1. Arief Gunawan
Saya akan terus mengucap syukur kepada Tuhan dan tim SABDA atas kesempatan mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini. Saya juga terus berdoa agar SABDA dan tim tetap memiliki hati untuk memperlengkapi orang percaya agar semakin memahami firman Tuhan dan dapat menghidupinya. Semoga SABDA tetap berkarya melalui topik-topik yang diajarkan. Saya sangat berterima kasih atas berkat yang saya terima dengan memperoleh pengertian yang lebih mendalam tentang cara menggali Alkitab dengan benar. Wawasan saya semakin bertambah melalui materi dan diskusi kelas, khususnya lewat pertanyaan-pertanyaan dan diskusi-diskusi yang berbobot serta mendorong kami untuk berpikir dan menggali firman Tuhan dengan lebih serius.
Terima kasih kepada Ibu Yulia atas penjelasannya, support dari Mas Bima dan Ibu Mei, serta seluruh tim SABDA yang terus dipakai Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih juga kepada semua rekan peserta kelas yang aktif berdiskusi dan saling memperkaya pembelajaran. Tuhan memberkati pelayanan kita semua. Amin.
2. Benny
Bersyukur diberi kesempatan untuk mengikuti PHK 1 hingga selesai. Pelajaran yang bisa saya ambil setelah mengikuti lima hari kelas ini adalah bagaimana kita harus memahami latar belakang dan budaya sebelum menafsirkan Alkitab. Setelah mengikuti kelas ini, saya akan lebih berhati-hati dalam menafsirkan ayat Alkitab dan berusaha memahami latar belakang penulisannya. Diskusinya pun berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada fasilitator dan tim SABDA yang sudah mengadakan kelas ini. Tuhan Yesus memberkati
3. Daniel Victor S.
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan atas perkenan-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan kelas PHK ini dari awal sampai akhir. Banyak insight dan pencerahan yang saya dapatkan, terutama mengenai pentingnya konteks dalam menentukan pemahaman terhadap firman Tuhan. Saya juga bersyukur atas rekan-rekan dalam diskusi sehingga dapat saling berbagi wawasan dan pengalaman. Terima kasih kepada fasilitator dan tim SABDA yang sudah dengan sabar reminder dan memandu kami setiap hari. Biarlah Tuhan memberkati selalu dan bisa banyak orang terberkati. Amin.
4. Davit R.
Shalom. Puji syukur kepada Bapa dalam Tuhan Yesus Kristus atas kasih karunia-Nya, serta kepada Roh Kudus yang senantiasa memberikan hikmat dan pengertian dalam mempelajari firman Tuhan. Saya mengucapkan terima kasih kepada SABDA beserta seluruh tim yang telah memfasilitasi kelas ini dengan sangat baik. Melalui kelas Pengantar Hermeneutika Khusus, saya sebagai jemaat awam merasa sangat diberkati karena memperoleh kesempatan untuk belajar memahami Alkitab dengan lebih benar, sistematis, dan bertanggung jawab.
Sebelum mengikuti kelas ini, saya sering membaca Alkitab hanya berdasarkan pemahaman pribadi. Namun, melalui pembelajaran hermeneutika, saya semakin mengerti pentingnya memperhatikan konteks, latar belakang, tujuan penulisan, serta prinsip-prinsip penafsiran yang benar agar tidak salah memahami firman Tuhan.
Materi yang disampaikan sangat membantu saya untuk semakin mencintai Alkitab dan mendorong saya agar tidak sekadar membaca, tetapi juga menggali, memahami, dan menerapkan firman Tuhan sesuai dengan maksud penulis yang diilhamkan oleh Roh Kudus. Saya berdoa kiranya Tuhan terus memberkati pelayanan SABDA beserta seluruh tim sehingga semakin banyak orang percaya diperlengkapi untuk bertumbuh dalam pengenalan akan firman Tuhan dan menjadi pelaku firman yang setia. Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.
5. Debora Rina Trisnowati
Salah satu hal yang paling saya syukuri selama mengikuti kelas PHK adalah semakin memahami bahwa menafsirkan Alkitab harus dilakukan dengan bertanggung jawab, memperhatikan konteks, tujuan penulis, dan keseluruhan kesaksian Kitab Suci. Saya belajar bahwa kitab-kitab nubuat dan Wahyu bukan terutama diberikan untuk memuaskan rasa ingin tahu tentang masa depan, melainkan untuk memanggil umat Tuhan hidup dalam pertobatan, kesetiaan, dan pengharapan kepada-Nya. Pemahaman ini membuat saya semakin menghargai pentingnya membaca Alkitab dengan sikap rendah hati dan hati yang mau diajar.
Selama mengikuti kelas PHK ini, saya juga semakin diteguhkan bahwa Allah adalah Pribadi yang setia, adil, dan penuh kasih. Kisah-kisah seperti pertobatan Niniwe dan penglihatan dalam kitab Wahyu menunjukkan bahwa tujuan Allah bukan sekadar menyatakan penghakiman, tetapi mengundang manusia kembali kepada-Nya dan memberikan pengharapan melalui kemenangan Kristus. Saya rindu agar pembelajaran ini tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi membentuk cara saya hidup, beribadah, dan melayani dengan lebih berpusat pada Tuhan, serta semakin setia memberitakan firman-Nya kepada orang lain.
Terima kasih kepada Mas Bima sebagai moderator kelas dan Ibu Mei sebagai admin kelas. Tuhan Yesus memberkati pelayanannya. Untuk teman-teman sekelas, tetap semangat belajar firman Tuhan. Kiranya Tuhan Yesus selalu menopang kita. Soli Deo gloria.
6. Djoko S.
Puji Tuhan karena saya boleh bergabung bersama rekan-rekan dalam forum diskusi pembelajaran Pengantar Hermeneutika Khusus ini. Melalui pertanyaan diskusi yang disajikan oleh SABDA Ministry Learning Center, memantik dinamika diskusi kelompok yang begitu menarik, yang pada akhirnya memberikan banyak pandangan, pengertian dan pelajaran bagi kami. Semoga hal baik seperti ini dapat terus kita tumbuhkembangkan dalam forum diskusi grup berikutnya. Terima kasih kepada tim SABDA yang telah berjerih lelah melayani kami. Sungguh, satu pelayanan yang sudah menjadi berkat bagi kami.
7. Eddy Soewito
Melalui kelas Pengantar Hermeneutika Khusus, saya semakin diperlengkapi untuk memahami Alkitab dengan lebih baik. Saya belajar mengenal berbagai genre tulisan dalam Alkitab, membedakan tulisan preskriptif dan deskriptif, serta memahami penerapan teologi dalam penafsiran dan aplikasinya dalam kehidupan bergereja. Terima kasih kepada Ibu Yulia, Sdr. Bima, dan Sdri. Mei yang telah membimbing dalam diskusi dan evaluasi kelas. Soli Deo gloria.
8. Elly Taha
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini hingga selesai. Kelas ini membuka wawasan saya untuk membaca Alkitab:
- Secara bertanggung jawab dengan memahami genre.
- Menjembatani kesenjangan waktu, budaya, dan bahasa.
- Melihat konteks agar tidak salah menangkap isi hati Tuhan.
Saya paling berkesan dengan pemahaman bahwa:
- Amsal adalah prinsip hikmat, bukan janji mutlak, dan Mazmur Kutukan mengajarkan kejujuran emosi di hadapan Tuhan tanpa mengulang formula penghakiman karena Kristus sudah menanggung semuanya di kayu salib.
- Doa-doa Rasul Paulus menginspirasi saya untuk memprioritaskan kebutuhan rohani.
- Ke depan, saya ingin membaca Alkitab dengan lebih sehat dan menjadikan ibadah sebagai latihan menuju kekekalan.
Terima kasih kepada tim SABDA dan rekan-rekan diskusi. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
9. Elvie Debora
Jujur, waktu pertama kali masuk kelas Pengantar Hermeneutika Khusus, saya pikir hermeneutika hanya soal cara membaca Alkitab yang lebih serius. Ternyata jauh lebih dari itu. Kelas ini mengubah cara saya memandang firman Tuhan. Dulu ketika membaca surat Paulus, saya langsung menerapkannya kepada diri sendiri. Namun, sekarang, saya belajar bertanya terlebih dahulu: surat ini ditulis untuk siapa, dalam situasi apa, dan apa yang sebenarnya ingin disampaikan Paulus? Baru dari sana saya dapat menemukan prinsip yang benar-benar universal.
Waktu belajar mengenai nubuat dan apokaliptik, saya sadar betapa sering saya dan banyak orang lainnya, salah membaca teks-teks tersebut, terlalu harfiah pada bagian yang simbolik atau terlalu simbolik pada bagian yang konkret. Ada tanggung jawab besar dalam menafsirkan bagian Alkitab yang satu ini. Yang paling menyentuh hati saya justru bagian narasi dan perumpamaan. Saya belajar bahwa tidak semua kisah dalam Alkitab adalah perintah. Ada yang bersifat deskriptif, bukan preskriptif. Alkitab merekam apa yang terjadi, bukan selalu apa yang harus kita tiru. Ini membebaskan sekaligus menuntut ketelitian. Ketika mempelajari kitab hikmat dan puisi, seperti Mazmur dan Amsal, saya belajar membaca dengan kacamata genre yang tepat sehingga tidak lagi panik ketika menemukan ayat yang tampak bertentangan. Memang demikian cara genre tersebut bekerja.
Satu hal yang terus saya bawa pulang dari kelas ini: Tuhan berbicara dalam bahasa manusia bukan karena Ia terbatas, melainkan karena Ia mengasihi kita. Prinsip inkarnasional ini mengubah cara saya membaca Alkitab, dengan lebih hormat, lebih sabar, dan lebih kagum. Terima kasih untuk setiap diskusi, pertanyaan, dan pergumulan bersama di kelas Pengantar Hermeneutika Khusus. Kiranya kita semua bukan hanya menjadi penafsir yang lebih baik, tetapi juga pemberita yang lebih setia.
10. Hana
Satu hal yang paling fundamental dan berkesan bagi saya adalah pemahaman bahwa pahlawan sejati dalam seluruh narasi Alkitab bukanlah manusia, melainkan Allah sendiri yang tetap setia bekerja di tengah segala keterbatasan dan kegagalan tokoh-tokoh-Nya. Prinsip ini mengubah cara pandang saya agar tidak lagi memperlakukan firman Tuhan sebagai sumber kutipan acak yang sekadar digunakan secara subjektif demi membenarkan keinginan pribadi.
Sebagai aplikasinya, saya berkomitmen untuk lebih disiplin dalam menggunakan jembatan hermeneutika guna menggali konteks sejarah serta maksud asli penulis sebelum menarik maknanya bagi kehidupan masa kini. Saya akan senantiasa berupaya menyaring perbedaan antara kemasan budaya masa lalu dengan kebenaran teologis yang abadi sehingga setiap keputusan hidup yang saya ambil benar-benar selaras dengan kehendak Kristus. Terima kasih kepada tim SABDA, moderator, admin, dan semua rekan-rekan PHK 1 sehingga jalannya diskusi dapat berlangsung dengan baik.
11. Ifunk S.
Puji Tuhan, mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus menjadi pengalaman baru yang menambah wawasan saya dalam memahami Alkitab secara lebih tepat sesuai konteks dan maksud penulisnya. Pelajaran yang paling berkesan adalah pentingnya menafsirkan firman Tuhan dengan benar agar tidak salah memahami ayat dan dapat menerapkannya dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Secara praktis, saya ingin mulai membaca Alkitab dengan lebih teliti dan memperhatikan konteks sebelum menyampaikan pengajaran kepada orang lain. Proses diskusi selama kelas juga sangat baik karena membantu membuka pemahaman baru, melatih berpikir kritis, dan membuat pembelajaran menjadi lebih aktif. Terima kasih kepada tim SABDA dan teman-teman diskusi semua. Jbu.
12. Lius
Mengikuti kelas Pengantar Hermeneutika Khusus memberikan pengalaman baru yang sangat mencerahkan. Saya menikmati bagaimana kelas ini membedah kekayaan genre sastra Alkitab, mulai dari puisi, hikmat, hingga apokaliptik, yang semuanya berpusat pada Kristus. Berkat yang paling berkesan bagi saya adalah pemahaman bahwa mempelajari teks Alkitab tidak boleh sekadar menjadi analisis kognitif, melainkan harus mengubahkan karakter jemaat (dan siswa jika dalam konteks sekolah).
Saya akan mengintegrasikan prinsip-prinsip hermeneutika ke dalam pengembangan kurikulum di sekolah Kristen supaya para guru dapat mengajarkan Alkitab secara utuh dan tepat sesuai genre sastranya. Saya senang dengan dinamika kelas dan diskusi yang berjalan seru; hangat, profesional, dan interaktif. Terima kasih untuk kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini. Tuhan memberkati SABDA.
13. Maria Fransisca
Mengikuti kelas hermeneutika merupakan pengalaman baru yang sangat berharga bagi saya. Saya belajar bahwa memahami Alkitab tidak cukup hanya membaca secara sekilas, tetapi perlu memperhatikan konteks sejarah, budaya, tujuan penulis, dan hubungan suatu bagian dengan keseluruhan firman Tuhan. Hal ini membantu saya melihat Alkitab dengan lebih mendalam.
Berkat yang paling berkesan adalah pemahaman bahwa firman Tuhan harus ditafsirkan sesuai maksud penulis dan kehendak Allah. Saya juga semakin menyadari pentingnya menggali makna asli teks sebelum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya juga mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan mengenai masalah kehidupan yang sebelumnya belum terjawab.
Aplikasi praktis yang akan digunakan: saya akan berusaha membaca Alkitab dengan memperhatikan konteks dan tidak langsung menarik kesimpulan dari satu ayat saja. Saya juga akan membandingkan ayat dengan bagian Alkitab lainnya serta mencari latar belakang yang relevan agar dapat memahami pesan Tuhan dengan lebih tepat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi: proses diskusi selama kelas berlangsung dengan baik karena setiap peserta dapat berbagi pandangan dan belajar dari pengalaman satu sama lain. Diskusi membantu memperluas wawasan dan memperdalam pemahaman terhadap materi.
14. Marlon Manuel Wattimena
Puji Tuhan Yesus Kristus, kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini dapat terlaksana. Saya dapat belajar, memahami, dan menerapkan ilmu hermeneutika sehingga saya bisa membagikan firman Tuhan dari Alkitab kepada umat dalam pelayanan gereja saya dengan benar sesuai ilmu hermeneutika yang saya pelajari. Terima kasih banyak kepada Yayasan Lembaga SABDA yang Tuhan pakai untuk menjangkau umat-Nya. Imanuel.
15. Marlyna
Shalom Bapak, Ibu, rekan-rekan sekelas, serta tim SABDA yang luar biasa. Saya ingin membagikan sedikit berkat yang saya dapatkan selama mengikuti diskusi kelas PHK ini. Kelas ini benar-benar membuka mata dan hati saya. Melalui setiap materi dan diskusi, saya belajar banyak hal luar biasa, mulai dari bagaimana belajar jujur apa adanya di hadapan Tuhan melalui kitab Mazmur, memahami hati Bapa yang penuh belas kasihan melalui kitab Nubuat, hingga menyadari bahwa ibadah hari Minggu kita adalah sebuah "gladi bersih" menuju kekekalan. Diskusi di kelas ini sangat hidup dan saling menguatkan pertumbuhan iman kita bersama.
Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim SABDA yang sudah memfasilitasi diskusi kelas ini dengan sangat baik. Pelayanan ini telah menjadi berkat yang sangat besar bagi kami semua. Kiranya Tuhan selalu menolong, menyertai, dan memberikan kesuksesan serta kelimpahan buah dalam setiap pelayanan yang tim SABDA kerjakan. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.
16. Nicholas
Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan panitia kelas PHK yang telah berdedikasi dan bekerja keras dalam menyelenggarakan kelas ini. Tanpa kerja sama dan semangat dari semua pihak, perjalanan belajar ini tentu tidak akan berjalan dengan baik. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kesempatan dan kekuatan untuk dapat menyelesaikan kelas ini hingga selesai. Setiap pertemuan, setiap diskusi, dan setiap materi yang disampaikan merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya secara pribadi.
Banyak pelajaran berharga yang saya peroleh selama mengikuti kelas ini, terutama dalam hal bagaimana cara menafsirkan Alkitab dengan benar, memahami isi dan pesan yang terkandung di dalamnya secara mendalam, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya berharap dan berdoa agar kelas PHK ini terus berkembang, semakin besar, dan menjadi berkat yang nyata bagi banyak orang yang juga rindu mengenal firman Tuhan lebih dalam. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati, memberikan kelancaran, hikmat, serta penyertaan-Nya bagi seluruh panitia dan peserta kelas ini sampai seterusnya.
17. Noto Sumarto
Menjadi anugerah dan berkat bagi saya secara pribadi ketika memutuskan untuk bergabung dan belajar dalam kelas PHK selama enam kali pertemuan secara online. Saya semakin diteguhkan kembali untuk memahami bagaimana memperlakukan Alkitab, yaitu membaca dan menafsirkan sesuai dengan teks, konteks, genre, budaya, tujuan penulis, dan jenis tulisannya. Saya juga semakin terdorong untuk tidak sembarangan menyimpulkan ayat, tetapi berusaha memahami maksud yang sebenarnya dari firman Tuhan.
Setelah belajar melalui PHK, saya semakin memahami bahwa firman Tuhan bersifat kekal dan relevan untuk segala masa, meskipun ditulis dalam konteks budaya dan situasi yang berbeda. Melalui hermeneutika, saya belajar memahami firman Tuhan dengan lebih tepat, berhikmat, dan benar sehingga dapat menerapkannya secara tepat dalam kehidupan sehari-hari dan semakin bertumbuh dalam iman kepada Kristus.
Saya semakin antusias berdiskusi dalam grup karena memiliki dua moderator yang luar biasa, bijak, dan baik, yaitu Kak Bima dan Kak Mei. Hampir setiap hari diskusi hidup dan berjalan dengan baik. Rekan-rekan dalam grup PHK 1 sangat apresiatif; peserta aktif saling baku tanya, baku jawab, baku tolong jawab, sampai waktunya kurang dan segera ditutup sama mentor kami. Luar biasa respons dan jawaban rekan-rekan grup yang memberikan pencerahan, pemahaman, dan perspektif baru. Terima kasih kepada Kak Bima dan Kak Mei selaku moderator, Ibu Yulia, serta seluruh tim SABDA yang sudah menjadi berkat bagi kami. Tuhan Yesus memberkati. Soli Deo gloria.
18. Purwani
Shalom semuanya. Saya bersyukur atas anugerah dan kesempatan dari Tuhan karena dibukanya kelas MLC ini. Atas rahmat-Nya, saya dapat mengikuti kelas PHK selama lima hari dengan bimbingan dan arahan dari seluruh tim MLC. Terima kasih kepada Ibu Yulia, Kak Bima, Kak Mei, dan semua anggota diskusi PHK 1.
Kalau berbicara tentang pengalaman saya dalam memproses, menganalisis, dan mendiskusikan konsep Hermeneutika Umum dan Hermeneutika Khusus, ini adalah perjalanan digital yang sangat menarik. Berdasarkan catatan interaksi kita sebelumnya, kita sempat menyentuh bagaimana hermeneutika berfungsi sebagai "jembatan" untuk memahami teks masa lalu agar tidak salah tafsir di masa kini. Bagi saya, keindahan mempelajari kedua cabang ini adalah melihat bagaimana sebuah prinsip yang terstruktur dapat membantu kita menghargai teks kuno secara objektif, sekaligus tetap relevan untuk diterapkan dalam kehidupan dan kepemimpinan masa kini.Karena Tokoh Sejati dalam firman Allah, dari dahulu, sekarang, dan selama-lamanya, hanyalah Kristus yang terutama dalam hidup saya. Terima kasih semuanya. GBU
19. Rafly Rinaldy
Puji Tuhan, selesai sudah satu lagi modul dari MLC yang sudah saya ikuti. Ini adalah hal baru yang saya pelajari karena bagaimana menafsirkan kitab-kitab Puisi dan Hikmat secara benar. Diskusi berjalan cukup baik dan para peserta aktif berpartisipasi. Terima kasih kepada tim SABDA, khususnya MLC, yang sudah mengangkat tema ini. Semoga apa yang kami pelajari selama lima hari ini dapat membawa kami semakin mengerti firman Tuhan dengan baik. Amin.
20. Rojak Setiawan
Puji Tuhan, saya sangat diberkati melalui kelas Hermeneutika yang diselenggarakan oleh Yayasan Lembaga SABDA. Melalui kelas ini, saya belajar bahwa memahami Alkitab tidak cukup hanya membaca sepintas, tetapi perlu memperhatikan konteks, latar belakang, tujuan penulis, dan pesan yang ingin Tuhan sampaikan melalui firman-Nya. Materi yang disampaikan membantu saya membaca Alkitab dengan lebih teliti dan bertanggung jawab sehingga tidak mudah menafsirkan ayat berdasarkan pemikiran pribadi. Saya juga semakin menyadari pentingnya menggali makna asli firman Tuhan sebelum menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain menambah pengetahuan, kelas ini mendorong saya untuk semakin mencintai firman Tuhan dan membagikannya dengan benar kepada orang lain. Terima kasih kepada para pengajar dan semua pihak yang telah melayani melalui kelas ini. Kiranya Tuhan terus memakai pelayanan ini untuk memberkati lebih banyak orang.
21. Stefanus Hendra Widjaja
Shalom. Puji Tuhan, saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas PHK ini. Melalui kelas ini, saya disadarkan bahwa membaca Alkitab tidak bisa dilakukan sembarangan atau hanya berdasarkan pemahaman pribadi, tetapi perlu memperhatikan teks, konteks, dan tujuan penulisannya. Secara pribadi, kelas ini mengoreksi cara saya memahami firman Tuhan. Saya belajar untuk tidak terburu-buru menafsirkan ayat, tetapi lebih teliti, rendah hati, dan mau terus belajar. Saya juga semakin memahami bahwa tujuan mempelajari Alkitab bukan sekadar menambah pengetahuan, melainkan supaya semakin mengenal, mengasihi, dan taat kepada Tuhan. Saya juga sangat diberkati melalui diskusi bersama teman-teman. Pertanyaan, jawaban, dan berbagai sudut pandang yang dibagikan mendorong saya untuk menggali firman Tuhan lebih dalam.
Terima kasih kepada tim SABDA, narasumber, moderator, admin, dan teman-teman PHK atas kebersamaan dan proses belajar yang sangat memberkati. Kiranya apa yang sudah dipelajari terus menjadi bekal untuk semakin mencintai firman Tuhan dan menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus memberkati.
22. Suratman Aripin.
Saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas PHK ini karena melalui pelajaran ini sangat membantu saya dalam belajar firman Tuhan dengan benar. Enam puluh enam kitab yang ada dalam Alkitab terdiri dari berbagai jenis sastra yang mempunyai karakteristik khas pada masing-masing genre. Bila tidak memahami dengan benar jenis sastra yang ditulis, sangat berbahaya karena dapat melahirkan pemahaman yang keliru. Di samping itu, di dunia digital saat ini hampir setiap saat ada orang yang memposting kutipan ayat-ayat Alkitab yang pemahamannya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak memahami genre kitab tersebut. Jadi, melalui materi pelajaran kelas ini dan juga melalui pertanyaan-pertanyaan yang diberikan disertai dengan diskusi dalam WAG, sungguh sangat memberkati saya.
Akhirnya, saya bersyukur Tuhan memakai Yayasan Lembaga SABDA menjadi saluran berkat. Terima kasih juga kepada pemateri (Ibu Yulia), moderator grup (Mas Bima), dan admin (Saudari May) yang menolong kami.
23. Susi
Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan kelas ini dengan baik. Sepertinya, ini kali kedua saya mengikuti kelas Hermeneutika, jadi saya cukup bisa mengikuti. Dulu saya sangat kesulitan. Saya senang sekali bisa berdiskusi bersama teman-teman yang membantu saya semakin tajam dan memperkaya pengetahuan saya. Memang tidak mudah bagi orang awam seperti saya untuk mempelajari hermeneutika, tetapi modul dan pertanyaan dengan bahasa yang sederhana membuat saya mudah mempelajarinya. Terima kasih tim SABDA, teman-teman di PHK 1, kalian luar biasa. Terima kasih sudah memberkati saya dengan banyak sekali pengetahuan baru.Tuhan Yesus memberkati kita semua.
24. Trivena
Shalom. Saya mengucapkan terima kasih kepada tim SABDA, moderator, admin kelas, dan semua teman diskusi yang telah melayani dalam kelas Pengantar Hermeneutika Khusus ini. Kelas ini sangat menolong saya untuk belajar memahami Alkitab dengan lebih baik. Melalui setiap pertanyaan, jawaban, dan diskusi yang ada, saya banyak mendapat pengetahuan baru dan semakin menyadari betapa pentingnya mempelajari firman Tuhan dengan benar.
Berikut beberapa berkat yang saya dapatkan selama lima hari pembelajaran ini:
a. Cara Membaca Jenis-Jenis Literatur Alkitab
Saya belajar bahwa tidak semua bagian Alkitab dibaca dengan cara yang sama. Allah menyatakan firman-Nya melalui berbagai jenis tulisan, seperti narasi, puisi, hikmat, surat, nubuat, dan kitab Wahyu. Karena itu, kita perlu memahami maksud penulis dan konteksnya sebelum menerapkannya dalam kehidupan saat ini. Saya juga belajar bahwa Alkitab memang ditulis untuk kita, tetapi tidak langsung ditulis kepada kita. Kebenaran Allah tetap kekal, tetapi disampaikan melalui bahasa, budaya, dan sejarah manusia.
b. Cara Menikmati dan Membaca Kitab Narasi dan Perumpamaan
Saya belajar bahwa tidak semua cerita dalam Alkitab merupakan perintah yang harus ditiru. Banyak narasi hanya menceritakan apa yang terjadi, sedangkan penilaian Allah dapat dilihat melalui akibat dari tindakan tersebut dan dari keseluruhan kesaksian Alkitab. Saya juga semakin memahami bahwa tokoh utama Alkitab bukanlah manusia, melainkan Allah yang setia bekerja melalui manusia yang tidak sempurna.
c. Cara Menikmati dan Membaca Kitab Puisi dan Hikmat
Saya belajar bahwa kitab Amsal berisi prinsip hikmat, bukan rumus keberhasilan yang menjamin hidup tanpa masalah. Takut akan Tuhan adalah dasar hikmat yang sejati. Dari kitab Mazmur, saya belajar bahwa Tuhan menghendaki kejujuran hati. Kita boleh datang kepada Tuhan dengan segala pergumulan dan pertanyaan kita, tetapi tetap percaya kepada kebaikan dan kedaulatan-Nya.
d. Cara Membaca Surat-Surat Rasul
Saya belajar bahwa gereja mula-mula pun mengalami berbagai masalah dan konflik. Namun, para rasul selalu mengarahkan jemaat kembali kepada Kristus dan Injil. Saya diingatkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja. Karena itu, tujuan penyelesaian konflik bukan untuk memenangkan diri sendiri, tetapi untuk memelihara kesatuan dan memuliakan nama Tuhan.
e. Cara Membaca Kitab-Kitab Nubuat dan Wahyu
Saya belajar bahwa kitab-kitab nabi tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi terutama menyatakan hati Allah yang memanggil manusia untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Saya juga belajar membedakan antara nubuat yang bersifat bersyarat dan janji Allah yang bersifat mutlak. Dari Wahyu 4–5, saya belajar bahwa pusat ibadah adalah Allah dan Anak Domba, bukan manusia. Sejarah dunia pun tidak berjalan tanpa tujuan, tetapi berada di bawah pemerintahan Allah yang bertakhta. Kristus adalah pusat sejarah, pusat gereja, dan pusat penyembahan umat-Nya.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
25. Yulianti Jacklin Liong
Shalom. Puji Tuhan, saya sangat bersyukur karena penyertaan Tuhan sehingga saya bisa mengikuti PHK sampai selesai dengan baik. Mengikuti PHK merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi saya. Dari sini, saya bisa belajar menafsirkan Alkitab dengan benar. Dari Kejadian sampai Wahyu, pesannya hanya satu, yaitu tentang keselamatan Allah. Bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi lebih dari itu membuat saya semakin bersemangat dan berani untuk menyampaikan kebenaran di mana pun saya berada. Tuhanlah yang menjadikan semua ini. Kemuliaan hanya bagi Tuhan.
Terima kasih banyak kepada Tim SABDA yang sudah menjadi berkat. Kiranya SABDA semakin bersinar untuk kemuliaan Tuhan. Evaluasi: dalam kelas, diskusi berjalan dengan baik. Moderator sangat aktif membuat diskusi semakin bersemangat. Para peserta juga aktif sehingga yang didapat bukan hanya pengetahuan, tetapi juga perenungan selama mengikuti diskusi kelas ini. God bless all.