Pembaharuan Melalui Kelahiran Baru

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Pada saat kita memikirkan mengenai keselamatan dalam Kristus, biasanya kita hanya memikirkan tentang akibat dari percaya kepada Dia bagi kehidupan kekal kita. Hal ini penting, tetapi untuk lebih tepatnya, saat ini kita perlu memfokuskan dengan lebih teliti pada kepentingan kebalikan dari kejatuhan dan akibatnya pada karakter manusia dalam hal pengetahuan dan moralitas.

Tuhan Yesus mengatakan kepada Nikodemus persyaratan untuk memasuki Kerajaan Allah dengan mengatakan sebagai berikut: "Kamu harus dilahirkan kembali" (Yoh. 3:7).

Kelahiran baru harus terjadi pada diri orang tidak percaya. Sebagaimana dia telah lahir dalam Adam demikian pula ia telah jatuh dalam belenggu dosa, sebagai suatu permulaan, kelahiran baru harus terjadi. Paulus menyatakannya sebagai berikut:

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Kor. 5:17).

Pada saat kita diselamatkan dari dosa-dosa kita, kita tidak hanya dilahirkan baru secara pribadi: tetapi kita memasuki suatu ruang lingkup keberadaan yang baru (ciptaan yang baru). Oleh karena itu, seluruh kehidupan orang percaya adalah untuk mengalami perubahan yang berawal dari kelahiran baru.

Paulus menggunakan istilah "ciptaan yang baru" dalam pengertian suatu perintah oleh karena hal ini menunjuk kepada hubungan penebusan dengan asal mula keadaan ciptaan sebelum kejatuhan. Pada saat dunia dan manusia mulai diciptakan mereka belum dicemari oleh dosa. Namun, sebagai akibat dari manusia yang memilih untuk berdiri sendiri terlepas dari Allah, maka seluruh ciptaan telah jatuh ke dalam dosa. Pekerjaan penebusan dari Kristus dapat dikatakan merupakan pembaruan manusia dan dunia untuk dapat kembali kepada posisi mereka yang semula pada waktu pertama diciptakan. Beberapa ayat berikut menjelaskan:

"Yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Ef. 4:24)

"Dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya." (Kol. 3:10).

Orang-orang percaya dalam Kristus diperbarui menurut sifat mereka yang semula sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar Allah. Mereka diberikan kebenaran, kesucian, dan pengetahuan yang benar, dimana semua itu telah hilang pada waktu kejatuhan. Perhatian khusus harus diberikan pada fakta bahwa pembaruan melalui kelahiran baru tidak hanya meliputi sebagian dari manusia. Melainkan meliputi seluruh karakternya, bahkan proses berpikirnya. Dikatakan dalam Alkitab:

"Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan dan menaklukkannya kepada Kristus." (2 Kor. 10:5)

Orang-orang Kristen pada kenyataannya diperbarui sampai pada tahap tertentu dalam setiap aspek pribadi mereka kepada keberadaan asal mula sebelum kejatuhan. Kita tidak diselamatkan untuk sekadar berada dalam keadaan yang manis dan menyenangkan. Namun, kita diperbarui sebagai ciptaan baru dan dikembalikan kepada asal mula keberadaan kita sebagai gambar Allah melalui kelahiran baru.

Sebagai gambar Allah yang telah direstorasi, manusia yang telah ditebus merindukan untuk melakukan apa yang adil pada wahyu Allah dalam semua ciptaan dan firman Tuhan. Dia menyadari bahwa tidaklah cukup hanya mengetahui bahwa hujan merupakan kondensasi dari air yang menguap. Maka dia akan bertanya apakah hujan itu dan bagaimana dia menyatakan karakter dan kehendak Allah. Apabila tidak ada dosa, hal ini tidak akan menjadi masalah. Manusia cukup hanya mengamati dunia dan mengenal Allah melaluinya. Namun oleh karena dosa, maka diperlukan penolong yang lebih baik ditambahkan untuk memimpin kita pada Pencipta alam semesta ini secara langsung.

Penolong yang lebih baik adalah firman Tuhan. Orang Kristen berkewajiban mendedikasikan diri untuk menyelidiki firman Tuhan oleh karena kebenaran dalamnya akan memimpin kita kepada pengetahuan akan keselamatan. Dan, kebenaran-kebenaran itu juga akan memimpin kita kepada pengetahuan akan ciptaan menurut apa yang diwahyukan oleh Allah dan kehendak-Nya atas manusia. Ini tidak berarti bahwa Alkitab menjadi suatu buku pedoman dari ilmu pengetahuan alam. Dengan kata lain, sepertinya orang Kristen tidak perlu lagi melihat pada dunia dan cukup hanya dengan membaca Alkitab untuk menemukan kebenaran ilmiah.

Firman Tuhan memberikan prinsip-prinsip dasar secara umum di mana semua penyelidikan akan dunia ini harus berdasarkan atasnya. Misalnya, pengetahuan yang sejati mengenai hujan menyatakan kepada kita akan kemurahan Allah dan bagaimana Allah mengharapkan kita untuk memperlakukan musuh kita dengan kebaikan (Mat. 5:45 dan seterusnya). Tentu saja penyelidikan secara ilmiah pada sifat dari hujan akan secara intensif menjelaskan pengertian orang Kristen akan hal-hal ini tetapi pengetahuan yang benar dari hujan ditemukan berdasarkan penyelidikan yang didasarkan pada firman Tuhan dan dipimpin oleh firman Tuhan.

Sebagai ciptaan yang telah diperbarui, orang Kristen merindukan untuk mempertahankan fakta perbedaan Penciptaan dengan ciptaan dalam hal pengetahuan dan moralitas sehingga orang Kristen dapat memberikan perlakuan yang tepat pada wahyu Allah.

Diambil dari:
Judul Buku : Menaklukkan Segala Pikiran kepada KRISTUS
Judul artikel : Pembaharuan Melalui Kelahiran Baru
Penulis : Richard L. Pratt Jr.
Penerbit : SAAT: Malang, 1995
Halaman : 56 - 59
Kategori: 
Taxonomy upgrade extras: