- Chika Ferryana
Shalom. Bersyukur karena akhirnya mengapa saya merasa kering dan ogah-ogahan baca Alkitab. Dahulu, saya berpikir karena kitab Pentateukh -- 5 kitab Musa -- tetapi karena saya hanya ingin memenuhi laporan bacaan Alkitab. Saya berpikir, tidak mendapat chat dari tim pemerhati dari komunitas tersebut sudah aman, tetapi ini memberi dampak negatif terhadap diri saya. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk senantiasa melibatkan Dia dan membaca Alkitab secara perlahan. Meski banyak yang tidak saya pahami, setidaknya saya mengalami pertumbuhan maksimal dari ayat yang saya pahami. Demikian kesaksian saya. Percaya bisa jadi berkat. Amin!
- Devi Monika Permatasari
Jadi makin menyelidiki diri. Apakah diri ini benar-benar sudah engaged to the scripture? Makasih SABDA, sudah memfasilitasi dan tiap kasih kelas, bener-bener yang nampar banget. Yang selain bahan pengetahuan, jadi bahan introspeksi diri juga. Makasih untuk Kak Milly dan Kak Melisa. GBU all.
- Dwi Kanti
Ternyata ada ilmu yang dapat menolong orang untuk bertumbuh, yang akhirnya berbuah seperti yang diharapkan Tuhan. Jujur, saya baru mendengar dan mengetahuinya di kelas ini. Karena baru jadi, pertamanya agak belum mengerti, tetapi ketika diikuti terus saya baru memahami. Beruntung sekali saya mengikuti kelas PSE ini karena memiliki manfaat yang dapat menolong saya dalam bertumbuh. Mumpung masih fresh, saya mau memakainya dalam rutinitas pembacaan firman Tuhan setahun. Saya mau belajar mengunyahnya pelan-pelan setiap hari di mana pun saya berada supaya dapat memberikan nutrisi bagi otot rohani saya. Senang sekali dan bersyukur saya mendapatkan manfaat yang besar yang belum tentu saya bisa dapatkan dengan metode lain. Bersyukur kepada Tuhan yang selalu mendengar dan merespons setiap kebutuhan anak-anak-Nya. Berterima kasih buat pelayanan SABDA dan tim yang luar biasa. Kiranya Tuhan Yesus memberkati agar tetap menjadi kepanjangan tangan Tuhan sehingga banyak jiwa diselamatkan. Amin. GBU.
- Linna Kusuma Wati
Saya pernah mendengar Bu Yulia spil tentang engage dengan Alkitab. Dan, saya bersyukur ada modul ini. Saya jadi makin "ngeh" pentingnya saat teduh, yang sekarang lebih dalam menjadi SE dan tujuannya supaya ada transformasi. Dengan adanya transformasi, kita dapat menjadi berkat. Menggenapi misi Allah bagi dunia. Wow. Saya ada di bagian karya besar Allah. Hal ini mendorong saya untuk belajar dan belajar lagi berinteraksi dengan firman-Nya. Dimulai dari diri saya dan berlanjut ke keluarga. Terima kasih Kak Milly dan Kak Melisa. Serta tim SABDA, terima kasih. Terima kasih juga untuk teman-teman PSE 3. Tuhan memberkati.
- Monica Evelyn
Shalom. Puji Tuhan untuk pelayanan teman-teman dari SABDA. Saya sangat terberkati dengan adanya pelayanan SABDA, khususnya untuk PSE yang saya ikuti selama 5 hari ini. Saya jadi dikuatkan pada fokus/esensi membaca firman dan menaati kehendak Tuhan sebagai wujud mendekatnya hati anak pada Bapa dan hati Bapa pada anak. Semoga pelayanan SABDA bisa semakin berkembang dan memberkati banyak orang secara lebih luas lagi. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua. Amin.
- Nanang Sutopo Y.
Antara kemauan dan keinginan menumbuhkan semangat mengobarkan ikrar perubahan menuju transformasi dengan segala konsekuensinya, waktu, kesempatan, pikiran, fokus, diikuti kerja keras pantang menyerah. Dalam pergumulan tersebut, kasih Tuhan menyertai, Roh Kudus membimbing ke arah jalan terang. Tidak mudah, tetapi itu harga yang harus dibayar. Ketika kita bersedia menyandarkan diri melekat kepada Sang Pemilik hidup, kiranya itu membawa kita kepada pencerahan. Selama mengikuti program SABDA PSE ini, tentu semua itu mengembangkan diri pola pikir untuk terus memupuk iman percaya dan semakin diurapi. Tidak ada kata selesai karena komitmen dan konsistensi akan menguji sejauh kita terus dimampukan dan bersedia belajar mencerdaskan akal budi pekerti dalam pengetahuan tentang Tuhan Yesus.
- Rosy H.
Puji Tuhan ketika mengikuti PSE terdorong bagi diri sendiri untuk membuka diri selebar-lebarnya untuk dibedah firman Tuhan, bukan hanya saya yang membedah dan menggali. Jujur, selama ini kurang membuka diri. Dan, istilah mengunyah, mencerna, menelan, mendorong untuk lebih lagi bergumul dengan firman-Nya. Terima kasih untuk rekan-rekan diskusi yang memberi masukan, mari kita bertumbuh bersama, dan kita sama-sama menjadi berkat dengan apa yang sudah diterima lewat PSE ini. Terima kasih buat semua tim SABDA atas pelayanannya, biar semakin jadi berkat.
- Sarah
Firman Tuhan yang dihidupkan oleh Roh tidak hanya mengajak kita untuk memahami, tetapi mengubahkan hati, pola pikir, serta menanggalkan cara hidup yang lama menjadi manusia baru di mana karakter Kristus menggantikan diri kita. Membaca Alkitab tanpa Roh Kudus hanya sebuah informasi tanpa menyentuh hati. Namun, bersama-sama dengan Roh Kudus, mengajarkan kita untuk hidup dalam firman-Nya. Dengan menerapkan disiplin rohani, literasi Alkitab, komunitas rohani yang sehat, penggunaan media digital dengan bijak sangat memengaruhi perjalanan rohani untuk kita bertumbuh.
Terima kasih kepada SABDA MLC beserta tim, melalui materi dan diskusi ini, telah membuka perspective, memberi insight bagi kami semua. Terima kasih untuk Kak Milly dan Kak Melisa atas pelayanan hingga malam hari. Dan, rekan-rekan diskusi dalam PSE 3. Kiranya Alkitab tidak cukup hanya berhenti sebagai pengetahuan rohani saja, tetapi bagaimana orang lain melihat Yesus Kristus hidup dalam diri kita.
Galatia 2:20 (TB), "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." Tuhan Yesus memberkati.
- Simon Salasa
Puji syukur kepada Tuhan karena melalui kelas PSE, saya mendapat kesempatan untuk belajar dan bertumbuh dalam iman. Kelas ini menjadi ruang yang aman untuk berbagi pengalaman dan saling menguatkan. Pengalaman baru: saya belajar melihat setiap peristiwa hidup sebagai bagian dari proses pembentukan diri. Diskusi bersama teman-teman juga membuka wawasan karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda.
Pelajaran atau berkat yang paling berkesan: yang paling berkesan adalah pentingnya keterbukaan hati dan refleksi diri. Saya menyadari bahwa pertumbuhan rohani tidak instan, tetapi melalui proses yang setia.
Aplikasi praktis: saya mencoba menerapkan dengan lebih sabar, mau mendengar orang lain, dan menyediakan waktu untuk refleksi serta doa pribadi.
Evaluasi proses diskusi: diskusi berjalan baik dan tertib. Semua peserta diberi kesempatan berbicara sehingga suasana terasa hidup dan membangun. Kelas PSE menjadi berkat yang nyata bagi saya. Saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar memahami diri dan orang lain dengan lebih baik. Kebersamaan dalam diskusi membuat saya merasa dikuatkan dan tidak berjalan sendiri dalam proses pertumbuhan iman. Harapan saya, apa yang sudah dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan saja, tetapi sungguh menjadi perubahan sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Saya bersyukur atas kesempatan ini dan berkomitmen untuk terus bertumbuh serta menjadi berkat bagi orang lain.
- Supriyono
Puji Tuhan! Saya sungguh bersyukur atas kebaikan dan tuntunan Tuhan Yesus Kristus. Saya bisa menyelesaikan kursus online "Pengantar Scripture Engagement" (PSE) yang diadakan oleh MLC.
Berkat khusus yang kami dapatkan:
- Scripture Engagement bukan sekadar membaca Alkitab, tetapi berinteraksi dengan firman Tuhan sehingga firman itu membentuk hidup saya. Bukan hanya tahu isi Alkitab, tetapi mengalami perjumpaan dengan Allah melalui firman-Nya.
- Mazmur 1:2-3, orang yang kesukaannya Taurat Tuhan itu seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, berbuah pada waktunya. Artinya, firman bukan hanya informasi, tetapi transformasi.
- Firman Tuhan menjadi kompas hidup, bukan sekadar bahan renungan. Tujuan akhir membaca Alkitab adalah kedewasaan rohani, bukan pengetahuan teologi. Roh Kudus adalah Pribadi yang menerangi hati, bukan sebuah metode atau teknologi apa pun.
Saya belajar bahwa selama ini mungkin saya membaca untuk mencari jawaban, tetapi Tuhan ingin saya membaca untuk mengenal hati-Nya. Firman Tuhan menjadi: cermin yang menegur, pelita yang menuntun, air yang menyegarkan jiwa.
Membaca Alkitab menjadi lebih reflektif, bukan tergesa-gesa. Ada dorongan untuk taat, bukan hanya mengerti. Doa menjadi respons terhadap firman, bukan rutinitas yang kosong. Hati lebih peka terhadap suara Roh Kudus. Saya semakin sadar bahwa firman Tuhan bukan hanya untuk disiapkan dalam pelayanan, tetapi yang utama untuk membentuk kehidupan pribadi. Sebagai respons, saya mau memberi waktu khusus untuk merenungkan firman, bukan hanya membaca cepat. Karena pada akhirnya, Scripture Engagement bukan tentang metode, tetapi tentang relasi hubungan yang hidup dengan Tuhan melalui firman-Nya.
Berkaitan dengan evaluasi terhadap jalannya diskusi kelas: bersyukur ada banyak teman-teman mengapresiasi dari sudut pandang dan antusias dari setiap pribadi. Saya juga belajar bahwa dalam komunitas pembelajaran saya masih kurang, saya pribadi belajar untuk lebih bijaksana dalam menanggapi dan merespons, serta menjaga sikap rendah hati, baik saat menerima masukan, maupun saat memberi pendapat dari teman-teman di kelas.
Terima kasih kepada Tim SABDA, moderator, Kak Milly, dan admin, Kak Melisa, yang telah setia mendampingi dan mengingatkan saya selama proses diskusi berlangsung. Sekalipun sempat hampir menyerah, kasih dan pertolongan Tuhan membuat saya bisa menyelesaikannya dengan baik. Puji Tuhan! Akhirnya, Soli Deo gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan kita, Yesus Kristus.
- Tan Tjin Hin
Puji syukur atas berkat-Nya, masih diberi kesempatan buat belajar, modul "Pengantar Scripture Engagement" baru buat saya karena selama ini, tanpa saya sadari sering menjadikan firman Tuhan sebagai bahan pelayaran, diskusi, dan mengerjakan tugas. Kadangkala sering merasa "rohani" karena banyak tahu, banyak catatan dan sering membahas Alkitab.
Dari pembelajaran kelas ini, saya merasakan kalau Tuhan pelan-pelan menunjukkan bahwa tujuan utama Dia berbicara lewat firman-Nya bukan supaya saya makin pintar, tetapi supaya saya semakin serupa Yesus Kristus. Firman bukan hanya untuk menambah wawasan, tetapi untuk mengubah arah hidup, cara bersikap, bereaksi terhadap lingkungan, mengampuni, melayani, dan pengambilan keputusan sehari-hari.
Dalam modul "Pengantar Scripture Engagement", saya belajar membedakan antara kedewasaan rohani yang otentik dengan kedewasaan rohani yang kelihatannya dewasa. Sebab kedewasaan rohani yang kelihatannya dewasa terlihat pandai banyak bicara tentang firman, tetapi tidak banyak perubahan sikap, sedangkan kedewasaan rohani yang otentik mungkin tidak terlihat spektakuler di depan orang banyak, tetapi perlahan-lahan tampak dalam buahnya (lebih sabar, rendah hati, lebih bisa mengampuni, jujur, dan lebih mengasihi).
Akhirnya saya mencoba membuat komitmen kecil, tetapi nyata:
- Bukan hanya membaca, tetapi setiap kali selesai berjumpa dengan firman, tanyakan pada diri sendiri, hal kecil apa yang Tuhan mau saya taati hari ini.
- Bukan hanya menyimpan ayat-ayat, tetapi membagikan apa yang Tuhan tegur atau kuatkan buat saya kepada orang lain, supaya firman Tuhan itu hidup dalam relasi bukan hanya memenuhi kepala.
- Bukan hanya memakai firman Tuhan untuk orang lain, tetapi membiarkan firman itu mengoreksi diri saya ini.
Menyadari saya pribadi belum sempurna, masih sering jatuh dan bolong-bolong, tetapi justru di situ, saya melihat bagaimana kasih karunia Tuhan dengan sabar menuntun saya sedikit demi sedikit untuk hidup dalam-Nya, membaca dan merenungkan firman-Nya. Saya memahami tidak berhenti pada tahu banyak, melainkan sungguh-sungguh menjadi pribadi yang hidupnya dibentuk firman menjadikan manusia alkitabiah. Akhirnya, dari semuanya, saya haturkan terima kasih buat teman-teman dalam kelas PSE 3, kita bisa berdiskusi dengan hangat dan saling membangun, juga buat tim SABDA MLC yang sudah mempersiapkan kelas ini dengan baik, saya percaya jerih payah saudara/i tidak akan sia-sia. Berkat Tuhan Yesus Kristus dalam kasih karunia-Nya melingkupi kita semua. Amin.
- Uniati
Puji Tuhan, sungguh berkat dari Tuhan jika saya bisa menyelesaikan PSE ini, mengingat begitu banyak kesibukan saya akhir-akhir ini. Puji Tuhan, melalui PSE ini, saya kembali diingatkan Tuhan untuk menyapa-Nya dengan lebih lagi, memperkuat disiplin rohani, mengasihi-Nya lebih dalam dengan memperhatikan betul suara-Nya. Melalui lectio divina, saya ingin lebih mengenal-Nya seperti kerinduan saya sebelumnya dan dibukakan melalui SE ini. Semoga ada perubahan nyata dalam hidup saya hari lepas hari, sedikit demi sedikit dalam hidup saya makin menyerupai Kristus. Terima kasih Tuhan.
Terima kasih untuk semua teman-teman dalam diskusi yang sudah meluangkan waktu untuk bertukar pendapat. Terima kasih untuk seluruh tim SABDA untuk perhatian dan dorongan dalam mengikuti setiap pelajaran dalam SE ini, secara khusus untuk Kak Millytia dan Kak Melisa, kiranya Tuhan senantiasa memberkati pelayanan SABDA di mana pun. Tuhan Yesus memberkati.
- Wennar
Moment PSE kali ini bertepatan dengan monitoring terstruktur "gerakan baca Alkitab" harian di gereja lokal, tempat saya berjemaat. Jadi, sangat related sekali, berharap bisa buat panduan bagi gembala dan pengerja lainnya. Modul ini tentunya bisa dikembangkan dengan mentoring berkesinambungan sehingga aplikasi dalam kehidupan pribadi dan komunitas akan lebih berdampak. Terima kasih buat pencerahan yang telah difasilitasi oleh Tim SABDA MLC dan teman-teman yang telah berdiskusi dalam kelompok serta Office Hour. Tuhan pakai setiap kita untuk membawa jiwa-jiwa bagi kemuliaan-Nya. Tetap bergerak dan berdampak buat semuanya.
- Zephania Maestronella
Shalom. Mengikuti kelas "Pengantar Scripture Engagement" membuat saya membayangkan bahwa Alkitab itu bukan hanya sekadar buku tebal yang membosankan. Alkitab, hidup karena Ia adalah wujud firman Allah itu sendiri. Namun, untuk mempergunakan Alkitab sesuai dengan fungsi-Nya, tidak cukup dengan rajin membaca setiap ayat setiap hari, melainkan dengan meminta hikmat Roh Kudus agar kita dapat diberi kemampuan untuk memahami dengan versi Allah, yang tentu lebih tinggi dari akal budi manusia. Saya ucapkan terima kasih kepada tim SABDA MLC yang telah menyediakan modul dan menjadi fasilitator bagi kami para peserta untuk semakin mengenal dan mencintai firman Allah. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati pelayanan Bapak/Ibu sekalian.
- Teddie Hoyt
Shalom Brothers dan Sisters in Christ. Bersyukur dapat join dalam kelas PSE dari tanggal 18 - 25 Februari 2026 via WhatsApp Group. Berikut Sharing Berkat dari Teddie Hoyt (PSE 3).
"Pengantar Scripture Engagement" (PSE) membahas tentang bagaimana AI dapat membantu pemahaman Alkitab secara kognitif, sementara Roh Kudus memberi iluminasi.
AI membantu pemahaman Alkitab secara kognitif:
- AI dapat membantu menganalisis teks Alkitab, memberikan konteks sejarah, dan menjelaskan makna kata-kata yang sulit.
- AI dapat membantu mengidentifikasi tema, struktur, dan pola dalam Alkitab.
- AI dapat membantu membandingkan versi Alkitab yang berbeda dan memberikan penjelasan tentang perbedaan-perbedaan tersebut.
Roh Kudus memberi iluminasi:
- Roh Kudus adalah sumber kebenaran dan hikmat yang sejati.
- Roh Kudus membantu kita memahami makna spiritual dan aplikatif dari Alkitab.
- Roh Kudus memberi kita pemahaman yang lebih dalam tentang kehendak Allah dan rencana-Nya untuk hidup kita.
Dalam proses memahami Alkitab, AI dapat membantu kita secara kognitif, tetapi Roh Kuduslah yang memberi iluminasi dan pemahaman yang sejati. Roh Kudus membantu kita melihat Alkitab sebagai firman Allah yang hidup dan aktif, yang dapat mengubah hidup kita.
Seperti yang tertulis dalam 1 Korintus 2:10-11, "Tetapi Allah telah menyatakannya kepada kita oleh Roh-Nya. Sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi di dalam Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui hal-hal yang ada pada Allah, kecuali Roh Allah." Saya terinspirasi dengan quote-nya D.L Moody sebagai berikut: "Alkitab tidak diberikan untuk menambah pengetahuan kita, tetapi untuk mengubah hidup kita." Last but not least, terima kasih untuk pelayanan Bu Yulia dan team work SABDA Ministry Learning Centre. God bless. Amin.