Sharing Berkat Kelas DRK 3

  1. Alita Karen

    Mengikuti kelas "Doktrin Roh Kudus" (DRK) 2026 memberi saya pengalaman baru yang sangat menguatkan iman saya. Pelajaran yang paling berkesan dalam pembelajaran ini adalah bahwa Roh Kudus hadir tanpa batas ruang dan waktu sehingga persekutuan digital pun bisa penuh kuasa dan urapan. Hal ini meneguhkan saya untuk lebih serius menjaga hati dan iman, bukan hanya fokus pada bentuk pertemuan, tetapi juga bagaimana mengizinkan Roh Kudus masuk dan berkarya dalam kehidupan pribadi saya.

    Semua pembelajaran dari proses diskusi menunjukkan bahwa semakin banyak peserta yang terlibat, semakin kuat rasa kebersamaan dan kehadiran Roh Kudus yang kita alami. Jadi, kualitas persekutuan digital bisa sama berkatnya dengan persekutuan tatap muka, asal kita menjaga keterbukaan dan berpartisipasi secara aktif. Terima kasih kelas SABDA sudah selalu memberikan kami berkat yang luar biasa. Ebenhaezer.

  2. Anil Dawan

    Segala puji syukur hanya bagi Tuhan dalam kesempatan yang diberikan-Nya untuk belajar DRK. Belajar bagian ini sangat dibantu dengan modul yang sudah dipaparkan di awal dengan jelas dan lugas. Materi-materi diskusi juga mendorong peserta untuk aktif menggali dengan diskusi serta interaksi yang sangat baik.

    Roh Kudus merupakan Pribadi Allah yang tinggal dalam diri kita sebagai Parakletos, yaitu dipanggil untuk mendampingi kita. Sehingga mengikuti pimpinan-Nya merupakan kunci yang membawa pada pembaruan diri dan memperlengkapi untuk makin berdaya dipakai-Nya menjadi hamba-Nya. Meskipun dalam beberapa ekspresi, klaim pimpinan suara Roh Kudus menimbulkan perbedaan di antara orang percaya dan denominasi gereja, tetapi Roh Kudus saya yakini sebagai Roh Tuhan yang membawa pada kesatuan diri kita dengan buah Roh dan karunia-karunia yang dipakai memperlengkapi gereja-Nya untuk menjadi satu unity in diversity. Oleh karena itu, apa pun bentuk ekspresi, output, atau luaran yang sepintas seperti kontradiksi, seharusnya tetap diuji dan makin dimurnikan untuk tujuan-tujuan Allah yang lebih luas, yaitu kesatuan tubuh Kristus dan kesaksian melalui hadirnya Kerajaan Allah secara paripurna melalui kita.

    Terima kasih untuk SABDA dan juga Teman-teman yang baik hati dan makin dewasa menyikapi perbedaan-perbedaan dalam diskusi karena sesungguhnya kita adalah satu keluarga. Mendoakan supaya komunitas SABDA ini dikelola sebagai keluarga sehingga kerekatan dan persekutuan lebih kuat dan erat, saling peduli, dan saling menguatkan karena di situlah Roh Kudus dihadirkan dan menghadirkan diri-Nya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  3. Daniel

    Puji Tuhan, saya merasa sangat terberkati dengan "Doktrin Roh Kudus" ini. Saya jadi memiliki pemahaman lebih baik dari bagaimana Roh Kudus bekerja. Hidup dalam tuntunan Roh Kudus adalah setara dengan hidup seperti Yesus dan juga melakukan kehendak Bapa dan akan disebut sebagai anak Allah. Terima kasih atas diskusi selama seminggu ini yang sangat memberkati dan juga izin untuk tim SABDA saya membagi modul DRK ke komunitas gereja karena memang sangat memberkati.

  4. Dora Trisnowati

    Satu hal yang sangat berkesan dalam program ini adalah menunjukkan bahwa Roh Kudus sedang bekerja dalam komunitas peserta yang rindu belajar tentang diri-Nya. Semua saling mempertajam pemahaman, memberikan masukan dari berbagai sudut pandang, membuat setiap anggota merefleksikan pengenalannya akan Allah Roh Kudus. Sesungguhnya, Roh Kudus sendiri yang sedang bekerja menolong kita melalui tim SABDA yang memfasilitasi diskusi ini. Terima kasih untuk tim SABDA yang selalu setia mendampingi kami selama satu minggu ini, terkhusus Kak Roma yang cermat memberikan pertanyaan-pertanyaan kritis dan Kak Mei yang siap mengingatkan kami agar tetap aktif di DRK 3 sampai larut malam.

  5. Dwi Kanti

    Mengucapkan syukur buat kebaikan Tuhan yang tidak pernah habis dalam hidup saya, di mana Tuhan masih memberi kesempatan untuk boleh belajar DRK. Terima kasih buat kelas yang sudah banyak memberkati dalam proses belajar. Hal yang tidak pernah saya pahami sebelumnya tentang keberadaan dan aktivitas Roh Kudus pada masa PL terjawab sudah. Wawasan saya bertambah dan membantu saya untuk dapat mengenal Tuhan lebih baik, lebih dalam dan benar. Hal ini menolong saya untuk bisa bersikap dengan tepat, melangkah dengan pasti tanpa keraguan menuju arah yang jelas. Roh Kudus sungguh penolong dan Roh Kudus sungguh nyata(meski tak terlihat mata). Dia menuntun dan memimpin setiap langkah kakiku sepanjang saya memberikan ruang hati sepenuhnya kepada-Nya. Terima kasih buat SABDA dan tim, Kak Roma dan Kak Mei, buat pelayanannya. Yang telah begitu memberkati setiap mereka yang rindu akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

  6. Eddy Soewito

    Puji Tuhan saya dapat ikut kelas DRK sampai selesai, belajar hal-hal baru pekerjaan Roh Kudus dalam hidup orang percaya. Saya diperlengkapi untuk dapat membagikan kembali materi ini di komunitas gereja lokal dan sekolah. Terima kasih kepada lembaga SABDA yang menyelenggarakan acara ini, khususnya Bu Yulia, Bu Roma, Sdri. Mei yang melayani kegiatan ini dengan baik. Soli Deo gloria.

  7. Erwil Yakob Maure

    Shalom. Damai sejahtera untuk kita semua. Pertama-tama, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tim SABDA MLC yang telah membuka ruang dalam belajar firman Tuhan, dan salah satunya tentang "Doktrin Roh Kudus". Dalam kaitan dengan kelas "Doktrin Roh Kudus" yang sudah kita ikuti bersama dalam diskusi selama 5 hari. Saya semakin dipertajam pentingnya dalam memahami siap Roh Kudus dan apa saja peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya.

    Dan, satu hal yang paling berkesan bagi saya secara pribadi selama diskusi ini, adalah mengenai "Apakah urapan Roh Kudus sama dalam ibadah online ataupun offline, menurut saya hal ini sangat penting untuk dipahami betul karena terkadang ibadah dilakukan secara online maupun offline. Namun, seberapa jauh kerinduan seseorang untuk datang berjumpa dengan Tuhan lewat ibadah. Jadi, penting sekali bahwa seseorang mau mengalami urapan Roh Kudus harus hidup kudus dan memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan memiliki kerinduan setiap hari. Kiranya kesaksian dan sebuah kesan ini boleh dapat menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati.

  8. Heliska Meliana

    Saya bersyukur bisa mengikuti kelas "Doktrin Roh Kudus" (DRK), di mana dalam kelas ini memberikan pemahaman alkitabiah yang mendalam bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Allah (bagian dari Tritunggal) dan Penolong yang menyertai selamanya, bukan sekadar sebagai tenaga/kuasa. Pengalaman baru bagi saya secara pribadi dari kelas DRK adalah saya dituntun untuk lebih menggali kembali pemahaman tentang pribadi Roh Kudus secara doktrinal. Pemahaman yang lebih dalam akan membantu saya menyadari apa yang mungkin selama ini kurang mendapat perhatian. Berkat utamanya adalah menyadari tubuh orang percaya adalah bait Roh Kudus, memampukan untuk hidup sesuai kehendak Allah.

    Terima kasih kembali saya apresiasi untuk layanan SABDA MLC yang selalu mau menjadi berkat untuk kami orang awam. Terima kasih fasilitator yang sangat sabar, Kak Mei, Kak Roma, dan seluruh tim SABDA lainnya. Kami tunggu kelas selanjutnya. God bless.

  9. Julhan Hutabarat

    Shalom. Puji Tuhan belajar "Doktrin Roh Kudus" sudah selesai, tetapi saya percaya kita akan belajar terus menerus setiap hari dari Roh Kudus yang memimpin hidup kita. Banyak hal yang saya pelajari dalam kelas ini, pertanyaan saya dari awal yang oleh Kakak moderator untuk ditulis, yaitu "kalau berbahasa roh, tetapi tidak ada yang mengerti karena tidak ada yang menterjemahkan, apakah itu bahasa roh?" Saya sudah mendapat jawaban bahwa itu adalah bahasa roh dipergunakan untuk membangun diri sendiri dan jemaat, tetapi jika ada yang menerjemahkan untuk membangun jemaat. Seperti tertulis dalam 1 Korintus 14, bagaimana diatur untuk mempergunakan karunia-karunia roh terutama karunia bahasa roh.
    Saya juga mendapat pengertian yang lebih mendalam lagi soal kelahiran baru, yang ternyata itu adalah inisiatif Roh Kudus karena manusia sejak lahir sudah dalam keadaan berdosa atau istilahnya mati rohani dan Roh Kudus menghidupkan manusia rohnya agar bisa mendengar, melihat, merasakan, dan diberikan iman sehingga bisa merespons Allah. Dahulu, saya punya pengertian bahwa bertobat dan lahir baru itu sama. Di sini, saya mengerti bahwa manusia, lahir baru terlebih dahulu, kemudian mendapat identitas baru, lalu Roh Kudus memutarbalikkan kehidupan dalam pertobatan sejati dari hari ke hari sehingga menghasilkan buah roh, karakter menyerupai Yesus Kristus. Wow, ini sungguh luar biasa bagi saya. Terima kasih buat kru MLC SABDA, moderator selama diskusi, Ibu Yuli, dan juga teman-teman peserta DRK. Tuhan Yesus memberkati.

  10. Juli M. Zebua

    Di kelas DRK, saya diingatkan kembali karya pemeliharaan Roh Allah dalam hidup saya. Hal ini menjadi ucapan syukur yang besar, serta harapan baru dan sukacita untuk tetap berjalan dalam iman dalam Tuhan Yesus Kristus. Terima kasih untuk tim SABDA sudah menyelenggarakan kelas, dan juga untuk teman-teman kelas DRK 3. Sampai bertemu di kelas-kelas berikutnya. Tuhan memberkati.

  11. Linna Kusuma Wati

    Saya bersyukur karena dapat mengikuti kelas diskusi DRK sampai akhir, dan lebih senang lagi karena dari keseluruhan yang mengundurkan diri tidaklah banyak. Materi pembelajaran dan pertanyaan diskusi sangat relevan dengan apa yang saya hidupi, terutama hal algoritma vs kebenaran dan distraksi. Pembelajaran hal ini mendorong saya untuk lebih mawas diri dan waspada karena hati ini licik, perlu bergantung pada Roh Kudus supaya punya pikiran yang diperbarui terus menerus dalam Kristus. Sebagai aplikasi, saya mau lebih konsisten untuk melakukan disiplin rohani. Akhir kata, saya ingin berterima kasih untuk Bu Yulia, Kak Roma, Kak Mei, tim SABDA, dan teman-teman DRK 3. Tuhan memberkati.

  12. Martina Zebua

    Saya sangat bersyukur karena melalui pelajaran tentang doktrin Roh Kudus, saya semakin mengenal siapa Roh Kudus itu dalam hidup saya. Kadang merasa Roh Kudus hanya sebagai "kuasa" atau sesuatu yang abstrak. Namun, melalui kelas DRK dan diskusi bersama teman-teman, saya belajar bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang hidup dan hadir dalam kehidupan setiap orang percaya. Roh Kudus mengubah karakter saya. Perubahan hidup bukan karena usaha saya semata, tetapi karena karya Roh Kudus dalam diri saya. Dia membentuk saya menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus. Ketika merasa lemah menghadapi dosa, firman Tuhan mengingatkan bahwa Roh Kudus memberi kekuatan untuk hidup benar dan melawan dosa. Terima kasih buat teman-teman DRK 3, diskusi kelas membuat pemahaman kita semakin dalam dan diperkaya tentang doktrin ini. Terima kasih buat Kak Roma, Kak Mei, dan seluruh tim SABDA. Tuhan memberkati semuanya.

  13. Petrus Panaka

    Puji Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan saya dapat mengikuti kelas DRK ini. Dari diskusi, saya bisa memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat berarti serta bermanfaat bagi pertumbuhan kerohanian saya, terutama dalam belajar untuk lebih peka terhadap pimpinan Roh Kudus dan mengikuti kehendak-Nya sebagai Pribadi yang sejati, bukan sekadar "kuasa". Saya harus lebih lagi membangun keintiman sehari-hari dengan-Nya. Jujur, saya harus belajar selalu taat kepada pimpinan Roh Kudus dan menghasilkan buah Roh, serta hidup semakin hari semakin "serupa dengan Kristus".

    Dari modul dan diskusi kelas, saya belajar untuk selalu menjaga kesatuan gereja di tengah perbedaan tafsiran Alkitab karena kesatuan sejati berlandaskan pada kebersamaan fundamental dalam Kristus, bukan keseragaman penafsiran dalam segala hal. Sebelum kelas ini, saya sering bertanya "apakah Roh Kudus bekerja atau tidak". Namun, setelah kelas ini, pertanyaannya adalah "apakah saya membuka diri sepenuhnya terhadap pekerjaan Tuhan?", karena sering kali, bukan terang yang kurang, tetapi mata saya yang belum siap melihat.

    Saya juga belajar dalam pelayanan kita, ukuran ruang ibadah dan liturginya bukanlah yang menjadi ukuran utama, melainkan apakah kita bisa tetap setia, rendah hati, dapat diajar, dan menghasilkan buah Roh dan karunia yang dilandaskan oleh kasih dan bukan ambisi kepada sesama kita. Dan, saya percaya ketika terjadi dalam pergumulan hidup/pelayanan, saya berdoa dan Tuhan memberikan pengertian bahwa segala sesuatu ada masanya, waktu Tuhan adalah yang terbaik. Tuhan dapat membuka jalan secara tak terduga.

    Akhirnya, saya mau mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA, admin, dan moderator yang telah mengarahkan dan mengatur berjalannya kelas diskusi ini dengan baik. Keprofesionalannya dalam menyelenggarakan kelas-kelas rohani dan mengajak/mengundang orang-orang untuk belajar firman Tuhan tidak perlu diragukan lagi dan patut diacungkan jempol. Kiranya Tuhan memberkati!

  14. Regina Papilaya

    Puji Tuhan, selama mengikuti kelas DRK, saya belajar banyak hal baru tentang pribadi dan pekerjaan Roh Kudus yang sebelumnya belum terlalu saya pahami secara mendalam. Yang paling berkesan buat saya adalah bagaimana Roh Kudus bukan hanya bekerja dalam hal-hal besar, tetapi juga menolong, menuntun, dan membentuk karakter orang percaya setiap hari. Saya juga belajar bahwa karunia rohani bukan untuk meninggikan diri sendiri, melainkan untuk membangun tubuh Kristus dan melayani dengan rendah hati.

    Melalui kelas ini, saya mau belajar lebih peka terhadap pimpinan Roh Kudus, lebih setia membaca firman Tuhan, dan menjaga persekutuan pribadi dengan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Proses diskusi di kelas juga sangat memberkati karena banyak pandangan dan pengalaman dari teman-teman yang membuat saya semakin memahami materi dari berbagai sisi. Terima kasih untuk setiap pengajar dan teman-teman dalam kelas DRK. Tuhan memberkati.

  15. Rian

    Puji syukur saya panjatkan kepada Yesus Kristus karena kasih-Nya saya dapat diberikan kesempatan mengikuti kelas ini dari awal sampai akhir guna melengkapi Allah Tritunggal. Mengikuti kelas diskusi "Doktrin Roh Kudus" (DRK) selama 5 hari menjadi pengalaman yang sangat berharga dan memberkati bagi saya. Melalui setiap materi dan diskusi yang berlangsung, saya semakin memahami pribadi dan karya Roh Kudus secara lebih mendalam, bukan hanya secara teori tetapi juga dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Banyak hal yang sebelumnya belum saya pahami kini menjadi lebih jelas. Hal ini menolong saya untuk bertumbuh dalam iman serta memiliki relasi yang lebih dekat dengan Tuhan.

    Saya juga merasakan bahwa diskusi yang berlangsung dinamis dan membangun. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan pemahaman sehingga terjadi proses saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain. Dari perbedaan sudut pandang yang ada, justru membuka wawasan baru dan memperluas cara berpikir saya dalam memahami doktrin Roh Kudus. Secara khusus, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) melalui SABDA Ministry Learning Center (MLC) yang telah menjadi fasilitator sehingga kelas diskusi "Doktrin Roh Kudus" ini dapat terselenggara dengan baik. Terima kasih juga kepada moderator dan admin kelas diskusi DRK 3 yang telah melayani dengan penuh dedikasi sehingga kelas ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan tetap hidup. Tidak lupa, saya juga bersyukur untuk rekan-rekan diskusi yang telah berpartisipasi aktif. Kehadiran dan kontribusi setiap peserta sangat berarti dalam menciptakan suasana belajar yang terbuka, hangat, dan saling membangun. Kiranya melalui kelas ini, setiap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengalami pertumbuhan rohani yang nyata dan semakin peka terhadap pimpinan Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  16. Robert

    Pengalaman baru bagi saya setelah mengikuti DRK ini terangkum dalam Yohanes 16:8 (TB), "Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman. Sangat terang dan jelas mencerahkan bagi saya bahwa ketika Roh Kudus datang dan memberikan karunia-karunia-Nya, Ia datang untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran, akan penghakiman. Roh Kudus dan karunia Roh Kudus tidak bersifat tendensius, kontras dengan situasi dunia (manusia) di akhir zaman ini, yang memiliki kesukaan untuk menghujat, saling menyalahkan suka menghakimi. Bahkan dalam kekristenan pun tidak jarang terjadi saling hujat, saling menghakimi, saling membenci. Jika benar hal-hal ini terjadi dalam gereja, Alkitab sudah memperingatkan kita seperti dalam Galatia 5:15, "Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan." Ini adalah berkat baru yang sangat berharga bagi saya ketika belajar DRK ini.

    Aplikasi: Saya berkomitmen untuk tidak melakukan apa yang bukan menjadi tugas saya, seperti menghakimi, menghujat, membenci, saling menyalahkan. Mari, kita semua, jika selama ini punya hobi menghujat, menghakimi sesama, ingat itu bukan tugas kita. Sekarang, jika dalam gereja, dalam kekristenan ada yang hobi menghujat, menghakimi, itu pasti bukan karunia Roh Kudus. Terakhir: Terima kasih buat tim SABDA MLC, moderator, admin, rekan-rekan kelas besar DRK, dan rekan-rekan kelas DRK 3. Terima kasih buat pemahaman, pengalaman baru, dan pencerahan yang kita peroleh dari DRK ini. Tuhan Yesus memberkati. Shalom.

  17. Rudy Candra Utama

    Shalom. Puji Tuhan, mengikuti kelas DRK memberikan pengalaman baru yang sangat berharga bagi saya. Melalui setiap sesi diskusi, saya belajar untuk lebih terbuka dalam mendengarkan pandangan orang lain, sekaligus berani menyampaikan pemikiran saya sendiri dengan lebih jujur dan terarah. Salah satu berkat yang paling berkesan bagi saya adalah saat saya menyadari bahwa proses diskusi bukan hanya tentang mencari jawaban, tetapi juga tentang saling membangun dan menolong satu sama lain untuk bertumbuh.

    Saya secara pribadi mengucap terima kasih kepada saudara-saudaraku di tim DRK (Ibu Roma Marpaung, Mbak Mei Margowati, Mbak Yola, dan yang lain mohon maaf belum disebut namanya) dan tim SABDA yang dengan tulus ikhlas, sabar, dan rendah hati selalu mengikuti jalannya diskusi dan memberikan pelajaran yang tidak diperoleh di sekolah dan tempat lain kecuali di tim SABDA. Upah kalian besar di surga.

    Doa dan harapan ke depan, saya mohon Roh Kudus menuntun saya menerapkan pelajaran ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama dengan lebih sabar mendengarkan, lebih rendah hati saat menerima masukan, dan lebih aktif berkontribusi dalam setiap diskusi. Secara keseluruhan, proses diskusi di kelas DRK sangat membantu saya untuk belajar bukan hanya dari materi, tetapi juga dari pengalaman dan pemikiran teman-teman lainnya. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari kelas ini. Segala kemuliaan Bagi Tuhan Yesus.

  18. Sarah

    Puji Tuhan, saya termasuk salah satu yang bersyukur bisa mengikuti kelas DRK bersama rekan-rekan di DRK 3 yang aktif dan saling menajamkan satu sama lain. Terima kasih kepada SABDA MLC yang sudah menyelenggarakan, kepada Kak Roma dan Kak Mei sudah membimbing dan mengarahkan kami dalam berdiskusi. Pelajaran berkesan tentang karunia Roh dan karakter, yang sebelumnya saya pahami bahwa karakter jauh lebih utama daripada karunia Roh.

    Ternyata jika ada karunia tanpa karakter:

    • Pelayanan jadi panggung karena fokusnya pada diri sendiri/ego, ambisi pribadi.
    • Jadi batu sandungan tidak mencerminkan hidup yang sesuai firman Tuhan.
    • Otoriter dan manipulatif (penyalahgunaan kuasa).
    • Cenderung superior, merasa istimewa.

    Sedangkan, karakter adalah fondasi, harus dibangun terlebih dahulu, melalui proses ketaatan yang tidak instan. (Karakter: identitas, jati diri, siapa diri kita (being) Gal. 5:22-23)

    Karakter tanpa karunia: Karunia yang tidak digunakan untuk pelayanan hasilnya stagnasi (jalan di tempat), sulit untuk berkembang dan tidak memberi dampak bagi Kerajaan Allah. Padahal karunia diberikan untuk memberi dampak, melengkapi pelayanan, serta membangun jemaat sehingga pelayanan menjadi efektif 1 Kor. 12:8-11. (Doing)

    Karunia Roh dan karakter, keduanya sama-sama tidak bisa dipisahkan, tidak bisa mengutamakan yang satu dengan mengabaikan yang lain. Karunia Roh adalah pemberian Tuhan, bukan untuk diri sendiri. Sebagai orang percaya, kita tidak dipanggil hanya untuk berhenti di level "menerima", sebab menjadi orang percaya yang hanya menerima tanpa memberi (melalui karunia) adalah seperti sumur yang airnya tidak pernah ditimba, air akan menjadi keruh dan tidak memberi kehidupan bagi orang di sekitar.

    Tuhan tidak hanya ingin kita jadi "alat yang berfungsi", tetapi juga "alat yang kudus" menjadi serupa seperti Kristus sehingga keduanya harus sejalan memuliakan nama Tuhan Yesus bukan diri sendiri. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

  19. Simon Nany

    Puji Tuhan dapat mengikuti dan menyelesaikan kelas DRK. Saya merasa sangat diberkati dan terus ditambahkan pengertian saya tentang Roh Kudus. Saya belajar untuk lebih peka terhadap karya Roh Kudus dalam hidup saya, dan juga dalam berkomunitas. Penggalian dan diskusi teman-teman sangat memberkati. Saya mengikuti dan membaca semua penggalian dan respons teman-teman, walaupun saya relatif tidak begitu aktif merespons balik. Selama seminggu belajar, saya juga menyadari, dengan pekerjaan yang cukup padat, baik kegiatan kantor maupun pelayanan di gereja, tetapi Roh Kudus menuntun saya untuk me-manage waktu yang ada agar dapat menyelesaikan kelas ini walaupun harus tertatih-tatih dan sering di-reminder oleh admin. Terima kasih kepada rekan-rekan kelas DRK 3 dan terima kasih juga kepada admin dan tim SABDA. Tuhan berkati selalu.

  20. Soli Deo Gloria Koroh

    Kesempatan belajar bersama SABDA sangat memberkati. Proses belajar yang singkat, tetapi padat atau kaya pengetahuan. "Doktrin Roh Kudus" ini tidak sering dibicarakan sehingga membuat orang Kristen tidak terlalu fasih, termasuk saya. Namun, sejak pertama kali ikut kelas ini dan hari terakhir, banyak pengetahuan yang saya dapat dari modul yang dibagikan dan juga diskusi yang terjadi di grup.

    Satu hal yang paling tertanam di hati saya setelah ikut kelas ini adalah saya harus selalu rendah hati karena segala hal yang baik yang keluar dari diri saya itu bukanlah saya, tetapi pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus yang memampukan saya bisa beriman, bisa membedakan yang baik dan tidak, bisa menolong saya tunduk pada firman, mengasihi Tuhan Yesus, dst.. Aplikasi praktisnya adalah modul itu saya teruskan ke kelompok belajar di tempat saya agar teman-teman saya di sini juga bisa belajar dan berdiskusi. Untuk evaluasi terkait diskusi saya berharap dalam satu hari sebaiknya satu pertanyaan saja yang diberikan agar kita bisa membahasnya lebih dalam. Saya berdoa untuk tim SABDA, kiranya Tuhan terus memakai bapak ibu sebagai saluran berkat. Terima kasih untuk Ibu Yulia yang sejak awal pertemuan ini, dalam pemaparan materinya sudah sangat jelas dan terang mentransfer pengetahuan tentang Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati Ibu dan keluarga.

  21. Sylvana Yuanita

    Saya bersyukur kepada Allah Tritunggal yang menyediakan sarana lewat lembaga SABDA untuk lebih dalam lagi mengenal Roh Kudus sebagai seorang Pribadi yang secara nyata sanggup menolong, mengajar, memimpin, menghibur, mempersatukan dan menguduskan orang-orang percaya agar setiap hari makin serupa Kristus. Terima kasih kepada tim lembaga SABDA dan teman-teman berdiskusi "Doktrin Roh Kudus" yang selalu semangat. God bless us.

  22. Tan Tjin Hin

    Dalam pelajaran "Doktrin Roh Kudus" selama beberapa hari ini, saya memahami benang merah yang tidak terputus dan sangat jelas, bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Tuhan Allah sendiri yang kehadiran-Nya; memimpin, mengingatkan, menguduskan, menghibur, dan mengoreksi setiap orang Kristen, bukan sekadar perasaan, suasana hati, atau efek dari liturgi dan teknologi. Karena Roh Kudus yang adalah Roh Kebenaran yang mengilhami Kitab Suci, sebab pekerjaan Roh Kudus yang sejati tidak pernah lepas dari Injil Kristus dan kesaksian firman. Buat kita, semua orang Kristen yang merasa dipenuhi Roh Kudus, pada akhirnya harus diuji di bawah terang firman-Nya, hasilkan buah kehidupan dan koinonia dalam gereja. Dari sini tampak keseimbangan yang indah, Roh Kudus yang sama yang berdiam dalam individu juga membangun dan mempersatukan tubuh Kristus, bekerja sekaligus, baik personal dan komunal.

    Buat saya pribadi, perjalanan bersama Roh Kudus bukan pertama-tama soal mencari pengalaman dramatis, melainkan bertumbuh dalam kepekaan sehari-hari; taat dalam hal kecil, mengizinkan Roh Kudus menerangi dosa, menghibur di tengah kelemahan dan membentuk karakter diri saya menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Di sisi lain, pada level gereja, kita semua harus belajar memahami bahwa Roh Kudus bukan milik pribadi, tetapi diberikan kepada komunal, sebab Roh Kudus dapat membagi-bagikan karunia, menumbuhkan kesatuan dalam perbedaan dan bahkan memakai ketegangan (antara individu-komunitas, online-onsite, tradisi-reformasi) sebagai alat pemurnian, selama kita rela kembali ke salib dan firman-Nya. Sebab gereja yang sungguh dipenuhi Roh Kudus bukanlah gereja yang paling gaduh, paling spektakuler atau paling digital, tetapi gereja yang paling rela mau dikoreksi, paling setia melayani dalam kasih dan paling siap berkata, "Bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu."

    Buat saya pribadi pemahaman pneumatologi bukan sekadar doktrin yang wajib dipelajari, tetapi atmosfer hidup pelayanan, baik individu dan komunal dalam cara menafsir (memahami isi Alkitab), mengajar, memimpin diri sendiri dan jemaat, mengelola konflik, memperlakukan teknologi yang ada dan bahkan cara mengakui kesalahan serta bertobat, semua itu menunjukkan apakah orang percaya sungguh-sungguh kepada Roh Kudus sebagai Tuhan dan Pemberi hidup atau hanya menyebut-Nya dalam kredo. Dari kesempatan yang masih Tuhan berikan buat saya mempelajari doktrin Roh Kudus, harapannya bukan sekedar menjadi pemahaman atau mengisi pikiran saja, tetapi lebih kepada rasa dan sikap menumbuhkan kerendahan hati dan kerinduan baru terus tetap berjalan bersama Roh Kudus, dengan menyerahkan akal, emosi, tubuh, komunitas, dan pelayanan untuk terus dibentuk dan dipakai menjadi saksi Kristus di zaman yang perubahannya sangat cepat.

    Dalam kesempatan ini juga, saya menghaturkan ucapan terima kasih kepada teman-teman dalam kelas tiga yang sangat bersemangat dalam berdiskusi. Biarlah kita semua semakin diperlengkapi dan semakin paham juga tentang peran dan kuasa Roh Kudus dalam hidup kita masing-masing, mengutip kitab Amsal 27:17, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya." Juga buat tim SABDA MLC yang sudah melayani dengan sungguh-sungguh sehingga kelas ini bisa berjalan sampai pada Sharing Berkat. Kiranya jerih payah tim SABDA MLC dan teman-teman semuanya tidak akan sia-sia. Tuhan Allah yang adalah sumber berkat, kasih setia-Nya dalam Yesus Kristus dan persekutuan yang manis dengan Roh Kudus, memberkati kita semua bukan hanya berkat jasmani, tetapi juga berkat rohani yang kekal. Amin.

  23. T. Uniati

    Syukur kepada Tuhan, saya dapat menyelesaikan kelas DRK ini. Melalui kelas ini, saya banyak belajar memahami salah satu Pribadi Allah ini. Roh Kudus tidak pernah jauh dari saya, tinggal dalam hati saya, bahkan ketika ada hal yang saya tak mampu mengatakannya dalam doa saya, Roh Kuduslah yang berdoa untuk saya. Roh Kudus begitu mengasihi saya, bahkan saat saya marah, stres, tertekan, cemas atau mengabaikan-Nya, Dia masih menunggu saya, datang pada-Nya, apalagi yang dapat saya katakan? Roh Kudus luar biasa. Itulah berkat terindah yang saya terima.

    Terima kasih untuk tim SABDA yang sudah menyelenggarakan kelas DRK ini, tetap semangat. Tuhan Yesus membalas semua jerih payah dan ketekunan saudara saya semua. Terima kasih untuk Kak Roma dan Kak Mei, juga semua teman-teman dalam kelas diskusi DRK 3 membantu saya memperluas pengertian dan pemahaman tentang karunia dan suara Roh Kudus. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

  24. Yuke Sugihono

    Terima kasih kepada Allah Bapa yang sudah berkenan mengikutsertakan saya dalam Kelas "Doktrin Roh Kudus" ini. Terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus, yang sudah memimpin kami semua melalui penyertaan Roh Kudus. Terima kasih Roh Kudus, yang tentang-Mu kami bahas dalam 5 hari ini.

    Saya menyadari pemahaman saya tentang Engkau masih sangat terbatas. Saya belum sungguh-sungguh mengenal-Mu, meskipun sudah bertahun-tahun ada dalam hati saya, dan yang selama ini menyertai kehidupan saya. Melalui pengajaran dan diskusi selama kelas "Doktrin Roh Kudus" ini berlangsung, saya diajar agar setia dan taat kepada pimpinan Roh Kudus.

    Terima kasih untuk Ibu Yulia dan tim SABDA yang selama ini dengan setia memperlengkapi umat Tuhan dengan makanan rohani yang penting dan berbobot. Terima kasih juga untuk kawan-kawan sekelas di DRK 3 yang semangat dan rajin berdiskusi. Kiranya melalui kelas ini, kita semua beroleh karunia Roh Kudus untuk membangun jemaat Tuhan.