- Antoni Win
Puji Tuhan, melalui diskusi "Doktrin Allah Dasar" (DAD), saya banyak belajar tentang nama-nama Allah dan menjadi mengenal Pribadi Allah, serta banyak hal baru yang saya pelajari. Amin. Untuk tim SABDA, teruslah menjadi berkat untuk orang percaya. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua.
- Arief Gunawan
Pertama, terima kasih atas inisiatif dari SABDA untuk menyelenggarakan kelas "Doktrin Allah Dasar" ini. Topik yang sangat mendasar sebagai fondasi orang percaya, dan kedua, terima kepada teman-teman DAD 2 atas setiap pertanyaan dan masukan dari teman-teman yang telah dibagikan. Diskusi ini sangat membangun karena membuka berbagai perspektif yang memperkaya pemahaman dan meneguhkan iman. Melalui pertukaran pandangan yang jujur dan berlandaskan firman Tuhan, saya semakin menyadari bahwa pengenalan akan Allah tidak berhenti pada pengetahuan teologis semata, tetapi membawa kita kepada relasi yang lebih dalam dengan-Nya serta ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
Saya juga sangat terkesan dengan pengenalan akan nama-nama Allah yang memiliki definisi dan tujuan yang berbeda-beda, tetapi semuanya digenapi dan mencapai kepenuhannya dalam Tuhan Yesus Kristus. Setiap nama Allah menyatakan karakter, kuasa, dan karya-Nya, yang pada akhirnya menunjuk kepada Kristus sebagai penyataan Allah yang sempurna. Hal ini meneguhkan iman saya bahwa Yesus Kristus adalah pusat dari seluruh pewahyuan Allah dan dasar yang kokoh bagi iman Kristen. Sekali lagi terima kasih banyak kepada semua tim SABDA yang terlibat, khususnya admin-admin kami, Mas Bima dan Mbak Yola yang selalu mengingatkan tugas-tugas kami. Tuhan Yesus selalu memberkati kita semua. Amin.
- Cynthia
Saya bersyukur dapat mengikuti kelas DAD ini sampai selesai walau banyak juga kendala selama 7 hari kemarin. Pengalaman baru: saya dapat tambahan tentang nama-nama Allah yang mendorong saya untuk lebih menggali firman Tuhan. Juga, topik ateis praktis, yang sejujurnya sering juga menjerat saya tanpa disadari. Berkat yang paling berkesan ketika saya berbagi pengalaman pribadi dan mendapat respons positif dari teman-teman di kelas.
Aplikasi praktis yang akan saya lakukan: memulai lagi membaca Alkitab secara rutin agar saya dapat lebih mengenal Allah. Evaluasi proses diskusi dalam kelas MLC kali ini sangat baik karena moderator ikut aktif memberi pertanyaan terkait dengan jawaban peserta sehingga diskusi lebih interaktif. Terima kasih tim SABDA yang sudah berlelah menyiapkan dan mendampingi kelas DAD ini. Terima kasih juga teman-teman di kelas DAD 2 yang sudah berbagi ilmu dan pengalamannya. Mari kita terus menggali firman Tuhan agar lebih mengenal Allah kita.
- Davit
Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA yang sudah mengadakan kelas DAD ini. Topik ini benar-benar fondasi penting bagi iman kita. Diskusinya sangat membangun, banyak sudut pandang berbeda yang memperkaya pemahaman dan menguatkan iman saya. Saya jadi semakin sadar bahwa mengenal Allah bukan sekadar soal teori teologi, tetapi tentang menjalin relasi yang dalam dengan Dia dan hidup dalam ketaatan sehari-hari.
- Dominicus Eddy Soewito
Melalui modul DAD ini, saya diberkati banyak hal baru, seperti pemahaman: nama-nama Allah, pemerintahan Allah, ateis praktis yang menegur, mengingatkan saya untuk terus belajar firman Tuhan, merenungkan, dan mengajarkan kembali agar menjadi saluran berkat bagi orang lain.
- Elisa Iswandono
Salam damai dalam Tuhan Yesus Kristus. Saya sangat bersyukur dapat terlibat dalam materi maupun ruang diskusi "Doktrin Allah Dasar" ini. Materi dan diskusi ini membawa saya pada perenungan mengenai hakikat Allah yang menjadi jangkar iman kita. Sering kali, hiruk-pikuk aktivitas membuat kita terjebak pada aspek fungsionalitas agama, hingga kita abai pada fondasi yang paling mendasar: yakni mengenal Allah secara personal.
Secara teologis, kita mengamini bahwa Allah adalah Sang Omnipotens (Mahakuasa), Omniscient (Mahatahu), dan Omnipresent (Mahahadir). Namun, atribut-atribut ini bukanlah sekadar doktrin kaku di atas kertas.
- Kuasa-Nya berarti tidak ada situasi yang berada di luar kendali-Nya.
- Pengetahuan-Nya berarti tidak ada keluh kesah kita yang luput dari perhatian-Nya.
- Kehadiran-Nya menjamin bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian.
Perenungan saya bermuara pada satu titik: bahwa mengenal Allah bukanlah sekadar akumulasi pengetahuan kognitif (knowing about God), melainkan sebuah pengalaman eksistensial dalam membangun intimasi dengan-Nya (knowing God). Semakin kita menyelami karakter-Nya, semakin besar pula kapasitas kita untuk memiliki ketenangan batin (inner peace) di tengah ketidakpastian dunia. Terima kasih kepada tim SABDA: Ibu Yulia, Kak Yola, Kak Bima, Kak May, Kak Melisa, Ibu Evie, Ibu Roma, dan lainnya yang telah memfasilitasi sarana pertumbuhan ini, serta rekan-rekan peserta atas dialektika pemikiran yang sangat memberkati. Diskusi ini sungguh menjadi sarana penguatan iman bagi saya pribadi. GBU all, more and more. Amin.
- Eminingtyas
Pengenalan akan satu-satunya Allah yang benar adalah anugerah-Nya. Apalagi dibimbing, diingatkan, dan diperlengkapi Tuhan melalui pelayanan SABDA dan dengan bersekutu bersama Bapak/Ibu dalam diskusi adalah satu kesempatan yang Allah berikan. Puji Tuhan.
Terima kasih banyak SABDA dan segenap tim yang telah melayani dengan setia. Terima kasih Bapak/Ibu semua yang telah menjadi rekan diskusi yang sangat memberkati. Hal yang Allah sampaikan secara dalam adalah "AKU adalah AKU", Tuhan tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan manusia. Melalui DAD dan mempelajari nama-nama Allah kita, sungguh membawa saya untuk lebih hormat dan hidup takut akan Tuhan. Mengetahui dengan jelas ateisme praktis, membawa saya untuk introspeksi diri, dan melaluinya membawa saya untuk lebih berserah kepada-Nya dan berhati-hati dalam menjalani hidup ini (Yeremia 9:23-24). Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Friska Pasaribu
Setelah beberapa hari mengikuti kelas doktrin tentang Allah, saya justru tidak hanya belajar tentang siapa Allah itu, tetapi tentang siapa diri saya sebenarnya di hadapan-Nya. Di situlah, saya tersadar ternyata seseorang bisa mengaku percaya kepada Allah, rajin berdoa, melayani, bahkan berbicara tentang iman, tetapi hidup seolah-olah Allah tidak benar-benar memerintah. Saya tidak menyangkal keberadaan Allah. Saya tidak meninggalkan iman. Namun, tanpa sadar, saya sering menyingkirkan Allah dari keputusan-keputusan paling nyata dalam hidup. Saya berdoa, tetapi saat harus memilih, saya lebih percaya logika saya. Saya berkata "Tuhan berdaulat", tetapi tetap gelisah seakan masa depan sepenuhnya bergantung pada kemampuan saya. Saya mengucapkan "jadilah kehendak-Mu", tetapi kecewa ketika kehendak-Nya tidak sama dengan rencana saya. Di situlah, saya sadar ini bukan ateisme di kepala, tetapi ateisme dalam praktik hidup.
Kelas doktrin ini menampar saya dengan lembut, tetapi dalam. Bahwa mengenal Allah secara benar bukan soal seberapa banyak istilah teologis yang saya pahami, tetapi sejauh mana saya sungguh tunduk pada otoritas-Nya dalam keseharian. Saya menyadari bahwa sering kali Allah saya kecilkan: menjadi penolong darurat, bukan Raja; menjadi sumber penghiburan, bukan pusat ketaatan; menjadi Tuhan dalam doa, tetapi bukan dalam keputusan. Doktrin Allah mengajar saya bahwa iman bukan sekadar percaya Allah ada, tetapi Allah sungguh hadir, berdaulat, dan bekerja, bahkan saat saya tidak mengerti. Hari-hari ini, saya masih belajar. Masih sering jatuh ke pola lama. Namun, kini, saya lebih waspada pada satu pertanyaan sederhana, tetapi menusuk: "Dalam keputusan ini, apakah saya sungguh percaya Allah memerintah atau saya sedang hidup seperti ateis yang rapi secara rohani?"
Saya bersyukur untuk kelas ini. Karena melalui pengenalan yang benar tentang Allah, saya tidak dibuat merasa hebat, tetapi dibuat bertobat, ditundukkan, dan dipulihkan. Dan, saya belajar satu hal penting: iman sejati bukan hanya tentang apa yang kita ucapkan tentang Allah, tetapi tentang bagaimana kita hidup di hadapan-Nya setiap hari. Terima kasih SABDA yang sudah memfasilitasi kami bertumbuh dalam iman. Nama Tuhan dimuliakan.
- Gunawan D.N.
Pelajaran "Doktrin Allah Dasar" yang baru dan berkesan pada saya, yaitu:
- Ateisme praktis: sikap orang percaya yang masih mengandalkan diri sendiri. Tahu Tuhan, tetapi hidup menjauh dan tidak mau dekat dengan-Nya. Hal ini banyak orang Kristen lakukan dalam hidupnya, yaitu mengandalkan kekuatan dan kemampuan sendiri.
- Kurios: penamaan Tuhan sebagai Tuhan, tetapi tidak mau tunduk kepada Tuhan sebagai Tuannya. Tetap hidup dengan mengandalkan kekuatan dirinya sendiri.
Pelajaran di awal tahun, merupakan sebuah koreksi sikap perilaku kita sebagai anak Tuhan. Supaya menghadapi tahun 2026 ini terus mengandalkan Tuhan. Tetap kuat bersama Tuhan. Untuk pelaksanaan DAD ini sudah baik, tidak ada evaluasi dari saya.
- Hana
Melalui diskusi DAD, saya kembali diingatkan bahwa iman Kristen berpusat pada Kristus sebagai penyataan Allah yang final yang dihidupi melalui ketaatan sehari-hari di bawah pemerintahan-Nya, serta dijalani dalam proses penundukan diri yang terus bertumbuh. Aplikasi nyatanya adalah menguji setiap pengalaman dengan firman Tuhan, bekerja dan melayani dengan sungguh-sungguh tanpa mengandalkan kekuatan sendiri, serta bersedia menyerahkan bagian-bagian hidup yang belum sepenuhnya tunduk kepada Kristus. Diskusi berjalan dengan baik. Terima kasih kepada rekan-rekan, moderator, dan administrator.
- Ivan Octanius
Mengikuti Kelas "Doktrin Allah Dasar" (DAD) selama lima hari menjadi pengalaman yang sangat memperkaya iman saya. Selama ini, saya mengenal Allah lebih banyak secara praktis dan pelayanan, tetapi melalui kelas ini, saya diajak kembali ke fondasi: siapa Allah itu menurut penyataan-Nya sendiri. Pelajaran tentang keberadaan Allah, penyataan Allah, nama-nama Allah, hingga pemerintahan Allah menolong saya melihat bahwa Allah bukan hanya konsep teologis, tetapi Pribadi yang hidup, berdaulat, dan berelasi dengan umat-Nya. Salah satu berkat yang paling berkesan adalah pemahaman bahwa mengenal Allah bukan terutama soal membuktikan Dia secara rasional, melainkan merespons wahyu-Nya dengan iman dan ketaatan. Ini menegur saya untuk tidak hanya rajin menjelaskan Allah, tetapi juga memberi ruang untuk mengalami dan tunduk pada pemerintahan-Nya dalam hidup sehari-hari.
Secara praktis, saya terdorong untuk lebih sadar melibatkan Allah dalam setiap aspek hidup: dalam doa, pengambilan keputusan, dan ketaatan kecil yang konkret sebagai wujud pengakuan bahwa Yesus adalah Kurios atas seluruh hidup saya. Kelas ini juga menolong saya mengevaluasi cara berdiskusi dan bermurid: diskusi yang sehat bukan untuk menang argumen, tetapi untuk saling menajamkan dan bertumbuh bersama. Saya sangat bersyukur atas dinamika diskusi yang terbuka, kaya perspektif, dan saling menghormati, meskipun terkadang perlu waktu lebih untuk mencerna materi yang cukup padat. Secara keseluruhan, kelas DAD meneguhkan iman saya, memperdalam pengenalan akan Allah, dan memperlengkapi saya untuk hidup dan melayani dengan dasar doktrinal yang lebih kokoh.
- Juliana Wally
Puji syukur, saya bisa ikut kelas DAD. Saya sudah pernah belajar nama-nama Allah dan otoritasnya. Namun, dalam kelas ini saya mendapat pengertian yang luar biasa. Spirit yang dibagikan melalui jawaban dan saling menanggapi dalam diskusi membuat saya merasa senang sekali karena ada pengertian-pengertian baru. Terima kasih karena saya lebih mengenal Allah dan kekuatan kuasa-Nya melalui nama-Nya yang melambangkan pekerjaan-Nya bagi kami, manusia. Terima kasih tim MLC SABDA untuk kesempatan belajar. Biarlah semua yang dilakukan selalu diberkati Allah yang Maha Kuasa.
- Lidia Artati
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus dan berterima kasih yang luar biasa kepada Ibu Yulia atas pemaparan yang begitu jelas, dan terima kasih kepada moderator dan semua tim SABDA. Juga, berterima kasih kepada kelompok DAD 2, teman diskusi yang sangat baik, membangun dan berbagi nilai-nilai rohani yang sangat memberkati. Dengan materi DAD ini, saya baru tahu nama-nama Allah ternyata begitu banyak. Dan, saya semakin menghormati, mengasihi Allah, dan mengenal Allah lebih baik lagi. Tindakan konkret saya adalah saya akan memberi tahu saudara-saudara seiman dalam hal ini karena banyak di antara mereka juga belum tahu sehingga kurang mendalam pengenalan akan Allah dan nama-nama Allah dengan artinya. Tuhan Yesus memberkati.
- Marlyna
Saya bersyukur bisa ikut dalam diskusi ini. Saya cuma mau berbagi sedikit berkat dari perenungan saya tentang siapa Allah itu. Kadang kita terlalu sibuk dengan banyak hal, sampai lupa bahwa dasar dari iman kita adalah mengenal Allah. Allah itu maha kuasa, maha tahu, dan maha hadir. Artinya, Dia sanggup menolong kita, Dia tahu apa yang kita alami, dan Dia selalu ada bersama kita. Itu bukan cuma teori, tetapi kenyataan yang bisa kita pegang setiap hari.
Saya diingatkan bahwa mengenal Allah bukan cuma soal tahu tentang Dia, tetapi benar-benar hidup dekat dengan-Nya. Semakin kita kenal Dia, semakin kita percaya dan tenang menghadapi hidup. Terima kasih banyak buat tim SABDA yang sudah memfasilitasi diskusi ini, dan juga buat teman-teman semua yang sudah berbagi pemikiran dan pengalaman. Saya pribadi sangat diberkati dan dikuatkan lewat diskusi ini.
- Risang
Shalom. Terima kasih atas diadakan kelas ini mengingat bahwa ternyata masih banyak nama-nama Allah dalam bahasa aslinya, yang mungkin belum kita dapatkan di gereja/kampus teologi sehingga membantu sekali dalam pengenalan akan Dia. Tuhan Yesus memberkati.
- Rafly Rinaldy
Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan kembali modul DAD ini dengan baik. Dengan mengenal Allah kita melalui Doktrin Teologi Proper ini, membuat saya semakin tahu dan mengenal siapa itu Allah dengan nama YHWH maupun Yesus Kristus, serta sebutan-sebutan yang disematkan pada-Nya, yang menunjukkan karakter dan sifat-sifat Allah yang luar biasa. Sharing yang luar biasa ramai antar peserta di grup 2 membuat diskusi berjalan dengan lancar. Saya semakin banyak mendapat informasi yang beragam dari peserta lain melalui pengalaman sehari-hari dari kehidupan masing-masing. Panduan dari moderator, Bima, dengan pertanyaan-pertanyaan yang cukup bagus juga membuat kita harus menggali lagi lebih dalam untuk menjawab apa yang sudah kita bagikan. Terima kasih atas semua yang sudah dilakukan tim MLC SABDA atas pembahasan modul DAD ini. Tuhan memberkati.
- Robert
Saya mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga bagi saya melalui kelas DAD ini: Rupanya orang Kristen juga bisa terjebak dalam lingkaran ateisme praktis, di mana kita melihat banyak orang Kristen tidak sungguh-sungguh hidup dalam kekristenan mereka. Hal itu adalah persoalan serius yang patut mendapat perhatian serius pula dari kita semua.
Maka dari itu, mendesak untuk dilakukan "penginjilan kepada orang Kristen" yang sudah terpengaruh/terjebak dalam lingkaran ateisme praktis, supaya mereka dan kita semua bisa mengenal satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Allah Tuhan kita, Yesus Kristus dengan benar, sebagaimana yang diajarkan firman Tuhan kepada kita dalam Yohanes 17:3: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus."
Evaluasi jalannya diskusi: dalam kelas DAD 2, diskusi sudah berjalan baik. Yang terpenting dalam diskusi, kuncinya: kita saling menanggapi, meluruskan, mencerahkan, mempertajam doktrin dan pemahaman kita tentang topik yang sedang dibahas, dan tentunya untuk hormat dan kemuliaan bagi Allah kita. Amin.
- Ruth Caroline
Shalom. Mengikuti Kelas "Doktrin Allah Dasar" yang diselenggarakan SABDA merupakan refreshment dan sekaligus meng-encourage pengetahuan tentang Allah yang saya sembah. Mempelajari tentang siapa Allah kita membangkitkan iman dan mendorong ketabahan ketika sedang dalam pergumulan. Selain itu, mengingatkan saya untuk terus konsisten dalam penundukan diri, sulit, tetapi dapat dilakukan dalam pertolongan Roh Kudus.
Bersama teman-teman di DAD 2 yang begitu aktif, pemahaman saya diperkaya dengan berbagai perspektif dan pengalaman rohani yang beragam. Juga, melalui pertanyaan dan diskusi semakin mempertajam pemikiran saya yang membawa saya menemukan keindahan dalam kedalaman relasi dengan Allah serta mendatangkan new insight dalam cara berelasi dengan Allah. Tidak saja menyerahkan sepenuh, tetapi menyelaraskan seluruh kehendak dan hidup dengan kehendak dan tujuan Allah.
Terima kasih Bu Yulia, Bima, Yola, dan seluruh rekan kelompok DAD 2 yang setia menemani seluruh proses pembelajaran beberapa hari ini. Juga kepada seluruh tim SABDA yang menginisiasi dan bekerja untuk terlaksananya program DAD ini. Tuhan melimpahkan rahmat dan berkat-Nya kepada kita semua. Tidak ada taburan yang sia-sia.
- Sonya Haning
Syalom. Berkat yang paling berkesan adalah tentang nama-nama Allah. Allah memperkenalkan diri-Nya dalam banyak nama, yang bertujuan untuk menolong kita manusia yang terbatas untuk bisa berelasi dengan-Nya. Bagian ini seperti suara yang menggema untuk saya melihat tujuan Tuhan bagi saya manusia yang terbatas ini, yang hanya bisa melihat sebagian dan tidak utuh sehingga semakin mengenal Allah melalui penyataan diri-Nya, semakin saya ditarik untuk datang kepada-Nya dalam berbagai keadaan saya. Saya terus ingin menggali, menghayati, dan melakukan serta melihat keindahan firman supaya saya terus disadarkan bahwa Allah yang saya kenal dalam Alkitab adalah Allah yang ingin dikenal, Allah yang ingin berelasi.
Evaluasi terkait proses diskusi: supaya admin grup memberi bahasa peneguhan/koreksi terkait apa yang kami sampaikan supaya tahu itu posisi pemahaman doktrinal kami. Terima kasih buat tim SABDA (kelas DAD) yang telah memfasilitasi dengan baik, dan teman-teman dalam kelas yang saling memberkati. Tuhan Yesus memberkati.
- Tjokro Uniati
Puji Tuhan. Banyak berkat yang saya terima dalam kelas ini, dari pertanyaan yang harus kami jawab dan jawaban teman-teman di kelas, serta diskusi dalam kelas. Melalui DAD ini, saya semakin kaya dalam pengenalan akan Pribadi Allah yang saya sembah, saya semakin mengenal Dia melalui nama-nama-Nya, semakin luas pemahaman saya tentang karya Allah; semakin kaya dengan pengalaman iman, semakin dalam dan intim hubungan pribadi dengan-Nya, dan menyadari keberadaan-Nya sebagai Raja dalam pemerintahan-Nya: Raja yang Agung, tetapi juga Raja yang rendah hati. Saya terus diingatkan bahwa penyataan Allah sudah lengkap dalam Yesus Kristus dan saya terus diproses sehingga bagian yang tersembunyi dinyatakan oleh Roh Kudus untuk ditundukkan di hadapan Allah. Kerinduan saya adalah saya dapat membagikan berkat yang saya peroleh ini untuk orang lain supaya mereka diberkati juga dengan mengenal Tuhan yang hidup. Haleluya. Segala kemuliaan hanya bagi Dia.
Terima kasih untuk Ibu Yulia untuk pemaparan materi yang sangat jelas dan memberkati, Kak Bima sebagai moderator yang mengarahkan kami, juga Kak Yola yang tidak bosan mengingatkan kami. Terima kasih untuk tim SABDA dan semua yang terkait untuk semua kesempatan yang diberikan untuk mengikuti kelas-kelas modul dan juga bedah kitab selama ini. Kiranya Tuhan Yesus yang melimpahkan berkat-Nya buat saudaraku semua.
- Wenny
Mengenal Tuhan dari nama-nama-Nya menumbuhkan iman saya. Menjadi jawaban buat yang struggle akan siapa Tuhan, menjadi sangat penting dalam pelayanan. Mengenal ateis praktis, yang tidak sadar ada dalam kehidupan, menjadikan pribadi saya lebih tidak kompromi terhadap dunia.