Rangkuman Diskusi Kelas DIK September/Oktober 2019

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

TERMIN I / TOPIK 1 -- Penciptaan

Pertanyaan: Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu dengan asal-asalan, segala sesuatu dicipta di dalam rencana-Nya dan memiliki tujuan yang pasti. Apakah tujuan besar Tuhan dalam menciptakan alam semesta dan segala isinya? Dan apa tujuan khusus Tuhan menciptakan manusia di hari ke-6 dalam penciptaan?

Jawaban: Tujuan besar Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya agar manusia mengetahui bahwa Tuhan mahakuasa, dan sanggup untuk melakukan apa pun untuk umat-Nya. Tujuan Tuhan khusus menciptakan manusia pada hari ke enam agar manusia memelihara alam ciptaan Tuhan, dan mengetahui bahwa Tuhan membuat manusia istimewa dari semua ciptaan Tuhan di bumi ini. Allah adalah Pencipta. Tujuan Tuhan menciptakan manusia untuk kemuliaan Allah. Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya adalah untuk membuktikan kebesaran Tuhan. Allah ingin menyatakan kekuasaan-Nya dan kemuliaan-Nya (Mazmur 19:1) sehingga alam semesta bergantung sepenuhnya kepada Allah sebagai pencipta. Tuhan ingin manusia yg dibentuk menurut gambar dan rupa-Nya dan dapat bersekutu dengan-Nya (Yesaya 43:7, Kolose 1:16). Setelah Penciptaan segala sesuatu Allah menciptakan Manusia supaya dapat berkuasa dan menaklukan apa yang sudah diciptakan sebelumnya bagi hormat dan kemuliaan Allah.

Tujuan Allah menciptakan manusia pada dasarnya juga untuk memenuhi kehendak-Nya dan bagi keinginan-Nya (Roma 11:36). Tetapi, tujuan yg lain dapat kita ketahui dari perintah Tuhan kepada manusia dalam Kejadian 1:28. Allah berdaulat atas segala sesuatu, Tuhan menciptakan Alam semesta dengan segala isinya tujuannya adalah: menunjukkan bahwa Allah itu Maha Kuasa, Allah mau menyatakan eksistensi diriNya melalui Ciptaan-Nya. Penciptaan Allah untuk menunjuk firman-Nya (Mzm. 33:6-9). Allah sudah merencanakan semuanya itu sesuai rencana-Nya.

TERMIN I / TOPIK 2 -- Kejatuhan Manusia dan Kehendak Bebasnya

Pertanyaan: Apa yang menyebabkan manusia jatuh dalam dosa? Apakah kejatuhan manusia berkaitan dengan kehendak bebas yang dimiliki manusia?

Jawaban: Manusia jatuh ke dalam dosa karena ketidaktaatan dan ketidakpercayaannya pada firman Tuhan. Manusia memilih untuk melanggar ketetapan Allah. Kejatuhan manusia kedalam dosa sangat berkaitan dengan kehendak bebas yang dimiliki manusia sebelum ia jatuh kedalam dosa. Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia agar dapat memilih taat atau tidak. Dosa adalah pelanggaran terhadap aturan/perintah Allah. Manusia jatuh dalam dosa bisa saja akibat pengaruh/godaan setan/iblis. Kejatuhan manusia disebabkan kehendak bebas manusia yang ingin serupa dengan Sang Pencipta. Manusia jatuh dalam dosa karena tidak percaya kepada perkataan Allah, dan memilih untuk mencoba mengandalkan pemahaman sendiri dalam menentukan yang baik dan yang buruk. Dan ini merupakan pemberontakan terhadap Allah (Kej 3:1-7). Manusia jatuh dalam dosa karena godaan iblis serta ketidaktaatan manusia itu sendiri terhadap Allah. Pada mulanya semua baik, dan ular menghasut Hawa untuk memakan buah pengetahuan baik dan jahat yg mana itu dilarang Tuhan. Hawa melanggar perintah Tuhan, tidak taat kepada Tuhan, demikian juga Adam. Sejak itulah manusia jatuh kedalam dosa. Dalam kaitannya dengan kejatuhan manusia dalam dosa, kehendak bebas berarti bahwa Tuhan memberi manusia kesempatan untuk membuat pilihan yang mempengaruhi keputusan yg mereka buat. Iblis yang menyamar sebagai Ular yang membujuk Hawa untuk melanggar perintah Allah. Manusia dalam hal ini dapat menetukan pilihan menuruti bujukan Iblis atau menolak (menuruti perintah Allah), jadi dalam hal ini ada dua point yaitu bujukan Iblis dan kehendak bebas manusia.

TERMIN II / TOPIK 1 -- Setan dan Pekerjaannya

Pertanyaan: Siapakah Setan itu? Apakah pekerjaan mereka? (Berikan penjelasan secara mendasar!)

Jawaban: Iblis adalah malaikat Tuhan (makhluk rohani) yang memberontak kepada Allah, sehingga diusir dari surga (Yes 14:12-15 dan Yeh 28:12-15). Ia disebut sebagai roh jahat (Matius 10:1), roh najis (Markus 1:27), roh pendusta (1 Raja-Raja 22:23), dan malaikat Setan (Wahyu 12:9). Iblis adalah salah satu malaikat utama di surga yang bernama lucifer artinya bintang timur, malaikat ini kemudian memberontak kepada Tuhan dan mempengaruhi malaikat lain yang mau mengikutinya dalam pemberontakan kemudian disebut sebagai setan-setan atau roh-roh jahat (Yesaya 14:12-15). Setan itu ialah malaikat Tuhan yang diciptakan dengan keindahan, malaikat paling pintar, cantik dan berkuasa, yang melawan Sang Penciptanya. Alkitab menggambarkan setan sebagai suatu pribadi nyata di alam roh yang tidak kelihatan. Semua malaikat adalah ciptaan Tuhan (Kol. 1:16). Lucifer juga adalah ciptaan dengan gambaran sempurna, pintar dan juga indah (Yeh. 28:12). Namun, datanglah saat dia menjadi sombong dan berdosa terhadap Allah (Yeh. 28:17) sehingga namanya dari Lucifer (Putra Fajar) menjadi Setan yang berarti "Musuh" yg melawan Allah. Malaikat yang jatuh sering disebut setan dengan Iblis sebagai pemimpinnya atau yang tenar disebut Lucifer.

Setan dan iblisnya menyesatkan dunia (Wahyu 12:9), menipu dunia (2 Korintus 4:4), melancarkan doktrin palsu (1 Timotius 4:1), menyerang orang Kristen (2 Korintus 12:7; 1 Petrus 5:8), berusaha menghancurkan karya Allah dan menipu siapapun yang dpt ditipu (1 Petrus 5:8; 2 Korintus 11:14-15), dan melawan malaikat kudus (Wahyu 12:4-9). Dalam Efesus 6:11-12 kita bisa melihat bahwa iblis memegang kekuasaan tertinggi dalam kerajaan kegelapan kemudian dibawahnya terdapat setan-setan. Pekerjaan Setan ialah merapas Injil, merapas Injil yang sedang ditaburkan kepada seseorang, membutakan pikiran orang tentang Injil (Mat. 13:19; 2 Kor. 4:4), sehingga tidak mengerti Injil, memutarbalikkan firman Tuhan, setan adalah makhluk yang cerdik dan sekaligus licik. Setan berusaha membujuk orang untuk tinggal dalam kuasa kegelapan untuk menjadi pengikutnya. Dia adalah raja pendusta, bapa dari pendusta, dia menghasut manusia untuk memberontak terhadap Allah seperti apa yg telah dilakukan kepada Hawa.

TERMIN II / TOPIK 2 -- Apakah Keselamatan bisa Hilang?

Pertanyaan: Bisakah keselamatan itu bisa hilang? Dengan cara apakah seseorang bisa diselamatkan? Jelaskan!

Jawaban: Ada dua pendapat yang mengemukakan tentang keselamatan.

1. Keselamatan tidak bisa hilang. Karena keselamatan itu diberikan Tuhan dengan harga yang sangat mahal. Kalau keselamatan itu bisa hilang berarti sia-sia pengorbanan-Nya di kayu salib untuk menebus kita semua. Setiap orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi adalah ciptaan baru dan berhak menerima keselamatan. Keselamatan merupakan kasih karunia Allah bukan karena hasil usaha manusia (Ef. 2:8-9) dan keselamatam itu dapat kita terima dengan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi (Yoh. 3:16; 14:6; Roma 10:9-10). Kita perlu memahami dengan sesungguhnya bahwa keselamatan itu adalah anugerah Tuhan. Keselamatan itu adalah anugerah semata dari Tuhan kepada orang yang mau percaya kepada-Nya. Keselamatan dalam Yesus Kristus tidak bisa hilang. Keselamatan yg diberikan kepada kita sifatnya pasti dan permanen. Disebutkan kehidupan kekal sehingga tidak musnah (1 Pet 1:4, 1 Yoh 1:2). Kekekalan dlm hidup didlm Kristus, sekali disebut kekal maka kita menerima hidup dan tdk bisa musnah atau hilang atau berhenti. Keselamatan adalah angerah Allah semata-mata. Dan org yg benar-benar diselamatkan akan mengalami kelahiran baru, perubahan, dan semua itu adalah anugerah semata dari Tuhan dan lewat pekerjaan karya Roh Kudus yg terus menerus memeperbarui hidup orang menuju kekudusan. Keselamatan merupakan pemberian Allah kepada manusia secara cuma-cuma. Keselamatan itu tidak dapat hilang dalam hidup orang percaya sebab orang yang telah diselamatkan, telah dimateraikan oleh Roh Kudus. llah yang telah memilih manusia untuk diselamatkan sehingga sekali Allah memilih orang itu untuk diselamatkan maka keselamatan pada dirinya tidak akan pernah hilang. Jika seseorang yang sudah diselamatkan dan diampuni dosa-dosanya masih hidup dengan manusia lamanya, berarti orang tersebut belum sepenuhnya mengenal Allah. Keselamatan itu ia peroleh melalui iman atas anugerah Allah kepada manusia yang berdosa. Bahkan keselamatan juga tidak harus memenuhi sakramen babtisan. Babtisan bukan merupakan cara untuk seseorang dapat diselamatkan. Karya keselamatan murni adalah anugerah Tuhan yang tidak membutuhkan upaya manusia.

2. Keselamatan bisa hilang. Keselamatan itu bisa saja hilang meski keselamatan itu adalah sebuah anugerah dari Tuhan tergantung dari pribadi seseorang apa dia benar-benar sudah lahir baru dan menerima Tuhan sebagai Juru Selamat. Keselamatan bisa hilang, jika sesorang yang telah menerima keselamatan tersebut tidak mengerjakannya dengan takut dan gentar akan Allah.

Cara seseorang diselamatkan dengan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya. Keselamatan itu bisa hilang. Oleh karena itu Paulus menyuruh kita agar mengerjakan keselamatan kita. Ada yang lebih setuju kepemahaman bahwa seseorang dapat kehilangan keselamatannya jika orang tersebut tidak setia sampai akhir. Di dalam pemilihan Tuhan, tetap ada tanggung jawab manusia. Oleh sebab itu Tuhan berkata kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Kemudian, Tuhan Yesus pernah bertanya, apakah Ia akan mendapati iman di bumi saat Ia datang. Itu berarti ada potensi bahwa ketika Ia datang, (bisa saja) Ia tidak akan mendapati iman di bumi. Keselamatan memang dikaruniakan/dianugerahkan kepada orang-orang yang Tuhan pilih. Tapi tidak boleh menjadi lisensi untuk kita tetap hidup dalam dosa. Tetapi jika kita sudah jatuh di dalam dosa sampai mati tidak mau percaya lagi sama Tuhan Yesus dan meminta ampun maka keselamatan akan hilang. Kita harus tetap tinggal di dalam kasih karunia apa pun keberadaan kita harus tetap tinggal di dalam Tuhan.

TERMIN III / TOPIK 1 -- Doktrin Allah Tri Tunggal

Pertanyaan: Apakah yang Anda ketahui mengenai Doktrin Allah Tri Tunggal? Kesulitan apa yang Anda hadapi saat belajar mengenai konsep ketritunggalan Allah?

Jawaban: Tri Tunggal berasal dari bahasa Latin yakni Trinitas. Tri Tunggal artinya Tuhan Allah terdiri dari tiga pribadi yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus Kristus), dan Allah Roh Kudus yang selanjutnya disebut Bapa, Anak, dan Roh Kudus, di mana ketiga pribadi tersebut memilki esensi sifat Ketuhanan yang sama. Tri Tunggal merupakan suatu konsep dalam iman Kristen yang mempercayai ke-Esa-an Allah dalam Tiga Pribadi, Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus, Ketiga-Nya merupakan satu-kesatuan. Doktrin Allah Tritunggal, bahwa 1 Allah 3 pribadi, Allah tidak diciptakan, ada dari kekal dan sampai kekekalan. Kristus Yesus sebagai pribadi ke 2 tidak lebih rendah daripada Allah Bapa sebagai pribadi pertama dan Roh Kudus sendiri adalah Allah. Melalui Kristus, kita mengenal Allah secara benar dan tepat, Roh Kudus membimbing kita untuk mengenal Alkitab yaitu Firman Allah. Kunci untuk mengenal Alkitab adalah Roh Kudus, kunci mengenal Yesus adalah Alkitab, kunci mengenal Allah Bapa adalah melalui Yesus. Jadi kita dapat mengenal Allah melalui Kristus dan mengenal Kristus melalui Firman-Nya (Alkitab) dengan bimbingan Roh Kudus. Ketiga-Nya tidak bisa dipisahkan dan ditinggikan lebih dari yang lain. Doktrin Allah tritunggal atau trinitas dalam bahasa latin artinya tiga serangkai yang menyatakan bahwa Allah adalah tiga pribadi yang sehakekat atau satu, yaitu Bapa, Putera, dan Roh kudus, sebagai satu Allah dalam tiga pribadi yang berbeda. Doktrin Allah Tritunggal adalah doktrin Monotheisme (percaya hanya kepada Satu Allah), dan bukan Politheisme (percaya kepada banyak Allah). Doktrin Allah Tritunggal termasuk monotheisme, yang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. Dan Allah Yang Maha Esa itu mempunyai Tiga Pribadi, bukan satu: Pribadi Pertama adalah Allah Bapa, Pribadi Kedua adalah Allah Anak (Yesus Kristus), dan Pribadi Ketiga adalah Allah Roh Kudu. Konsep tritunggal dimaknai sebagai tiga pribadi dalam 1 dalam 1 Allah, yakni Bapa, friman dan roh kudus. 3 pribadi namun sehakikat. ALLAH yg adalah Sang Bàpa, Yesus Sang Firman, lahir dari Sang Bapa yg hadir sebagai pencipta dan Roh Kudus yang menghidupkan. Secara hukum Tuhan, Yesus dan Bapa adalah satu, Bapa mengutus Anak untuk menebus dosa, Anak mengutus Roh Kudus menyertai umat-Nya yang percaya. Itulah satu kesatuan. Rahasia Tuhan yang disingkapkan bagi umat pilihan-Nya. Konsep tritunggal memang sulit diterima secara logika namun Allah adalah yang Maha Kuasa Dia sanggup menjadi apa saja sesuai keinginan-Nya. Ilustrasi sederhana yg cukup membantu dalam hal ini adalah komposisi manusia, adalah 1 manusia yg terdiri dari 3 komponen : tubuh, jiwa dan roh, tanpa salah satu komponen tersebut tidak dapat dikatakan manusia.

Allah Tritunggal telah ada dari kekal sampai kekal, Allah itu Esa, maha kuasa, maha benar, Dia adalah Allah yang tidak terbatas. Istilah Tritunggal memang tidak ada dalam Alkitab, namun konsep Tritunggal sudah diwahyukan semula yakni sejak permulaan kitab Kejadian. Kejadian 1:26 (TB) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Kata Kita dalam ayat itu menunjuk kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dalam beberapa ayat Alkitab Tritunggal ini menyatakan esensi Ketuhanan yang sama antara lain :

  1. Kejadian 1:26 (TB) Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Kata kita dalam ayat tersebut di atas menunjuk kepada Bapa, Anak dan.Roh Kudus.
  2. Matius 28:19 (TB) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Ayat ini adalah amanat agung bagi orang percaya untuk mengabarkan injil sekaligus membabtis mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus merupakan Pribadi yg satu hakikat, sehingga setara satu sama lain. Sifat ketritunggalan Allah sudah dapat dilihat saat masa penciptaan, dimana Allah memakai kata ganti Kita (Baiklah Kita menjadikan manusia .... (Kej 1:26). Kesulitan dalam belajar doktrin ini yaitu dalam pemahaman secara logika peranan dari setiap pribadi yg dalam waktu bersamaan. Beberapa bukti di Alkitab tentang Tritunggal : kejadian penciptaan (kejadian 1:26), peristiwa pembabtisan Tuhan Yesus (Mat 3:16-17), perintah Tuhan Yesus untuk membabtis (Mat 28:19). Tritunggal adalah konsep yang susah dapat dimengerti secara penuh oleh manusia, apalagi untuk dijelaskan. Tetapi Allah Maha Besar, susah manusia untuk menyelami dan mengerti jika kita mengandalkan pikiran manusia. Terpujilah Tuhan.

TERMIN III / TOPIK 2 -- Kristus sebagai Manusia Kedua

Pertanyaan: Manusia pertama, yaitu Adam sudah gagal. Tapi Allah tidak meninggalkan manusia, maka Dia mengirimkan Manusia kedua. Seperti apakah Manusia kedua itu? Mengapa Manusia Kedua disebut sebagai "Manusia sejati" dan "Allah sejati"?

Jawaban: Adam diciptakan sebagai makhluk hidup, tetapi Adam ke-2 (Yesus) lahir sebagai Roh yg menghidupkan. Manusia kedua adalah manusia sempurna tanpa dosa dan yang memiliki kriteria yang dikehendaki Allah agar tujuan Allah bagi umat manusia dapat di genapi. Manusia kedua disebut manusia sejati karena lahir dari rahim seorang manusia, bisa merasakan sakit ketika disalibkan, tetapi Dia juga Allah yang menjelma menjadi manusia untuk dapat berinteraksi langsung dengan manusia ciptaan-Nya. Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dan ditempatkan di taman Firdaus. Karena ketidaktaatannya sehingga manusia jatuh ke dalam dosa, kehilangan kemuliaan Tuhan dan mereka diusir dari Taman Eden. Dialah Putra Allah Bapa nama-Nya Yesus Kristus (Yohanes 1:14, Yohanes 3:16, Roma 3:25). Mengapa Yesus disebut Allah yang sejati? Yesus Kristus adalah putera Allah Bapa, Dia berasal dari Bapa, Dia seratus persen adalah Allah. Dia diutus untuk menyelamatkan manusia dari segala dosa. Manusia pertama yaitu Adam sudah gagal. Akan tetapi, Allah tidak meninggalkan manusia maka Dia mengirim Manusia Kedua. Manusia Kedua sama seperti manuasia Pertama, hanya Manusia Kedua taat (Roma 5:19).

Manusia kedua itu ialah Tuhan Yesus Kristus. Allah yang telah turun ke dunia menjadi manusia, memberitakan Kabar Baik, disalibkan, mati, dan tiga hari kemudian bangkit dari kematian untuk membebaskan manusia dari dosa. Tuhan Yesus adalah Manusia kedua yang sempurna dan tidak berdosa, tetapi tetap mengasihi kita manusia yg berdosa. Tuhan Yesus adalah manusia sejati kerana Dia lahir dari seorang perempuan/manusia. Membesar seperti kita manusia biasa, punya rasa sakit, lapar, haus, dan sedih. Tuhan Yesus adalah Allah sejati kerana Dia berkuasa melakukan mukjizat, menyembuhkan orang buta, lumpuh, dan menghidupkan orang yg sudah mati. Manusia kedua adalah seorang manusia yang sempurna Ia adalah Yesus Kristus. Dia berasal dari surga dan tujuan Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Adam kedua adalah Tuhan Yesus, yg memiliki sifat-sifat Adam sebagai manusia sejati, dan memiliki sifat rohani yg membedakannya dgn Adam yg pertama, yaitu: Adam yg kedua adalah Roh yg menghidupkan, bersifat rohani ketimbang alamiah, berasal dari sorga, sama/disetarakan dengan "spiritual beings" yg berasal dr surga. Yesus juga Allah sejati karena Dia mempunyai kuasa mengadakan mukjizat termasuk kuasa untuk mengampuni dosa manusia. Untuk menjamin bahwa manusia kedua tidak gagal menerima keselamatan dari Allah ini, maka Ia yang adalah Allah sejati, juga harus turun ke dunia, berinkarnasi menjadi manusia sejati supaya manusia menerima Manusia kedua ini dan percaya kepada-Nya. Ia Allah yg sejati karena memang Dia adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, dan proses itu tidak mendegradasi ketuhanan-Nya. Manusia kedua yang dimaksud adalah Yesus Kristus, yang merupakan manusia sejati karena ikut merasakan kelemahan-kelemahan kita (Ibrani 4:15), tetapi Yesus tidak berdosa dan tdk bercacat cela. Yesus adalah manusia didalam Galatia 4:4, Yesus pernah dicobai sama halnya kita dicobai, Yesus hidup dalam kehidupan tanpa dosa. Kemudian Manusia kedua disebut Allah sejati karena ia memiliki sifat-sifat Allah. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Yesus disebut sebagai Allah sejati karena Ia adalah Firman Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia adalah pencipta dan penebus. Di dalam Yesus segala sesuatu dijadikan dan segala sesuatu tunduk kepada kuasa Yesus Kristus.

TERMIN IV / TOPIK 1 -- Doktrin dan Hidup Kristen

Pertanyaan: Perlukah doktrin itu diaplikasikan dalam hidup sehari-hari? Manakah yang jauh lebih penting, melakukan doktrin atau menaati kebenaran Alkitab?

Jawaban: Doktrin merupakan pengajaran. Dalam konteks kekristenan, doktrin merupakan inti pengajaran dalam iman Kristen. Doktrin sudah tentu perlu diaplikasikan dalam hidup sehari-hari. Karena doktrin itu merupakan inti pengajaran iman Kristen. Kalau tidak diaplikasikan, apa artinya kita beriman? Doktrin berasal dari kata Latin artinya pengajaran. Di dalamnya terdapat asas-asas/ajaran yang bersistem. Pengajaran yang Tuhan sampaikan dalam Alkitab sangat penting diaplikasikan dalam hidup ini sebagai bukti ketaatan/kesetiaan kita kepada Allah. Alkitab bukanlah sebuah buku jadi yang bisa langsung menjadi pegangan, melainkan sebuah bahan mentah yang perlu diolah secara sistematis dan menyeluruh dan ini adalah tugas perumusan doktrin. Kalau tidak, sulit bagi orang percaya untuk mengenali iman mereka dengan lebih dewasa, apa yang sebetulnya mereka percayai. Doktrin atau pengajaran penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Alkitab banyak ayat yang mengungkapkan pentingnya pengajaran/doktrin (Ef 4:13-14; lihat juga 1 Kor 14:20; Ibr 4:13-14), doktrin dirumuskan dalam pegakuan iman hadir untuk menangkal ajaran-ajaran bidat yang juga ada sejak kekritstenan ada. Menurut saya doktrin itu perlu diaplikasikan juga dalam kehidupan sehari-hari selama doktrin itu tidak menyimpang dari kebenaran Alkitab. Sebab, kata doktrin itu berarti pengajaran, dan itu jauh lebih penting kita menaati kebenaran Alkitab ketimpang menekankan pada doktrin tertentu.

Ada yang berpendapat juga bahwa doktrin tidak perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari karena doktrin adalah buatan manusia. Menaati kebenaran Alkitab jauh lebih penting karena setiap kata kata dalam Akitab berasal dari Allah yang mengajar kita berjalan dalam kebenaran (2 Timotius 3:16). Doktrin tidak perlu di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang kristen. Kita hanya menaati kebenaran Alkitab karena Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan Allah. Alkitab adalah senjata rohani kita. Mazmur 119:160 itu menjadi pedoman bagi kita untuk taat pada firman Tuhan. Doktrin tidak harus diaplikasikan dalam hidup sehari-hari. Karena apalah artinya mengaplikasikan doktrin tanpa menaati kebenaran firman Tuhan. Sangatlah baik jika kita tahu doktrin dan mengaplikasikannya selaras dengan Alkitab (Yakobus 1:23). Doktrin tidak perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari karena berbagai macam pemahaman mengenai doktrin dalam denominasi.

Jika ditanya manakah lebih penting? Doktrin atau kebenaran Alkitab? Dua-duanya adalah penting. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang, yang tak dapat dipisahkan. Doktrin itu sumber nya dari kebenaran Alkitab, kebenaran Alkitab dipertegas melalui doktrin. Jadi, bagi saya, keduanya merupakan satu kesatuan. Kedua hal ini sama-sama penting. Namun, melihat cakupan dan definisi doktrin dan kebenaran yang berbeda maka menaati kebenaran Alkitab lebih penting dari pada melakukan doktrin. Sebab semua orang-orang yang disempurnakan oleh Tuhan adalah orang-orang yang memiliki kebenaran. Doktrin perlu diaplikasikan dalam kehidupan kita karena itulah inti atau ringkasan ajaran Alkitab / firman Tuhan mengikuti kepercayaan dalam gereja yang kita percayai. Jika Doktrin artinya adalah ajaran (teaching) hasil dari tafsiran kebenaran firman, maka doktrin perlu untuk diajarkan kepada jemaat. Doktrin menolong jemaat untuk memahami intisari kebenaran firman. Doktrin juga dapat menjadi penjelasan dari pengakuan iman (kredo) supaya lebih mendalam dipahami. Keduanya penting cuma doktrin bisa membuat orang bingung karena ada berbagai macam pengajaran yg berbeda-beda dari tiap denominasi atau aliran. Doktrin-doktrin Kristen perlu diaplikasikan dalam hidup sehari-hari sepanjang tidak kontradiksi dengan kebenaran doktrin Alkitab. Doktrin berisi pemahaman lebih jelas konsep-konsep Alkitab dari rasio manusia bersumber dari otoritas tertinggi yaitu Alkitab. Dalam perjalanan hidup ada kalanya doktrin-doktrin Kristen sesuai rasio manusia seolah-olah masuk akal memang selaras dengan kebenaran Alkitab. Ada kalanya kita harus menundukan rasio kita manusia kepada iman atas bimbingan Roh Kudus. Ini yang banyak dialami kejatuhan teolog-teolog Kristen ketika rasio tidak tunduk kepada iman atau kasus lain misalnya doktrin Calvin vs doktrin Arminian. Dua-duanya masuk akal sebagai rasio manusia. Doktrin itu perlu di aplikasikan dalam kehidupan seshari-hari, sepanjang Doktrin tersebut sesuai dengan kebenaran firman yang menguabah kita menjadi seperti Kristus. Dalam doktrin yg benar itu menyampaikan kebenaran akan Firman Allah itu sendiri. Sehingga kita harus mempelajari doktrin, karena apa yg kita yakini itu akan membentuk kehidupan rohani kita. Praktik sehari-hari seharusnya merupakan kehidupan melakukan firman Allah dan doktrinnya. Secara konseptual doktrin adalah hal-hal yang diajarkan. Menaati kebenaran Alkitab lebih penting dari pada melakukan doktrin. Kebenaran Alkitab adalah perspektif Allah sendiri yang memwahyukan. Kebenaran Allah adalah mutlak dan karena tidak ada doktrin yang sempurna benar dikarenakan sudah ada Alkitab yang mempunyai otoritas kebenaran tertinggi. Doktrin diperlukan untuk mengarahkan pemahaman kita akan firman Allah.

TERMIN IV / TOPIK 2 -- Pertumbuhan Rohani

Pertanyaan: Sebutkan ciri-ciri orang Kristen yang mengalami pertumbuhan rohani? Mengapa ada yang mengalami pertumbuhan dan kemorosotan rohani? Jelaskan!

Jawaban: Ciri-ciri orang Kristen yang mengalami pertumbuhan rohani adalah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dan hidup tetap di dalam Dia. Berakar, dibangun, bertambah teguh dan melimpah dengan syukur (Kolose 2:7). Orang yang selalu rendah hati, pendoa syafaat, tekun melayani Tuhan, mengasilkan buah yang banyak yang ditunjukkan dalam perbuatan sehari-hari (Yohanes 15:5). ciri-ciri tersebut dapat dilihat dari "buah Roh" tiap-tiap orang. Seperti yang tertulis dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia, yaitu Galatia 5:22-23 (TB) Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Ciri-ciri orang yang mengalami pertumbuhan rohani yaitu mencintai Firman Tuhan dan menjadikannya sebagai landasan hidupnya, berusaha serupa dengan Kristus, senantiasa ingin memuliakan Allah, berusaha dekat pada Allah. Mengalami perubahan dari natur dosa menjadi natur Allah, atau bertumbuh kearah Kristus yang menghasilkan buah Roh. Mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Orang itu juga mentaati dan melakukan perintah Tuhan. Tidak pernah lelah untuk melayani Tuhan. Mengasihi orang-orang di sekeliling tanpa mengira suku, bangsa ataupun agama. Ciri orang yang mengalami pertumbuhan baru, orang tersebut akan mengalami perubahan, true conversion. Ciri-ciri: Menghasilkan buah-buah roh sebagaimana dalam Galatia 5:22-23, selalu ingin menyukakan hati Tuhan, dan taat dan melakukan firman Tuhan.

Ada yang mengalami pertumbuhan dan kemorosotan rohani karena pertumbuhan rohani itu tidak terjadi begitu saja. Seseorang mengalami pertumbuhan rohani bilamana ia menundukkan dirinya kepada pimpinan Roh Kudus. Dan bisa saja seorang percaya mengalami kemerosotan rohani, dan ini pun banyak faktor penyebab, sederhananya, masih ada kondisi kerohanian yang belum mengalami pemulihan seutuhnya. Karena pemulihan itu terjadi melalui proses seumur hidup, sebab tiap-tiap orang, sekalipun sudah mengalami kelahiran baru, ia juga harus berjuang untuk mengalami pemulihan seutuhnya, dan proses nya ini seumur hidupnya. Kemerosotan rohani itu bisa ditimbulkan berbagai hal kehilangan kasih mula-mula, jatuh bangun dalam dosa yang sama, sulit hidup dalam kebenaran firman Tuhan, tidak mampu melepaskan diri dari ikatan masa lalu. Pertumbuhan rohani adalah proses dan berlangsung secara terus menerus seumur hidup asal kita hidup berdasarkan Firman Tuhan, mempelajari dan menerapkan Firman Tuhan. Ada yang mengalami pertumbuhan dan kemerosotan rohani, kemerosotan ini dialami orang Kristen yang tidak bertumbuh, biasanya ini terjadi karena orang tersebut tidak disiplin rohani, menjalani ibadah/pelayanan yang rutinitas. Kepercayaan seseorang juga kadang kala boleh mengalami keadaan seperti itu sama seperti bangsa Israel dalam Perjanjian Lama. Semua itu ada kaitannya dengan kehendak bebas yang Allah berikan kepada manusia. Sebab itulah seseorang yang sudah menerima dan mengaku bahawa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Penyelamat harus rajin untuk berdoa dan membaca Alkitab/Firman Tuhan agar tidak mudah jatuh kedalam pencobaan. Ada pertumbuhan dan kemerosotan rohani karena itu bagian dari pembentukan iman kita supaya kita makin berserah kepada-Nya (Filipi 3:10). Hal lainnya adalah tipu daya iblis, tidak berakar dalam Kritus dan ketidakteguhan hati, kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan dan keinginan daging yg tidak terpuaskan (Markus 4:4-8, 14-20). Untuk mengalami pertumbuhan rohani kita harus bergumul dengan persoalan diatas dan mengatasinya dengan pertolongan Roh Kudus, berserah kepada Tuhan, berdoa, dan memperbarui diri setiap hari melalui tuntunan Roh Kudus.

Komentar