1. David Tobias
Jarang ada pembahasan Hermeneutika Khusus seperti ini, yang memberi panduan dan dasar yang sangat bermanfaat untuk menafsirkan Alkitab secara benar. Saya jadi semakin berhati-hati dalam mempelajari suatu kitab untuk menghasilkan penafsiran yang lebih tajam dan akurat. Diskusi kelas saling melengkapi dalam suasana yang bersahabat, membuat peserta semakin suka membaca dan mempelajari firman Allah. Terima kasih kepada tim SABDA dan rekan-rekan semua. Tuhan Yesus memberkati.
2. Edisoni Dohona
Mempelajari Pengantar Hermeneutika Khusus memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara menafsirkan Alkitab berdasarkan genre sastranya. Saya belajar untuk lebih cermat memperhatikan konteks dan maksud penulis sehingga dapat memahami firman Tuhan dengan lebih akurat. Pembelajaran ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan rohani maupun pelayanan dalam mengajarkan Alkitab kepada orang lain. Thanks to admin yang selalu mengingatkan dan kepada tim SABDA Ministry Learning Center.
3. Edy Anto
Melalui diskusi Pengantar Hermeneutika, saya semakin memahami pentingnya menafsirkan Alkitab sesuai konteks dan maksud penulisnya, bukan berdasarkan pemikiran atau perasaan pribadi. Saya juga belajar bahwa Allah konsisten dalam karakter-Nya. Sekalipun ada nubuat yang tampaknya berubah, hal itu tidak menunjukkan bahwa Allah gagal, melainkan bahwa Ia merespons pertobatan manusia sesuai dengan keadilan dan kasih-Nya. Pembelajaran ini menolong saya membaca Alkitab dengan lebih teliti, bertanggung jawab, dan menghargai kebenaran firman Tuhan secara lebih utuh.
4. Elisa Iswandono
Saya bersyukur bahwa di tengah kesibukan saya dalam kegiatan penelitian di Flores, Nusa Tenggara Timur, masih mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini. Melalui studi Pengantar Hermeneutika Khusus, kita diingatkan bahwa meskipun kebenaran Allah bersifat absolut dan kekal, Dia memilih untuk menyatakannya secara kontekstual melalui bahasa, budaya, dan sejarah manusia agar dapat dipahami dan dihidupi secara nyata. Dengan belajar memahami jenis literatur Alkitab secara tepat, seperti membedakan catatan sejarah (deskriptif) dari perintah mutlak, melihat Amsal sebagai prinsip umum dan bukan rumus kaku, meniru fokus doa Rasul Paulus yang mengutamakan kedewasaan rohani daripada kenyamanan materi, hingga memandang ibadah hari Minggu sebagai gladi resik ibadah surgawi, kita diajak untuk membaca firman dengan hati yang jujur dan berserah pada bimbingan Roh Kudus sehingga dapat menangkap pesan asli yang dimaksudkan Allah lalu menerapkannya secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
Terima kasih kepada Ibu Yulia (sehat selalu, Ibu), Ibu Roma, Yola, Evie, serta rekan-rekan tim SABDA lainnya. Kiranya terus dipakai Tuhan menjadi berkat dalam pelayanan. Rekan-rekan satu kelas juga kiranya tetap semangat dalam terus belajar Firman Tuhan. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
5. Eminingtyas
Puji Tuhan, oleh kemurahan-Nya dan pelayanan tim SABDA, saya masih dapat mengikuti kelas Hermeneutika yang sangat memberkati saya dan memperdalam pemahaman saya dalam memahami dan merenungkan firman Tuhan tanpa asal mengambil ayat firman Tuhan. Pengalaman para penulis Alkitab bersama Tuhan pada masanya memperdalam pengenalan saya akan Allah sebagai pusat pemberitaan firman Tuhan, yang rencana-Nya tidak pernah gagal serta senantiasa menyertai dan berdaulat atas kita.
Terima kasih SABDA. Terima kasih Ibu Evie dan Kak Yola yang dengan setia melayani kami dalam kelas ini. Terima kasih juga kepada rekan-rekan diskusi yang telah memberkati melalui penggalian, kebersamaan, dan tanggapan yang diberikan. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.
6. Hendri
Puji syukur kepada Bapa di surga dalam nama Yesus Kristus. Saya diberikan kesempatan untuk mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus dan memperoleh banyak pelajaran serta pengalaman baru. Dari pelajaran hermeneutika ini, saya belajar lebih dalam tentang penafsiran Alkitab, bukan hanya mengandalkan pemahaman sendiri dengan pola pikir modern saat ini, tetapi juga memahami penafsiran dari sisi budaya masa lampau, tata bahasa, narasi, dan lain-lain. Dengan memahami isi Alkitab lebih baik, serta melalui diskusi bersama teman-teman dalam kelompok, saya juga mendapatkan beberapa wawasan baru. Semoga melalui pembelajaran ini, iman kita terus bertumbuh dalam Tuhan melalui firman-Nya.
Akhir kata, saya berterima kasih kepada tim SABDA yang telah mengadakan kelas ini dengan sangat baik, baik dalam penyampaian materi maupun dalam memandu para peserta belajar. Saya berharap akan ada kelas-kelas lainnya yang dapat membantu setiap jemaat terus bertumbuh. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, segala puji dan syukur. Tuhan Yesus memberkati.
7. Ivan Octanius
Shalom Bapak/Ibu, dan teman-teman peserta PHK. Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus selama lima hari. Melalui kelas ini, saya memperoleh pemahaman baru bahwa setiap genre Alkitab perlu dibaca sesuai karakteristik dan konteksnya. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa tujuan mempelajari Alkitab bukan sekadar mencari pengetahuan atau menafsirkan dengan benar, tetapi semakin mengenal Kristus dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Saya juga sangat diberkati saat mempelajari kitab-kitab Puisi, Hikmat, Nubuat, dan Wahyu karena semakin memahami bahwa Alkitab tidak ditulis untuk memuaskan rasa ingin tahu manusia, melainkan untuk menumbuhkan iman, pengharapan, dan kasih kepada Tuhan.
Secara praktis, saya ingin lebih disiplin membaca Alkitab dengan memperhatikan konteks, tujuan penulisan, dan jenis kitab yang sedang dibaca sehingga tidak lagi mencomot ayat secara terpisah dari keseluruhan pesannya. Saya juga merasa diberkati melalui proses diskusi yang hidup karena berbagai pertanyaan, jawaban, dan tanggapan dari peserta memperkaya pemahaman saya terhadap materi yang dipelajari. Terima kasih kepada tim SABDA, para moderator, dan seluruh peserta yang telah berbagi selama kelas berlangsung. Kiranya apa yang telah kita pelajari dapat menolong kita semakin bertumbuh dalam mengenal firman Tuhan dan memuliakan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Soli Deo gloria.
8. Josephine A.B. Christinawati
Bersyukur bisa mengikuti kelas PHK. Kelas ini menambah wawasan bagi saya bahwa dalam membaca teks, kita tidak boleh asal menafsirkan mengikuti pikiran kita sendiri. Sebaliknya, kita harus terlebih dahulu memahami latar belakang penulisan teks tersebut yang ditulis ribuan tahun yang lalu, yang tentunya sangat berbeda dengan situasi dan kondisi kita saat ini. Ada pengaruh budaya pada waktu itu yang berbeda dengan kondisi sekarang. Jadi, kita tidak bisa asal menafsirkan dan menerjemahkannya menurut akal pikiran kita.
Dalam membaca sebuah kisah dalam Alkitab, kita juga tidak boleh hanya mengangkat tokoh yang ada dalam kisah tersebut. Karena tokoh yang sebenarnya adalah Allah yang bekerja dan mengendalikan segala sesuatu di tengah keberadaan dan situasi saat itu. Terima kasih kepada tim SABDA. Saya sangat diberkati dan semakin mengagumi kedahsyatan firman Tuhan.
9. Lidia Artati
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus atas kesempatan bisa mengikuti PHK ini.Saya juga berterima kasih kepada tim SABDA yang dengan baik hati mengarahkan kami dengan baik. Terima kasih juga kepada teman-teman diskusi yang banyak memberi pencerahan.
Berkat yang saya dapatkan: Mengenai doa-doa Paulus, saya belajar untuk tidak fokus kepada hal-hal yang bersifat fisik, tetapi lebih mengutamakan hal-hal yang rohani. Saya belajar bahwa ada nubuat yang tidak memerlukan respons dari manusia, tetapi ada juga nubuat yang tidak akan terjadi tanpa respons manusia, misalnya melalui pertobatan. Mengenai ibadah hari Minggu di gereja, saya belajar bahwa kita harus lebih sungguh-sungguh karena ibadah adalah latihan menuju kekekalan. Penyembahan, doa, dll. ditujukan kepada Allah Bapa dan Anak Domba, bukan melihat pribadi manusia.
10. Lily Kurniati
Mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus (PHK) sangat memperluas wawasan saya dalam membaca Alkitab. Dengan makin memahami isi hati Tuhan saya makin tahu bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mudah dan tidak selalu berhasil, tapi saya terus belajar dengan pimpinan Roh Kudus.
Soli Deo Gloria"
Mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus sangat memperluas wawasan saya dalam membaca Alkitab. Dengan semakin memahami isi hati Tuhan, saya semakin mengetahui bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Memang tidak mudah dan tidak selalu berhasil, tetapi saya terus belajar dengan pimpinan Roh Kudus. Soli Deo gloria.
11. Marthen L. Kasodu
Saya bersyukur atas kesempatan untuk belajar di kelas PHK ini. Banyak hal baru yang saya dapatkan, terutama dalam mendalami suatu pasal dan ayat dalam Alkitab. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sangat tajam dan mendorong saya untuk menggali dengan benar berdasarkan pengantar modul yang diberikan. Misalnya, tentang pengertian antara narasi dan perintah yang harus dibedakan, serta mengerti lebih dalam mengenai nubuat yang terlihat seperti tidak terjadi.
Secara pribadi, saya bersyukur dan berterima kasih kepada tim SABDA yang telah mengadakan dan membimbing kelas ini, termasuk melalui diskusi-diskusi yang dilakukan. Semoga SABDA terus dipakai Tuhan dan semakin menjadi berkat bagi banyak orang. Salam.
12. Nikodemus Risang Bayu Citra Saptadi
Puji Tuhan, mengikuti kelas ini benar-benar memberikan pencerahan, terutama mengenai pemahaman bahwa bahasa pada zaman dahulu tidak bisa disamakan dengan pola pikir orang modern saat ini. Hal tersebut sering menjadi penyebab munculnya pro dan kontra. Dengan adanya statement seperti itu sudah mengurangi perdebatan yang tidak perlu. Selain itu, kitab-kitab puisi dan hikmat membuka pandangan saya bahwa makna yang terkandung di dalamnya tidak sesempit yang selama ini didengar karena keterbatasan pemahaman. Tuhan Yesus memberkati.
13. Paris Limbong
Puji Tuhan, tidak terasa selama lima hari saya telah mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus SABDA ini. Saya mendapat pengalaman yang sangat berharga untuk menopang pelayanan di gereja maupun di komunitas yang saya ikuti. Materi yang diberikan oleh tim SABDA sungguh luar biasa karena sangat membantu saya memahami cara menikmati dan membaca literatur Alkitab secara benar sesuai konteks dan karakteristiknya, mulai dari narasi, perumpamaan, puisi, hikmat, surat-surat rasul, kitab nubuat, hingga kitab Wahyu sehingga, saya dapat menangkap dan mengerti maksud asli penulis serta memahami pesan Allah dengan tepat, lalu menerapkannya secara bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan di gereja maupun di komunitas.
Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA, baik narasumber, moderator, maupun admin PHK, yang selalu membimbing, mengingatkan tugas-tugas, dan memimpin diskusi kelas dengan sangat baik dan lancar. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh teman-teman kelas PHK, khususnya kelas PHK 2, yang selalu aktif memberikan pertanyaan, masukan, dan tanggapan selama diskusi kelas. Semoga Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
14. Phwe kim
Bersyukur diberi kesempatan untuk upgrade kembali pemahaman hermeneutika melalui program SABDA sehingga saya dapat menyelesaikan kelas PHK atas kasih dan anugerah-Nya. Pelajaran yang saya dapatkan setelah mengikuti kelas selama lima hari ini adalah bahwa bagaimana saya diingatkan kembali bahwa setiap kita sebelum menceritakan Alkitab kepada orang lain, dengan harapan mereka dapat memahami dan Roh Kudus memampukan mereka untuk percaya, kita wajib memahami konteks, latar belakang, dan budaya sebelum serta sesudah menafsirkan Alkitab. Sebagai penyampai berita Tuhan, kita yang sudah mengikuti kelas ini harus lebih waspada dan super berhati-hati dalam menafsirkan setiap ayat Alkitab. Kita wajib memahami konteks dan latar belakang penulisan setiap kitab.
Yang paling seru adalah sesi diskusi bersama yang berjalan dengan baik dan lancar. Terima kasih kepada admin, fasilitator, dan tim SABDA yang tidak lelah mengingatkan ssetiap kami peserta yang bandel, dan sudah mengadakan kelas ini serta memberikan kesempatan kepada kami. Soli Deo gloria! Tuhan Yesus memberkati.
15. Ronny Kawile
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus. Melalui kelas ini, saya belajar bahwa setiap bagian Alkitab perlu dipahami sesuai dengan jenis kitab, konteks, dan tujuan penulisannya. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana membaca kitab-kitab Injil, surat-surat rasul, puisi dan hikmat, serta nubuat dan wahyu dengan cara yang benar sehingga pesan firman Tuhan dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih tepat. Ke depannya, saya ingin lebih disiplin menggali Alkitab dengan memperhatikan konteks dan prinsip penafsirannya, bukan hanya membacanya secara sekilas.
Saya juga sangat diberkati melalui diskusi yang interaktif dan saling membangun. Terima kasih kepada penyelenggara SABDA Ministry Learning Center, pemateri, Ibu Yulia, fasilitator dan admin PHK 2, yaitu Ibu Evie dan Kak Yola, seluruh staf MLC, serta rekan-rekan di kelas PHK 2 yang saling mendukung untuk memperdalam pemahaman firman Tuhan. Kiranya apa yang telah dipelajari menjadi bekal untuk semakin mengasihi firman Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
16. Ruth Lodiana PHK-2
Shalom teman-teman. Salah satu berkat yang saya peroleh dari mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus adalah semakin disadarkan bahwa hermeneutika bukan terutama tentang menjadi orang yang paling pintar menjawab pertanyaan Alkitab atau memenangkan perdebatan teologis. Hermeneutika membantu kita mendengar lebih jelas apa yang Tuhan sudah katakan melalui firman-Nya. Selama kelas ini, saya belajar untuk lebih memperhatikan konteks, tujuan penulis, dan pesan utama dari setiap bagian Alkitab. Saya juga belajar membedakan antara apa yang benar-benar dikatakan oleh teks dengan asumsi atau pemikiran yang sering kali saya bawa ke dalam teks.
Melalui berbagai diskusi tentang kitab-kitab sejarah, nabi-nabi, surat-surat rasul, hingga kitab Wahyu, saya semakin melihat bahwa Alkitab bukan kumpulan ayat yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu kisah besar tentang karya Allah yang konsisten sepanjang sejarah keselamatan. Salah satu pelajaran yang paling mengena bagi saya adalah bahwa tujuan mempelajari hermeneutika bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi untuk semakin mengenal Allah dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Semakin saya memahami firman Tuhan dengan benar, semakin saya dapat melihat hati Tuhan yang dinyatakan melalui firman tersebut.
Saya juga bersyukur karena kelas ini mendorong saya untuk terus belajar, bertanya, menggali, dan berdiskusi dengan rendah hati. Saya menyadari bahwa saya masih terus bertumbuh, tetapi justru di situlah sukacita menjadi murid Kristus: terus belajar mengenal Dia lebih dalam melalui firman-Nya. Puji Tuhan untuk setiap pelajaran, diskusi, dan kesempatan bertumbuh yang diberikan selama kelas ini. Kiranya apa yang telah dipelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi hikmat yang membentuk cara kita membaca, memahami, dan melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Semakin kita memahami firman Tuhan dengan benar, semakin kita melihat keindahan Sang Penulisnya. Terima kasih kepada teman-teman di kelas PHK 2 atas sharing dan wawasannya, serta kepada SABDA MLC sebagai penyelenggara kelas ini. Tuhan memberkati senantiasa. Soli Deo gloria.
17. Sri Wulan
Shalom. Puji Tuhan, saya bersyukur bisa mengikuti kelas PHK yang diadakan oleh tim SABDA. Di sini, saya jadi lebih tahu istilah-istilah yang selama ini saya tidak tahu karena memang saya punya memiliki background dalam ilmu teologi. Jujur, saya baru tahu ada istilah Mazmur Kutukan. Saya memperoleh pemahaman bahwa membaca Alkitab tidak boleh asal membaca dan mengambil ayat sesuai keinginan kita, tetapi harus dibaca sesuai karakter dan konteksnya. Saya juga dibukakan sebuah pemahaman untuk dapat membedakan cara membaca Alkitab yang tidak harus disamakan antara surat-surat rasul, puisi, hikmat, narasi, dan kitab nubuat. Sayaterberkati bagaimana kita harus memahami cara membaca Alkitab yang ditulis ribuan tahun lalu dengan kondisi zaman, budaya, dan pola hidup yang berbeda, tetapi tetap masih sangat akurat diterapkan pada masa sekarang.
Terima kasih buat Kak Roma yang selalu mengingatkan saya ketika masih dalam kesibukan dan belum mengirimkan hasil diskusi dalam kelas. Minggu ini memang bertepatan dengan kesibukan yang cukup padat, barengan dengan pengambilan raport dan acara kelulusan juga acara keluarga. Mohon maaf kalau saya ada salah salah kata yang tidak disengaja dari saya. Ke depannya, saya ingin mengikuti kelas-kelas lain yang diadakan oleh tim SABDA supaya saya semakin diperlengkapi dalam pemahaman tentang firman Tuhan dan bagaimana menerapkan ilmu ini dalam pelayanan di gereja lokal saya. Terima kasih kepada tim SABDA yang peduli kepada saya sebagai orang awam dan telah menyediakan wadah bagi kami untuk belajar lebih lagi.
18. Tesalonika
Saya juga sangat diberkati melalui setiap sesi diskusi. Berbagai pendapat, pertanyaan, dan pemikiran dari teman-teman membuat wawasan saya semakin luas. Setiap orang membawa sudut pandang yang berbeda sehingga memperkaya pemahaman bersama. Melalui proses belajar ini, saya semakin terdorong untuk mencintai firman Tuhan dan mempelajarinya dengan lebih sungguh-sungguh.
Saya bersyukur bisa mengambil bagian dalam mengikuti kelas ini. Melalui kelas ini saya kembali disegarkan dalam mempelajari hermeneutika dan diingatkan akan pentingnya menggali firman Tuhan dengan cara yang benar. Materi yang disampaikan sangat membantu saya untuk memahami Alkitab lebih dalam dan melihat banyak hal yang sebelumnya mungkin belum saya perhatikan. Saya juga sangat diberkati melalui setiap sesi diskusi. Berbagai pendapat, pertanyaan, dan pemikiran dari teman-teman membuat wawasan saya semakin luas. Setiap orang membawa sudut pandang yang berbeda sehingga memperkaya pemahaman bersama. Melalui proses belajar ini, saya semakin terdorong untuk mencintai firman Tuhan dan mempelajarinya dengan lebih sungguh-sungguh.
19. Timothy Wenas
Bersyukur atas kasih, rahmat, dan berkat dari Tuhan Tritunggal kita, Bapa, Yesus Kristus, dan penyertaan Roh Kudus yang senantiasa menyertai kita, khususnya selama kelas diskusi kelompok pendalaman Hermeneutika yang telah diselenggarakan oleh Tim SABDA. Saya belajar banyak sekali mengenai penafsiran serta pemahaman isi Alkitab. Bersyukur atas ilmu dan hikmat yang diberikan dalam memahami dan mengerti isi pesan firman Tuhan yang diberikan bagi kita.
Saya belajar banyak mengenai peran penting dari dasar, latar belakang, isi, serta pesan yang dimaksudkan bagi kita. Hikmat yang didapatkan dari kelas ini sungguh membuat saya lebih memahami pesan dari Tuhan kita serta pesan keselamatan dari Yesus Kristus. Saya mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA, narasumber, moderator, dan admin, serta seluruh anggota diskusi. Kiranya kita semua selalu dinaungi oleh penyertaan Tuhan Bapa, Yesus Kristus, dan diliputi oleh Roh Kudus. Terima kasih.
20. Visca Veronika
Senang sekali ada kelas seperti ini. Ini pertama kalinya saya mengikuti pembelajaran melalui grup WhatsApp. Banyak insight baru yang membantu saya memahami bagaimana menafsirkan ayat-ayat firman Tuhan. Saya juga senang sekali karena teman-teman dalam grup semuanya aktif, dengan berbagai pandangan yang berbeda-beda, tetapi justru memperkaya pemahaman saya. Saya semakin diperlengkapi dalam mendalami hermeneutika karena hal ini sangat penting bagi pertumbuhan iman saya secara pribadi.
Semoga ke depan semakin banyak orang yang rindu dan mau terus belajar bersama-sama. Thanks to tim fasilitator yang telah membuka kesempatan berharga ini dan menolong setiap peserta. Kiranya SABDA terus menjadi berkat dan semakin membuat banyak orang bertumbuh. Amin.
21. Wasis
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus. Merupakan kehormatan dan anugerah yang besar bagi saya bisa mempelajari bahan pelajaran dan berdiskusi dengan teman-teman melalui kelas ini. Saya menyadari bahwa selama ini yang saya anggap sudah baik dalam menafsirkan Alkitab sesuai tema, ternyata masih kurang optimal karena belum menggunakan prinsip hermeneutika secara benar. Melalui kelas ini, saya belajar bahwa setiap bagian Alkitab perlu dipahami sesuai dengan genre atau jenis kitab, konteks, budaya, bahasa, dan tujuan penulisannya. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah bagaimana membaca kitab-kitab puisi dan hikmat, surat-surat rasul, serta kitab nubuat dan Wahyu dengan cara yang benar sehingga pesan firman Tuhan dapat dipahami dan diterapkan dengan lebih tepat.
Ke depannya, saya ingin lebih disiplin menggali Alkitab dengan memperhatikan prinsip-prinsip hermeneutika secara lengkap dan mengambil aplikasi praktisnya sesuai dengan tema yang akan saya sampaikan. Saya juga mempunyai ide untuk membuat podcast pendek terkait hal-hal yang sering keliru dalam menafsirkan Alkitab. Diskusi berjalan dengan baik, dinamis, dan interaktif. Moderator, Ibu Evie Davida, sangat baik dan membantu diskusi berjalan dengan lancar. Admin, Kak Yola, juga sangat membantu jalannya kelas dengan baik. Terima kasih kepada penyelenggara MLC-YLSA, pemateri, Ibu Yulia, fasilitator dan admin PHK 2, yaitu Ibu Evie dan Kak Yola, seluruh staf MLC kelas PHK, serta rekan-rekan di kelas PHK 2 yang saling mendukung untuk memperdalam pemahaman firman Tuhan. Kiranya apa yang telah dipelajari menjadi bekal untuk semakin menggali dan menghidupi firman Tuhan untuk diterapkan dalam kegiatan sehari-hari dan menjadi berkat bagi sesama. Semoga Allah Bapa di surga semakin memberkati, memperluas, dan mengurapi pelayanan MLC-SABDA. Tuhan Yesus memberkati seluruh pengurus, anggota, dan keluarga besar MLC-SABDA. Amin. Imanuel, Allah beserta kita.
22. Yuni Langke
Saya bersyukur dapat mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini, walau awalnya agak ragu karena banyaknya kesibukan pelayanan. Berkat yang saya terima sangat banyak, antara lain:
- Saya lebih memahami cara membaca kitab nubuat dengan benar. Tidak boleh asal comot ayat untuk ramalan, tetapi perlu memperhatikan konteks, genre sastra, dan penggenapannya dalam Kristus.
- Saya diingatkan untuk memperhatikan bukan hanya kesehatan rohani, tetapi juga kesehatan jasmani.
- Tidak ada gereja yang sempurna. Oleh karena itu, saya harus bijaksana menyikapi berbagai persoalan dan konflik yang terjadi dalam gereja, dengan firman Tuhan sebagai panduan.
- Pandangan saya tentang ibadah berubah, khususnya ketika mempelajari Wahyu 4–5. Saya memahami bahwa ibadah Minggu bukan sekadar acara rutin, tetapi merupakan representasi ibadah sorgawi, yang harus dijalani dengan penuh hormat dan fokus kepada penyembahan Yesus Kristus, Sang Anak Domba.
Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA yang telah membimbing kami dalam diskusi PHK. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.