- Cynthia
Saya mengucap syukur bisa mengikuti kelas PDG ini dari awal sampai akhir, walau banyak godaan untuk mundur. Sejak terkena stroke akhir Januari lalu, beberapa kelas terpaksa saya lewati karena kondisi kesehatan belum memungkinkan. Bahkan kelas PDG ini pun last minute saya putuskan untuk ikut karena saya punya pergumulan dengan gereja lokal tempat saya dan keluarga beribadah selama ini.
Kelas ini meneguhkan saya bagaimana bersikap dan tetap setia pada gereja lokal, juga meneguhkan saya bahwa pelayanan sebagai jemaat BUKAN hanya di dalam gedung gereja. Saya masih bisa melayani sesama dan saudara seiman di luar gereja lokal, di ladang yang Tuhan berikan untuk digarap. Tentu saja saya juga mendapatkan beberapa pengetahuan baru, seperti sejarah perkembangan gereja, tantangan gereja di masa kini, juga tentang sakramen yang dilakukan secara online.
Saya juga berterima kasih kepada Bapak dan Ibu tim SABDA yang telah berlelah menyiapkan, mendampingi, dan mendukung setiap peserta dalam kelas ini. Khususnya Kak Mei yang setia mengingatkan saya. Saya juga berterima kasih kepada Bapak dan Ibu peserta lainnya yang sudah berbagi pengetahuan dan pengalaman. Semoga pembelajaran seperti ini boleh membantu kita semua untuk bertumbuh bersama sebagai anggota gereja Tuhan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Daniel Lie
Mengikuti kelas PDG menjadi pengalaman yang cukup membuka wawasan bagi saya. Selama ini saya mengenal gereja terutama sebagai tempat beribadah, bersekutu, belajar firman, dan melayani. Namun, melalui kelas pembelajaran PDG yang baru pertama kali saya ikuti ini, saya semakin memahami bahwa gereja bukan hanya institusi atau gedung, melainkan Tubuh Kristus yang hidup, yang memiliki identitas, panggilan, fungsi, dan tanggung jawab di tengah dunia.
Hal yang menarik bagi saya adalah ketika saya tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendiskusikan persoalan-persoalan gereja yang sangat nyata: denominasi, disiplin gereja, sakramen, kepemimpinan, pelayanan sosial, gereja digital, sampai bagaimana jemaat menjalankan iman dalam profesi masing-masing. Kelas diskusi ini membuat saya melihat bahwa banyak persoalan gereja tidak cukup dijawab dengan pendapat pribadi, tetapi harus terus diuji dengan firman Tuhan, prinsip teologis yang benar, serta kasih dan hikmat dalam penerapannya.
Berkat terbesar bagi saya adalah semakin memahami bahwa gereja bukan hanya tempat saya menerima pelayanan, tetapi tempat saya diperlengkapi untuk menjadi bagian dari pelayanan Allah. Saya diingatkan oleh Efesus 4:11–12 bahwa para pemimpin gereja diberikan untuk "memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan". Ini menolong saya memahami kembali hubungan antara pendeta dan jemaat. Pendeta bukanlah orang yang melakukan seluruh pekerjaan rohani sementara jemaat menjadi penerima pelayanan. Sebaliknya, pendeta memimpin, menggembalakan, mengajar, dan memperlengkapi seluruh jemaat supaya setiap orang dapat menjalankan panggilannya sesuai karunia masing-masing. Saya juga semakin memahami bahwa keimaman semua orang percaya bukan berarti semua orang memiliki jabatan yang sama, tetapi semua orang percaya memiliki panggilan untuk melayani. Hal lain yang sangat berkesan adalah pemahaman bahwa misi gereja tidak berhenti di dalam gedung gereja. Profesi, keluarga, tempat kerja, dan masyarakat adalah bagian dari ruang di mana kita dipanggil menjadi garam dan terang.
Setelah mengikuti kelas ini, saya ingin menerapkan beberapa hal. Pertama, saya ingin semakin melihat gereja bukan hanya dari sisi program, tetapi dari sisi panggilan dan misinya. Kedua, dalam pelayanan, saya ingin lebih banyak memperlengkapi dan memberdayakan orang lain, bukan hanya mengerjakan pelayanan sendiri. Saya belajar bahwa pelayanan yang sehat bukan ketika satu orang menjadi semakin sibuk, tetapi ketika semakin banyak orang diperlengkapi untuk melayani. Ketiga, saya ingin lebih serius membangun budaya pemuridan dan kehidupan yang saling menolong dalam kebenaran, termasuk memahami disiplin gereja bukan sebagai alat untuk menghukum, tetapi sebagai sarana kasih untuk menolong seseorang kembali kepada kebenaran. Keempat, saya ingin belajar melihat dunia kerja dan kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari panggilan Tuhan. Menjadi orang percaya bukan hanya soal bagaimana saya hidup di gereja pada hari Minggu, tetapi bagaimana saya membawa karakter, integritas, kasih, dan nilai-nilai kekristenan ke mana pun Tuhan menempatkan saya.
Menurut saya, proses diskusi dalam kelas PDG menjadi hal yang sangat berharga. Beberapa pertanyaan yang diberikan tidak memiliki jawaban yang sederhana, sehingga saya didorong untuk berpikir lebih kritis, melihat berbagai perspektif yang sebelumnya belum pernah saya temukan, dan kembali kepada prinsip kebenaran Alkitab. Saya juga belajar bahwa dalam persoalan gereja bisa saja terdapat perbedaan pemahaman, dan hal ini menjadi masukan atau pemahaman baru yang berharga bagi saya. Saya perlu belajar lebih dalam tentang doktrin yang fundamental dan perkara-perkara yang masih memungkinkan adanya perbedaan interpretasi atau dalam praktik.
Namun, menurut saya, proses diskusi semakin baik karena setiap peserta diberikan kesempatan yang cukup untuk menyampaikan pandangan, kemudian bersama-sama mengujinya berdasarkan ayat dan konteks Alkitab, bukan hanya berdasarkan pengalaman atau tradisi gereja masing-masing. Secara pribadi, kelas PDG membuat saya semakin menyadari bahwa gereja adalah milik Kristus, bukan milik manusia atau kelompok tertentu. Karena itu, gereja harus terus kembali kepada Kristus sebagai Kepala dan kepada firman-Nya sebagai dasar.
Setelah menyelesaikan program kelas diskusi PDG ini, saya membawa pulang pengetahuan yang lebih mendalam tentang gereja, dan juga sebuah pertanyaan pribadi: "Apakah saya sudah sungguh-sungguh fokus mengambil bagian dalam misi Kristus?" Dan, saya ingin menjadikan pembelajaran ini bukan hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai perubahan cara pandang dan cara hidup. Kiranya gereja tidak hanya menjadi tempat kita berkumpul untuk "mencari wajah Tuhan", tetapi juga menjadi suatu komunitas yang diperlengkapi untuk membawa Kristus ke tengah keluarga, pekerjaan, masyarakat, dan dunia. Terima kasih Tim SABDA Live, admin, moderator, dan teman-teman grup PDG 1 yang dikasihi Tuhan.
- Daniel Purnomo
Semula saya ragu untuk mengikuti kelas ini karena harus mencuri waktu di sela-sela kerja. Namun, puji Tuhan, walaupun sering di-warning oleh Mbak Admin untuk memberi jawaban atas pertanyaan materi, setidaknya saya bisa menjawab. Itu pun sambil tanya sama Gemini, Alkitab AI, dan secara singkat membaca referensi yang ditautkan di setiap materi. Saya orang awam dan jemaat biasa, yang punya kebiasaan saat hari Minggu datang ke gereja, duduk di bagian belakang, mendengar khotbah, lalu pulang. Jarang ambil bagian dalam pelayanan, sesekali diminta bantuan untuk membantu acara sosial gereja.
Tentunya, saya sedikit mengerti tentang Ekklesia karena saat kuliah ada mata kuliah dasar umum agama Kristen dan sering melihat channel YouTube Andre Tunggal, Ibu Rita Wahyu, Pak Esra, dan Pak Stephen Tong. Saat ini, saya kagum kepada rekan-rekan peserta. Betapa luar biasa jawaban dan diskusi yang saya baca, walaupun tidak semua sempat saya baca, khususnya di PDG 1. Banyak pemikiran yang baru bagi saya dan sangat menambah wawasan. Saya pun baru sadar bahwa selama ini saya salah dalam bergereja.
What next? Apa selanjutnya? Bagi saya sekarang ini, saat saya menulis ini, pengetahuan, paradigma, dan narasi tentang gereja telah mengubah pandangan saya. Sebagai jemaat biasa, saya tidak bisa masuk ke pusaran komite gereja/jemaat untuk memberi masukan dan ide-ide yang disarikan dengan sempurna dari teori dan saran praktik bergereja yang benar serta Sola Scriptura oleh SABDA MLC.
- Dan, sementara untuk saat ini, hasil pembelajaran menjadi bahan perenungan dan menjadi ide/bahan/materi blog atau web saya.
- Pekerjaan saya adalah Avodah-ku. Saya ingin lebih berkomitmen menggunakan apa pun yang bisa saya lakukan dan profesi saat ini yang Tuhan percayakan untuk melayani sesama, bukan hanya menjadi penerima pelayanan.
- Amsal 9:9: "Berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak; ajarilah orang benar, maka pengertiannya akan bertambah."
Proses belajar bersifat seumur hidup. Orang yang bijak tidak pernah berhenti mencari pemahaman dan mau menerima masukan. Semoga Roh Kudus selalu menuntun saya. Soli Deo gloria.
- Debora Rina
Puji Tuhan. Mengikuti kelas PDG 1–5 menjadi pengalaman yang sangat memberkati bagi saya karena saya tidak hanya semakin memahami tentang Gereja, tetapi juga diajak melihat kembali posisi dan tanggung jawab saya sebagai bagian dari tubuh Kristus. Dari Pelajaran 1 tentang hakikat dan identitas Gereja, saya semakin menyadari bahwa menjadi anggota Gereja bukan sekadar hadir dalam ibadah, tetapi hidup dalam hubungan dengan Kristus dan mengambil bagian dalam tubuh-Nya. Pelajaran tentang sejarah dan tantangan Gereja, ciri Gereja yang sehat, kepemimpinan dan tata kelola, sampai misi Gereja di dunia semakin membuka mata saya bahwa Gereja dipanggil untuk hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Berkat yang paling berkesan bagi saya adalah kesadaran bahwa Kristus adalah Kepala Gereja, pemimpin dipanggil untuk melayani dan memperlengkapi, sedangkan setiap jemaat memiliki karunia dan panggilan untuk mengambil bagian dalam pelayanan. Bahkan pada era digital dan AI, Gereja tidak boleh kehilangan identitas dan kebenaran firman, tetapi justru harus menggunakan teknologi sebagai alat untuk menghadirkan kasih dan nilai-nilai Kristiani.
Secara praktis, saya ingin lebih aktif menggunakan karunia, pengalaman, dan profesi yang Tuhan percayakan untuk melayani sesama, bukan hanya menjadi penerima pelayanan. Saya juga terdorong untuk semakin kritis dalam menyaring informasi digital, menggunakan AI secara bijaksana, serta membantu orang lain agar tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga bertumbuh dalam iman dan karakter.
Dalam proses diskusi kelas, saya bersyukur karena pertanyaan dan pandangan dari peserta lain membuat saya melihat materi dari berbagai sudut pandang. Diskusi menjadi lebih hidup ketika kami tidak hanya membahas teori, tetapi menghubungkannya dengan kondisi Gereja dan tantangan nyata di zaman sekarang. Evaluasi saya, proses diskusi sudah sangat memperkaya, namun akan semakin baik jika setiap peserta mendapat kesempatan yang lebih luas untuk menyampaikan pengalaman dan refleksinya.
Saya bersyukur karena melalui Pelajaran PDG 1–5 saya kembali diingatkan bahwa Gereja bukan tempat untuk menjadi penonton, tetapi tubuh Kristus yang dipanggil untuk bertumbuh, melayani, dan menjadi berkat bagi dunia. Terima kasih buat Mas Bima dan Mbak Mei yang sudah melakukan tugasnya dengan baik sebagai moderator dan admin. Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo gloria.
- Eminingtyas
Puji Tuhan, oleh kemurahan-Nya melalui pelayanan tim SABDA, saya dapat mengikuti kelas PDG bersama seluruh rekan-rekan diskusi yang saling berbagi berkat Tuhan tentang peran Gereja Tuhan dan bagaimana setiap anggota tubuh Kristus mengerjakan panggilan-Nya di tengah-tengah dunia dengan perkembangan teknologinya yang semakin pesat. Terima kasih seluruh tim SABDA dan juga Kak Bima dan Kak Mei yang telah mendampingi kami selama ini, serta segenap peserta.
Hal yang sangat memberkati saya adalah, melalui kelas PDG ini, semakin diperjelas misi Gereja di tengah-tengah dunia ini, sehingga sangat penting untuk selalu menyadari bahwa Kristuslah Kepala Gereja, sedangkan hamba Tuhan/gembala sidang yang ada bertugas untuk melayani dan memperlengkapi jemaat Tuhan, agar bersama-sama menggunakan semua karunia yang ada bagi pertumbuhan Gereja yang sehat. Dengan demikian, akan lebih membawa dampak untuk pertumbuhan iman dan bagi orang-orang sekitar dan lingkungannya, serta dapat melayani Tuhan melalui setiap pekerjaan/profesi yang Allah karuniakan. Tuhan Yesus semakin dimuliakan.
- Giovanni Pedro
Mengikuti kelas PDG memberikan pengalaman yang sangat memperkaya karena saya tidak hanya mempelajari doktrin Gereja secara konseptual, tetapi juga diajak merefleksikan penerapannya dalam kehidupan Gereja masa kini. Saya belajar melihat Gereja bukan sekadar organisasi atau tempat ibadah, melainkan tubuh Kristus yang dipanggil untuk hidup kudus, bertumbuh, melayani, dan bersaksi di dunia.
Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah tentang hakikat Gereja sebagai satu tubuh Kristus, keimaman semua orang percaya, serta pentingnya keseimbangan antara kesatuan, kebenaran, dan kasih dalam kehidupan bergereja. Saya juga semakin memahami bahwa setiap profesi dan bidang kehidupan adalah ladang pelayanan yang kudus bagi orang percaya.
Secara praktis, saya terdorong untuk lebih aktif membangun persekutuan, mengambil bagian dalam pelayanan sesuai karunia yang Tuhan berikan, serta menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam kegiatan Gereja.
Mengenai proses diskusi, saya sangat bersyukur karena banyak pertanyaan yang mendorong pemikiran kritis dan refleksi teologis. Diskusi berlangsung terbuka dan memperkaya wawasan. Ke depan, mungkin akan lebih baik jika tersedia lebih banyak ruang untuk berbagi pengalaman praktis dari konteks Gereja masing-masing sehingga penerapan doktrin dapat didiskusikan lebih mendalam.
- Heldaripa
Saya bersyukur kepada Tuhan setelah mengikuti diskusi tentang PDG sampai selesai. Salah satu hal yang sangat memberkati saya adalah kesadaran bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan untuk menghadirkan Kristus di mana pun Tuhan menempatkannya. Gereja bukan hanya tempat kita datang beribadah, tetapi juga tempat kita diperlengkapi untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, pekerjaan, masyarakat, dan lingkungan kita.
Diskusi ini juga membuat saya melihat bahwa masih ada hal-hal dalam kehidupan bergereja yang perlu terus kita evaluasi. Jangan sampai kita terlalu sibuk dengan kegiatan Gereja, tetapi lupa bahwa tujuan akhirnya adalah supaya jemaat semakin dewasa dalam iman dan mampu membawa nilai-nilai Kristiani ke dalam kehidupan nyata. Karena itu, saya merasa diberkati sekaligus ditegur. Kita diajar untuk membawa kita kepada kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus, bukan hanya menjadi lebih pandai berbicara tentang Tuhan.
Kiranya apa yang sudah kita pelajari tidak berhenti dalam ruang diskusi ini. Biarlah pemahaman yang kita terima menjadi dasar untuk hidup lebih benar, melayani dengan rendah hati, bekerja dengan integritas, dan menjadi berkat bagi orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Kiranya semakin kita mengenal iman kita, semakin nyata pula Kristus terlihat melalui kehidupan kita. Terima kasih tim SABDA Live, admin, moderator, dan teman-teman di grup PDG 1.
- Lidia Artati
Saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yesus karena bisa mengikuti PDG ini. Banyak berkat di sini, mengenai pelayanan ke dalam dan keluar. Tugas pendeta/pemimpin itu bagaimana, yaitu harus melatih jemaatnya bagaimana bisa berfungsi menjadi terang dan garam/saksi Kristus. Pendeta bukan manusia super, jadi jangan semua dikerjakan oleh pendeta, tetapi harus bisa melatih sehingga bisa berbagi tugas agar jemaat bisa mengembangkan karunia dan berfungsi sebagai tubuh Kristus (Efesus 4:11).
- Melce Y.L.
Segala pujian syukur kepada Tuhan Yesus atas kesempatan yang diberikan melalui MLC-SABDA untuk mengikuti Kelas Diskusi "Pengantar Doktrin Gereja" selama 1 minggu. Walau di tengah kepadatan kegiatan lokal yang ada, saya diberikan kekuatan untuk mengerjakan semua tugas dan diskusi.
Berkat rohani yang saya dapatkan adalah semua pelajaran, baik hari 1 s.d. 5, saya terberkati dan rindu materi ini dapat diterapkan secara maksimal di Gereja lokal saya. Mungkin akan saya pelan-pelan terapkan terlebih dahulu di kelompok sel wilayah kami. Sayang sekali apabila materi dan hasil diskusi terlewatkan begitu saja tanpa ada follow-up dari setiap peserta diskusi di area masing-masing.
Terima kasih kepada tim MLC SABDA dan Ibu Yulia serta admin dan moderator PDG 1, yang sudah memfasilitasi kelas PDG ini. Tuhan Yesus berkati dengan luar biasa dan semakin memakai Yayasan SABDA untuk terus mewarnai dunia digital dengan kebenaran. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Salam IT4God dan AI4God.
- Nelly Arniky
Puji syukur kepada Tuhan karena kasih dan rahmat-Nya sehingga dapat mengikuti kelas PDG. Banyak hal yang sudah didiskusikan bersama rekan-rekan. Semoga setiap dari kita bisa menjadi berkat untuk orang lain. Terima kasih untuk SABDA yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga semakin diberkati Tuhan dalam setiap pelayanan dan banyak orang dapat mengikuti kegiatan ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Paris Limbong
Puji Tuhan, saya bersyukur kepada Tuhan Yesus dapat mengikuti kelas "Pengantar Doktrin Gereja" dengan baik dan lancar. Banyak pengetahuan dan pengalaman berharga selama belajar dan berdiskusi, terutama dalam memahami hakikat Gereja sebagai ekklesia yang dipanggil Allah, berakar pada Kristus dan kesaksian para Rasul sebagai komunitas umat Allah; memahami perjalanan sejarah Gereja sejak Gereja mula-mula; mengenali ciri Gereja yang sejati dan sehat; memahami Kristus sebagai satu-satunya Kepala Gereja; dan memahami fungsi Gereja untuk membangun tubuh Kristus melalui ibadah, persekutuan, dan pemuridan serta memperlengkapi jemaat dalam menjalankan misi keluar melalui kesaksian Injil dan pelayanan kasih.
Saya berterima kasih kepada tim SABDA MLC yang sangat luar biasa melakukan pengajaran dan bimbingan bagi jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran firman Tuhan. Secara khusus, saya menyampaikan terima kasih kepada narasumber, moderator, dan admin, termasuk teman-teman kelas di PDG 1, yang sangat luar biasa berdiskusi, memberikan pertanyaan, tanggapan, dan masukan untuk memperkaya materi diskusi. Semoga SABDA MLC semakin diberkati Tuhan, dan sampai jumpa di kesempatan berikutnya.
- Phwe Kim
Kali ini, saya kembali bersyukur diberi kesempatan untuk boleh upgrade dan berdiskusi bersama mengenai Doktrin Gereja yang diadakan oleh SABDA Live. Dalam diskusi ini, berkat yang saya dapatkan adalah saya boleh kembali diingatkan dan diteguhkan untuk terus memiliki kerendahan hati di dalam pelayanan serta mengaplikasikannya kembali di lingkungan, di mana pun saya berada, untuk kemuliaan Kristus. Amin!
Terima kasih tim SABDA Live, admin, moderator, dan teman-teman grup PDG-1. Kantor bukan tempat kita melarikan diri dari panggilan. Kantor adalah tempat panggilan itu dijalani. Soli Deo gloria! Tuhan Yesus memberkati!
- Rooy Salamony
Puji Bapa YAHWEH, selalu diberkati oleh teman-teman grup sharing dan para pendamping dalam sesi diskusi PDG. Terus terang, doktrin Gereja adalah materi sulit karena apa yang saya lihat dan alami sehari-hari dalam kehidupan Gereja memberi kesan bahwa Gereja berbeda dalam organisasi dan denominasi.
Sangat bersyukur berada di kelas ini karena saya dapat belajar dari modul dan sharing teman-teman, seperti apa doktrin Gereja berfungsi menjaga identitas Gereja di satu sisi, sekaligus menyatukan pandangan dan keberagaman di sisi lain. Seperti ungkapan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:12 berbunyi: "Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus."
- Ronny
Mengikuti kelas PDG memberikan pengalaman baru dan sangat memberkati saya. Salah satu pembahasan yang paling berkesan adalah tentang bagaimana profesi dan pekerjaan sehari-hari juga merupakan ladang misi (vokasi dan mandat budaya). Saya semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya dipanggil untuk melibatkan jemaat dalam pelayanan internal, tetapi juga memperlengkapi mereka agar mampu menjadi garam dan terang di tengah masyarakat dan lingkungan kerja. Pembahasan tentang bentuk konkret pembekalan jemaat juga membuka wawasan saya bahwa nilai-nilai Kristiani perlu diwujudkan melalui integritas, kejujuran, tanggung jawab, kasih, dan keteladanan dalam profesi masing-masing.
Sebagai aplikasi praktis, saya ingin lebih menyadari bahwa pekerjaan dan aktivitas sehari-hari merupakan bagian dari panggilan Tuhan, sehingga saya perlu membawa nilai Kristiani dalam setiap keputusan, relasi, dan tanggung jawab yang saya jalankan. Proses diskusi dalam kelas juga sangat memberkati karena setiap peserta memberikan pandangan dan pengalaman yang berbeda, sehingga pemahaman saya menjadi lebih luas.
Bagi saya, PDG bukan hanya menambah pengetahuan tentang Gereja, tetapi mendorong saya untuk semakin mempraktikkan iman dalam kehidupan nyata dan menjadi kesaksian Kristus di mana pun Tuhan menempatkan saya.
- Sannur Tambunan
Saya bersyukur dapat mengikuti kelas "Pengantar Doktrin Gereja" (PDG), memberikan pengalaman baru dan memperkaya pemahaman saya tentang Gereja. Berkat yang paling berkesan adalah menyadari betapa pentingnya memiliki pemahaman yang benar tentang Gereja, tugas Gereja sebagai tubuh Kristus yang dipanggil untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Pemahaman ini menolong saya melihat kembali peran dan tanggung jawab Gereja di tengah dunia.
Secara praktis, saya semakin terdorong untuk melihat Gereja sebagai garam dan terang dunia, yang bukan hanya hadir untuk dirinya sendiri, tetapi membawa dampak bagi lingkungan dan masyarakat melalui kesaksian hidup, pelayanan yang menyatakan kasih Kristus. Apa pun profesi kita, itulah ladang pelayanan yang Tuhan sediakan untuk dikerjakan.
Proses diskusi selama kelas juga berjalan dengan baik dan memberikan kesempatan untuk saling berbagi pemahaman serta memperkaya wawasan. Saya bersyukur dapat mengikuti proses pembelajaran ini dan berharap pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan serta pelayanan. Terima kasih untuk tim MLC SABDA, tetap semangat melengkapi banyak orang. Tuhan Yesus memberkati.
- Sri Wulan
Shalom, teman-teman semua. Pada kesempatan ini, saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas PDG. Ini menjadi pengalaman pertama saya di sini. Saya mau berterima kasih kepada tim SABDA, Mbak Evi, Mas Bima, Mbak Mei, Mbak Roma, buat bimbingan dan arahannya.
Saya ingin membagikan pengalaman dan berkat yang saya dapatkan selama mengikuti kelas PDG. Awalnya, saya berpikir bahwa doktrin Gereja mungkin akan lebih banyak berbicara tentang teori, istilah-istilah teologi, sejarah Gereja, atau hal-hal yang sifatnya akademis. Namun, setelah mengikuti proses pembelajaran dan diskusi, saya justru menyadari bahwa doktrin bukan hanya sesuatu yang harus saya pahami secara intelektual, melainkan sesuatu yang seharusnya membentuk cara saya melihat Tuhan, Gereja, diri sendiri, sesama, dan bagaimana saya menjalani kehidupan sehari-hari.
Bagi saya, salah satu berkat terbesar dari kelas ini adalah saya semakin disadarkan bahwa Gereja bukan hanya tempat saya datang beribadah setiap Minggu, tetapi Gereja adalah tubuh Kristus yang setiap anggotanya memiliki panggilan dan tanggung jawab untuk mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.
Hal ini cukup menegur saya secara pribadi. Kadang-kadang, tanpa saya sadari, saya memiliki pola pikir bahwa pelayanan adalah tanggung jawab pendeta, majelis, atau orang-orang yang memang sudah ditunjuk untuk melayani. Saya sebagai jemaat akhirnya hanya sebagai penerima pelayanan. Namun, melalui pembelajaran tentang doktrin Gereja, saya semakin memahami bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk melayani sesuai dengan karunia dan tanggung jawab yang Tuhan berikan. Artinya, Gereja yang sehat bukan Gereja yang pendetanya bekerja paling banyak, tetapi Gereja yang setiap anggotanya menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari tubuh Kristus.
Kalau saya melihat tubuh manusia, di saat mata terkena keringat dan merasa pedih, secara otomatis tangan mengusap air keringat itu karena anggota tubuh ini saling membutuhkan. Demikianlah Gereja. Tidak semua harus jadi pendeta, tidak semua harus jadi pengkhotbah, tidak semua orang harus berdiri di depan mimbar, tetapi setiap orang memiliki tempat untuk mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan.
Hal lain yang sangat berkesan adalah pembahasan mengenai marturia dan diakonia. Saya semakin memahami bahwa ketika Gereja melayani orang yang membutuhkan, Gereja dipanggil untuk menunjukkan kasih Kristus secara tulus. Pelayanan sosial jangan sampai menjadi alat untuk membuat orang merasa bahwa mereka harus menerima Injil sebagai imbalan dari bantuan yang mereka dapatkan. Kasih Kristus diberikan dengan tulus. Di sisi lain, Gereja juga tidak boleh kehilangan identitasnya sebagai saksi Kristus. Karena itu, diakonia dan marturia seharusnya tidak dipertentangkan, tetapi dijalankan dengan bijaksana. Kita melayani dengan kasih, bukan karena agenda tersembunyi, dan ketika kesempatan bersaksi terbuka, kita dapat menyampaikan Kristus dengan cara yang benar, rendah hati, dan menghargai seseorang yang kita layani.
Kemudian, saya juga mendapatkan berkat melalui pembahasan mengenai kepemimpinan dan tata kelola Gereja. Saya belajar bahwa pemimpin Gereja bukanlah orang yang memiliki kekuasaan paling besar, tetapi orang yang dipanggil untuk melayani dan menjadi teladan. Seorang pendeta bukan sekadar pekerja Gereja yang harus mengerjakan semua aktivitas Gereja karena sudah menerima gaji. Sebaliknya, pendeta memiliki panggilan untuk memperlengkapi jemaat supaya juga mampu melakukan pelayanan. Ini membuat saya melihat hubungan antara pendeta dan jemaat dengan perspektif yang berbeda. Jemaat bukan penonton dan pendeta bukan superhero yang harus mengerjakan semuanya sendiri. Gereja adalah tubuh Kristus yang harus bekerja bersama.
Dari sini, saya belajar melihat Gereja bukan sebagai tempat untuk dilayani, tetapi sebagai tubuh Kristus, tempat saya juga dipanggil untuk melayani. Karena perubahan dimulai dari cara saya berpikir, bukan lagi tentang apa yang saya dapatkan dari Gereja, tetapi mengganti pertanyaan: apa yang saya mau beri untuk pekerjaan Tuhan di Gereja? Sola fide, sola gratia, Soli Deo gloria. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
- Timothy Wenas
Doktrin Gereja merupakan salah satu cabang pengajaran dalam Teologi Sistematika yang mengkaji secara komprehensif mengenai hakikat, asal-usul, fungsi, serta peran Gereja sebagai tubuh Kristus dan komunitas orang percaya berdasarkan kebenaran Alkitab. Melalui program kursus teologi awam yang disediakannya secara elektronik dan interdenominasi, materi pendalaman doktrin melalui SABDA dirancang untuk membekali orang Kristen agar memiliki pemahaman teologis yang alkitabiah, terstruktur, serta tahan terhadap arus pengajaran yang menyimpang.
Yayasan ini telah memberikan pendalaman yang baik mengenai doktrin Gereja yang perlu dipahami. Melalui tim SABDA dan modul yang tersedia di situs pesta.org, saya banyak belajar mengenai konsep ekklesia. Diskusi yang dilakukan bersama dengan rekan-rekan kelas diskusi juga mengembangkan banyak pemahaman dan penyelarasan. Tim Moderator dan Admin juga banyak sekali membantu jalannya kelas agar tetap tertib dan hidup dalam diskusi.
Terima kasih kepada Tuhan kita, Allah Tritunggal, serta seluruh aspek yang tergabung dalam diskusi kelas ini, kepada narasumber yang telah membuka kelas dan menjelaskan banyak hal perihal pendalaman ini. Kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberkati.
- T. Uniati
Puji Tuhan, saya akhirnya dapat menyelesaikan PDG ini. Terima kasih untuk Kak Mei yang rajin mengingatkan saya, juga Kak Bima yang memberikan pertanyaan tambahan yang membuat saya makin memahami tentang hakikat, fungsi, sejarah Gereja, dll..
Mempelajari doktrin Gereja, sejarah, fungsi, kepemimpinan, dan misi serta banyak lainnya membuat saya makin memahami bahwa Tuhan saya sungguh hebat. Dari Gereja Mula-mula hingga sekarang yang penuh dengan tantangan, tetapi segala yang dirancangkan-Nya akan terwujud nyata.
Terpujilah Tuhan Yesus, Sang Kepala Gereja. Karena kasih-Nya yang besar, saya boleh menjadi bagian dari tubuh-Nya, yaitu Gereja, dan saya sebagai anak-Nya sungguh bahagia menjadi bagian dalam-Nya. Banyak inspirasi yang diberikan dalam pengajaran ini, salah satunya adalah memperlengkapi orang percaya untuk diutus dan menjalankan panggilannya di dunia, bukan hanya untuk memenuhi semua kebutuhan internal Gereja. Semoga saya dapat menerapkannya di Gereja kami, dan Gereja makin berakar, bertumbuh, dan berbuah bagi Kristus.
Terima kasih untuk seluruh tim SABDA, secara khusus yang terlibat dalam PDG ini, Ibu Yulia, Kak Milly, Kak Bima, Kak Mei, dan lainnya. Kiranya Tuhan Yesus selalu melimpahkan berkat-Nya. Terima kasih untuk seluruh teman diskusi di PDG 1. Tuhan memberkati. Segala kemuliaan hanya bagi-Nya.
- Wasis
Saya bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan bisa mengikuti kelas "Pengantar Doktrin Gereja". Kelas ini benar-benar sesuatu yang me-refresh kembali dan mengubah paradigma saya dan umat percaya umumnya mengenai pengertian bergereja yang sesungguhnya.
Pelajaran/berkat yang paling berkesan:
- Modul-modul PDG sangat praktis dan saya seperti ditegur ulang serta di-refresh kembali. Pengertian saya yang sudah tertanam lama dan menjadi kebiasaan membuat kita mempunyai persepsi yang salah tentang kehidupan bergereja, yaitu: Gereja adalah bangunan – Gereja adalah penyedia rohani – Jemaat adalah konsumen.
- Lima metafora Alkitab tentang Gereja, yaitu Tubuh Kristus, Bait Allah, Mempelai Wanita, Kawanan Domba, dan Keluarga, sangat dalam artinya dan sesungguhnya hidup kita secara pribadi maupun komunitas mencerminkan metafora tersebut.
- Sepuluh topik pertanyaan dan diskusi sangatlah menarik, dalam, dan praktis sehingga memudahkan saya memahami isu/case yang terjadi serta bagaimana solusi yang terbaik dan alkitabiah.
Aplikasi praktis yang akan dilakukan:
- Saya akan mencoba transfer knowledge terkait modul-modul pelajaran PDG dan 10 case pertanyaan-pertanyaan menarik tersebut kepada komunitas jemaat maupun pengurus Gereja.
- Saya akan memberikan kontribusi positif kepada Gereja lokal dan menjadi konsumen aktif serta mencopas pengetahuan dan iman yang saya dapatkan mengenai kehidupan bergereja kepada keluarga saya sebagai unit terkecil dan terdekat dalam kehidupan berjemaat.
- Saya akan mencoba membuat modul-modul pendek, Part 1 s.d. 10, tentang isu dan case bergereja dan akan saya upload dalam sosmed/IG.
Evaluasi terkait proses diskusi: proses diskusi berjalan dengan baik, lancar, dan aktif. Banyak diberikan contoh kesaksian peserta diskusi terkait dengan sikon di Gerejanya sehingga diskusi menjadi lebih dalam dan menarik.
Terima kasih kepada moderator, Kak Bima, dan admin, Kak Mei, yang selama ini telah membimbing dan mengelola kelancaran jalannya diskusi. Moderator dan admin juga sangat baik dalam mengontrol dan mengelola diskusi. Terima kasih juga kepada seluruh pengurus dan tim Lembaga SABDA yang telah menggagas serta mengelola seluruh kegiatan kelas PDG sehingga terlaksana dengan baik. Semoga pelayanan tim SABDA semakin berkembang lebih luas, menjangkau banyak jiwa, tercapai visi dan misinya untuk kemuliaan nama Tuhan. Semoga Allah Bapa di surga semakin memberkati seluruh tim SABDA dan keluarganya, baik berkat roh, tubuh, dan jiwa. Amin.
- Yoelianna H.O.
Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas Pengantar Doktrin Gereja ini. Materi-materi yang diberikan sangat memberkati dan memperlengkapi. Menurut saya, kelas ini sangat penting, terutama bagi para pejabat Gereja, untuk mengingatkan kembali hal-hal yang esensi dalam Gereja. Di kelas pun, saya banyak mendapatkan masukan dari teman-teman dari pandangan dan pengalaman yang dibagikan.
Setelah mendapatkan pelajaran ini, saya akan mempertahankan dan terus mengusahakan hal-hal yang sudah sesuai dan penting dalam pelayanan di Gereja dan mengupayakan apa yang sudah lama tidak berjalan. Terima kasih tim SABDA dan rekan-rekan di kelas yang sudah memberkati. God bless.