- Agus Sunardi
Salah satu pelajaran yang paling berkesan di kelas PPB adalah melihat bagaimana Allah bekerja dalam sejarah manusia melalui dunia Yunani, Romawi, hingga gereja mula-mula. Semuanya hanya untuk mempersiapkan jalan bagi Injil, sehingga saya semakin mengerti bahwa iman Kristen bukan sekadar kepercayaan, tetapi berdiri di atas dasar yang nyata dan dapat dipercaya. Saya juga tersentuh ketika memahami bahwa gereja bukanlah gedung, melainkan umat yang hidup oleh Roh Kudus dan bahwa Injil bukan hanya informasi, tetapi kuasa Allah yang mengubah hidup.
Secara praktis, saya rindu untuk lebih tekun membaca dan memahami Alkitab dalam konteksnya, serta mulai membagikan Injil dengan bijaksana sesuai keadaan orang yang saya temui, seperti teladan Paulus. Saya juga belajar untuk tidak terjebak pada hal-hal lahiriah, tetapi membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dan hidup dalam persekutuan yang nyata. Dalam proses diskusi, saya melihat betapa pentingnya kerendahan hati untuk belajar dari sudut pandang yang berbeda, supaya tercapai kesepahaman. Akhirnya, melalui pembelajaran ini, kiranya menjadikan saya semakin menyala untuk mengasihi Kristus dan menjadi saksinya di tengah hiruk-pikuk dunia.
- Almi Pasudi
Thank you so much untuk tim SABDA, yang sudah menghadirkan kelas diskusi PPB ini yang sangat memberkati. Aku sangat bersyukur bisa ikut kelas diskusi ini. Diskusi ini bukan cuma menambah pengetahuan, tetapi juga membuka cara pandang baru tentang iman, pelayanan, dan hidup. Dari setiap sharing, pertanyaan, bahkan perbedaan pendapat—aku belajar bahwa bertumbuh itu proses, dan Tuhan bisa pakai siapa saja untuk saling menguatkan. Kiranya apa yang sudah ditabur lewat kelas ini terus berbuah dalam kehidupan dan pelayanan kita dan juga bisa jadi berkat buat orang lain. Kiranya Tuhan terus pakai tim SABDA untuk menjangkau lebih banyak jiwa dan memberkati banyak orang lewat pelayanan yang luar biasa ini.
- Daniel Andika
Shalom semua. Saya sangat terberkati dengan diskusi di tema PPB ini, memberikan pandangan mengenai keadaan saat Perjanjian Baru ditulis, hal ini membuat paradigma baru dalam penafsiran yang benar. Bagaimana pemahaman saya mengenai PB mendapat pencerahan dan juga memperkuat iman soal pemahaman dan penyebaran Injil. Terima kasih untuk semua moderator yang telah bekerja keras. Terima kasih juga untuk teman komunitas gereja saya, Bpk. Rafly Rinaldy, yang mengundang saya ikut sejak kelas "Doktrin Dasar Allah", lalu saya ketagihan ikut program SABDA ini.
- Dwi Kanti
Di awal kelas. saya merasa sulit karena semua materi adalah baru pertama saya mengenalnya. Sebelumnya, tidak kepikir juga. Hampir rasanya ingin menyerah saja. Namun, Tuhan memang baik menuntun saya dari satu materi ke materi berikut sehingga semua materi bagus dan membuka wawasan saya mengenai Tuhan. 400 tahun masa hening, di balik keheningannya, ternyata Tuhan sedang bekerja dengan tekun untuk mempersiapkan kasih-Nya hadir ke dunia. Dia yang Maha Kuasa menyebutnya sebagai Anak Manusia yang setara dengan hakikat manusia. Dan, ujung bumi yang kini saya pahami adalah tidak jauh, tetapi ada di sekitar kita, yaitu orang-orang yang belum mengenal-Nya. Saya sekarang dapat memahaminya dan saya juga tahu apa yang harus saya lakukan kemudian. Terima kasih buat SABDA dan tim yang sudah memberi kesempatan kepada saya yang biasa saja, bahkan menjadi penghuni ujung bumi, sudah diberkati. Kiranya Tuhan juga memberkati pelayanan SABDA dan tim agar sungguh berdampak dan memberkati banyak jiwa. Banyak jiwa mengenal kebenaran dan percaya kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
- Emilia
Saya merasa sangat bersyukur dapat mengikuti kelas PPB kali ini. Melalui kelas ini, saya mendapatkan banyak wawasan baru mengenai Perjanjian Baru yang sangat memperkaya kerohanian saya. Sebagai seseorang yang gemar membaca, Alkitab memang menjadi salah satu "buku" yang bukan hanya sekadar saya baca, tetapi saya juga berusaha memahaminya. Namun, belajar bersama di kelas ini memberikan kedalaman yang berbeda. Saya berharap di lain kesempatan dapat kembali mengikuti kelas-kelas serupa, terutama yang membuka ruang diskusi lebih dalam mengenai isi dan pertanyaan-pertanyaan sulit seputar Alkitab. Terima kasih banyak kepada SABDA dan seluruh fasilitator atas dedikasinya. Tuhan memberkati.
- Feronica
Bersyukur pada akhirnya dapat mengikuti kelas diskusi PPB modul biblika baru bagi saya. Melalui modul serta pertanyaan diskusi, saya dibukakan kembali mengenai Injil Sinoptik, juga mengenai prinsip gereja mula-mula--Koinonia, kehidupan jemaat mula-mula yang seharusnya juga dapat terjadi pada zaman sekarang. Alangkah indahnya jika hal tersebut terjadi. Terima kasih untuk moderator kelas, Kak Milly dengan pertanyaan penajaman, juga admin kelas, Kak May yang senantiasa mengingatkan, juga kepada tim MLC SABDA yang semakin hari semakin luar biasa menjadi berkat. Kiranya Tuhan juga senantiasa diberkatinya SABDA dan family.
- Ferry
Selamat pagi semua dan selamat pagi untuk tim admin dari Alkitab SABDA. Terima kasih telah diberikan bekal yang sangat amat sangat penting dalam membentuk pemahaman tentang Injil Kristus Yesus, Tuhan kita. Sehingga saya bisa mengenal dan tahu lebih dari berbagai aspek cara melihat Injil dari yang sebelum saya mengikuti. Saya memang telah membaca tentang sejarah Injil, tetapi saya belum mendapatkan sebagaimana yang diajarkan dalam beberapa hari yang telah kami pelajari lewat diskusi. Dalam banyak pertanyaan yang diberikan oleh tim yang membuat saya lebih wah adalah ketika disampaikan materi mengenai prinsip koinonia dan komunisme dan gereja gedung dan online church. Di sini, saya semakin diyakinkan dan dikuatkan dengan apa yang diajarkan oleh Injil.
Semoga SABDA terus bergerak dengan program-program baru yang seperti ini demi tersampaikannya Injil Yesus Kristus. Kiranya Roh Kudus bekerja dan setiap orang menjadi percaya, dan Injil Yesus Kristus masyur sampai kedatangan Kristus Yesus Tuhan kita yang ke-2 kali. Nama Tuhan kita dimuliakan. Diberkatilah kita semua. Amin.
- HerBen
Shalom dan praise the Lord, akhirnya saya dapat juga mengikuti kelas PPB di tahun 2026 ini dengan tuntas, walau di tengah kesibukan-kesibukan yang lain sehingga saya multitasking, dan menambah jam kerja untuk tetap memenuhi tuntutan dari kelas, dan terima kasih kepada Bu Mei yang selalu mengingatkan agar saya bisa kembali ke diskusi, dll. JBU.
Mempelajari PPB menarik karena kita tidak dapat melihat dan menafsirkan PB hanya dalam konteks dekatnya, tetapi juga harus melihat konteks jauh apa yang dikatakan dalam PL sehingga kita melihat bahwa PB merupakan penggenapan dari apa yang telah disebutkan dalam PL. Bagaimana PB disusun dan bagaimana menyikapi dunia AI pada abad 21 ini. Alkitab tidak pernah usang hingga seluruh janji dan nubuat-nubuatnya digenapi. Terima kasih kepada seluruh teman-teman diskusi di kelas PPB 3 yang sudah menginspirasi dengan hasil penggalian dan pendapatnya yang sangat luar biasa. Juga kepada tim SABDA MLC yang sudah memfasilitasi kita untuk terus belajar. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
- Linna Kusuma Wati
Saya bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk belajar. Berkat yang saya dapatkan pada kelas kali ini, tentang masa gelap 400 th (masa transisi PL - PB). Saya pikir masa itu adalah masa Tuhan "mendiamkan" umat-Nya. Ternyata bukan. Masa itu justru masa Tuhan bekerja luar biasa untuk mempersiapkan kedatangan Putra-Nya yang Tunggal ke dunia. Tuhan tetap setia, tetap mengasihi umat-Nya.
Dari pemahaman tersebut, saya belajar bahwa ketika Tuhan "diam" bukan berarti Tuhan membiarkan saya. Tuhan tetap bekerja untuk mendatangkan rencana yang terbaik. Tuhan tidak pernah mengecewakan. Kecewanya saya justru karena tidak sesuai dengan harapan saya, bukan kehendaknya Tuhan. Karenanya saya mau belajar untuk tetap memercayainya. Tuhan baik di sepanjang waktu. Terima kasih tim SABDA, Kak Milly, Kak Mei, dan teman-teman diskusi PPB 3. Tuhan memberkati.
- Marganda Kristianto Purba
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas perkenanan-Nya saya dapat mengikuti kelas Pembimbing Perjanjian Baru. Melalui melayani, saya lebih memahami bahwa pemberitaan Injil bukan hal yang mudah seperti yang dialami oleh Paulus dalam Alkitab. Paulus menghadapi banyak tantangan dalam memberitakan Injil, baik dari unsur budaya, politik, sosial, serta adanya penolakan karena dia sebelumnya berlawanan dengan Injil. Satu hal yang bisa dipelajari dari Paulus sekalipun banyak tantangan dan pencobaan, dia tetap setia memberitakan Injil sekalipun harus dimasukkan dalam penjara. Teladan yang harus kita contoh dalam kehidupan saat ini.
Saya juga bersyukur punya teman-teman diskusi yang luar biasa produktif, kreatif, dan inovatif baik dalam menjawab pertanyaan dan juga memberikan pertanyaan tambahan yang mendukung pembelajaran kami di kelas ini. Saya berterima kasih kepada MLC SABDA yng yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Secara khusus untuk Moderator, Kak Milly, dan Admin, Kak May. Selalu semangat melayani dan mengingatkan saya, terutama ketika saya terlewat di hari ketiga karena kesibukan pelayanan. Tuhan Yesus memberkati.
- Nanang
Puji Tuhan untuk kelas PPB 3, khususnya Pelajaran 5 "gereja adalah umat Allah di dunia". Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah waktu membahas Kis. 2:44-45 tentang koinonia. Saya diingatkan bahwa gereja bukan gedung, tetapi persekutuan yang berbagi hidup. Dahulu saya mengukur rohani dari kegiatan, sekarang saya belajar bahwa "karya kasih-Nya genap", artinya saya melayani karena sudah dikasihi, bukan supaya dikasihi.
Aplikasi praktis yang mau saya lakukan: 1) Mulai komsel di rumah sebulan sekali, meniru gereja mula-mula yang bertekun dari rumah ke rumah. 2) Dalam diskusi kemarin, saya belajar lebih banyak mendengar sebelum bicara. Evaluasi saya: kadang saya terlalu cepat menjawab. Ke depan saya mau beri ruang Roh Kudus bekerja lewat teman-teman lain. Bersyukur boleh ikut PPB 3. Yang paling memberkati saya dari Pelajaran 5 adalah kebenaran bahwa gereja bisa bertumbuh 300 tahun tanpa gedung. Itu menampar saya yang kadang lebih fokus ke sarana daripada ke hati.
Berkatnya: saya paham "karya kasih-Nya genap" di salib membuat saya aman. Dampaknya, saya tidak lagi melayani karena takut, tetapi karena syukur. Aplikasinya: minggu ini saya mau ajak 2 teman untuk doa bareng online, pakai prinsip gereja tanpa tembok. Evaluasi diskusi: saya belajar bahwa setiap anggota punya sudut pandang yang memperkaya. Saya mau lebih rendah hati mendengar. Kiranya sharing ini jadi berkat. Tuhan memberkati.
- Orianna
Mengikuti kelas PPB ini bikin saya sadar kalau selama ini saya baca Perjanjian Baru tanpa benar-benar mengerti fondasinya. Mulai melihat kalau Perjanjian Baru itu satu kesatuan dengan alur jelas dari Injil, Kisah Para Rasul, sampai surat-surat, dan Wahyu, yang lahir dari konteks sejarah nyata dan kebutuhan jemaat mula-mula. Yang paling berkesan: tahu tiap penulis punya tujuan spesifik, pembaca tertentu, dan cara penyampaian yang beda, tetapi tetap menunjuk ke inti yang sama. Jadi, kalau baca tanpa mengerti konteks ini, besar kemungkinan akan memaksakan makna ke teks, bukan benar-benar menarik makna dari teks.
Ke depannya mau ubah cara baca, lebih perhatikan siapa penulisnya, ke siapa ditulis, dan situasi waktu itu, lalu mikir aplikasinya. Ini juga bikin saya mikir ulang gimana iman dijalani di tengah perkembangan teknologi dan AI, supaya nggak cuma ikut arus atau cari yang praktis, tetapi tetap ngerti dasarnya dan berlandaskan firman Tuhan selalu. Untuk diskusi, menurun saya ngebantu karena banyak sudut pandang, walaupun aku sendiri cukup kesulitan ngikutin semua/mostly chat-chat-nya karena keterbatasan waktu. Terima kasih untuk tim SABDA, terutama bagian PPB yang sudah mengadakan dan mengkoordinasikan dengan baik. Bersyukur bisa dapat pemahaman baru tentang Perjanjian Baru ini. Ditunggu kelas berikutnya.
- Petrus Panaka
Puji syukur kepada Tuhan. Setelah saya mengikuti kelas PPB selama 5 hari berturut-turut, membaca, mempelajari, dan mengikuti diskusi kelas modul Pembimbing Perjanjian Baru (PPB), antara lain dari Injil Sinoptik—Matius, Markus, dan Lukas, saya merasa tidak hanya sedang menelusuri kisah tentang Yesus di masa lalu, tetapi saya sedang diperhadapkan dengan wajah pelayanan yang sejati, yang seharusnya membentuk hidup kita hari ini. Dalam ketiga Injil ini, Yesus tidak sekadar mengajar tentang Kerajaan Allah; Ia menghadirkan Kerajaan itu di tengah dunia yang rusak, terluka, dan terhilang. Saya belajar bahwa konsistensi Injil Sinoptik memberi keberanian bagi kita untuk memberitakan Injil sampai ke "ujung bumi: dengan yakin. Injil menjadi nyata bukan hanya diberitakan dengan kata-kata, tetapi dinyatakan melalui kehidupan.
Dalam "Koinonia" yang sejati, dunia akan melihat sesuatu yang berbeda. Bukan sekadar kesetaraan yang dipaksakan, tetapi kasih yang mengalir. Bukan sistem yang mengikat, tetapi relasi yang menghidupkan. Yesus sebagai "Anak Manusia", kita belajar bahwa pelayanan Yesus hadir secara nyata di tengah manusia, melayani dengan kerendahan hati, menyatakan kebenaran dengan hikmat, dan berjalan dalam jalan pengorbanan. Ketika gereja hidup, di situlah gedung dan online muncul. Kita bukan untuk meniru bentuk luar jemaat mula-mula, tetapi untuk mengalami sumber yang sama: hati yang dipenuhi oleh Kristus. Gedung hanyalah sarana, bukan tujuan. Gereja juga perlu merangkul dunia digital sebagai ladang misi baru, bukan sekadar tren. Namun, tidak berhenti pada "hadir online"; tetap bangun komunitas yang nyata, relasional, dan saling menggembalakan, yang pada akhirnya gereja sejati adalah tubuh Kristus yang hidup, adaptif terhadap zaman tanpa kehilangan akar alkitabiah.
Saya mengucapkan terima kasih kepada admin dan moderator SABDA yang telah memfasilitasi kelas PPB dengan baik, juga kepada seluruh peserta PPB 3 yang saling mendukung dengan sabar dan tekun dalam pelaksanaan diskusi kelas ini, sehingga kita bisa saling belajar dan membagi pengalaman dan pengetahuannya. Saya juga berharap dapat kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya yang diadakan MLC SABDA. Kiranya apa yang kita pelajari dapat menjadi berkat dalam kehidupan berjemaat yang kita layani. Salam dan doa.
- Rian
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih karunia-Nya dan pimpinan Roh Kudus yang memampukan saya untuk mengikuti kelas diskusi Pembimbing Perjanjian Baru (PPB) dari awal hingga akhir. Kelas yang berlangsung selama 5 hari ini benar-benar menjadi berkat tersendiri bagi kehidupan pertumbuhan iman saya. Sungguh sebuah pengalaman yang menyegarkan rohani karena melalui setiap sesi diskusi, saya diajak untuk menyelami lebih dalam makna pemahaman dasar Perjanjian Baru yang sering kali saya baca secara sekilas. Namun, melalui diskusi yang mendalam dan terstruktur ini, mata iman saya semakin dibuka untuk memahami konteks, isi, dan relevansi firman Tuhan pada zaman sekarang dengan perspektif yang lain. Saya bersyukur dapat menjadi bagian dari kelas PPB 3 ini.
Hari 1 – Latar Belakang Perjanjian Baru
- Pemahaman tentang kemajuan bangsa Kafir (Yunani dan Romawi) seperti bahasa Yunani Koine, Filsafat Yunani (Hellenisme), hukum Romawi "Pax Romana" apakah merupakan ancaman atau keuntungan bagi Injil dan relevansinya pada era digital ini.
- Pemahaman bagaimana kesulitan terbesar Paulus menjelaskan tentang Yesus sebagai "Mesias" terhadap orang yang sangat memuja logika dan filsafat di kota-kota besar Yunani seperti di Athena atau Korintus.Hari 2 – Pembentukan Alkitab Perjanjian Baru
- Pemahaman bahwa fakta Yesus tidak pernah menulis buku dan para rasullah yang baru mulai menuliskan Injil puluhan tahun setelah Yesus naik ke surga, di mana selama waktu jeda semua kisah tentang Yesus hanya disampaikan secara lisan (tradisi lisan) yang seolah-olah tradisi lisan itu tidak dapat diandalkan (analogi seperti "telepon rusak").
- Pemahaman tentang kanonisasi berdasarkan kriteria ortodoksi tentang tanggapan penambahan naskah kuno yang dianggap sebagai "Injil yang hilang" ke dalam Alkitab saat ini.Hari 3 – Mengenal Tokoh Perjanjian Baru (Yesus)
- Pemahaman tentang Injil Sinoptik, yaitu kemiripan Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas yang menjadi bukti otentik, bukan rekayasa di mana perbedaan detail menunjukkan kesaksian independen.
- Pemahaman gelar "Anak Manusia", di mana kedengarannya rendah tetapi merujuk Daniel 7:13-14 (sosok yang menerima kerajaan surgawi) yang menunjukkan bahwa kerendahan menyimpan keagungan.Hari 4 – Injil Menyebar dari Yerusalem
- Pemahaman tentang "ujung bumi", di mana bagi orang Yahudi abad-1: Samaria, Galilea, Roma, atau Spanyol. Secara simbolisnya merupakan semua bangsa tanpa batas, yaitu Amanat Agung belum selesai.
- Penerapan strategi pendekatan Paulus di mana pendekatan berbeda di sinagoge dan di Areopagus dan makna hubungan perbedaannya.Hari 5 – Gereja Umat Allah di Dunia
- Kisah Para Rasul 2:44-45 (Koinonia vs Komunisme)
- Merespons bahwa sejarah gereja mula-mula berkembang pesat meski tidak memiliki gedung selama hampir 300 tahun sedangkan pada era modern ini, gereja seakan-akan berlomba memiliki gedung sebesar dan semewah mungkin tetapi pada sisi lainnya mulai muncul gereja-gereja tanpa tembok (online/daring).Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YLSA, khususnya MLC SABDA sebagai fasilitator yang telah menginisiasi dan memfasilitasi serta menyelenggarakan kelas diskusi Pembimbing Perjanjian Baru ini. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Moderator Kelas PPB 3 dan Admin Kelas Diskusi PPB 3 yang dengan cekatan mengorganisir dan memanajemeni kelas PPB 3 ini. Terima kasih pula kepada rekan-rekan diskusi dalam kelas PPB 3 yang telah dengan terbuka membagikan wawasan dan pengalamannya. Semoga semua interaksi yang dinamis dan penuh kasih ini menjadi berkat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Robert
Shalom sahabat-sahabat PPB, admin, moderator, dan tim SABDA. Saya sangat bersyukur bisa ikut kelas PPB ini. Ada banyak pelajaran baru yang teramat sangat penting bagi saya. Pertama: berkenaan dengan latar belakang dunia Perjanjian Baru, seperti Latar Belakang Politik (Kekaisaran Romawi), Latar Belakang Budaya (Helenisasi/Yunani), Latar Belakang Agama (Yudaisme dan Paganisme), dan Latar Belakang Historis. Beberapa latar belakang ini penting sekali kita pahami supaya interpretasi kita bisa dilakukan secara alkitabiah dan bertanggung jawab.
Kedua: berkenaan dengan kehidupan dan iman jemaat mula-mula yang sangat luar biasa. Persatuan yang kokoh, persekutuan koinonia, bertekun dalam iman, sehati sedikit dalam satu kasih, Tiap-tiap hari berkumpul di Bait Allah, setia dalam persekutuan dan dalam melakukan perjamuan memecahkan roti di rumah masing-masing dengan gembira dan tulus hati. Dan happy ending: mereka disukai semua orang, dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis. 2:44-47). Unspeakable Grace!
Terakhir: terima kasih buat sahabat-sahabat PPB, terutama rekan-rekan kelas PPB 3, atas pembelajaran yang sangat luar biasa. Terima kasih buat admin dan moderator kelas yang setia membimbing jalannya diskusi, dan bravo tim SABDA sebagai penyelenggara kelas diskusi teologis ini. Tuhan Yesus memberkati dan memakai kita semua untuk menjadi alat yang berkenan di hadapan-Nya. Amin. Shalom.
- Samuel F. Silaen
Pertama-tama saya ucapkan segala puji syukur kepada sang Mesias Yesus Kristus, oleh karena kemurahan dan kebaikan-Nya sehingga saya dapat kesempatan untuk menikmati diskusi dan berbagi pandangan bersama dalam kelas singkat Pembimbing Perjanjian Baru (PPB), yang diselenggarakan oleh SABDA MLC. Allah Maha Mengatur, tidak ada kejadian tanpa hikmah dan pengetahuan-Nya. Matius 10:29-30 - Yesus menjelaskan bahwa seekor burung pipit pun tidak jatuh tanpa kehendak Bapa, bahkan rambut di kepala terhitung semuanya. Semoga bermanfaat buat saya pribadi, di tengah keluarga, lingkungan dan gereja-Nya, sesuai firman Tuhan karena itulah yang menjadi kekuatan untuk dapat menyelesaikan tugas baik secara baik tanpa halangan yang berarti. Allah yang memulai maka pasti Allah juga yang akan mengakhiri semuanya dengan baik seturut firman Tuhan, Roma 8:28 - "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia."
Terima kasih banyak untuk teman-teman sekerja Allah di SABDA MLC yang sudah memberikan kesempatan untuk belajar bersama lewat diskusi dengan beragam pandangan sesuai dengan latar belakang masing-masing peserta turut memperkaya pembahasan PPB. Saya berharap SABDA semakin menjadi sarana saluran berkat buat banyak orang, baik sebagai jemaat maupun sebagai hamba Tuhan yang yang melayani jemaat, semoga dapat membantu pertumbuhan jemaat yang dilayani dan berkenan dalam pekerjaan Tuhan untuk saling membangun dan memperlengkapi dalam mendatangkan Kerajaan Surga di bumi. Saya sampaikan bahwa kesuksesan dan kegagalan bukan sekadar hasil usaha manusia, melainkan atas kemudahan dan kehendak Allah. Mohon maaf bila selama berinteraksi ada hal-hal yang tidak berkenan di hati Bapak/Ibu peserta PPB dari lubuk hati yang terdalam saya meminta maaf dan ampunannya. GBU all.
- Sola
Kelas PPB membuat saya menyadari sering kali kita membaca Alkitab seolah-olah itu ditulis langsung untuk zaman kita. Padahal sebenarnya ada jarak sejarah, budaya, dan cara berpikir yang sangat jauh dan perlu dipelajari serta ditelaah. Salah satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah memahami bahwa Allah bekerja melalui proses sejarah yang panjang, bahkan melalui bahasa, politik, dan budaya dunia saat itu, untuk mempersiapkan kedatangan Kristus dan penyebaran Injil. Alkitab adalah karya Allah dalam sejarah manusia.
Aplikasi praktis yang ingin saya lakukan adalah belajar membaca Alkitab dengan lebih rendah hati, dengan teliti, dengan detail, tidak cepat menarik kesimpulan, berusaha memahami konteks dan maksud asli penulisnya. Hal lain yang juga saya pelajari dari diskusi kelas adalah memahami firman Tuhan perlu terus belajar dan dikoreksi. Diskusi kelas cukup sedikit membantu membuka sudut pandang baru, meskipun menurut saya tidak terlalu berdampak besar karena sistem diskusinya seperti tidak tertata dan tidak terstruktur.
- Sylvia
Sharing berkat setelah mengikuti kelas PPB:
1. Saya ingin menyampaikan banyak terima kasih kepada tim SABDA, terkhusus Bu Mei atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Saya boleh belajar tentang Perjanjian Baru. Saya semakin memahami dan semakin dikuatkan.
2. Sharing dari Bapak/Ibu yang semakin menambah pemahaman saya, walaupun saya perlu waktu memahaminya karena kemampuan saya yang terbatas.
3. Saya berharap ada kesempatan lain, yaitu kelas-kelas lainnya yang bisa saya ikuti di waktu yang lainnya.
4. Terakhir, saya mohon maaf jika saya kurang respons dan kurang aktif. Bukan saya menganggap ini tidak penting, tetapi karena kesibukan saya yang lain.Semoga tim SABDA dan Bapak/Ibu diberi kesehatan dan kita bisa bertemu di kesempatan lainnya. Tuhan memberkati kita semua.
- Tanto Rachmat
Saya rindu punya passion seperti Rasul Rasul dan jemaat mula-mula. Hari ini, gereja menawarkan banyak fasilitas. Orang Kristen bisa pilih mau ikut gereja mana, mau datang ibadah di gereja atau ikut ibadah online. Ikut penjemputan mobil gereja, dilayani diakonia, dibesuk bila sakit. Semua baik. Namun, jangan pernah lupa kalau kekristenan berdiri teguh di atas darah Yesus, darah Rasul Rasul, dan jemaat mula-mula yang mempertahankan iman dan tidak goyah berhadapan dengan aniaya. Mereka kuat karena percaya Tuhan Yesus akan segera datang pada zaman mereka.
- Markus 8:34, "Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: 'Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.'"
- Yohanes 15:2 (TB), "Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah."
- Timotius
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang indah untuk mengikuti Kelas Pembimbing Perjanjian Baru. Melalui kelas ini, saya semakin memahami bahwa pemberitaan Injil bukanlah perkara yang mudah, sebagaimana yang dialami oleh Rasul Paulus. Ia menghadapi berbagai tantangan besar baik dari budaya, pemikiran filsafat, maupun penolakan dari banyak pihak. Namun, kesetiaannya menjadi teladan yang menguatkan iman saya.
Salah satu hal yang juga sangat berkesan adalah diskusi bersama rekan-rekan sekelas. Saya cukup terkejut sekaligus tersadar ketika mendengar berbagai kesaksian tentang kondisi gereja masa kini yang, dalam beberapa hal, tidak lagi mencerminkan kehidupan gereja mula-mula. Sikap egois, kecenderungan menghakimi, dan motivasi mencari keuntungan pribadi menjadi pergumulan yang nyata. Hal ini mendorong saya untuk berefleksi dan berkomitmen agar tetap hidup setia seperti jemaat mula-mula memelihara kasih, kesatuan, dan persekutuan yang tulus dalam Kristus.
Saya juga mengucapkan terima kasih kepada admin dan moderator yang telah memfasilitasi jalannya kelas dengan baik, serta kepada seluruh rekan PPB 3 yang saling membangun dan menajamkan iman. Kiranya Tuhan terus memakai setiap kita. Saya berharap dapat kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya yang diadakan oleh MLC SABDA. Semoga semua yang telah dipelajari menjadi berkat dan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Soli Deo gloria.
- Tini Setiawan
Saya sangat bersyukur bisa mengikuti Kelas PPB ini, benar-benar membuka hal-hal baru yang benar-benar saya baru tahu dan mengerti setelah membaca modul PPB. Antara lain, masa PL kitab Maleakhi sampai PB Injil Matius ada jeda kosong, yang selama ini saya tidak mengerti kenapa seperti masa gelap. Tuhan tidak melakukan apa pun atau Tuhan diam saja, untuk umat manusia di bumi. Namun, ternyata Tuhan tetap bekerja di belakang layar yang tidak dipahami oleh saya. Tuhan benar-benar mempersiapkan bumi ini dengan matang untuk persiapan kedatangan Tuhan Yesus ke bumi sehingga berita Injil Keselamatan bisa disebarluaskan dengan kondisi dan siruasi yang sudah dipersiapkan Tuhan sendiri. Bukti Tuhan selalu bekerja di waktu yang tepat dan terbaik.
Terima kasih juga untuk moderator dan admin yang sangat perhatian dan membantu mengarahkan, mengingatkan jalannya diskusi kelompok berjalan dengan lancar. Terima kasih juga untuk teman-teman dalam diskusi kelompok yang antusias dan menanggapi dengan kritis sehingga memicu saya berpikir dan melakukan penggalian lebih dalam lagi. Sekali lagi, terima kasih MLC SABDA. Tuhan Yesus memberkati.
- Tjokro Uniati
Puji Tuhan saya dapat menyelesaikan PPB ini, semua karena anugerah Tuhan. Allah bekerja luar biasa untuk menggenapi rencana-Nya, dimulai dari tokoh sentral Perjanjian Baru, Tuhan Yesus Kristus. Kemudian, Kisah Para Rasul hingga pergumulan gereja modern saat ini, membuat saya berdecak kagum dan hormat. Terpujilah Dia yang sudah mati dan bangkit, kini bertahta di surga, Yesus Kristus Putra Allah. Dengan ini, semua kiranya hidup. Saya pun dapat terus dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil dan melayani-Nya dengan taat dan setia, sehingga dapat memuliakan-Nya.
Terima kasih untuk SABDA, tim SABDA yang sudah banyak memberkati lewat kelas-kelas modul dan lainnya. Kiranya Tuhan senantiasa menolong dan memberkati pelayanan ini, terutama rekan-rekan tim moderator, admin, dan lainnya yang sudah membimbing dan mempersiapkan semua sehingga acara ini dapat berlangsung dengan baik dan sangat memberkati saya, juga rekan-rekan di kelas yang memperkaya pemahaman materi ini dengan diskusi. Kiranya Allah sumber segala berkat memberkati saudaraku semua.
- Wennar
Selama 5 hari ini, saya sangat diberkati karena semakin memahami bahwa gereja bertumbuh bukan karena sarana, tetapi karena ketaatan pada firman dan karya Tuhan (lih. Kis.). Gereja sejati bukan soal tempat, tetapi umat yang hidup dalam firman, koinonia, dan misi Tuhan.
- Winny Gunawan
Puji syukur kepada Tuhan, selama satu minggu mengikuti kelas Pembimbing Perjanjian Baru, Saya banyak belajar hal-hal baru yang membuka wawasan. Materi yang dibagikan sangat membantu saya memahami isi dan pesan dalam Perjanjian Baru dengan lebih jelas dan sederhana. Saya merasa dikuatkan dan diperkaya, bukan hanya oleh pengetahuan, tetapi juga oleh semangat kebersamaan dalam belajar. Terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah saling mendukung, dan berdiskusi dengan penuh semangat.
Secara khusus saya juga mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA yang sudah menyediakan acara ini dengan penuh dedikasi. Melalui pelayanan, kami bisa belajar firman Tuhan dengan cara yang lebih terarah dan menyenangkan. Kiranya berkat yang kita terima bersama ini semakin menumbuhkan iman dan membuat kita lebih giat menghidupi firman Tuhan dalam keseharian. Tuhan Yesus memberkati.