Sharing Berkat Kelas DRK 4

  1. Antonius Henriarto Baskoro

    Puji Tuhan saya sudah selesai mengikuti kelas DRK. Terima kasih untuk Ibu moderator, serta Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang ada di DRK 4, yang sudah sharing pengetahuan tentang Roh Kudus. Melalui kelas ini, saya menjadi lebih memahami antara lahir baru dan hidup baru, serta peran Roh Kudus saat lahir baru maupun hidup baru. Dari pengetahuan ini membuat diri saya semakin sadar bahwa kita harus merespons dengan benar setiap tuntunan Roh Kudus.

    Harapan ke depan, saya berdoa agar saya bisa menerapkan pengetahuan ini untuk lebih memperdalam relasi dengan Roh Kudus sehingga hati saya semakin diperbarui hari demi hari. Demikian sharing berkat dari saya. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

  2. Budi Riyanto Sinaga

    Puji Tuhan, telah menyelesaikan program DRK ini. Setiap pertanyaan memberikan saya pemahaman lebih dan penggalian yang lebih dalam mengenai Roh Kudus. Satu hal yang berkesan jika ada orang yang murtad, itu bukan berarti Roh Kudus gagal. Yang terjadi bahwa orang tersebut tidak sungguh-sungguh berakar dalam Kristus (1 Yoh. 2:19), atau sejak awal belum sungguh-sungguh lahir baru dan kesetiaan diuji oleh waktu, bukan hanya aktivitas rohani. Roh Kudus tetap setia, tetapi manusia bisa memilih meninggalkan iman (free will).

    Oleh karena itu, kita harus bisa memastikan diri kita benar-benar lahir baru dan bertumbuh dalam iman kepada Yesus dan tidak mudah tergoda/terombang-ambing dengan godaan dunia untuk berpindah "server". Kesetiaan itu bukan hanya soal bertahan, tetapi juga soal bertumbuh. Semakin kita bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus, semakin kecil kemungkinan kita murtad. Ketahuilah bahwa kesetiaan kita sebenarnya bertumpu pada kesetiaan-Nya. Mintalah setiap hari agar Roh Kudus memberikan kekuatan, karena dengan kekuatan sendiri kita pasti gagal. "Sebab saya yakin, bahwa Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." (Filipi 1:6)

    Terima kasih kepada tim SABDA, moderator, Mbak Millytia dan admin, Mbak Melisa, serta Bapak/Ibu DRK 4 yang memberikan insight mengenai pelajaran "Doktrin Roh Kudus" ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  3. David Tobias

    Terima kasih Allah Roh Kudus yang telah memimpin menolong memampukan kami semua dalam mengikuti kelas doktrin Roh Kudus ini. Saya pribadi mendapatkan pencerahan serta peneguhan bahwa Roh Kudus senantiasa berkarya di dalam gereja untuk memuliakan Yesus dan membangun tubuh-Nya.

  4. Feronica

    Bersyukur dan berterima kasih berkesempatan untuk mengikuti pembelajaran "Doktrin Roh Kudus" (DRK) hingga akhir. Terima kasih Kak Mel yang tidak bosan-bosannya me-reminder. Terima kasih juga Kak Milly dengan pertanyaan penggalian lebih dalam sehingga kelas diskusi menjadi hidup, serta menambah pengetahuan lebih lagi tentang siapa, keberadaan-Nya, serta fungsi Roh Kudus dalam diri orang percaya. Aplikasi praktis setelah mengikuti kelas DRK ini, tentunya akan lebih lagi bersemangat untuk senantiasa menyenangkan hati-Nya dan lebih intim lagi bersama-Nya. Dan, percaya Dia pasti memberikan dan melengkapi gereja-Nya untuk tugas dan pelayanan kita untuk kemuliaan-Nya, baik secara pribadi maupun korporat, dan saling melengkapi satu sama lain. Terima kasih tim MLC SABDA yang semakin keren dan mantap. Imanuel. Tuhan Yesus berkati.

  5. Freddy Boen

    Shalom Teman-teman, saya Freddy Boen dari DRK 4. Mau sharing berkat yang saya dapat dari kelas DRK minggu ini. Yang baru buat saya itu praktik "merenungkan" ayat, bukan cuma baca. Biasanya habis baca langsung tutup Alkitab, tetapi sekarang saya belajar berhenti, tanya ke Tuhan: "Tuhan mau ngomong apa lewat ayat ini ke hidupku?"

    Berkat paling berkesan dari Yesaya 41:10, "Jangan takut, sebab saya menyertai engkau." Ayat ini mengajarkan saya dalam setiap kesulitan yang kita rasakan janganlah kita berputus asa apalagi sampai menyerah, dan percayalah bahwa Tuhan punya cara-Nya tersendiri untuk menolong kita meskipun secara manusia kita sudah mau menyerah dan merasa tidak mampu lagi. Aplikasi praktisnya: setiap kali cemas muncul, saya mau deklarasikan ayat ini dan pilih percaya Tuhan pegang kendali. Evaluasi buat diskusinya: saya ngerasa kelompok kita sudah hangat banget.

    Jujur, saya banyak menyimpan statement-statement teman-teman kelas yang saya anggap bagus dan berguna untuk mengingatkan dan membangun rohani saya, tetapi saya sendiri masih suka jadi pendengar pasif karena pas jam 15.00 saya pulang kerja, biasanya jadi waktu istirahat bagi saya. Namun, karena ada tugas untuk menjawab pertanyaan dan diskusi, maka saya berusaha minimal menjawab pertanyaan dari moderator. Di kesempatan lain, saya akan berusaha lebih aktif lagi agar lebih maksimal. Itu aja sharing dariku. Tuhan memberkati.

  6. Josef Harianto

    Saya mengucap syukur pada Tuhan karena dapat mengikuti kelas DRK. Saya belajar lebih jelas tentang siapa Roh Kudus itu. Banyak pemahaman saya yang kurang tepat, bahkan salah, dikoreksi melalui materi dan diskusi. Saya juga diberkati melalui pemaparan Ibu Yulia pada pembukaan kelas DRK. Saya sampai merasa perlu ikut dua kali.

  7. Lina Dewi

    Saya sangat bersyukur dan berterima kasih mendapat kesempatan mengikuti pelajaran "Doktrin Roh Kudus" (DRK) banyak hal yang saya tadinya tidak mengerti tapi sekarang paham salah satunya "berbahasa lidah". Bahwa yang belum bisa berbahasa lidah bukan berarti Roh Kudus tidak ada pada orang tersebut, atau meninggalkan kita, orang yang sudah percaya Kristus. Dan, bahwa Roh Kudus berdiam menetap dalam diri kita. Tidak datang dan pergi tetapi menetap selamanya.

    Roh Kudus adalah pribadi yang luar biasa mendampingi kita terus menerus, menolong, mengingatkan agar kita selaras dengan firman Tuhan. Terima kasih kepada YLSA yang sudah menyelenggarakan kelas-kelas yang bermutu dan bermanfaat agar kita terus beriman dan kuat mengiring Tuhan Yesus. Segala puji syukur hanya bagi Dia. Amin.

  8. Nanang Sutopo Yuwono

    Pencurahan dan pendalaman Roh Kudus bukan sekadar pengalaman emosional sesaat, melainkan sebuah transformasi yang mendalam bagi kehidupan jemaat secara kolektif. Pengetahuan yang kita dapatkan melalui proses pendalaman Roh Kudus bukan sekadar informasi intelektual atau hafalan ayat, melainkan apa yang sering disebut sebagai revelation (wahyu/penyingkapan) yang mengubah cara kita memandang hidup.

  9. Rambu Pranidhana Nirbhaya

    Sebelum ikut kelas DRK, saya sempat bingung membedakan mana yang benar-benar dari Roh Kudus dan mana yang hanya emosi atau pengalaman subjektif. Saya sering mendengar kesaksian orang yang mengaku "dipenuhi Roh" dengan praktik yang menurut saya ekstrem. Namun, di sisi lain, Alkitab mengajarkan kesederhanaan dan ketertiban. Setelah belajar modul 1–5, saya jadi semakin mengerti bahwa pengalaman rohani tidak boleh dipisahkan dari firman Tuhan. Roh Kudus adalah pribadi yang selalu selaras dengan Alkitab, tidak pernah memimpin pada kekacauan atau perpecahan. Yang paling berkesan bagi saya adalah Pelajaran 5 tentang menjaga persekutuan dengan Roh Kudus, bahwa kepekaan kepada-Nya dilatih melalui doa, firman, ketaatan kecil, dan komunitas, bukan sekadar perasaan.

    Aplikasi: tidak mudah percaya pada klaim "pimpinan Roh" tanpa menguji dengan Alkitab dan nasihat saudara seiman. Saya juga akan melatih puasa digital agar hati tidak terlalu bising sehingga bisa mendengar suara Roh yang lembut. Evaluasi untuk kelas ke depan: mungkin bisa ditambahkan lebih banyak studi kasus tentang praktik karismatik yang kontroversial supaya saya atau peserta yang lain semakin terlatih membedakan. Terima kasih untuk semua diskusi yang membangun iman saya. Tuhan memberkati.

  10. Rosy Hajaty

    Bersyukur kepada Tuhan, ada hal baru yang saya dapat ketika mengikuti kelas DRK kali ini. Perkataan lahir baru dan hidup baru yang selama ini saya anggap sama saja. Namun, pada saat mengikuti presentasi pembukaan kelas, ketika mendengar kata-kata ini, tiba-tiba seperti tercerahkan.

    Orang lahir baru belum tentu orang tersebut hidup baru. Namun, orang yang mengalami hidup baru pasti sudah lahir baru. Lahir baru, Roh Kuduslah peran utama, dan hidup baru yang berperan adalah manusianya. Meskipun dipimpin Roh Kudus, tetapi karena manusia punya free will, maka hidup baru bisa terjadi bisa tidak.

    Terima kasih buat seluruh tim SABDA yang sudah mengadakan acara ini. Melalui modul, pertanyaan, dan sharing dengan teman-teman semakin diteguhkan perihal DRK ini. Meskipun ada satu hal yang masih belum terpuaskan, yaitu tentang karunia Roh Kudus, khususnya tentang bahasa Roh atau bahasa lidah. Semoga ada kelas khusus mengenai hal ini. Sekali lagi, terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

  11. Simon Salasa

    Puji Tuhan mengikuti kelas DRK menjadi pengalaman yang sangat bermakna bagi saya, terutama dalam belajar lebih peka terhadap pimpinan Roh Kudus. Dalam beberapa momen diskusi dan refleksi, saya merasakan bagaimana Roh Kudus menegur dan mengingatkan saya secara pribadi, khususnya ketika saya dihadapkan pada pilihan atau sikap yang kurang tepat. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya merasa didorong untuk lebih jujur dan terbuka, meskipun awalnya terasa tidak nyaman. Dari situ, saya belajar bahwa ketaatan kecil terhadap suara Roh Kudus membawa damai sejahtera dan pertumbuhan iman.

    Sebagai langkah praktis, saya rindu untuk lebih melatih kepekaan dengan menyediakan waktu khusus untuk berdoa dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, serta belajar segera merespons ketika Roh Kudus menggerakkan hati saya. Dari proses diskusi di kelas DRK, saya juga melihat bahwa setiap orang sedang belajar dalam prosesnya masing-masing. Walaupun diskusi kadang belum terlalu aktif, saya merasa tetap diberkati dan diingatkan untuk bisa berkontribusi lebih aktif ke depannya sehingga suasana belajar bersama bisa semakin hidup dan saling membangun. Terima kasih tim SABDA, admin, dan moderator yang telah mengarahkan kami dengan baik.

  12. Sisca Marindra

    Mengikuti kelas DRK memberi saya pemahaman yang lebih jelas bahwa Roh Kudus bukan sekadar "konsep" dalam doktrin Kristen, tetapi Pribadi Allah yang benar-benar bekerja aktif dalam hidup orang percaya. Selama ini, saya sering memahami karya Roh Kudus hanya dari sisi pengalaman atau perasaan lewat. Namun, lewat kelas ini saya diingatkan bahwa pekerjaan Roh Kudus selalu selaras dengan firman Tuhan dan bertujuan membawa orang semakin serupa dengan Kristus.

    Saya juga diingatkan bahwa pertumbuhan rohani tidak bisa hanya bergantung pada emosi sesaat atau suasana tertentu, tetapi harus terlihat dalam perubahan karakter dan buah hidup. Secara pribadi, saya sangat diberkati karena diskusi membuat saya lebih mengevaluasi kehidupan iman saya sendiri, bukan hanya memahami teori tentang Roh Kudus.

    Terima kasih untuk tim SABDA MLC yang sudah menyediakan kelas ini. Terima kasih juga untuk Kak Milly sebagai moderator dan Kak Melisa sebagai admin, yang dengan sabar mendampingi proses diskusi selama kelas berlangsung. Bersyukur juga untuk Ibu Yulia sebagai pemateri yang sudah menyampaikan materi dengan jelas, terarah, dan membangun. Kiranya pelayanan dan pekerjaan Tuhan melalui kelas-kelas seperti ini terus dipakai untuk menolong banyak orang percaya bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan dan firman-Nya. Soli Deo gloria.

  13. Sola Gratia

    Puji Tuhan, boleh ikut kelas doktrin ini. Saya bersyukur boleh belajar lebih dalam lagi tentang kebenaran Roh Kudus. Saya banyak belajar tentang kehidupan yang dahulunya mati telah dihidupkan kembali oleh Allah dengan memberi Roh-Nya pada mereka yang percaya. Sadar bahwa kita tidak bisa melakukan kebenaran dan kehendak Allah tanpa Roh Kudus yang menolong dan memimpin.

    Menyadari hal itu saya jadi banyak menyadari betapa sangat besarnya anugerah yang Tuhan beri. Kebenaran bahwa buah Roh dihasilkan saat kita hidup melekat erat dengan Kristus. Buah-buah Roh tidak akan bisa dihasilkan dengan usaha pribadi.

    Banyak hal yang saya syukuri, dan saya berterima kasih untuk lembaga SABDA yang sudah menyediakan kelas ini. Saya sebelumnya agak sibuk selama mengikuti kelas ini, tetapi ruang diskusi menjadi tempat saya menemukan banyak hal yang membuat saya bersukacita dalam Kristus.

  14. Sonya Haning

    Saya bersyukur boleh mengikuti topik ini. Saya mengalami kelegaan, sukacita bahwa kebenaran tentang Roh Kudus diam dalam diri orang percaya dan mengerjakan karya ilahi dalam hidup saya supaya Tuhan Yesus dimuliakan melalui saya. Oleh karena itu, saya seharusnya merasa bahwa saya disertai, dan pasti dalam hidup saya, ada perubahan-perubahan yang terjadi, yaitu hidup baru nyata dalam hidup saya. Ketika melayani orang lain, saya juga belajar dipimpin oleh Tuhan, bukan oleh apa yang saya rasa. Dan, masih banyak hal lain. Yang pasti, saya memuji Tuhan karena mengalami Roh Kudus memimpin hidup saya. Terima kasih untuk SABDA MLC dan tim yang menolong dalam pemaparan dan pendampingan dalam kelas. Tuhan Yesus memberkati.

  15. Sri Sugiyanto

    Puji syukur kepada-Mu, ya Tuhan Yesus. Terima kasih Tuhan. Terima kasih lembaga SABDA MLC, yang telah membawa saya untuk ikut belajar DRK. Semua karena kasih-Mu ya Tuhan, terima kasih. Pengalaman baru yang saya dapatkan: di tengah kesibukan, Tuhan memampukan saya menyelesaikan pertanyaan menjawab dengan cepat. Roh Kudus senantiasa menolong saya. Jujur, saya minim dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan setiap hari.

    Dari sekian lama, lima hari diskusi, walaupun diskusi saya sedikit, kami bisa memahami tentang Roh Kudus. Perlu banyak belajar mengaktifkan Roh Kudus kepada masing-masing kita supaya bisa melakukan firman kehendak-Nya. Kiranya kasih karunia Tuhan selalu ada dalam hidup saya sehingga saya bisa menjalani hidup bersama Allah Roh Kudus.

    Terima kasih teman-teman diskusi atas pencerahannya. Terima kasih Kak Melisa yang terus mengingatkan saya kalau saya belum menjawab. Terima kasih Tuhan Yesus yang telah menolong saya dalam belajar DRK. Ampunilah saya jika dalam mengikuti belajar DRK ini banyak hal yang Tuhan tidak berkenan. Tuhan memberkati.

  16. Supriyono

    Puji Tuhan! Saya sungguh bersyukur atas kebaikan dan tuntunan Tuhan Yesus Kristus. Saya bisa menyelesaikan kursus online "Doktrin Roh Kudus" (DRK) yang diadakan oleh MLC.

    Berkat yang didapat:

    • Motivasi dan persepsi diri: Perasaan memiliki karunia yang kuat bisa benar, tetapi Alkitab mengatakan: "Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari yang patut kamu pikirkan ...." (Rom. 12:3). Karunia sejati biasanya diakui oleh komunitas, bukan hanya dirasakan diri sendiri.
    • Membangun komunikasi yang sehat dengan pemimpin. Kadang masalahnya bukan penolakan, tetapi kurangnya relasi komunikasi dengan pimpinan. Pelayanan selalu terkait dengan otoritas dan keteraturan, bukan berjalan sendiri-sendiri (Ibr. 13:17).
    • Tetap melayani, sekalipun tanpa "panggung": kalau karunia itu dari Tuhan, ia tidak bergantung pada struktur formal untuk bekerja. Banyak orang ingin pelayanan besar, tetapi Tuhan menguji lewat hal kecil. "Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar." (Luk. 16:10)

    Berkaitan dengan evaluasi terhadap jalannya diskusi kelas: bersyukur ada banyak teman-teman mengapresiasi dari sudut pandang dan antusias dari setiap pribadi. Saya belajar bahwa dalam komunitas pembelajaran saya masih kurang. Saya pribadi belajar untuk lebih bijaksana dalam menanggapi, menjawab, dan merespons serta menjaga sikap rendah hati, baik saat menerima masukan, maupun saat memberi pendapat dari teman-teman di kelas.

    Terima kasih kepada tim SABDA, moderator, Kak Milly, dan admin, Kak Melisa yang telah setia mendampingi dan mengingatkan saya selama proses diskusi berlangsung. Sekalipun sempat hampir menyerah, kasih dan pertolongan Tuhan membuat saya bisa menyelesaikannya dengan baik. Puji Tuhan! Akhirnya, Soli Deo gloria. Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Kita Yesus Kristus.

  17. Tanto Rachmat

    Setelah belajar dari modul DRK, saya sadar ternyata Roh Kudus yang menulis Alkitab. Juga selama ini, saya menilai kubu Roh Kudus adalah gereja Pentakosta dan Karismatik. Sedangkan kubu firman dan kebenaran adalah gereja beraliran Protestan.

    Sekarang, saya sadar betapa berkuasanya Roh Kudus, Allah El Shaddai. Dan, Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang sangat rendah hati. Seandainya mau, Roh Kudus bisa lakukan semuanya sendiri, tetapi Pribadi Allah ini lebih suka bekerja sama dengan manusia, lalu membentuk pribadi dan karakternya, memperlengkapi dengan talenta untuk satu tujuan khusus. Dimulai dengan persekutuan tiap hari untuk mengenal Roh Kudus dan percaya penuh. Untuk tujuan yang lebih besar, Roh Kudus bekerja secara korporat lewat gereja Tuhan dan tempat pekerjaan. Dalam komunitas ada proses, gesekan, saling menajamkan satu sama lain sampai sederap seirama dengan Tuhan.

    Tuhan tidak pernah kekurangan cara untuk memanggil dan memakai kita sebagai alat untuk kemuliaan Bapa. Saya mau membangun diri saya dan keluarga saya sebagai Bait Suci Roh Kudus. Saya rindu persekutuan saya dengan orang percaya boleh membangun Tubuh Kristus.

  18. Timotius

    Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan penyertaan-Nya sepanjang proses pembelajaran DRK (Doktrin Roh Kudus). Saya juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara pelajaran "Doktrin Roh Kudus", yaitu MLC SABDA, para moderator, admin kelas, serta rekan-rekan peserta DRK 4 yang telah bersama-sama menciptakan suasana belajar yang hangat, tertib, dan membangun. Melalui setiap materi, diskusi, dan tanggapan yang disampaikan, saya merasakan berkat rohani yang nyata. Kelas ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga menolong saya semakin memahami pribadi dan karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Saya bersyukur karena melalui pembelajaran ini, iman saya kembali diteguhkan dan hati saya diingatkan untuk terus berjalan dekat dengan Tuhan.

    Dalam diskusi bersama rekan-rekan, saya banyak diingatkan kembali bahwa Roh Kudus adalah Penolong yang setia dalam perjalanan iman saya. Roh Kudus memimpin, menghibur, menegur, memberi kekuatan, serta menolong orang percaya untuk hidup sesuai kehendak Allah. Pemahaman ini menjadi dorongan baru bagi saya untuk semakin peka terhadap pimpinan-Nya setiap hari. Harapan saya ke depan, kiranya MLC SABDA terus dipakai Tuhan secara luar biasa, khususnya pada era digital ini, sebagai sarana pembinaan yang menjangkau banyak jiwa. Saya juga berharap kelas-kelas serupa tetap dilaksanakan di masa mendatang sehingga semakin banyak anak-anak Tuhan diperlengkapi, dikuatkan, dan diperkaya melalui pembelajaran firman Tuhan yang sehat dan membangun. Soli Deo gloria.

  19. Tini Setiawan

    Saya sangat diberkati mengikuti kelas DRK ini. Pengalaman pertama saya adalah modul DRK yang diterbitkan oleh MLC SABDA benar-benar modul yang sangat lengkap yang menjelaskan doktrin Roh Kudus, mulai dari PL, yaitu awal penciptaan manusia sampai PB. Bahkan dikaitkan zaman sekarang pada era digital pun, Roh Kudus tetap turut bekerja untuk membawa setiap orang sampai ke ujung bumi tidak terlewat/tertinggal untuk mendengar Injil Keselamatan dan mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya. Bahkan peran Roh Kudus tetap nyata melalui mukjizat-mukjizat dan membawa orang-orang untuk mengenal Yesus.

    Terima kasih untuk moderator dan admin dalam kelompok sangat membantu jalannya diskusi dengan semangat dan menarik. Terima kasih juga untuk teman-teman didalam kelompok diskusi yang semangat komen dan bertanya sehingga kita semua dipicu untuk menggali lebih dalam lagi. Terima kasih banyak untuk MLC SABDA yang sudah menyelenggarakan kelas DRK ini dan membekali peserta untuk membawa modul ini diajarkan juga di gereja lokal kami masing-masing. Tuhan Yesus memberkati.

  20. Veronica Hengkelare

    Shalom Teman-teman terkasih, bersyukur atas janji Tuhan Yesus karena Roh Kudus tinggal dalam hati setiap orang percaya kepada Kristus. Pribadi yang lemah lembut dan mendatangkan kedamaian. Saya rindu untuk lebih peka mendengar suara Roh Kudus yang menuntun dalam setiap langkah kehidupan. Terima kasih banyak tim SABDA MLC, moderator, admin dan teman-teman semua. Tuhan Yesus memberkati.

  21. Yessi R.A. Bohalima

    Saya bersyukur bisa ikut kelas DRK ini. Saya memang belum tahu banyak tentang Roh Kudus, dan ikut kelas ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga saya jadi mengerti apa yang Roh Kudus kerjakan dalam hidup saya. Contohnya, saat saya merasa malu untuk berdoa karena dosa. Saya sekarang tahu, itu pekerjaan Roh Kudus menginsafkan dosa. Terima kasih lembaga SABDA. Semoga saya berkesempatan lagi untuk ikut kelas selanjutnya. Tuhan memberkati.

  22. Zephania Maestronella

    Shalom, Bapak/Ibu. Terkadang hidup Kristen kita terasa "biasa saja", bukan karena Roh Kudus kurang berkuasa, tetapi karena kita yang kurang memberi ruang. Lewat modul DRK 2026 ini, kita diingatkan lagi kalau menjaga persekutuan dengan-Nya adalah kunci utama. Bukan tentang seberapa hebat karunia kita, tetapi seberapa selaras hidup kita dengan karakter Kristus. Mari terus belajar dipimpin oleh-Nya. Terima kasih kepada tim SABDA yang telah memfasilitasi kelas dan juga Bapak/Ibu yang berdiskusi. Tuhan memberkati.