- Anil Dawan
Bersyukur bisa mengikuti kelas ini dengan baik di tengah tanggung jawab pekerjaan dan pelayanan. Memahami PPB berarti membawa pada konteks historis yang berkaitan dengan situasi politik, ekonomi, sosial, budaya dunia Perjanjian Baru. Titik temu antara pesan firman Tuhan dengan konteks yang menyekitarinya memberikan pemahaman yang lebih luas terkait bahasa yang digunakan, model gereja yang dipraktikkan, misi pekabaran Injil penjangkauan, dalam konteks masa lalu dan menariknya pada implementasi masa kini. Roda ruang dan waktu berganti, tetapi kehadiran Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudusnya tetap sama bekerja melalui umat pilihannya dan gerejanya untuk membawa Kabar Baik ke penjuru bumi. Inilah misi kekal yang harus terus kita wujudkan dan menjadi aktor untuk terlibat di dalamnya.
PPB kembali membuka mata dan pemahaman kita bersama bahwa kesamaan-kesamaan yang ada, perbedaan-perbedaan yang dibahas seharusnya dilihat sebagai benang merah sejarah Kerajaan Allah yang menang dan jaya di tengah duka, derita, dan aniaya umat-Nya. Bukan saja kita kurang akal mencari solusinya, tetapi Roh Kudus Sang Parakletos menyertai karya gereja-Nya walau belum sepenuhnya sempurna.
Akhirnya, ke depan saya meyakini bahwa karya Allah tidak akan berhenti dengan perputaran roda zaman yang berganti bahkan tren hidup manusia yang mengikuti. Meyakini penyertaan-Nya sampai kesudahan zaman meyakinkan kita kembali untuk terus bersaksi, bersekutu, dan melayani hingga kedatangan-Nya kembali.
Terima kasih untuk SABDA sebagai fasilitator pembelajaran dan rekan-rekan sekelas diskusi yang terus berusaha mengasah, mengasuh, dan saling mengasihi. Tuhan Yesus memberkati.
- Budi Sinaga
Shalom. Puji Syukur kepada Tuhan Yesus dan pimpinan Roh Kudus yang memampukan saya untuk dapat menyelesaikan 5 modul PPB. Saya mendapatkan pengetahuan yang selalu baru setelah menyelesaikan PPB ini. Pelajaran yang paling berkesan, saya pilih pelajaran ke-5: "Gereja adalah Umat Allah di Dunia". Sebelum modul ini, saya sering melihat "gereja" hanya sebagai bangunan, jadwal ibadah, atau kegiatan rohani semata. Namun, melalui pelajaran ini, Roh Kudus membuka pemahaman saya bahwa gereja adalah umat Allah yang dipilih, ditebus, dan diutus ke dalam dunia yang sama seperti pada zaman Perjanjian Baru. Kita bukan sekadar "pengunjung gereja", melainkan umat Perjanjian Baru yang melanjutkan kisah yang sama: dari Yerusalem ke seluruh dunia (pelajaran 4), melalui kehidupan dan kesaksian yang nyata.
Saya merasa seperti Paulus yang baru sadar panggilannya setelah bertemu Yesus yang hidup (pelajaran 4). Pelajaran ini menyatukan semua materi sebelumnya: latar belakang dunia yang keras, proses pembentukan Alkitab yang ajaib, dan teladan Yesus. Semuanya bermuara pada satu pertanyaan: "Sekarang giliran kita, umat Allah di zaman ini." Setelah pelajaran ini, saya "in fire" menjadi Injil yang terbuka bagi orang lain.
Terima kasih buat SABDA, Ibu Roma dan Mbak Melisa yang telah membimbing dan menuntun. Kiranya pelayanan SABDA terus menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati!
- Christian Yizreel
Syukur kepada Tuhan Yesus atas kesempatan indah untuk belajar bersama di kelas PPB 4 malam. Setiap diskusi, masukan, dari Bapak/Ibu sekalian menjadi berkat yang meneguhkan iman dan memperkaya pemahaman saya akan pengajaran ini. Kiranya kebersamaan ini terus menumbuhkan semangat pelayanan dan memperkuat iman. Tuhan memberkati seluruh peserta, dan juga memberkati tim SABDA yang setia mendukung perjalanan rohani.
- David Tobias
Terpujilah Tuhan Yesus. Terima kasih tim SABDA dan Rekan-rekan semua di kelas malam. Saya sangat tercerahkan terutama saat mempelajari bahwa "ujung bumi" di Kisah Para Rasul 1:8 bukan sekadar lokasi geografis, tetapi merujuk kepada semua bangsa yang belum percaya. Komitmen ke depan adalah membagikan Kabar Baik Yesus Kristus kepada semua orang yang ditemui.
- Devi M.P.
Waktu lihat pertanyaan hari pertama, langsung kaget sendiri "Wahh ... susah banget nih", kayak keotakan ga yah .... dan kepikiran mundur di hari pertama. Namun, berikut-berikutnya, puji Tuhan, dengan pimpinan Roh Kudus juga, jadi bisa jawab pertanyaannya. Saya sendiri nggak tahu apakah jawaban saya itu menjawab atau nggak .... dalam atau surface saja .... Agak banyak pakai AI karena masih bingung jawaban yang diharapkan tuh seperti apa. Mudah-mudahan sih oke yah.
Dari materi PPB ini, saya jadi tahu beberapa hal-hal yang sebelumnya saya nggak pernah tahu, kayak zaman dahulu belum menganut bumi itu bulat, jadi ujung buminya literally ujung bumi .. agak kaget juga. Terus, tentang Paulus yang ke Yunani, ternyata seberbeda itu budaya dan pola pikir orang Yunani. Hal tersebut nggak pernah ada kepikiran sama saya. Makasih ya Tim SABDA sudah mengolah ini jadi hal yang menarik. Makasih Kak Roma dan Kak Melisa, untuk setiap respons dan ajakan untuk aktif.
- Erwil Yakob Maure
Shalom semuanya. Pertama-tama, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim SABDA dan tim moderator yang telah memberikan kesempatan yang terbaik untuk saya belajar dan diskusi selama beberapa hari ini. Dan, saya juga berterima kasih kepada semua rekan-rekan yang telah ikut bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Saya bersyukur telah mendapatkan banyak pengetahuan yang baru, khususnya yang berkaitan dengan gereja-gereja pada zaman modern saat ini, kenapa saya terkesan dengan gereja? Karena berbicara tentang gereja pasti tidak terlepas dari tentang kehidupan rohani jemaat.
Maka dari itu, hal ini menjadi pergumulan saya, untuk bagaimana beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi tidak dipengaruhi dan tetap berdiri di atas dasar firman Tuhan, Yang menjadi tuntutan besar bagi saya adalah bagaimana memberikan pengajaran yang mendasar agar jemaat bertahan, bukan karena ada tawaran yang menggiurkan untuk mereka bertahan di gereja dan tetap beribadah, tetapi mereka bertahan karena kedewasan iman dan pengetahuan tentang firman Tuhan dengan benar. Sebab itu akan menjadi modal buat mereka untuk terus bertumbuh, dalam iman dan kasih kepada Tuhan dan sesama. Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati.
- Heliska
Sungguh sangat bersyukur pada Tuhan Yesus yang sudah memberikan kesempatan dalam mengikuti kelas SABDA kali ini. Kita belajar Alkitab bersama, belajar bagaimana Alkitab Perjanjian Baru itu terbentuk. Belajar banyak tentang istilah-istilah yang ada, di mana pelajaran Perjanjian Baru memberikan berkat pemahaman yang mendalam tentang kasih karunia, keselamatan melalui Yesus Kristus, dan panduan hidup baru sebagai Anak Allah (belajar mengenal Tuhan Yesus melalui sejarah). Kelas yang kami ikuti berjalan dengan baik, pertanyaan-pertanyaan dan jawaban-jawaban yang diberikan dapat menjadi wawasan/menambah wawasan.
Terima kasih untuk tim SABDA yang sudah memfasilitasi kami semua, terkhusus Kak Melisa, Kak Roma yang sabar membimbing tim kami. Dan thanks juga untuk teman-teman tim yang sudah memberkati melalui diskusi kita. Dan, kiranya pelayanan ini menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati.
- Hizkia David
Puji Tuhan, saya terberkati lewat kelas ini, saya belajar bahwa Injil hadir dalam sejarah, dan memengaruhi sejarah. Banyak hal baru yang saya dapatkan, termasuk melalui diskusi, modul, dan pertanyaan yang ada. Kiranya pelayanan ini terus menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati.
- Lina Dewi
Saya sangat diberkati dan bersyukur dapat mengikuti kelas PPB (Pembimbing Perjanjian Baru) ini. Hal yang sangat menyentuh hati saya adalah pelajaran Koinonia mengingatkan saya bahwa bukan saja kita setia beribadah dan melayani, kita juga harus berbagi kasih saling memberi, mendukung, dan memperhatikan Sdr/i di sekitar kita. Semoga saya bisa mengajak Sdr/i dalam komunitas dan gereja kami untuk mulai lagi melakukan Koinonia. Puji Tuhan. Terima kasih kepada Ibu Roma dan semua tim SABDA yang sudah dengan sabar membimbing dan memperhatikan kami, menjadi lebih mengerti firman Tuhan. Tuhan memakai terus dan terus menjadi berkat buat kemuliaan Tuhan. Immanuel. Segala berkat kemuliaan hanya bagi Tuhan. Amin.
- Martina Zebua
Saya terberkati melalui pembahasan munculnya gereja online (gereja tanpa tembok) menjadi kesempatan luar biasa untuk menjangkau hingga ke "ujung bumi" dan merangkul generasi muda (Gen Z dan Alpha). Di sisi lain, kita harus waspada terhadap risiko yang ada seperti iman yang individualistis (sendirian), Kristen tanpa komitmen pada komunitas. Dan, jemaat yang hanya mau mendengar khotbah yang menyenangkan telinga. Menyikapi keadaan zaman yang semakin maju ini, kita harus tetap menjadi gereja yang relevan dengan zaman, tetapi tetap setia pada esensi Injil yang mula-mula. Terima kasih buat teman-teman grup yang sangat semangat dan seru dalam berdiskusi. Semakin malam semakin seru diskusinya. Banyak hal baru yang saya dapat dari teman-teman semua. Terima kasih tim SABDA yang selalu semangat dan setia dalam program pelayanan ini. Tuhan Yesus memberkati!
- Regina Papilaya
Mengikuti kelas PPB ini memberi saya pengalaman baru untuk melihat bagaimana Injil berkembang dan bagaimana gereja mula-mula hidup dalam iman dan kasih. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana mereka tidak bergantung pada gedung, tetapi pada persekutuan dan karya Tuhan dalam hidup mereka. Ini menyadarkan saya bahwa gereja adalah tentang orang-orang yang hidup dalam iman, bukan sekadar tempat. Secara praktis, saya mau belajar untuk lebih aktif membangun persekutuan, menjangkau orang lain, dan tidak membatasi pelayanan hanya di dalam gedung gereja. Untuk diskusi, saya merasa sangat diberkati karena setiap pendapat saling melengkapi dan membantu saya memahami materi lebih dalam. Tuhan memberkati.
- Ronald Kessek
Melalui kelas PPB ini, saya dibuat berpikir, merasakan, menikmati seru dan menariknya setiap cerita, latar belakang, konteks tradisi dan budaya, bagaimana PB terbentuk, siapa tokoh-tokoh utama yang menjadi pusat cerita, tentang penyebaran Injil dan bagaimana kehidupan pertumbuhan gereja mula-mula. Sebelum pemaparan dan pembelajaran, tidak hanya tentang 10 pertanyaan yang harus dijawab, tetapi ada banyak kegelisahan keraguan. Pertanyaan rohani terkait PB, akhirnya terjawab dan menguatkan iman saya secara pribadi. Sekarang di titik di mana membaca PB menjadi semakin menarik. Terima kasih untuk tim MLC SABDA untuk terselenggaranya kelas Pembimbing Perjanjian Baru ini. Tuhan Yesus memberkati.
- Rooy Salamony
Puji Adonai Yeshua untuk kesempatan belajar dan berbagi dengan Saudara/Saudari terkasih di kelas PPB 4 malam. Segala pikiran dan pandangan baik dari Bapak/Ibu dan teman-teman, kiranya menjadi kekuatan bagi gereja Tuhan. Tuhan memberkati Bapak/Ibu dan teman-teman. Tuhan memberkati tim SABDA yang luar biasa.
- Rudy Candra Utama
Terima kasih Tuhan Yesus karena masih diberi waktu kesempatan mengikuti kelas PPB, dianugerahkan berkat melalui tangan dan kasih tulus saudara di SABDA menambah hikmat pengetahuan, jika belajar hal ini melalui pelajaran khusus teologi dan formil. Sekali lagi, terima kasih dan diberkati senantiasa kalian semua. Hal yang berkesan buat saya adalah pemahaman yang unik, ajaib bagaimana Alkitab ditulis dan dihimpun, sungguh luar biasa dan betapa bodohnya saya selama ini tentang perjalanan Alkitab hingga ada di tangan saya saat ini. Jangan lelah menambah literasi rohani kepada rekan di SABDA, kalian orang pilihan Yesus dan upahmu besar di surga. Amin.
- Sarah
Puji Tuhan, kali ini SABDA membuka kelas diskusi PPB. Terima kasih SABDA MLC beserta Bu Roma dan Kak Melisa yang telah memimpin dan mengarahkan jalannya diskusi kami, Rekan-rekan di PPB 4.
Pelajaran yang berkesan: Tentang keberanian Paulus pidato di Areopagus, pusat intelektual Athena, yang sepenuhnya dikuasai oleh penyembahan berhala. Di hadapan kaum terpelajar, para intelektual Yunani, yaitu filsuf Epikuros dan Stoa, Paulus memperkenalkan kebenaran Allah sebagai pencipta, di mana Allah yang hidup adalah Allah yang tidak berdiam di kuil buatan tangan manusia. Teladan Paulus mendorong kesaksian secara intelektual dan spiritual. Keberaniannya menunjukkan bahwa iman Kristen, iman yang melampaui batas budaya dan akal manusia. Di mana pertanggungjawaban iman/apologetika harus dilakukan dengan sikap yang benar, ketergantungan penuh pada anugerah Tuhan, dan setia pada firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi. Sekalipun harus menghadapi berbagai penolakan, tugas seorang pembawa pesan adalah untuk menyampaikan kebenaran, sementara hasilnya adalah milik Tuhan.
Dalam setiap kesempatan diskusi, saya belajar bahwa mempelajari firman Tuhan bukan ajang kompetisi, si A lebih unggul dari si B, tetapi soal transformasi: transformasi hati dan karakter. Matius 11:29, "belajar dari-Ku", yaitu kelembutan dan kerendahan hati. Sebab di luar itu, pada dasarnya bertentangan dengan hakikat materi pelajaran yang sedang kita pelajari. Terima kasih Rekan-rekan untuk setiap input yang berharga berikut contoh realita di tempatnya masing-masing. Kiranya kita semua semakin bertumbuh dan semakin cinta pada satu Pribadi, Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati.
- Supriyono
Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus Kepala Gereja, saya bisa ikut belajar di kelas PPB yang difasilitasi SABDA MLC. Pengalaman baru dan berkat yang saya terima di PPB:
- Koinonia:
- Tindakan berbagi didasarkan pada kerelaan hati (sukarela) dan kasih agape, bukan keharusan (Kis. 2).
- Berakar dari pengalaman iman akan Roh Kudus dan kasih kepada Tuhan diwujudkan melalui kasih kepada sesama (motivasi spiritual).
- Tidak menghapuskan hak milik pribadi secara permanen. Orang Kristen mula-mula masih memiliki rumah pribadi untuk memecahkan roti, berbagi dilakukan saat ada kebutuhan (Kis. 2:46).
- Komunisme:
- Berdasarkan pemaksaan oleh negara atau kolektif. Hak milik pribadi dihapuskan dan aset disita untuk kepemilikan komunal (milik umum, digunakan bersama-sama). Materialisme ateistik yang sering kali menolak kepercayaan kepada Tuhan dan menganggap agama sebagai penghambat kemajuan.
- Bertujuan menghapus kepemilikan pribadi atas properti dan alat produksi secara total. Digerakkan oleh perjuangan kelas dan kebencian terhadap pemilik modal (kapitalisme).
Koinonia = Aku memberi karena aku mengasihi.
Komunisme = Aku harus berbagi karena sistem yang mengatur.Berkaitan dengan evaluasi terhadap jalannya diskusi kelas: bersyukur ada banyak teman-teman mengapresiasi dari sudut pandang dan antusias dari setiap pribadi. Saya belajar bahwa dalam komunitas pembelajaran saya masih kurang. Saya pribadi belajar untuk lebih bijaksana dalam menanggapi, menjawab dan merespons, serta menjaga sikap rendah hati, baik saat menerima masukan, maupun saat memberi pendapat dari teman-teman di kelas. Terima kasih juga buat Ibu Roma sebagai moderator dan admin, Kak Melissa, yang telah mendampingi kami dalam belajar selama satu minggu ini. Secara umum, Yayasan SABDA yang terus berkarya bagi kemuliaan Tuhan. Kiranya tetap berkarya menjadi alat penyebaran Injil di negeri kita tercinta Indonesia. Akhirnya Soli Deo gloria, Segala kemuliaan hanya bagi Allah.
- Koinonia:
- Tan Tjin Hin
Terima kasih Tuhan Yesus, saya masih diberi kesempatan untuk belajar dan mempelajari hal-hal yang baru, khususnya saat ini dalam modul "Pembimbing Perjanjian Baru". Saya percaya Tuhan Yesus sedang mengerjakan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar "tambah pengetahuan". Dari pembelajaran "Pembimbing Perjanjian Baru", ada beberapa berkat Tuhan Yesus buat saya, yang kembali mau saya bagikan: Tuhan Allah, meneguhkan bahwa Injil itu historis dan sekaligus sangat relevan sampai hari ini. Saya disadarkan kembali bahwa gereja bukan sekadar objek studi, tetapi organisme hidup yang terus dibentuk Tuhan Allah di tengah sejarah. Pengetahuan yang saya peroleh bukan untuk menaikkan gengsi akademik, melainkan untuk mengasihi umat Allah dengan lebih dalam, mengajar dengan lebih bertanggung jawab, dan melayani dengan kepekaan terhadap karya Roh di zaman ini.
Dari pembelajaran ini, memberikan pengenalan pada konteks, latar dan dinamika gereja mula-mula, membuat saya kagum, Yesus Kristus bukan mitos rohani, tetapi Tuhan Allah yang sungguh masuk ke dalam sejarah dan sejarah itu terus berlanjut lewat gereja masa kini.
- Melihat gereja sebagai organisme hidup, bukan proyek. Melalui kitab Kisah Para Rasul sampai surat-surat, memperlihatkan gambaran gereja sebagai tubuh Kristus, koinonia, umat Allah di dunia menjadi cermin bagi situasi gereja sekarang, sedangkan gedung, program, bahkan teknologi hanyalah alat, bukan identitas sesungguhnya. Hal-hal Itu, yang menolong saya bertobat dari aktivisme dan kembali ke esensinya, "hidup dalam firman, Roh, dan kasih-Nya.
- Memahami Firman-Nya dengan kerendahan hati. Dalam pembelajaran ini, saya ditegur dan pada saat yang sama dihibur. Karena Alkitab bukan hanya objek sebagai studi akademik, tetapi kesaksian hidup Yesus yang nyata memimpin gereja-Nya dari abad pertama sampai hari ini. Proses kanon, konteks sejarah, dan dinamika gereja mula-mula membuat saya semakin kagum bahwa Tuhan setia memelihara firman dan umat-Nya, sekalipun meski melalui situasi yang penuh tekanan dan pergumulan. Karena kekaguman itu menolong saya membaca kembali teks-teks Perjanjian Baru bukan hanya dengan kepala yang berpikir, tetapi dengan hati yang menyembah.
Saya hanturkan juga terima kasih kepada teman-teman semua khususnya yang di kelas 4 karena dalam diskusi selama lima hari, banyak hal-hal baru yang menambah wawasan kekristenan kita. Kiranya kita bisa kembali berdiskusi di kelas-kelas selanjutnya. Terima kasih juga buat tim SABDA yang sudah berjerih payah menyusun modul ini dan menyelenggarakannya, kiranya Tuhan Allah memperhitungkan sebagai kebenaran, Amin.
- Teddie Hoyt
Pelajaran 1: Latar Belakang Perjanjian Baru (9 April 2026)
Pelajaran 2: Bagaimana Alkitab Perjanjian Baru terbentuk? (10 April 2026)
Pelajaran 3: Mengenal Sang Tokoh Utama Perjanjian Baru (11 April 2026)
Pelajaran 4: Injil menyebar keluar dari Yerusalem (13 April 2026)
Pelajaran 5: Gereja adalah Umat Allah di Dunia (14 April 2026)Shalom dan have a blessed Wednesday, Kingdom Citizens. Praise God mendapat kesempatan lagi belajar hampir seminggu kemarin. Saya dapat insight dari 5 Pelajaran tersebut plus terinspirasi dengan strateginya Paulus menyebarkan Injil. So pasti akan saya coba terapkan strategi tersebut dalam pelayanan saya secepatnya fokus dalam digital ministry via website saya: happinesstours.net dengan konsep/ Tagline: The Real Happiness is found in God. Mohon doa dan dukungan akan dapat secepatnya make it happens. Salam sehati menuntaskan Amanat Agung.
Last but not least, terima kasih banyak untuk pelayanan tim SABDA MLC. Immanuel, God with us. Amen.
- Terrance Noel
Puji Adonai Yeshua untuk kesempatan belajar dan berbagi bersama saudara-saudari terkasih di kelas PPB 4 malam. Semoga setiap pandangan dan pemikiran yang baik dari Bapak/Ibu, dan teman-teman semua menjadi kekuatan bagi pertumbuhan gereja Tuhan. Tuhan memberkati teman-teman sekalian. Tuhan juga memberkati tim SABDA yang luar biasa.
- Winandhi
Belajar dalam kelas pembinaan SABDA selalu menyenangkan, ada begitu banyak relasi dengan teman-teman sekelas, saling mengisi, memperlengkapi, mendukung begitu terasa. Dengan sikap semua belajar bersama, meninggalkan sikap menggurui dan yang lain patut diacungi jempol. Roh Kudus memberi insight kepada setiap peserta. Materi yang dipelajari menguatkan saya khususnya dalam menggali lebih dalam firman Tuhan. Ada kata-kata baru yang saya tahu, ada pemaknaan baru, dan terlebih lebih di pelajaran terakhir masing-masing peserta mengemukakan pendapat bagaimana menjadi gereja modern dengan melihat contoh jemaat mula-mula. Sungguh menguatkan. Terima kasih untuk tim SABDA, admin dan moderator, serta fasilitator untuk lancarnya kelas PPB. Kalian hebat, semoga tetap menjadi saluran berkat bagi kami dan setiap orang yang dilayani. Terima kasih sekali lagi.
- Zephania Maestronella
Belajar dari sejarah gereja mula-mula, saya merasa sangat ditegur bahwa esensi gereja sebenarnya bukan terletak pada megahnya gedung atau canggihnya teknologi, melainkan pada seberapa kuat kasih dan kesetiaan umat-Nya kepada Kristus. Gereja tanpa gedung selama 300 tahun justru bisa mengubah dunia karena mereka fokus membangun manusia dan hubungan yang tulus, bukan sekadar membangun fasilitas. Hal ini menyadarkan saya bahwa pada era digital ini, entah kita beribadah di gedung besar atau lewat layar online, yang paling penting adalah apakah hati kita sungguh-sungguh hadir sebagai Tubuh Kristus yang saling menopang. Jangan sampai kita sibuk mempercantik "wadah", tetapi lupa mengisi "isinya" dengan pelayanan yang nyata bagi sesama. Pada akhirnya, gedung dan internet hanyalah alat, sedangkan kemuliaan Tuhan terpancar melalui hidup kita yang menjadi surat terbuka bagi dunia di mana pun kita berada.