anak Tuhan bukan seharusnya menuntut jawaban setiap apa yang kita pertanyakan, tetapi lebih ke penyerahan diri untuk diubah seturut maunya Tuhan. Ini bentuk teguran kepada diri saya untuk lebih lagi mendengar merenungi dan taat pada suara Tuhan. Dan, ke depannya, semoga kita semua yang ada di sini setiap hari mengalami pertumbuhan dalam Tuhan dan menjadi teladan sifat Kristus di tengah kehidupan kita masing-masing.

    Terima kasih atas kerja sama dan diskusi yang membangun dari teman-teman sekalian. Kiranya ke depannya, kita ada perjumpaan baik lagi dalam diskusi yang saling membangun. Tuhan beserta kita semua.

  9. Friska Pasaribu

    Rasanya sangat rugi jika tidak ikut kelas-kelas SABDA. Materi yang disampaikan menjawab dan menyentuh kehidupan para pelayan Tuhan dan kaum awam. Kelas PSE mengingatkan saya kembali untuk serius bergumul dengan ayat firman Tuhan, mengingat firman sepanjang hari. Seperti saya mengunyah makanan lalu menelan itu akan membentuk otot-otot dalam tubuh saya. Selama ini, sering terdistraksi oleh banyak gangguan yang membuat tidak fokus. Salah satunya adalah layar HP/gadget. Kelas ini menyadarkan saya untuk menikmati saat hening bersama Tuhan tanpa gangguan notifikasi dari HP/gadget. Kiranya Tuhan menolong saya dimampukan mendengar suara-Nya.

    Terima kasih tim SABDA MLC yang menjadi saluran berkat pertumbuhan iman bagi saya. Soli Deo gloria.

  10. Grace Tjandra

    Setelah saya ikut PSE dan membaca modulnya, saya diingatkan bahwa ketika saya bisa disiplin rohani, mengingat firman Tuhan dan melakukannya, semua adalah karya Roh Kudus. Saya masih hidup di dunia dan selama masih ada di dunia, maka saya harus terus meminta pimpinan Tuhan untuk melekat pada-Nya. Terima kasih untuk tim SABDA dan rekan-rekan yang sudah berdiskusi saling menajamkan. Tuhan pimpin kita semua dalam komitmen kita menjalankan SE.

  11. Lidia Artati

    Saya sangat bersyukur kepada Bapa di Surga, Tuhan Yesus, dan Roh Kudus, atas kesempatan yang baik ini karena bisa mengikuti PSE ini. Saya berterima kasih kepada tim MLC yang pada baik hati, sabar, dan rajin mengingatkan. Saya juga berterima kasih untuk teman-teman PSE 2 yang pintar-pintar menggali. Saya banyak belajar kepada orang-orang muda ini. Berkat dan hal yang baru yang saya dapat adalah bukan seberapa banyak membaca firman, bukan seberapa banyak pelayanan, tetapi seberapa banyak firman itu bisa dikunyah, diresapi, dan dilakukan. Bukan dewasa/hebat di luar tetapi keropos, kuat waktu bersama komunitas, tetapi lemah dan rapuh saat sendirian. Saya jangan seperti perumpamaan kubur yang dilabur putih, tetapi saya harus belajar dewasa dalam sikap dan karakter, pertobatan setiap hari. Koreksi diri dan tahan uji. Saya akan sampaikan di gereja, di tempat pelayanan, agar jangan dewasa yang palsu, tetapi dewasa yang otentik/sesungguhnya.

  12. Marlyna

    Terima kasih buat tim SABDA, beserta moderator yang sudah mengatur jalannya diskusi sehingga boleh berjalan dengan lancar. Dengan mengikuti kelas PSE ini, sungguh jadi berkat buat saya. Saya disadarkan lagi bahwa membaca firman Tuhan bukan cuma untuk bahan pelayanan, tetapi terutama untuk membangun hubungan pribadi dengan Tuhan. Yang paling berkesan buat saya adalah tentang pentingnya keintiman dengan Tuhan dan juga akuntabilitas dalam komunitas. Ternyata kita tidak bisa bertumbuh sendirian.

    Ke depan, saya mau lebih disiplin punya waktu teduh setiap hari, walaupun sibuk. Saya juga mau lebih terbuka dalam komunitas untuk saling menguatkan dan saling mengingatkan. Diskusi di kelas ini menurut saya sangat membangun, karena lewat sharing teman-teman saya banyak belajar dan sekaligus mengoreksi diri sendiri. Terima kasih untuk tim SABDA yang sudah memfasilitasi kelas ini. Kiranya terus dipakai Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang dan semakin sukses dalam pelayanan.

  13. Netel Kristanuel

    Di saat saya menyatakan diri untuk mengenal dan memercayai Yesus secara pribadi dan menghidupi-Nya, maka ada kuasa yang tak terbatas untuk terbeban dan menolong orang yang dalam belenggu dan kuk. Dan, itulah yang harus aku lakukan karena saya tidak hanya sebagai pendengar saja, tetapi sebagai pelaku firman Tuhan yang pernah Yesus ajarkan kepada saya. Saya mampu karena Bapa saya yang setia dan dapat dipertanggungjawabkan setiap saat.

    Terima kasih rekan-rekan semuanya, dan secara khusus untuk tim SABDA MLC yang memberi kesempatan untuk belajar dan menggali kebenaran firman Tuhan karena dengan itu saya mendapat referensi dan pengetahuan, di mana iman yang saya miliki bukan bergantung pada seorang pendeta, majelis, ataupun kepada orang-orang pandai, tetapi dengan keintiman kepada Yesus, maka saya mendapat anugerah.

  14. Nikodemus

    Related dengan yang sedang saya jalankan, seperti contoh pembahasan AI, serta mengenai baca Alkitab yang juga saya jalankan di gereja membuat saya merasa di track yang benar, bahwa yang saya lakukan bukan hanya saya dan mungkin sebagian teman-teman saya saja, tetapi melalui PSE ini saya mengetahui rekan-rekan juga telah dan akan melakukan juga.

  15. Ruth Lodiana

    Mengikuti kelas PSE ini menjadi momen di mana Tuhan mengingatkan saya untuk kembali kepada yang paling utama, yaitu relasi pribadi dengan-Nya melalui Alkitab. Di tengah berbagai kesibukan pelayanan, saya belajar bahwa yang Tuhan rindukan bukan hanya aktivitas saya, tetapi hati saya. Tuhan mengajar saya untuk datang dengan lebih tenang, lebih bergantung, dan tidak lagi melakukan segala sesuatu untuk dilihat atau diakui, tetapi sungguh untuk kemuliaan-Nya. Bersyukur untuk setiap teguran, penguatan, dan proses yang Tuhan izinkan. Saya rindu terus berjalan bersama Tuhan dengan setia, selangkah demi selangkah, dipimpin oleh firman-Nya.

    Terima kasih untuk SABDA MLC yang sudah menyelenggarakan kelas ini, sangat memberkati. Terima kasih untuk semua rekan dalam grup yang sudah berdiskusi, sharing yang dibagikan sangat baik. Untuk Kak Bima dan Kak Yola juga, terima kasih sudah memimpin grup dengan baik. Tuhan Yesus menolong kita semua menjadi serupa dengan Dia. Soli Deo gloria.

  16. Sigit Cahyono

    Saya bersyukur mengikuti WA group terkait PSE, mengingatkan saya untuk bisa mengalokasikan waktu secara khusus untuk perenungan dan penerapan firman Tuhan. Terkadang di tengah kesibukan, kita fokus untuk problem solving dan lupa bahwa sumber kekuatan kita berasal dari firman Tuhan dan Roh Kudus, Sang Pemberi Hikmat. Semoga bisa ditindaklanjuti dengan SABDA tools biblika, workshop online, sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan saya untuk menggali isi Alkitab.

  17. Wasisto

    Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas ini. Melalui kelas "Pengantar Scripture Engagement", saya banyak belajar hal-hal baru yang dapat meningkatkan knowledge dan pertumbuhan iman saya. Saya sangat termotivasi dan terberkati melalui rangkaian proses kegiatan kelas ini.

    Pengalaman baru: banyak istilah-istilah sederhana yang mudah diingat, tetapi menggugah, memotivasi saya untuk melaksanakan engagement yang benar dengan firman Tuhan. Misalnya:

    • Bagaimana berinteraksi dengan Alkitab melibatkan segenap jiwa (akal/pikiran, perasaan/emosi dan kehendak/kemauan) sehingga firman Allah kita pahami, cintai, dan hidupi dalam kegiatan kita hari demi hari.
    • Membaca Alkitab dalam semangat SE adalah seperti urutan "makan", yaitu kita mengunyah, menelan, dan membiarkan firman itu menjadi bagian dari aliran darah dan otot tindakan kita.
    • Krisis dalam era informasi.
    • Menemukan tempat kita dalam kisah besar Allah.
    • Iman Kristen bukanlah iman private (solo) sehingga perlu ditransfer dalam komunitas.
    • Teknologi adalah alat dan bukan sumber otoritas rohani.
    • Dewasa rohani semu dan otentik.
    • Dan, masih banyak yang lainnya.

    Pelajaran atau berkat yang paling berkesan: pertanyaan yang diberikan moderator sangat menantang penggalian lebih dalam lagi. Diskusi dengan teman-teman sangat dinamis dan keren keren, banyak aplikasi praktis yang diberikan dan dapat menjadi referensi yang baik untuk ditiru.

    Aplikasi praktis:

    • Saya akan lebih konsisten menyediakan waktu saat teduh dan merenungkan firman Tuhan dengan semangat Scripture Engagement.
    • Saya akan mengedepankan buah Roh (9 sikap dalam Gal. 5:22-23) di setiap aspek kegiatan sebagai wujud pemahaman SE.
    • Saya akan lebih berbagi metode SE ini kepada komunitas di gereja.

    Evaluasi proses diskusi: diskusi berjalan dengan baik, lancar dan tertib. Semua peserta aktif dalam memberikan pemikirannya. Saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar dari kesaksian teman-teman lainnya. Terima kasih untuk seluruh tim Yayasan SABDA yang telah menginisiasi dan mengelola keberlangsungan kegiatan kelas ini. Semoga tim SABDA semakin diberkati pelayanannya maupun seluruh kehidupan anggotanya. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati SABDA dan kita semua.

  18. Winarningsih

    Puji Tuhan. Syukur pada Allah kesempatan bisa mengikuti kelas PSE. Banyak berkat yang saya peroleh dari kelas ini. Mengetahui istilah Scripture Engagement untuk pertama kali dan mendapat pengertian yang lebih mendalam tentang SE. Ternyata selama ini saya hanya membaca Alkitab, merenungkan firman dari buku panduan dan selesai begitu saja sebagai kewajiban dan ketaatan pada Allah. Begitu juga dengan sering mengutip dari AI merasa sudah cukup memadai pengetahuan yang diperoleh. Mengikuti kelas PSE serasa ditegur, bahwa pelayanan dan aktivitas rohani yang saya lakukan selama ini tidak saya rasa sebagai kedekatan dan bakti pada Tuhan hanyalah semu, tampak rohani di permukaan saja. Sesungguhnya dangkal, tidak ada relasi, keintiman, kedekatan, interaksi perjumpaan dengan Allah secara pribadi. Padahal kerinduan Allah semenjak penciptaan dunia ingin berelasi dengan manusia, sekalipun manusia sudah berdosa memilih suara setan, Tuhan tetap mencari manusia. Puncaknya pada karya penebusan Kristus di kayu salib. Dengan itu semua, saya berkomitmen untuk mulai membaca Alkitab seperti SE, membaca-mengunyah/merenungkan, merespons, dan menghidupi. Berharap hidup saya akan diubahkan, berkarakter Kristus, semakin berbuah. Tidak mudah, perlu disiplin, dan konsistensi terus menerus. Kiranya Roh Kudus menolong dan memampukan saya melakukan, dan menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Saya rindu ingin membagikan buat rekan-rekan sepelayanan di gereja agar mereka juga berelasi dan berjumpa dengan Kristus secara pribadi lewat firman yang digumuli. Terima kasih buat tim SABDA, Kak Bima, Kak Yola dan teman-teman yang diskusinya sangat memberkati. Semoga bisa mengikuti kelas selanjutnya. Tuhan Yesus memberkati.

  19. Yuni Langke

    Puji Tuhan. Saya bersyukur dapat mengikuti PSE, di tengah-tengah kesibukan pelayanan yang ada.

    Banyak berkat yang saya terima, yaitu:

    1. Diingatkan bahwa hubungan pribadi dengan Tuhan sangat penting sebagai dasar pelayanan.
    2. Membaca, mempelajari firman Tuhan memerlukan waktu khusus.
    3. Teknologi merupakan alat untuk membantu mempelajari firman Tuhan, tetapi tetap harus berdoa dan bergantung pada Roh Kudus untuk mendapat pencerahan.
    4. Yang lebih penting lagi, setelah mempelajari firman adalah ketaatan. Karena hal itulah yang membuat hidup berbuah.
    5. SE sangat penting dan harus disampaikan kepada teman, dan hamba Tuhan yang lain agar mereka juga mempunyai pelayanan yang efektif.

    Terima kasih buat tim SABDA yang telah memberi kesempatan yang baik sehingga dapat mengikuti PSE ini. Terima kasih juga buat seluruh anggota PSE, terutama kelas 2 pagi, yang telah berbagai berkat, saling melengkapi dan memperkaya pemahaman kita dalam menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan. Kiranya kita dapat bertemu di kesempatan mendatang. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

  20. Agus Sunardi

    Bagi saya, mengikuti kelas PSE menjadi pengalaman rohani tersendiri yang membuka mata saya bahwa berinteraksi dengan firman Tuhan bukan sekadar membaca atau menyiapkan bahan pelayanan, tetapi benar-benar berjumpa dan diubahkan oleh Tuhan secara pribadi. Pelajaran yang paling berkesan adalah menyadari bahwa tujuan akhirnya adalah ketaatan dan transformasi hidup, bukan sekadar pengetahuan. Saya berkomitmen untuk menyediakan waktu khusus setiap hari untuk merenungkan firman Tuhan dengan lebih tenang, mencatat aplikasi praktis, menghidupi dan membagikan pelajaran yang Tuhan ajarkan dalam kehidupan nyata. Proses diskusinya juga sangat membangun karena saling memperkaya sudut pandang, meskipun ke depan perlu lebih mendalam dalam berdiskusi dan aplikatif agar setiap peserta sungguh mengalami pertumbuhan yang nyata, bukan hanya memahami materi.

  21. Juliana Wally

    Saya bersyukur bisa mengikuti kelas PSE. Saya merasa kelas ini adalah kelanjutan dari kelas Bedah Kitab Matius 5-7. Karena sama-sama menyentak saya. Kemarin, saya berjanji untuk taat, tetapi kali ini, saya ingin belajar Alkitab sampai menjadi manusia yang alkitabiah. Bukan sekedar membaca untuk memenuhi standar, tetapi mengerti dan melakukan juga menyampaikan kepada yang lain.

    Terima kasih admin, Kak Yola dan Kak Bima yang selalu mengingatkan. Saya minta maaf tidak begitu aktif karena ada kegiatan lain. Biarlah MLC SABDA dan tim terus menjadi berkat bagi semua orang. Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan. Tuhan Yesus Kristus, Firman hidup memberkati kita semua.