Sharing Berkat Kelas PRK 3

  1. Ayub

    Setelah mengikuti kegiatan ini, saya mendapatkan berkat yang begitu luar biasa bahwa perkembangan digital saat ini bisa merusak masa depan remaja karena dunia hari ini tidak lagi menjauhkan remaja dari gereja dengan paksaan fisik, melainkan pencucian otak yang halus melalui konten yang mereka lihat setiap hari, dan pada akhirnya, mereka tidak mau menerima dirinya sendiri dan mengikuti standar media. Kita, sebagai pembimbing, harus lebih kreatif untuk menjangkau/membimbing remaja dengan beberapa cara yang sudah kita pelajari. Melalui kehadiran kita sebagai pembimbing, remaja bisa mengenal Tuhan dengan baik dan mempunyai fondasi iman yang kuat sehingga tidak mudah terpengaruh.

  2. Cory Pakondo

    Bersyukur sudah dilibatkan dalam diskusi "Pembimbing Remaja Kristen" karena semakin diperdalam untuk menjadi pembimbing remaja. Terima kasih SABDA MLC dan tim yang terus serius memandu diskusi sekaligus mengingatkan saya supaya aktif dalam setiap diskusi dan mengerjakan tugas. Terima kasih. Tuhan dimuliakan.

  3. David Tobias

    Menurut pemahaman saya: Pemuda dan remaja adalah gereja masa kini, sekaligus masa depan gereja, pilar-pilar penopang tubuh Kristus. Mengikuti kelas PRK ini merupakan langkah strategis untuk memperlengkapi diri dan tim pelayanan di gereja, untuk melayani mereka. Terima kasih tim SABDA dan rekan-rekan satu kelas diskusi. Tuhan Yesus menyertai kita selalu.

  4. Eci

    Terima kasih sebesar-besarnya kepada SABDA MLC, para pembimbing yang sudah meluangkan waktu dan tenaganya menyelenggarakan kelas ini, moderator dan admin yang sabar mengarahkan kami di kelas, dan juga rekan-rekan PRK 3. Mohon maaf jika ada perkataan saya yang kurang berkenan. Walaupun saya bukan pembimbing, saya terberkati melalui kelas diskusi ini.

  5. Harapannya komunitas gereja=

    • Lebih melek dengan perkembangan zaman dan pergumulan anak remaja.
    • Mampu meningkatkan kesadaran dan memberi bimbingan yang tepat untuk membentengi anak-anak remaja dari dampak buruk AI, pornografi, dan penyimpangan seksual.
    • Sebagai tempat perlindungan yang aman untuk berdialog secara terbuka mengenali pergumulan mereka.

    Pembimbing rohani anak remaja yang berada di garis depan pelayanan anak remaja harus sabar, ya ... tetap setia melayani Tuhan Yesus. Selain sebagai teladan, terus up-to-date dalam membekali diri dengan perkembangan anak remaja. Tingkatkan kapasitas dalam membimbing dan mendampingi anak didik lewat pelatihan-pelatihan konseling serta pembinaan-pembinaan rohani dan psikologis.

    Anak muda/remaja: miliki kerinduan lagi untuk mengenal Tuhan dan menjadi pelaku firman yang aktif. Jaga kekudusan, punya iman yang kokoh, jangan lemah, ya, anak-anak muda tersayang. Jadikan Tuhan yang utama. Harus punya keberanian untuk minta pertolongan dan bimbingan karena selalu ada jalan pemulihan di dalam Tuhan Roma 12:2. Terima kasih. GB us.

  6. Feronica

    Bersyukur bisa belajar kembali modul PRK dan dengan zaman yang semakin berkembang, tentu tantangan bagi adik-adik remaja memang tidak mudah jika kehidupan iman mereka benar-benar tidak tertanam dalam-dalam dan kuat-kuat dalam Tuhan kita, Yesus Kristus. Tanpa mentoring yang benar, yang takut akan Tuhan dan yang dapat dipakai sebagai panutan hidup, maka legacy iman ini tidak akan terjadi. Namun, dengan adanya mentoring, komunitas pemuridan yang senantiasa mengandalkan Tuhan dan hidup takut akan Tuhan, serta senantiasa membuat journal-journal bulanan/mingguan/harian kita, maka proses (program sukses) hidup kita dapat diukur dan semakin hari semakin dapat disempurnakan-Nya. Dan, Dia mencari iman di bumi ini ketika Dia datang kelak.

    Terima kasih untuk MLC SABDA yang telah kembali membuka modul kelas PRK. Kiranya remaja-remaja kita dapat diandalkan bagaikan anak panah yang siap diluncurkan. Terima kasih untuk moderator kelas 3, Kak Millytia, yang senantiasa mendampingi diskusi kami dan dengan pertanyaan-pertanyaan mendalam, yang dapat membuat kelas semakin hidup, dan juga Kak Yola. Kiranya Tuhan Yesus.

  7. Josef Harianto

    Materi PRK sangat bagus dan mengoreksi berbagai pemahaman saya ketika berfungsi sebagai pembimbing remaja. Seperti misalnya, untuk tidak menyamakan dunia remaja sekarang dengan dunia remaja saya dahulu. Pembimbing harus bijak dalam berkomunikasi dan bergaul dengan remaja untuk membangun kepercayaan dari mereka. Respons dari pembimbing sangat menentukan kelanjutan hubungannya dengan remaja. Pembimbing tidak perlu jaim (jaga image), tetapi harus rendah hati, bahwa dahulu juga pernah berbuat salah dan masih berproses sampai sekarang. Terima kasih kepada teman-teman sepembelajaran dan tim SABDA yang sudah membimbing. Kiranya Tuhan memberkati kita semua.

  8. Naomi R. Tondok

    Pertama-tama, saya berterima kasih karena pertama kali dapat mengikuti kelas ini, yang merupakan info di grup pelayanan kami. Saya mencoba mengisi dan menurut saya ini adalah hal baru karena "sangat strict" dalam mengikuti baik diskusi atau menjawab soal-soal yang ada. Diingatkan untuk mengisi jawaban dan lanjut diskusi (dikeluarkan dari grup bila lambat). Hal baru yang saya peroleh saat mengikuti kelas PRK selama 5 hari ini adalah tentang sifat/karakteristik remaja Gen Z dan Gen Alpha, apa itu phygital, kelelahan digital, tentang Imago Dei. Tentu saja akan sangat membantu untuk lebih memahami remaja di gereja kami pada era gempuran AI.

    Adapun aplikasi praktis yang akan saya lakukan adalah memandang remaja sebagai masa depan gereja, yang mereka pun punya banyak kelebihan dan kekurangan. Semuanya diarahkan ke arah yang positif, tidak salah arah, membimbing mereka dengan penuh kesabaran dan kasih yang lebih lagi. Terkait proses diskusi berjalan lancar, hanya saja terlalu banyak yang aktif dan panjang-panjang jawabannya, bikin lelah juga dalam membacanya. Puji Tuhan, semuanya bisa diikuti. Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA yang telah memberikan insight dalam kelas PRK serta sabar mendampingi dalam prosesnya. Tuhan Yesus semakin memberkati tim SABDA.

  9. Pipih

    Berkat yang saya dapatkan setelah mengikuti kelas PRK ini. Pengalaman baru: pertama mau ambil keputusan ikut kelas ini galau, bisa nggak ikuti sampai akhir karena ada pekerjaan dan pelayanan. Namun, puji Tuhan, bisa diikuti sampai akhir. Saya belajar bahwa pelayanan remaja tidak hanya membutuhkan kerinduan untuk melayani, tetapi pemahaman yang benar tentang firman Tuhan, karakter seorang pembina, serta kemampuan untuk membangun relasi yang sehat dengan remaja. Diskusi dengan peserta dari berbagai latar belakang pelayanan juga membuka wawasan saya mengenai strategi dan tantangan pembinaan remaja di berbagai konteks pelayanan remaja.

    Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah penekanan bahwa pembina remaja dipanggil bukan sekadar menjadi pengajar yang memberikan informasi saja, tetapi menjadi role model kehidupan yang membawa remaja semakin mengenal Kristus. Aplikasi praktis yang akan saya lakukan: membagikan materi kepada rekan-rekan pembina remaja lainnya yang saya kenal. Evaluasi terkait proses diskusi: secara keseluruhan berlangsung dengan baik, interaktif, dan moderator memberikan ruang bagi setiap peserta untuk berbagi pengalaman. Terima kasih kepada seluruh tim SABDA yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Kiranya Tuhan terus memakai pelayanan ini untuk memperlengkapi para pembina remaja sehingga semakin banyak generasi muda bertumbuh dalam iman kepada Kristus.

  10. Regina Papilaya

    Shalom, teman-teman. Mengikuti kelas PRK menjadi pengalaman yang sangat memberkati bagi saya. Melalui setiap materi dan diskusi, saya semakin memahami bahwa menjadi pembimbing remaja bukan hanya soal memiliki kemampuan mengajar, tetapi juga memiliki panggilan, integritas, dan hati yang mengasihi. Saya juga belajar bahwa tantangan pelayanan kepada Generasi Z dan Alpha pada era digital tidak dapat dihadapi dengan menolak teknologi, melainkan dengan membimbing mereka menggunakan teknologi secara bijaksana dan tetap menjadikan firman Tuhan sebagai dasar hidup.

    Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah pentingnya membangun relasi yang hangat dan penuh kasih dengan remaja. AI dapat membantu memberikan informasi, tetapi tidak dapat menggantikan kehadiran, keteladanan, dan pendampingan seorang pembimbing. Ke depan, saya berkomitmen untuk terus bertumbuh dalam karakter, menjadi pendengar yang baik, serta membangun hubungan yang sehat dengan remaja agar mereka semakin mengenal Kristus.

    Saya juga bersyukur atas proses diskusi di kelas PRK yang sangat memperkaya wawasan melalui berbagai sudut pandang peserta. Semoga ke depan, diskusinya semakin interaktif sehingga semakin banyak peserta yang berani berbagi pengalaman dan saling membangun dalam pelayanan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  11. Ruth Lodiana

    Puji Tuhan atas kesempatan mengikuti kelas PRK ini. Saya sangat bersyukur karena bukan hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga diingatkan kembali bahwa pelayanan kepada remaja tidak dimulai dari kemampuan kita, melainkan dari kehidupan kita sendiri bersama Tuhan. Bagi saya, berkat terbesar dari kelas ini adalah menyadari bahwa seorang pembimbing harus terus dimuridkan sebelum memuridkan orang lain. Di tengah perkembangan dunia digital dan AI yang begitu cepat, saya belajar bahwa yang paling dibutuhkan remaja bukanlah pembimbing yang tahu semua jawaban, tetapi pembimbing yang terus belajar, bertumbuh dalam firman, memiliki hati yang mau diajar, dan bergantung kepada Roh Kudus.

    Terima kasih kepada para fasilitator, Kak Milly dan Kak Yola, juga teman-teman PRK 3 atas setiap sharing, pertanyaan, dan diskusinya. Saya belajar banyak dari setiap sudut pandang yang dibagikan. Kiranya apa yang kita pelajari tidak berhenti sebagai materi kelas, tetapi menjadi bekal untuk melayani remaja dengan kasih, hikmat, dan keteladanan hidup yang memuliakan Tuhan. "Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu ...." 1 Timotius 4:16 Soli Deo gloria.

  12. Tan Tjin Hin

    Shalom semuanya. Sejujurnya, saya selalu bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena selama lima hari terakhir ini, saya boleh ikut merespons pertanyaan dan berdiskusi dalam kelas "Pembimbing Remaja Kristen". Dari awal saya ikut kelas ini, saya berharap dapat memahami pencarian identitas diri anak remaja dalam kasih karunia-Nya dan menambah pengetahuan dalam membimbing anak remaja. Namun ternyata, dalam kelas ini Tuhan Allah menegur, menguatkan, dan memperbarui cara pandang saya tentang pelayanan remaja.

    Melalui materi dan diskusi, saya disadarkan bahwa menjadi pembimbing remaja bukan sekadar "ada" di tengah anak remaja, bukan juga hanya mengurus kegiatan dan program. Kembali, Tuhan mengingatkan saya bahwa setiap remaja adalah pribadi unik yang Tuhan Yesus kasihi, yang sejujurnya sedang bergumul mencari identitas diri dan membutuhkan pendamping yang mau mendengar, mendoakan, dan berjalan bersama mereka. Kembali lagi, saya diingatkan bahwa pelayanan pembimbing remaja Kristen ini pertama-tama bukan soal kemampuan teknik saja, tetapi soal hati yang mau taat dan dibentuk.

    Selama lima hari ini, bukan hanya mendapat pelajaran-pelajaran baru dalam teknik membimbing remaja Kristen, tetapi saya pribadi merasa Tuhan membongkar beberapa motivasi yang salah dalam diri saya. Saya sering kali lebih fokus pada penilaian orang, pada keberhasilan program kerja, atau pada keinginan untuk terlihat "cukup rohani" di depan jemaat. Melalui kelas "Pembimbing Remaja Kristen" ini, Tuhan kembali menegur saya pribadi; pelayanan remaja bukan panggung untuk diri sendiri, tetapi kesempatan untuk menjadi saluran berkat Tuhan, meneruskan apa yang saya alami dan terima dari Tuhan kepada generasi yang sedang bertumbuh. Saya belajar bahwa tidak semua berkat rohani yang Tuhan berikan dan alami harus saya "nikmati sendiri", melainkan sudah seharusnya saya bagikan kepada anak remaja melalui waktu, perhatian, dan teladan hidup.

    Ada hal lain yang juga sangat menolong saya. Saya pribadi juga perlu terus didampingi oleh Tuhan. Bagaimana saya bisa mendampingi anak remaja kalau pribadi sendiri jauh dari firman Allah dan doa? Dalam kelas ini, saya ditolong untuk melihat kembali disiplin rohani saya: apakah saya sudah sungguh-sungguh membangun relasi pribadi dengan Tuhan dalam keseharian atau hanya sibuk dengan aktivitas gerejawi. Dari sini, saya terdorong untuk lebih serius menyediakan waktu berkualitas dengan Tuhan, supaya apa yang saya bagikan kepada anak remaja bukan hanya teori, tetapi sesuatu yang saya hidupi.

    Pada akhirnya, saya melihat lima hari ini sebagai anugerah Tuhan yang luar biasa, bukan hanya menambah pengetahuan saya, tetapi juga melunakkan hati saya, menata ulang motivasi saya, dan meneguhkan kembali panggilan saya di tengah pelayanan remaja. Doa saya, setelah kelas ini selesai, saya tidak kembali ke pola lama, tetapi sungguh menjadi pembimbing yang peka, rendah hati, dan mau terus dibentuk oleh Tuhan sehingga hidup saya boleh menjadi berkat bagi remaja yang Tuhan percayakan.

    Terima kasih untuk semua tim SABDA MLC yang sudah berjerih payah menyelenggarakan kelas "Pembimbing Remaja Kristen" dan juga teman-teman sekelas dalam grup 3 (tiga) yang sudah berbagi dan berdiskusi sehingga menambah wawasan. Kiranya apa yang kita pelajari semua bersama bukan berhenti di catatan dan tugas, tetapi benar-benar menjadi gaya hidup kita dalam mendampingi anak remaja. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  13. Timotius

    Shalom. Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih, penyertaan, dan hikmat-Nya sehingga saya dapat mengikuti seluruh rangkaian kelas "Pembimbing Remaja Kristen" (PRK) dengan baik. Setiap sesi diskusi menjadi kesempatan berharga untuk belajar, bertumbuh, dan semakin memahami panggilan dalam pelayanan remaja. Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada MLC SABDA sebagai penyelenggara, kepada moderator yang dengan sabar mengarahkan jalannya diskusi, serta kepada admin yang telah melayani dengan penuh dedikasi sehingga seluruh proses pembelajaran berlangsung dengan lancar. Tidak lupa, terima kasih kepada seluruh rekan sekelas PRK 3 - Malam yang telah saling mengasah, saling melengkapi, dan memperkaya wawasan melalui diskusi yang hidup, terbuka, dan membangun. Suasana belajar yang hangat membuat setiap pertemuan menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menguatkan semangat untuk terus bertumbuh dalam pelayanan.

    Melalui kelas ini, saya memperoleh banyak wawasan baru. Saya semakin menyadari bahwa ketika kita melayani dengan setia, Tuhan dapat memakai pelayanan tersebut untuk menolong seseorang menemukan panggilannya. Saya juga belajar bahwa dalam pelayanan remaja, kemampuan mendengar sering kali lebih penting daripada sekadar memberi nasihat; pembina perlu hadir sebagai teman yang dapat dipercaya. Pembahasan mengenai pelayanan remaja pada era digital juga sangat membuka wawasan, khususnya tentang konsep phygital, karakteristik Generasi Z dan Alpha, serta tantangan kehadiran AI. Di satu sisi, AI dapat menjadi alat yang bermanfaat, tetapi di sisi lain muncul kekhawatiran ketika AI lebih disukai daripada pembina sehingga berpotensi menggeser otoritas firman Tuhan dalam kehidupan remaja.

    Materi yang paling berkesan bagi saya adalah pembahasan tentang dunia phygital dan pergumulan remaja terhadap konten pornografi yang menuntut gereja untuk hadir dengan kasih, hikmat, dan pendampingan yang nyata. Saya berharap dapat kembali mengikuti kelas-kelas berikutnya yang diselenggarakan oleh MLC SABDA agar semakin diperlengkapi untuk melayani generasi muda bagi kemuliaan Tuhan. Soli Deo gloria.

  14. Titik Soemba

    Puji Tuhan atas kebaikan-Nya sehingga diizinkan mengikuti Kelas Diskusi PRK dengan baik sampai selesai. Meskipun harus mencari-cari waktu dan kesempatan setelah selesai bekerja, dan kadang tidak terlalu aktif untuk saling mengikuti kelas diskusi. PRK sangat bagus dan memberikan pengetahuan yang baru dalam memahami konteks remaja yang memerlukan perhatian tambahan dari kita. Semoga setelah mengikuti kelas PRK ini, tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi yang terlebih lagi bisa menjadi pelaku dan saluran berkat bagi sesama, terlebih bagi para remaja masa depan gereja. Terima kasih juga buat kakak-kakak mentor dari SABDA yang telah mengambil bagian dalam pelayanan di sini. Sangat luar biasa. Tuhan Yesus memberkati selalu. Puji Tuhan. Amin.

  15. Wennar

    Modul PRK ini sangat baik, tidak hanya untuk dipelajari dan didiskusikan, terlebih untuk diaplikasikan. Sayangnya, peserta tidak sebanyak modul bedah kitab atau bahasan Biblika, dan masih didominasi teman-teman yang rutin mengikuti kelas MLC. Harapannya, agar modul ini tepat sasaran dan tepat guna, dapat disosialisasikan pada pembina remaja di gereja lokal masing-masing. Tentunya, agar tujuan regenerasi dalam gereja lokal dapat berlanjut dan berkesinambungan. Remaja sering kali tidak terlihat dan terbina dengan baik. Terima kasih buat tim SABDA MLC dan juga rekan-rekan diskusi. Kiranya Tuhan membuka jalan setiap kita untuk membangun generasi Kristen yang unggul dalam kasih-Nya.

  16. Yeyen Surya

    Shalom. Sangat bersyukur berkesempatan bergabung dalam kelas diskusi kali ini. Banyak tambahan wawasan yang melengkapi, bahkan memperkaya pemahaman saya tentang pelayanan pembimbing rohani remaja. Saya diberkati dengan sharing-sharing dari Bapak/Ibu/Saudara dalam kelas 3. Luar biasa hikmat Tuhan yang menyertai para pelayan dan pembimbing remaja dalam beradaptasi dan mencari solusi menghadapi tantangan zaman ini dan bergumul bersama anak-anak layan mereka, sampai mereka menang bersama Kristus. Terima kasih SABDA MLC dan tim, juga Kak Milly dan Kak Yola yang dengan setia membersamai kami semua dalam PRK 3. Tuhan menyertai dan memberkati pelayanan SABDA semakin berkembang dan menjadi perpanjangan tangan Tuhan memberkati anak bangsa ini. Terpuji nama Tuhan.

  17. Yosua Hendra Purnomo

    Segala puji syukur dan hormat hanya bagi Tuhan kita Yesus Kristus, Raja di atas segala raja. Shalom. Saya bersyukur bisa mengikuti kelas ini, terkhususnya SABDA MLC, dengan baik. Selama mengikuti kelas ini, ada hal baru yang saya dapat, yaitu tentang karakteristik seorang remaja, baik Generasi Z maupun Generasi Alpha, dan mengerti apa itu phygital, kelelahan secara digital, dan doomscrolling. Ini sangat membantu pembimbing lebih memahami remaja bahwa di tengah budaya TikTok, Reels, dan short video.

    Aplikasi praktis yang akan saya lakukan dan jalani adalah memandang remaja bukan saja sebagai masa depan gereja, tetapi juga sebagai gereja masa kini/masa sekarang. Saya akan berupaya atau mencoba untuk lebih melibatkan banyak remaja dalam pelayanan di gereja. Proses diskusi berjalan dengan baik dan lancar. Ketika remaja datang kepada pembimbing/pembina atau penuntun dengan masalah, pergumulan yang kelam, persoalan, atau kasus yang rumit untuk diceritakan, maka inilah cara pembimbing untuk menghadapi remaja tersebut, yaitu mendengarkan tanpa menghakimi atau menginterogasi dengan melontarkan banyak pertanyaan-pertanyaan. Kemudian, jika ada kasus/masalah yang mengandung risiko serius, pembimbing wajib melibatkan yang lain, seperti konselor, psikolog, atau psikiater, dan yang terutama adalah melibatkan orang tua, di mana remaja ini membangun relasi atau hubungan dengan keluarga. Bersedia untuk menyimpan kerahasiaan itu dari remaja walaupun ada batasnya, dan berdoa meminta hikmat dari Tuhan ketika menghadapi remaja yang sedang rentan terhadap dosa atau mengalami masalah/pergumulan yang sangat ekstrem sekali.

    Dari sini, saya melihat bahwa remaja membutuhkan relasi atau hubungan dengan keluarga dan juga dengan Tuhan, seperti saat teduh, membaca/mempelajari atau memahami (merenungkan) kebenaran firman Tuhan yang absolut/mutlak dan memiliki otoritas, membuat jurnal harian digital, dan berdiskusi kepada kelompok kecil. Pertama, saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus yang sudah mengundang atau membawa saya/memberikan kepercayaan kepada saya pada kesempatan ini. Saya juga berterima kasih kepada Yayasan Lembaga SABDA, terkhususnya untuk tim SABDA MLC yang sudah memberikan kepercayaan/kesempatan kepada saya untuk bisa berdiskusi dan mengerjakan tugas dan tanggung jawab saya. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

  18. Ratna Cempaka T.

    Selama mengikuti diskusi, saya banyak belajar dan melihat banyak POV dan penamaan untuk hal-hal yang sebelumnya saya temukan, tetapi tidak tahu kalau ada istilahnya. Terkhusus di sini, saya merasa punya banyak teman. Tidak merasa lagi menghadapi anak remaja, bingungnya, pusingnya, merasa aneh melihat dan mendapati mereka, sendirian. Puji Tuhan, juga adanya pengarahan, bimbingan, pembekalan dari pembicara maupun teman-teman diskusi. Dan, saya digelitik juga untuk masuk dalam barisan penikmat teknologi yang saya nikmati saat ini sebatas menolong saya dalam kehidupan sehari-hari, bukan untuk menjangkau anak remaja yang tadi saya bingungkan.

    Puji Tuhan, kelas "Pembimbing Remaja Kristen" ini ada. Terima kasih tim SABDA dan teman-teman yang mau bergabung berjalan bersama sebagai teman-teman sekelas. Mohon maaf kalau saya ada sikap/perkataan yang kurang pantas/tidak nyambung. Saya masih jauh dari oke di sini. Saya akan terus belajar demi memuliakan Tuhan dan memastikan anak-anak remaja mendapatkan teladan iman melalui hidup yang Tuhan berikan pada saya yang berdosa ini.

  19. Rudy Hartanto

    Saya bersyukur, tentunya atas izin Tuhan, saya dipertemukan dengan grup ini. Saya bisa tahu pembelajaran seperti ini mendapat info dari Chotho di gereja saya. Sebagai pembimbing seperti saya, memang sangat memerlukan pembelajaran untuk upgrade diri. Terkadang karena kesibukan pekerjaan, saya terkadang lupa untuk mengisi hal yang sebenarnya dalam hidup kita. Di sini, saya kembali diingatkan siapa saya (pembimbing). Setelah saya tahu siapa saya, saya harus bagaimana dan apa yang sebenarnya saya lakukan. Saya mendapatkan sebuah ingatan tentang keberadaan yang saya lakukan. Saya juga mengerti bahwa remaja bukanlah sebuah objek yang bersifat satu arah, tetapi sebuah proses pembentukan regenerasi yang nantinya akan menggantikan posisi kita juga, dengan satu tujuan yang sama: regenerasi iman. Terima kasih untuk pembelajaran dan coach dalam lima hari ini. Saya baru tahu ada cara yang bisa (online) seperti ini. Walaupun berjarak jauh, tetapi tetap terhubung dan bisa saling mendukung. God bless we all.