Sharing Berkat Kelas BK_Kel 3

  1. Anil Dawan

    Puji Tuhan, bisa mengikuti kelas ini, semua karena anugerah-Nya. Mendalami keselamatan melalui Paskah 1 dalam Kitab Keluaran mempertegas bahwa karya penyelamatan Allah selalu bersifat utuh menyeluruh. Tidak saja aspek fisik, tetapi juga jiwa dan roh yang dibebaskan dari perbudakan. Pembedaan Israel dan Mesir merupakan pengkhususan Allah yang mengandung hak istimewa sekaligus tanggung jawab karena dikhususkan untuk dilibatkan dalam konteks yang lebih luas dan berdampak. Penyelamatan juga memiliki pola pembebasan dari belenggu, adanya kurban pengganti untuk menebus dan memulihkan, hingga penyertaan-Nya dan penyediaan-Nya yang sempurna dan paripurna.

    Ini mendorong saya untuk melihat karya keselamatan yang menyeluruh dan berdampak dan diterapkan dalam komunitas-komunitas di mana Tuhan menempatkan kita. Akhirnya, ucapan terima kasih untuk SABDA dan juga rekan-rekan diskusi yang menjadi rekan-rekan hebat dan sudah diselamatkan untuk terlibat dalam misi penyelamatan secara nyata dan konkret. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.

  2. Christian Yizreel

    Puji Tuhan, saya dapat mengikuti kelas BK_Kel kali ini menjadi pengalaman yang berkesan karena saya belajar melihat firman Tuhan bukan hanya sebagai teori, tetapi sebagai pedoman praktis dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi kelompok membantu saya memahami sudut pandang yang berbeda sehingga saya semakin diteguhkan untuk mengaplikasikan firman dalam sehari hari. Terima kasih banyak kepada tim SABDA dan Bapak/Ibu semua yang sudah berbagi dan membuat saya semakin bertumbuh. Tuhan Yesus memberkati.

  3. Devi M.P.

    Kelas ini benar-benar saya ikuti dengan perjuangan yang susah payah. Yah, pasrah saja sih nanti hasilnya gimana. Waktu Zoom, saya salah perkiraan. Ternyata di pagi dan di malam, saya ada kegiatan, jadi ikut Zoom di perjalanan pulang. Di hari-hari diskusi, ternyata agak susah ya, membedakan aspek dan fakta sehingga saat mengetik agak ragu. Dan, di bagian pembelajaran, loh kok sama dengan aspek/fakta. Mana sudah malam dan ngantuk juga karena capek. Sempat kepikiran mau mengundurkan diri juga, tetapi saya harus tanggung jawab sama apa yang sudah saya putuskan untuk join. Makasih banyak, Tuhan, sudah memampukan saya. Makasih juga Kak Mei, yang nggak bosen-bosen ingetin, baik untuk kasih penggalian maupun berinteraksi/diskusi. Makasih Kak Roma yang setia membaca semua chat yang kami kirimkan dan kasih pertanyaan pendalaman sehingga ketika saya bingung mau nanggepin jawaban yang mana, pertanyaan dari Kak Roma "to the rescue". Makasih juga teman-teman sekelas yang sudah bikin diskusinya jadi seru. Apa yang nggak kepikiran jadi kepikiran, yang nggak tahu jadi tambah pengetahuan saya. Kalau lulus kelas ini, benar-benar kasih karunia Tuhan. GBU ya.

  4. Feronica

    Saya bersyukur dapat mengikuti kelas Bedah Kitab Keluaran dengan tema Paskah pertama yang baru bagi saya, berkat yang saya dapatkan adalah ketaatan pada otoritas mendatangkan keselamatan dan mukjizat. Allahlah yang berinisiatif dan dari kita hanya dibutuhkan untuk memercayai-Nya dengan iman yang sudah Dia berikan kepada kita. Allah turut bekerja dalam setiap proses kehidupan kita. Jadi, kita harus malu, jika kita menolak atau lari untuk diproses-Nya. Untuk ini, saya akan terus memiliki waktu agar tetap terhubung dengan-Nya dan menceritakan kasih setia-Nya kepada sesama. Terima kasih untuk Ibu Roma sebagai moderator kelas dan admin kelas, Ibu Mei, terima kasih untuk reminder-remindernya kepada saya, dan juga tim MLC SABDA. Tuhan Yesus senantiasa memberkati setiap progress MLC SABDA.

  5. Fransisca D.J.

    Saya bersyukur dapat mengikuti Bedah Kitab tema Paskah pertama ini bersama dengan rekan-rekan sekalian. Saya diingatkan kembali betapa berkuasanya Allah atas alam semesta dan Ia memelihara kehidupan umat-Nya. Allah yang menginisiasi penyelamatan atas umat-Nya dan umat yang telah diselamatkan patut hidup seturut ketetapan-Nya. Terima kasih untuk fasilitator, admin, moderator, dan rekan-rekan yang telah berpartisipasi dalam diskusi dan menghidupkan penggalian serta pemahaman bagian-bagian teks yang digali. Kiranya kita terus diberikan kerinduan untuk mengenal Allah melalui firman-Nya dan bertumbuh semakin serupa dengan-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

  6. Heliska

    Bersyukur kepada Tuhan yang sudah memberkati lewat tim SABDA dan rekan-rekan diskusi, untuk belajar bersama lebih dalam lagi, untuk mengingat perbuatan Tuhan yang ajaib dalam menyelamatkan bangsa Israel keluar dari perbudakan menuju Tanah Perjanjian. Terima kasih yang mendalam buat tim SABDA yang telah menjembatani kami dengan kasih. Melalui pelajaran kali ini, kami dan terutama saya, telah diingatkan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam bersekutu dengan Allah di setiap waktu-Nya dan memercayai-Nya. Saya menyerahkan segenap hidup saya hanya kepada-Nya dan memohon tuntunan-Nya dalam menjalani setiap musim kehidupan yang saya lalui sehingga dapat menyelesaikan tugas yang Allah percayakan tanpa bersungut-sungut. Puji Tuhan, diskusi yang saya ikuti cukup baik dan banyak membantu saya dalam menambah pengetahuan. Dan, sekali lagi, terima kasih pada tim SABDA atas kegiatan yang kami sudah ikuti. Kiranya tim SABDA selalu terberkati.

  7. HerBen

    Selamat mengikuti masa Prapaskah. Dalam mempelajari Bedah Kitab Keluaran pasal 11-15 terkait Paskah sangat menarik bagaimana Tuhan menyatakan keselamatan-Nya bagi umat Tuhan, khususnya bangsa Israel. Peristiwa Exodus bangsa ini menunjukkan bagaimana Allah adalah Allah yang berkuasa yang berdaulat atas segala sesuatu, bukan hanya di surga, tetapi mendarat di bumi, di atas pemerintahan, atas alam: laut, padang gurun, dan semuanya.

    Keselamatan mencakup aspek yang luas, bukan hanya keselamatan jiwa, fisik, makanan, penderitaan, tetapi mencakup semua hal. Hal yang sangat menarik adalah bahwa peristiwa tersebut sebenarnya membawa benang merah atas keselamatan seluruh umat manusia secara universal melalui Yesus Kristus yang dinyatakan dalam PB. Dan, ada pola kesulitan, bangsa mencari Allah dan pertolongan (keselamatan) itu datang. Beberapa kali bangsa ini diuji melalui pencobaan, Laut Merah, kekurangan makanan, cuaca ekstrem, kebutuhan air, dll. agar mereka percaya dan mengandalkan Tuhan. Terima kasih kepada seluruh tim SABDA MLC dan juga kepada seluruh teman-teman di kelas BK_Kel 3, yang sangat aktif dan menginspirasi. JBU all.

  8. Lea

    Bersyukur bisa ikut MLC lagi. Di tengah kesibukan yang lagi padat-padatnya, ada firman Tuhan yang mesti digali. "Memaksa" saya lebih dalam memahami Paskah (keselamatan). Walaupun dengan keikutsertaan minimalis (tiap malam diingatkan oleh Kak Mei dan sempat menggunakan kesempatan terlambat), tetapi saya tetap dapat belajar bagaimana keselamatan yang Allah rancang demikian detail dalam kisah bangsa Israel di kitab Keluaran. Yang paling mengena bagi saya: meneruskan keselamatan ini ke generasi-generasi selanjutnya. Jangan pernah putus dan berhenti di diri saya saja, agar semakin banyak orang mendengar dan menerima keselamatan. Terima kasih banyak teman-teman di kelas 3 yang menajamkan diskusi setiap malam. Terima kasih atas kesetiaan Kak Mei dan Kak Roma. Tuhan memberkati tim MLC SABDA.

  9. Lina Dewi

    Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Bedah Kitab Keluaran sampai selesai. Betul, kebanyakan kita kalau membaca Alkitab PL sering bosan dan mengantuk. Namun, setelah mengikuti kelas Bedah Kitab Keluaran ini, sungguh saya bersemangat ingin terus menggali dan jadi tertarik ingin baca terus. Dalam kitab Keluaran 11-15 ini, saya lebih diyakinkan lagi bahwa Tuhan memiliki kuasa, melakukan mukjizat, mengubah keadaan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

    Laut terbelah, bangsa Israel bisa selamat. Adanya tiang awan dan tiang api melindungi bangsa Israel. Luar biasa Tuhan mengasihi dan menyelamatkan bangsa Israel. Pastinya, bagi kita juga Tuhan menyelamatkan sampai sempurna. Semoga saya terus dapat menerapkan setiap pelajaran di MLC ini dalam kehidupan saya. Dapat men-sharing-kan setiap pembelajaran yang saya dapat kepada komunitas, di gereja dan komunitas lainnya.

    Terima kasih kepada Ibu Roma, Ibu Evie, Ibu Mei, dan tim SABDA lainnya, hamba-hamba-Nya yang sabar dan penuh kasih menyemangati kami terus, dan kepada teman-teman yang luar biasa berdiskusi dan memberikan masukan kepada kami. Tuhan memberkati kita semua. Immanuel.

  10. Marganda Kristianto Purba

    Shalom, Bapak/Ibu dan saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Saya bersyukur boleh mengikuti kelas Bedah Kitab Keluaran yang membahas Keluaran 11–15. Melalui bagian firman Tuhan ini, saya melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan luar biasa untuk menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan di Mesir.

    Hal pertama yang sangat memberkati saya adalah tentang kesetiaan Tuhan menepati janji-Nya. Dalam Keluaran 11–12, kita melihat tulah terakhir dan peristiwa Paskah, di mana Tuhan melindungi umat Israel melalui darah anak domba. Hal ini mengingatkan saya bahwa Tuhan adalah Allah yang setia. Apa yang Ia janjikan pasti Ia genapi. Peristiwa anak domba Paskah ini juga mengingatkan kita pada pengorbanan Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah yang menebus dosa manusia. Hal kedua yang saya pelajari adalah ketaatan kepada firman Tuhan membawa keselamatan. Bangsa Israel harus mengikuti dengan tepat apa yang Tuhan perintahkan melalui Musa, seperti menyembelih anak domba dan mengoleskan darah-Nya pada ambang pintu. Ketika mereka taat, mereka mengalami perlindungan Tuhan. Ini mengajarkan saya bahwa ketaatan kepada firman Tuhan bukan hanya kewajiban, tetapi jalan yang Tuhan pakai untuk memelihara kehidupan kita. Hal ketiga yang sangat menguatkan adalah kuasa Tuhan yang sanggup menolong di tengah keadaan yang tampaknya mustahil. Dalam Keluaran 14, ketika bangsa Israel berada di depan Laut Teberau dan dikejar oleh tentara Firaun, mereka berada dalam situasi yang sangat sulit. Namun, Tuhan membuka jalan di laut sehingga mereka dapat berjalan di tanah yang kering. Dari sini, saya belajar bahwa ketika manusia tidak melihat jalan, Tuhan sanggup membuat jalan.

    Kemudian, dalam Keluaran 15, bangsa Israel menaikkan nyanyian syukur kepada Tuhan. Ini mengingatkan saya bahwa setelah mengalami pertolongan Tuhan, respons yang benar adalah memuliakan Tuhan dan bersyukur kepada-Nya atas karya-Nya yang besar.

    Melalui pembelajaran ini saya semakin dikuatkan bahwa:

    1. Tuhan setia menepati janji-Nya.
    2. Ketaatan kepada firman Tuhan membawa berkat dan perlindungan.
    3. Tuhan sanggup membuka jalan dalam situasi yang mustahil.
    4. Pertolongan Tuhan seharusnya membuat kita hidup dalam ucapan syukur.

    Pada kesempatan ini, saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada MLC SABDA yang telah memfasilitasi kelas ini sehingga kami dapat belajar firman Tuhan dengan lebih mendalam. Terima kasih juga kepada rekan-rekan BK_Kel 3 Malam yang sudah berdiskusi, berbagi pemikiran, dan saling memperkaya pemahaman selama proses pembelajaran berlangsung. Kiranya melalui kelas ini, iman kita semakin dikuatkan untuk percaya, taat, dan bersandar kepada Tuhan dalam setiap keadaan hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

  11. Petrus Panaka

    Puji Tuhan, saya memperoleh kesempatan untuk mengikuti Bedah Kitab Keluaran ini. Dalam pasal-pasal ini, saya melihat narasi keselamatan yang sangat lengkap. Allah menyatakan bagaimana Ia menyelamatkan umat-Nya dari perbudakan menuju kebebasan. Allah sendiri yang memulai tindakan keselamatan. Israel tidak meminta atau merancangnya. Di sini, saya bisa melihat bahwa keselamatan berasal dari Allah dan bukan usaha manusia dan Allah bertindak karena perjanjian dan kasih setia-Nya. Jadi, keselamatan adalah anugerah Allah dan harus diterima dengan iman.

    Keselamatan membuka jalan yang mustahil. Di depan Laut Teberau, Israel tidak punya jalan keluar. Namun Allah membelahnya sehingga Israel diselamatkan dan musuh dikalahkan. Jadi, keselamatan adalah intervensi ilahi dalam situasi mustahil artinya Allah membuka jalan dari yang tidak ada menjadi mungkin bagi Tuhan. Setelah diselamatkan, Israel tidak lupa menyanyikan Nyanyian Musa, suatu ucapan syukur dan penyembahan bagi Tuhan.

    Implikasinya bagi kita saat ini bahwa keselamatan tidak berarti hidup tanpa masalah, tetapi percayalah bahwa Allah tetap membuka jalan ketika manusia tidak melihat jalan. Dalam krisis hidup ini, kita harus belajar percaya pada kuasa Allah. Allah akan memimpin melalui Roh Kudus, firman, dan pemeliharaan-Nya. Jangan lupa bahwa keselamatan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memberkati orang lain. Haleluyah. Dalam kesempatan ini, tak lupa saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada tim SABDA yang telah menyelenggarakan kelas ini. Kiranya Tuhan sendiri yang akan membalasnya. Semangat!

  12. Rambu Pranidhana Nirbhaya

    Puji Tuhan, selama 5 hari belajar Keluaran 11-15, saya makin memahami bahwa kisah keluarnya Israel dari Mesir bukan sekadar cerita sejarah, tetapi gambaran perjalanan iman saya. Selama penggalian saya diingatkan kembali bahwa saya pun sudah dibebaskan dari perbudakan dosa oleh Kristus, sama seperti Israel yang ditebus dari perbudakan Mesir. Keselamatan itu bukan konsep, tetapi kenyataan yang saya alami setiap hari. Yang paling berkesan untuk saya selama pembedahan kitab Keluaran ini adalah saat Israel terjepit di Laut Teberau. Dalam situasi mustahil, Tuhan justru bertindak. Saya percaya bahwa ketika saya tidak berdaya, kuasa Tuhan sanggup membuka jalan. Dan, jalan memutar dalam hidup saya itu bukan hukuman, tetapi proses pembentukan karakter. Terima kasih buat diskusi dan teman-teman yang saling mengasah. Kiranya pembelajaran ini berdampak nyata dalam hidup saya dan komunitas di sekitar saya. Soli Deo gloria!

  13. Rian

    Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, yang dengan kasih dan anugerah-Nya senantiasa membimbing dan menguatkan kita dalam setiap langkah kehidupan. Saya berterima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk belajar dan bertumbuh dalam iman melalui kelas ini, yang telah memperdalam pemahaman kita akan firman-Nya. Melalui kelas ini, tidak hanya belajar tentang isi dan konteks kitab Keluaran, khususnya Keluaran 11-15 tentang Paskah Pertama, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana Allah bekerja dalam sejarah umat-Nya. Allah menunjukkan bahwa Ia sangat peduli terhadap penderitaan rakyat-Nya dan akan mengintervensi untuk membebaskan mereka. Perintah-perintah mengenai Paskah adalah momen penting yang menandai pembebasan bangsa Israel dari perbudakan. Pada perjalanan bangsa Israel melintasi Laut Merah, saat itu, mereka melihat ke belakang dan melihat tentara Mesir mengejar sehingga timbul perasaan khawatir dan ketakutan. Namun, Allah selalu tetap menunjukkan kuasa-Nya, yaitu dengan membelah Laut Merah dan membawa umat-Nya ke tempat aman. Ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita menghadapi tantangan dan ketakutan dalam hidup, Allah selalu berada di pihak kita.

    Pada kelas diskusi bedah kitab Keluaran 11-15, peserta menggali aspek keselamatan yang terdapat dalam tiap pasal, dari hari pertama sampai hari kelima. Dalam kelas kali ini, ada pendekatan yang sedikit berbeda. Biasanya, penggalian mengenai beberapa aspek keselamatan akan diproyeksikan ke dalam fakta-fakta yang lebih dalam (divergen). Namun, kali ini, dari berbagai aspek keselamatan, hanya satu aspek keselamatan pilihan yang diproyeksikan dalam fakta-fakta yang lebih dalam (konvergen).

    Salah satu hal yang menarik adalah bagaimana kami saling membantu satu sama lain untuk membedah lebih dalam setiap aspek keselamatan yang kami temukan. Diskusi yang interaktif ini membuat proses belajar semakin kaya dan mendalam, serta memperkuat hubungan antar peserta. Akhirnya, dalam pasal 15, kita melihat pujian dan syukur bangsa Israel kepada Tuhan setelah penyelamatan yang luar biasa itu. Ini menjadi pengingat bahwa kita harus selalu mengingat dan memuji Allah atas segala karya-Nya dalam hidup kita.

    Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi dalam kelas ini. Terima kasih kepada YLSA melalui tim SABDA MLC, sebagai fasilitator sehingga kelas ini dapat terselenggara dengan baik dan telah mengarahkan dengan sangat baik. Juga kepada admin dan moderator kelas diskusi, yang telah menjaga diskusi tetap teratur dan bermanfaat. Tidak lupa, terima kasih kepada rekan-rekan peserta diskusi yang telah berbagi pemikiran dan pertanyaan yang mendalam. Semoga apa yang kita pelajari dan pahami dapat menguatkan iman kita dan menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

  14. Simon Salasa

    Mengikuti kelas BK_Kel dan pembahasan Alkitab dari kitab Keluaran memberi saya pemahaman baru tentang keselamatan yang Tuhan kerjakan bagi umat-Nya. Melalui pembahasan tentang bagaimana Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan, saya belajar bahwa keselamatan bukan hanya tentang terbebas dari kesulitan, tetapi juga tentang pengalaman mengenal kuasa dan kasih Tuhan secara pribadi. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa Tuhan sendiri yang menjadi sumber keselamatan umat-Nya sehingga kita diajak untuk percaya dan bersyukur kepada-Nya. Secara praktis, saya ingin belajar lebih bersyukur dan memuji Tuhan, bukan hanya datang kepada-Nya saat membutuhkan pertolongan. Proses diskusi dalam kelas juga menjadi berkat karena setiap peserta dapat berbagi pemahaman tentang makna keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusinya cukup membantu memperdalam pengertian firman Tuhan, meskipun akan lebih baik jika lebih banyak peserta berani berbagi pengalaman iman mereka. Terima kasih tim SABDA Tuhan Yesus berkati.

  15. Tan Tjin Hin

    Shalom semua. Setiap kali menulis sharing berkat, selalu puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang karena kasih dan kebaikan-Nya, memampukan saya untuk bisa mengikuti kelas ini. Tidak terasa sudah seminggu, "diajak Tuhan Allah untuk berjalan pelan-pelan" melalui kitab Keluaran pasal 11 s.d. 15. Di awal kelas dan diskusi, saya melihat tidak mudah membedahnya karena banyak kesulitan dalam penggalian, tetapi akhirnya bisa sampai pada sharing berkat, dalam pemikiran saya, pasal 11 s.d. 15, hanya bicara tentang "mukjizat besar" dan "keluar dari Mesir". Namun, melalui proses menggali, cerita yang sangat familiar karena diceritakan dari masa kecil, ternyata Allah sedang membukakan wajah-Nya sendiri, sebagai Allah yang setia pada perjanjian, berperang bagi umat-Nya, dan sabar mendidik hati yang keras.

    Dari semua tulah yang terjadi atas Mesir yang puncak-Nya sampai penyeberangan Laut Teberau, saya disadarkan bahwa keselamatan bukan sekadar Allah memberi hidup kekal dan keluar dari masalah, tetapi Allah mau mematahkan kuasa yang memperbudak dan melahirkan umat baru yang hidup di bawah pemerintahan-Nya. Di Laut Teberau, saya belajar bahwa Allah bukan hanya menolong tepat waktu, tetapi juga menutup masa lalu (Mesir tidak lagi punya hak atas Israel). Teguran keras buat saya, hidup dalam "Mesir lama" saya (dosa, rasa bersalah, luka bahtin) masih punya klaim atas saya, padahal Tuhan sudah menghancurkan kuasa itu. Keluaran 15 sangat menolong saya melihat bahwa keselamatan harus berujung pada penyembahan. Allah yang sama yang membuka Laut Teberau, disebut "pahlawan perang", tetapi juga Allah yang penuh "hesed (kasih setia)", yang menuntun umat yang telah ditebus menuju tempat kediaman-Nya. Saya ditegur, sering kali mau ditolong Tuhan, tetapi lupa bahwa tujuan akhir-Nya adalah membawa saya lebih dekat ke hadirat-Nya, bukan sekadar membuat hidup saya lebih nyaman.

    Lewat kisah air pahit di Mara, saya melihat bahwa perjalanan iman tidak berhenti di "laut yang terbelah". Berselang tiga hari setelah nyanyian kemenangan, umat Israel sudah bersungut-sungut karena kehausan. Saya merasa ini cerminan diri saya, begitu cepat bergeser dari pujian ke protes. Namun di Mara, Allah tidak hanya menghukum, tetapi Allah mau mengajar dan menyatakan diri, Allah yang sanggup mengubah yang pahit menjadi manis. Berkat besar buat saya, padang gurun dan air pahit ternyata juga bagian dari sekolah kasih setia Allah, tempat saya belajar percaya sungguh-sungguh pada tuntunan Allah, bukan hanya pada suasana yang menyenangkan.

    Melalui kitab Keluaran 11 s.d. 15, saya dikuatkan bahwa hidup saya ada di tangan Allah yang sama, Allah yang setia pada janji-Nya, Allah yang berperang bagi saya, Allah yang memimpin saya menyeberangi "laut masalah" dan juga Allah yang menyertai saya di "Mara". Akhirnya, saya mau belajar hidup dari rasa syukur bukan dari rasa sudah sepantasnya dan tetap setia berjalan bersama Allah, sekalipun jalan-Nya kadang lewat padang gurun, percaya bahwa di setiap langkah hidup saya -, Allah sedang membentuk saya sebagai bagian dari umat-Nya yang baru.

    Tidak lupa juga saya haturkan terima kasih buat teman-teman dalam kelas 3 yang hangat berdiskusi dan saling mempertajam. Kiranya kebersamaan kita bisa lanjut pada kelas-kelas berikutnya. Ucapan terima kasih sebesar-besarnya juga buat tim SABDA MLC yang sudah berjerih payah menyusun materi kelas ini dan menyelenggarakan sampai selesai. Saya percaya jerih payah teman-teman tidak akan sia-sia, Allah akan memperhitungkan sebagai kebenaran yang kekal. Amin.

  16. Timotius

    Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti Bedah Kitab Keluaran 11–15. Saya sangat bersyukur karena melalui kelas ini, Tuhan menolong saya memahami firman-Nya dengan lebih dalam. Mengikuti pembelajaran ini menjadi pengalaman yang baru dan berharga bagi saya. Saya menyadari bahwa kisah keluarnya bangsa Israel dari Mesir bukan sekadar cerita sejarah, tetapi juga gambaran perjalanan iman saya. Seperti bangsa Israel yang dibebaskan dari perbudakan Mesir, saya juga telah dibebaskan oleh Tuhan Yesus dari perbudakan dosa. Kesadaran ini menolong saya melihat karya keselamatan Tuhan secara lebih pribadi dalam hidup saya.

    Salah satu pelajaran yang sangat berkesan bagi saya adalah ketika bangsa Israel berada dalam keadaan terjepit di antara Laut Teberau dan tentara Firaun. Dalam keadaan yang tampak mustahil itu, Tuhan sendiri yang bertindak menolong umat-Nya. Peristiwa ini mengingatkan saya bahwa ketika manusia tidak berdaya, kuasa Tuhan sanggup membuka jalan dan memberikan keselamatan. Sebagai aplikasi praktis dari pembelajaran ini, saya ingin belajar lebih sungguh-sungguh untuk mencatat, mengingat, dan melakukan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari supaya firman itu tidak hanya dipahami, tetapi juga dikerjakan.

    Terima kasih kepada admin dan moderator yang telah memimpin diskusi dengan baik sehingga pembelajaran berjalan lancar. Terima kasih juga kepada rekan-rekan di BK_Kel 3 yang saling berbagi dan saling mengasah pemahaman. Kiranya Tuhan memberkati pelayanan MLC SABDA sebagai penyelenggara. Saya berharap dapat mengikuti kelas-kelas berikutnya. Tuhan memberkati. Soli Deo gloria.

  17. Tini Setiawan

    Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas Bedah Kitab Keluaran menjelang Paskah. Pengalaman pertama, saya baru mendengar istilah "Paskah Pertama" ditambah mengupas makna Paskah sesuai perintah Tuhan dari kitab Keluaran di PL, yang ternyata maknanya sangat holistik/komprehensif yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Selama ini, saya sering mengupas makna Paskah lebih banyak dari PB tentang penyaliban Yesus dan kebangkitan-Nya. Wah, ternyata sangat luar biasa rencana Allah dalam misi keselamatan bangsa Israel di PL, sampai keselamatan semua suku bangsa di bumi demikian indah, detail, dan sangat menguatkan iman saya.

    Terima kasih untuk moderator, admin yang sangat membantu sehingga semua peserta bisa terlibat dalam diskusi kelompok. Terima kasih untuk teman-teman dalam kelompok diskusi yang semangat dan memicu saya menggali lebih dalam. Terima kasih untuk semua tim MLC SABDA yang sangat memberkati sehingga kita semua semakin memahami firman Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

  18. Wennar

    Pada waktu yang berdekatan menggali kitab Keluaran dari beberapa kelas yang berbeda dengan sistem masing-masing. SABDA tetap unik karena selalu relevan dengan kalender liturgi memasuki masa Paskah bulan depan. Meski sebenarnya lebih senang jadi pemerhati, tetapi berusaha untuk berinteraksi juga dengan membaca kemungkinan pertanyaan ataupun komentari yang bisa digali lebih dalam lagi. Terima kasih buat teman-teman yang telah berdiskusi dengan "kondusif". Juga buat admin dan moderator yang responsif. Semangat dengan ide-ide yang lebih membumi pada kelas-kelas MLC ke depan. Mungkin ada alternatif gaya pembelajaran yang baru sehingga lebih inovatif dan interaktif. Harapannya lebih banyak lagi Gen Z yang tertarik untuk bergabung. Tuhan memberkati dalam pelayanannya.