PDR-Pelajaran 04

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Pembentukan Disiplin Rohani
Nama Pelajaran : Macam-Macam Disiplin Rohani (3)
Kode Pelajaran : PDR-P04

Pelajaran 04 -- Macam-Macam Disiplin Rohani (3)

Daftar Isi

  1. Beribadah dan Bersekutu
    1. Menyembah Bersama Umat Tuhan
    2. Beribadah dengan Umat Tuhan
  2. Melayani
    1. Pentingnya Melayani
    2. Persiapan dan Perlengkapan untuk Melayani
  3. Mengabarkan Injil
    1. Mengapa Menginjili?
    2. Hal-Hal yang Perlu Diketahui tentang Menginjili Orang Lain
  4. Penatalayanan
    1. Bertanggung Jawab dengan Waktu
    2. Bertanggung Jawab dengan Uang (Harta)
    3. Bertanggung Jawab dengan Talenta dan Karunia Rohani
    4. Bertanggung Jawab dengan Tubuh

Doa

Pelajaran 04 - Macam-Macam Disiplin Rohani (3)

Disiplin-disiplin rohani yang kita pelajari dalam Pelajaran 02 dan 03 akan menghasilkan dasar hidup rohani Kristen yang kuat dan kaya. Untuk menghasilkan pertumbuhan keluar dan menghasilkan banyak buah, kita perlu diperlengkapi dengan latihan disiplin rohani yang lain, yaitu Beribadah dan Bersekutu, Melayani, Mengabarkan Injil, dan Penatalayanan. Nah, mari kita mengenal lebih jauh disiplin-disiplin rohani tersebut.

  1. Beribadah dan Bersekutu
  2. Penulis surat Ibrani berkata, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.- (Ibr. 10:25) Sebagai umat tebusan Allah, kita tidak hanya memiliki kewajiban untuk bersekutu dengan Allah secara pribadi, tetapi juga secara komunal, yaitu dalam tubuh Kristus. Melalui kebersamaan dengan umat Allah yang lain, kita semakin didorong untuk saling melengkapi dan saling menolong.

    1. Menyembah Bersama Umat Tuhan
    2. Menyembah berarti bersujud di hadapan Allah dalam roh (Yoh. 4:22-23). Tindakan penyembahan ini dilakukan ketika umat Allah berkumpul dalam penyembahan. Titik fokus penyembahan adalah pribadi Allah. Setiap orang yang mengambil bagian dalam penyembahan harus menyadari bahwa ia sedang menyembah Allah secara pribadi.

    3. Beribadah dengan Umat Tuhan
    4. Beribadah adalah tindakan dan sikap untuk menghormati Allah yang Agung, Pecipta semesta langit dan bumi. Dalam ibadah Kristen, kita menghampiri Allah dengan ucapan syukur karena perbuatan yang telah dilakukan-Nya bagi kita dalam Kristus dan melalui Roh Kudus. Ibadah menuntut komitmen iman dan pengakuan bahwa Dialah Allah dan Tuhan kita. Beribadah bersama umat Tuhan akan menolong kita intim dalam persekutuan, baik dengan Allah maupun dengan sesama umat Tuhan.

  3. Melayani
  4. Melayani adalah salah satu bentuk disiplin rohani untuk mengikuti teladan Kristus yang melayani manusia, "... sama seperti Anak Manusia yang datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang.- (Mat. 20:28)

    1. Pentingnya Melayani
    2. Melayani Tuhan dan orang lain merupakan suatu disiplin rohani yang memerlukan tekad dan penyangkalan diri ketika melakukannya. Tujuan melayani adalah menghasilkan "buah" yang keluar dari tindakan manusia baru dalam Kristus. Fokus pelayanan memiliki dua sisi, yaitu Allah dan juga manusia (yang dilayani). Karena itu, motivasi pelayanan sangatlah penting. Jika melayani adalah untuk mencari penghargaan dari manusia, pelayanan tidak akan berkenan kepada Allah. Motivasi pelayanan harus sering diuji supaya tetap benar di hadapan Tuhan.

      Teladan pelayanan kita adalah Yesus Kristus. Yesus menunjukkan keteladanan-Nya dengan menjadi hamba yang rela membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh. 13:15). Dia mencontohkan kasih yang tanpa pamrih sebagai dasar untuk melayani.

    3. Persiapan dan Perlengkapan untuk Melayani
    4. Ketika kita lahir baru, Tuhan juga melengkapi kita dengan karunia-karunia rohani. Tujuannya adalah supaya setiap orang yang telah diselamatkan dalam Kristus diperlengkapi untuk dapat menjadi alat bagi kemuliaan-Nya. Pelajarilah ayat-ayat berikut: 1 Kor. 12:6-11; 27-31; Rm. 12:4-8; Ef. 4:7-13; 1 Pet. 4:11. Karena itu, seorang murid Tuhan harus sungguh-sungguh berdoa agar karunia rohani yang diberikan-Nya betul-betul dinyatakan dan dipakai sesuai dengan maksud dan tujuan Allah. Karunia rohani yang Allah berikan harus dikembangkan bagi pekerjaan rohani yang Allah siapkan bagi seluruh anggota tubuh Kristus.

      Persiapannya apa yang dibutuhkan bagi pelayan-pelayan Tuhan?

      1. Kerinduan untuk melayani yang dilandasi oleh kasih Kristus.
      2. Mengisi hidup dengan firman, doa, dan pujian agar terus bertumbuh dalam Kristus.
      3. Memiliki fokus hidup yang jelas, yaitu Kristus dan tunduk kepada pimpinan-Nya.
      4. Mengembangkan karunia-karunia rohani yang dimiliki untuk melayani secara efektif.
    5. Mengabarkan Injil
    6. Perintah untuk mengabarkan Injil disebut Amanat Agung Tuhan Yesus sebagaimana disebutkan dalam Mat. 28:19-20. Ini adalah panggilan yang Tuhan berikan kepada semua orang percaya tanpa terkecuali. Mengabarkan Injil adalah salah satu bentuk implementasi disiplin rohani yang harus dilakukan dengan penuh sukacita dan kesungguhan.

      1. Mengapa Menginjili?
      2. Kata "Injil" berasal dari bahasa Yunani Koine, yaitu "Euanggelion", yang artinya "Kabar Baik". Alkitab memakai istilah "Injil" sebagai Kabar Baik Keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus. Kristus telah menang mengalahkan maut sehingga siapa pun yang percaya kepada-Nya, mereka juga menang bersama-sama dengan Dia. Sesuai dengan Mrk. 16:15, Luk. 24:47, Yoh. 20:21, Kis. 1:8, dan terutama perintah Amanat Agung-Nya dalam Mat. 28:19-20, menginjili bukan sekadar usulan, tetapi PERINTAH Tuhan. Sebagai murid Kristus, disiplin rohani menginjili adalah tindakan yang dilakukan secara proaktif dengan kesadaran bahwa kita tidak mungkin dapat melakukannya tanpa karya Roh Kudus. Hanya Roh Kudus yang dapat meyakinkan seseorang untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan.

      3. Hal-Hal yang Perlu Diketahui tentang Menginjili Orang Lain
      4. Agar menginjili menghasilkan buah yang berkenan kepada Tuhan, mari kita tinjau lebih dahulu keyakinan kita dalam penginjilan.

        1. Karya Roh Kudus.
        2. Seseorang dapat menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan karena pekerjaan Roh Kudus. Tugas seorang murid Kristus adalah memberitakan kabar sukacita dan kasih Kristus yang telah dinyatakan dalam hidup kita.

        3. Pelayanan pribadi.
        4. Penginjilan sering terjadi dalam konteks relasi. Karena itu, dibutuhkan waktu yang cukup dan kesabaran untuk menantikan buah dari penginjilan.

        5. Mulailah dari tempat mereka berada.
        6. Orang-orang yang belum mengenal Kristus sering berada di tempat-tempat yang tidak jauh dari sekitar tempat kita hidup, misalnya lingkungan pekerjaan, komunitas hobi, keluarga dekat/jauh, sekolah/kampus, dll.. Mulailah dengan mengenal mereka dan mendengar kisah hidup mereka.

        7. Terimalah mereka sebagaimana Kristus menerima mereka.
        8. Kunci keberhasilan dalam menginjili adalah sikap rendah hati, menerima mereka apa adanya, dan tidak menghakimi karena Kristus datang bukan untuk mereka yang benar, melainkan untuk mereka yang berdosa.

        9. Berdoa mohon pertolongan Tuhan.
        10. Berdoalah supaya Tuhan menolong kita. Tanpa kerja Roh Kudus, penginjilan tidak memiliki kuasa untuk menyelamatkan jiwa.

    7. Penatalayanan
    8. Hidup baru yang telah diberikan Allah kepada kita mengandung konsekuensi karena hidup kita yang baru ini tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, melainkan untuk Dia yang telah menebus kita (Gal. 2:20). Penatalayanan orang Kristen terutama dilihat dari empat aspek berikut ini.

      1. Bertanggung Jawab dengan Waktu
      2. Waktu adalah pemberian Tuhan yang paling banyak disia-siakan manusia pada umumnya, termasuk orang Kristen. Bagaimana orang Kristen menggunakan waktu sangat ditentukan oleh seberapa besar ia menghargai pemberian Tuhan ini. Penggunaan waktu harus direncanakan dengan baik karena waktu berjalan sangat cepat, dan waktu tidak akan pernah kembali lagi (Ef. 5:15). Oleh sebab itu, kita harus mempertanggungjawabkan waktu yang kita gunakan setiap saat. Menggunakan waktu tidak sama dengan mengisi waktu. Banyak orang Kristen yang sibuk, tetapi tidak menghasilkan sesuatu yang berkualitas. Ada beberapa pengganggu utama yang membuat kita tidak menggunakan waktu dengan berkualitas, misalnya HP/telepon, komputer, internet, televisi, hobi, pekerjaan rutin yang dilakukan tanpa tujuan, melamun, tidur yang berlebihan, dll..

      3. Bertanggung Jawab dengan Uang (Harta)
      4. Masalah uang adalah masalah bagi semua orang, baik miskin atau kaya. Alkitab banyak membicarakan tentang uang terkait penggunaannya. Bagaimana kita menggunakan uang berkaitan dengan kedewasaan rohani kita. Prinsip utama dalam penggunaan uang adalah:

        1. Semua harta benda yang kita miliki adalah milik Tuhan (Mzm. 24:1; Kel. 19:5; Ayb. 41:11).
        2. Kita adalah manajer (steward) yang dipercaya Tuhan untuk mengatur dan mengelola penggunaan uang.
        3. Uang yang diserahkan untuk pekerjaan Tuhan adalah sebagai "persembahan yang harum dan berkenan kepada Allah" (Flp. 4:18), bukan untuk kenyamanan diri.
        4. Tindakan memberi dalam bentuk uang haruslah disertai dengan sikap hati yang benar (2 Kor. 9:7).
        5. Sikap kita terhadap uang mencerminkan iman kita akan pemeliharaan Tuhan atas hidup kita (Mat. 6).
      5. Bertanggung Jawab dengan Talenta dan Karunia Rohani
      6. Perumpamaan tentang talenta (Mat. 25:14-30) menolong kita mengerti bahwa Allah menginginkan kita mendayagunakan talenta sebaik mungkin. Namun, bukan berarti kita harus mengejar talenta sebanyak mungkin atau menguasai semua keterampilan. Mulailah dengan bertanggung jawab dalam hal-hal yang kecil, maka Tuhan akan memberikan yang lebih besar.

      7. Bertanggung Jawab dengan Tubuh
      8. Tubuh adalah pemberian Tuhan yang sangat luar biasa. Tuhan menciptakannya dengan sangat ajaib (Mzm. 139:13), dan Tuhan menginginkan agar kita memeliharanya. Beberapa fakta yang perlu diperhatikan sehubungan tubuh.

        1. Tubuh telah dicemari oleh dosa.
        2. Kita terlahir dalam dosa. Namun, setelah diselamatkan dalam Kristus, sekarang "... tubuhmu adalah bait Roh Kudus," (1 Kor. 6:19) karena Roh Tuhan tinggal di dalamnya. Namun, bukan berarti tubuh kebal terhadap dosa sebab manusia lama kita yang terbiasa dengan dosa akan terus menggoda kita. Untuk dapat meninggalkan manusia lama, kita harus melakukan disiplin rohani sehingga roh kita dapat terus diajar untuk melakukan kebenaran firman Tuhan yang menghasilkan transformasi rohani.

        3. Tubuh adalah persembahan yang hidup bagi Tuhan.
        4. Tubuh kita bukan lagi milik kita sendiri (1 Kor. 6:19). Persembahkanlah tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada Allah (Rm. 12:1-2) sehingga kita memuliakan Tuhan dengan tubuh kita (1 Kor. 6:20; Flp. 1:20).

        5. Tubuh adalah bejana yang terus-menerus dikuduskan.
        6. Oleh anugerah Tuhan, tubuh terus-menerus dibersihkan dan diisi dengan harta yang berasal dari Allah (2 Kor. 4:7). Oleh karena itu, pakailah tubuh kita untuk menjadi alat bagi kemuliaan nama Tuhan. Pakailah tubuh kita untuk melayani Tuhan dan melayani sesama sehingga Allah disukakan dengan yang dilakukan oleh tubuh ini.

        7. Tubuh harus dilatih dan dikuasai.
        8. Paulus berkata bahwa kita harus dapat melatih tubuh dan menguasainya (1 Kor. 9:27). Oleh karena itu, Paulus juga menasihatkan agar berhati-hati dengan tubuh kita supaya dosa tidak lagi berkuasa dalam tubuh kita yang baru (Rm. 6:12).

Akhir Pelajaran (PDR-P04)

Doa

"Tuhan yang baik, Engkau telah memberiku bukan hanya keselamatan kekal, tetapi juga hidup yang berkelimpahan dan berbuah dalam-Mu. Karena itu, ajarlah aku untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah Engkau karuniakan kepadaku. Biarlah segala berkat dan kelimpahan itu boleh Engkau pakai untuk menjadi kemuliaan bagi nama-Mu saja. Amin."

Taxonomy upgrade extras: