- Agus Prasetyo
Puji Tuhan bisa turut belajar dalam diskusi Pembimbing emaja Kristen (PRK) sampai selesai. Banyak hal baru yang didapat, baik dari segi wawasan maupun ide pengelolaan kegiatan Remaja Kristen. Kesediaan ruang bagi remaja sangat penting supaya mereka bisa diterima seutuhnya dan kita bisa menolong para remaja ini. Terima kasih tim SABDA yang luar biasa, admin juga moderator yang hebat sehingga memudahkan dalam diskusi PRK ini. Juga teman-teman diskusi yang luar biasa yang sangat memberi wawasan dengan berbagai pendapatnya. Kiranya semua peserta kelas PRK bisa semakin maju membawa remaja yang cinta Tuhan. Terima kasih. Tuhan memberkati.
- Ana Yandayu
Puji Tuhan, saya bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kelas PRK dan ini pertama kalinya. Awalnya, ragu-ragu mau ikut kelas ini. Pikir saya, bisa atau tidak, ya? Namun, puji Tuhan, setelah mengikuti, walau kurang maksimal, bisa. Bersyukur, Tuhan memampukan. Pelajaran yang berkesan. Semua pelajaran berkesan, tetapi yang paling berkesan adalah pelajaran 1 karena itu basic/dasarnya dan pelajaran yang lain melengkapi. Tambahan pula, jawaban diskusi kelompok memperkaya/menambah berkat tersendiri.
Langkah praktis yang akan dilakukan: saya akan sharing tentang kelas PRK yang sudah saya ikuti. Saya juga akan sharing materi yang sudah saya terima kepada panitia gereja dan membicarakan rencana selanjutnya (aplikasinya bagi pelayanan remaja gereja). Evaluasi diskusi. Jujur, saya lebih suka kalau diskusinya dengan cara bicara langsung daripada ditulis. Namun, semua jawaban peserta sangat baik, memperkaya ilmu dan "modal" untuk pelayanan ke depannya. Terima kasih untuk tim SABDA dan semua pihak yang sudah mempersiapkan kelas PRK dengan materi yang aktual dan kekinian, dengan dasar pengajaran firman Tuhan yang kuat. Tuhan Yesus memberkati.
- Anil Dawan
Bersyukur bisa mengikuti kelas PRK meskipun di tengah kesibukan tugas dan tanggung jawab. Semua karena didorong karena remaja adalah bagian dari gambar Allah yang berharga dan harus dikasihi, disayangi, dan diasuh dalam kasih Tuhan yang tulus. Saya pernah menjadi guru Sekolah Minggu dan pembimbing remaja 10–25 tahun lalu. Dan, saat melihat sendiri buahnya, sebagian dari mereka menjadi manusia-manusia dewasa yang terus memelihara iman dan beberapa menjadi pendeta, dokter, ataupun profesi lainnya.
Semua materi di PRK saya aminkan sebagai materi yang lengkap, sangat bermanfaat, dan holistik karena mendasari dengan dasar iman, mengembangkan dalam karakter, serta merespons studi-studi kasus kekinian dengan konteks AI dan kemajuan teknologi generasi digital. Pola dan makna dari materi ini adalah pembentukan yang berguna bagi remaja dan memperlengkapi pembimbing.
Zaman berubah, tetapi prinsip-prinsip pelayanan dan pendampingan remaja tidak berubah. Terima kasih untuk SABDA dan juga rekan-rekan diskusi yang saya yakini akan menjadikan materi dan waktu belajar bersama ini bukan sekadar pengetahuan belaka, melainkan sebagai sumber yang kaya yang harus dipraktikkan karena pelayanan remaja biasanya "dianaktirikan" dalam gereja. Tidak ada yang mau menyentuh atau sedikit saja yang mau peduli. Mari kita jadikan wake-up call bersama. Layanilah remaja selayaknya mereka adalah murid Tuhan Yesus yang juga perlu kita muridkan. Salam sehat selalu. Tuhan Yesus memberkati.
- Demsi Ratag
Shalom semuanya. Terima kasih untuk waktu dan semua yang boleh disampaikan. Materi-materi yang diberikan sungguh sangat memberkati. Ini kali pertama bergabung mengikuti kelas ini dan banyak hal boleh didapat dan dipelajari, saya sebagai salah satu pembimbing remaja di gereja kami. Banyak yang sangat kurang dalam pembimbingan dan pelatihan bagi remaja kami, yang kami sadari. Namun, bersyukur mendapat kesempatan untuk belajar bersama dengan Bapak/Ibu dan tim SABDA yang ada. Karena melalui ini, saya boleh belajar dan mengetahui apa dan bagaimana untuk menghadapi remaja saat ini dan masalah-masalah yang sedang kami hadapi.
Oleh karena itu, melalui kelas ini, sekali lagi terima kasih untuk tim, khususnya yang membuka kesempatan bagi kami semua untuk dapat belajar dan juga merefleksikan kekurangan diri kami sebagai pembimbing. Dan, dari segala teknis pelaksanaan sudah baik, komunikasi sudah sangat baik karena memperhatikan setiap kami anggota jika ada yang tidak aktif atau lupa, dan sebagainya, untuk diingatkan. Jadi, luar biasa dan terus semangat semuanya. Tuhan memberkati semua pelayanan tim SABDA.
- Estheria Kurnia
Terima kasih untuk setiap materi dan diskusi yang sangat menarik. Bagi saya, materi maupun diskusi memperlengkapi saya untuk mengenal lebih lagi kebutuhan remaja dan lebih dalam melihat remaja dengan masalah-masalahnya secara kontekstual sehingga sebagai pembina remaja dapat membantu remaja untuk bertumbuh dalam iman. Diskusi dikemas menarik dengan pertanyaan-pertanyaan masalah yang menuntun kepada solusi yang nyata sehingga diskusi menjadi menarik dan mendapatkan jawaban dari berbagai sudut pandang yang baru. Terima kasih untuk setiap pelayan Tuhan yang terlibat. Tuhan memberkati.
- Hendri Tjai
Saya mengucap syukur dan berterima kasih mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kelas PRK ini. Saya juga berterima kasih kepada semua Bapak dan Ibu dari tim SABDA, serta Bapak dan Ibu peserta lainnya. Dengan adanya kelas ini, saya boleh belajar dan membuka wawasan baru dalam membimbing dan memahami lebih dalam cara pendekatan ke anak-anak remaja sekarang, di mana tidak bisa dipungkiri zaman sekarang anak-anak banyak tergantung ke gadget, baik itu game dan media sosial. Dan, di sini merupakan tugas kita untuk boleh lebih memahami dan mendekat dengan mereka, agar terbentuk pola pikir yang benar dalam menggunakan gadget dan teknologi.
Akhir kata, saya minta maaf apabila dalam pelaksanaan PRK ini ada salah tutur kata dari saya. Semoga kita semua boleh terus bertumbuh dalam Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Ivan Octanius
Puji Tuhan, saya sangat bersyukur dapat mengikuti kelas Pembimbing Remaja Kristen (PRK). Selama lima hari pembelajaran, saya memperoleh banyak wawasan baru mengenai tantangan pelayanan remaja pada era digital dan AI. Yang paling berkesan bagi saya adalah pentingnya membangun worldview alkitabiah, menolong remaja menemukan identitasnya sebagai Imago Dei yang berharga dalam Kristus, serta memahami bahwa AI hanyalah alat bantu yang tidak dapat menggantikan relasi dengan Tuhan maupun komunitas orang percaya. Saya juga semakin memahami bahwa seorang pembimbing dipanggil bukan sekadar mengajar, tetapi hadir, mendengar, membangun kepercayaan, dan memuridkan remaja dengan kasih, kebenaran, serta integritas hidup.
Melalui kelas ini, saya terdorong untuk lebih mempersiapkan diri menjadi pembimbing yang terus bertumbuh dalam karakter Kristus, menggunakan teknologi secara bijaksana, serta membangun relasi yang hangat dan autentik dengan remaja. Saya juga berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip yang telah dipelajari dalam pelayanan, khususnya melalui kelompok kecil, pendampingan yang konsisten, dan pengajaran firman Tuhan yang relevan bagi kehidupan remaja masa kini. Proses diskusi di kelas sangat membangun karena setiap peserta saling menghargai, berbagi pengalaman pelayanan, dan memperkaya pemahaman melalui berbagai sudut pandang yang tetap berlandaskan firman Tuhan.
Terima kasih kepada tim SABDA, Kak Roma sebagai moderator, Kak Mei sebagai admin, dan seluruh peserta PRK 2 (malam) yang telah menciptakan suasana belajar yang interaktif, hangat, dan memberkati. Kiranya Tuhan terus memakai kita semua untuk memuridkan generasi muda bagi kemuliaan-Nya.
- Ine Chyntia
Shalom. Saya sangat terberkati atas program PRK. Ini kali pertama saya mengikuti kelas tim SABDA. Terima kasih sebesar-besarnya kepada tim SABDA, mentor, admin, dan rekan-rekan peserta atas pelatihan yang luar biasa ini. Melalui materi Pelajaran 1–5, saya sangat diberkati karena sudah dibekali untuk menjadi mentor spiritual yang menyediakan ruang aman, mentor yang membantu remaja menemukan identitas yang kuat dalam Kristus di tengah arus digital, serta melatih mereka mandiri merenungkan firman Tuhan. Terima kasih juga untuk setiap sharing pengalaman yang sangat memperkaya dalam kelompok, khususnya untuk kelompok PRK 2 – kelas malam.
Harapan saya, semoga kita semua sebagai pembimbing maupun calon pembimbing diberikan kesabaran dan urapan Roh Kudus untuk menjadi teladan nyata yang menuntun generasi muda bertumbuh dewasa dalam Tuhan, khususnya dalam menghadapi perkembangan digital/AI sekarang. Mari untuk tetap semangat terus dalam pelayanan kita. Tuhan Yesus memberkati!
- Jance
Mengikuti kelas PRK ini menjadi pengalaman baru yang sangat memperkaya cara pandang saya, terutama dalam memahami dinamika dunia remaja yang semakin kompleks pada era digital. Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah Pelajaran 5, di mana saya belajar menjadi pembimbing yang diperkenan Allah, yang berarti berani menunjukkan empati yang tulus saat remaja bergumul dengan adiksi, serta memahami bahwa disiplin rohani tradisional, seperti saat teduh, justru menjadi "penawar" yang sangat dibutuhkan di tengah budaya video pendek (TikTok/Reels) yang serba instan. Demikian. Tuhan memberkati.
- Linna Kusuma Wati
Saya bukan pembimbing remaja, tetapi materi ini tetap relevan dengan pelayanan saya di Sekolah Minggu. Melalui pembelajaran kali ini, saya disadarkan betapa pentingnya posisi pembimbing remaja Kristen sebagai pentransfer iman. Walaupun bukan yang utama, tetapi justru penting untuk memanfaatkan setiap perjumpaan dengan anak-anak. Materi ini juga mendorong saya untuk berproses menjadi serupa Kristus, sembari melayani. Karena kehidupan guru juga "dilihat" anak-anak. Maka ketika melayani, tidak hanya pandai mengajar, tapi juga melakukan firman Tuhan sehingga guru dapat menjadi teladan bagi anak-anak. Terima kasih Kak Roma, Kak Mei, dan teman-teman PRK 2. Sampai bertemu di kelas MLC berikutnya. Tuhan memberkati.
- Lunu Missa
Puji Tuhan, saya bersyukur bisa mengikuti kelas PRK ini dengan baik sampai selesai. Saya belajar banyak, bukan hanya dari materi, tetapi juga dari setiap diskusi dan pengalaman teman-teman PRK. Yang paling berkesan bagi saya adalah bahwa pembimbing remaja Kristen dipanggil bukan menjadi "polisi moral", melainkan menjadi mentor yang penuh kasih, sabar mendampingi, dan menolong remaja terus bertumbuh dalam Kristus.
Melalui kelas ini, saya semakin terdorong untuk lebih banyak mendengar, membangun hubungan yang baik dengan remaja, dan menolong mereka bertumbuh melalui disiplin rohani secara bertahap. Terima kasih kepada para fasilitator dan semua teman-teman PRK yang sudah saling berbagi dan menguatkan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.
- Magdalena
Sudah kedua kali ikut, sangat bersyukur, dibekali dengan banyak masukan yang membuka wawasan, untuk meningkatkan pelayanan buat anak-anak remaja. Termasuk buat anak-anak saya yang Gen Z. Kiranya kita sendiri senantiasa meningkatkan keakraban kita dengan Tuhan, Sang Empunya anak-anak remaja, sehingga kita diberi kepekaan, apa dan bagaimana kita harus berkata-kata dan bersikap. Terutama agar telinga kita bisa sekaligus mendengar anak remaja dan suara Tuhan. Terima kasih, Kak Roma dan Kak Mei, atas perhatian dan pengertiannya. Semakin diberkati, ya, Kak. Saling mendoakan kita semua, Kak.
- Martina Zebua
Melalui PRK, mengingatkan saya bahwa peperangan rohani remaja yang paling berat zaman ini adalah ketika mereka sendirian bersama gawainya. Di saat tidak ada orang tua, pembimbing, atau teman yang melihat, justru di sanalah karakter dan iman mereka diuji. Era algoritma yang terus merebut perhatian, remaja kita membutuhkan pembimbing yang dapat mengajarkan mereka untuk menikmati keheningan bersama Tuhan melalui doa, pembacaan firman, dan saat teduh. Perlu ada disiplin rohani untuk membentuk karakter untuk serupa dengan karakter Kristus. Firman Tuhan mengingatkan, "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Ketika firman Tuhan memenuhi hati mereka setiap hari, mereka akan memiliki terang untuk mengambil keputusan yang benar, termasuk di dunia digital.
Dengan belajar PRK, saya berkomitmen untuk semangat dan setia membimbing anak remaja saya agar mereka bertumbuh menjadi murid Kristus yang tetap setia, baik di dunia nyata maupun di dunia digital. Memulai dari langkah-langkah kecil seperti: mendorong mereka membaca firman Tuhan setiap hari, berdoa dengan konsisten, dan memiliki sahabat rohani yang saling mengingatkan. Dengan pertolongan Roh Kudus, kiranya hal-hal ini dapat menjadi fondasi bagi kehidupan mereka yang diperkenan Allah di tengah tantangan zaman.
Terima kasih teman-teman grup untuk setiap diskusi yang menambah pemahaman kita. Terima kasih juga untuk seluruh tim SABDA yang menyediakan ruang belajar ini, moderator kelas, Kak Roma, yang terus memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mempertajam jalannya diskusi, dan Kak Mei yang terus semangat mengingatkan saya. Tuhan memberkati kita semua.
- Rian
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas penyertaan dan kasih-Nya sehingga saya berkesempatan mengikuti Kelas Diskusi "Pembimbing Remaja Kristen" (PRK) dari awal sampai akhir selama lima hari. Pengalaman ini menjadi salah satu kesempatan yang sangat berharga untuk belajar, bertumbuh, dan memperlengkapi diri dalam memahami pelayanan kepada remaja Kristen. Saya yakin dan percaya bahwa Tuhan memakai kelas ini sebagai sarana untuk membentuk hati, memperluas wawasan, dan mengingatkan kembali bahwa membimbing remaja bukan sekadar memberikan nasihat, tetapi juga menjadi teladan yang mencerminkan kasih Kristus.
Selama lima hari mengikuti diskusi ini, saya memperoleh beberapa pemahaman baru mengenai peran dan tanggung jawab seorang pembimbing remaja Kristen. Pada dasarnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja pada masa kini. Saya belajar bahwa seorang pembimbing itu tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan Alkitab yang baik, tetapi juga perlu memiliki hati yang penuh kasih, kesabaran, kemampuan mendengar, serta kepekaan terhadap kebutuhan remaja yang dibimbing.
Diskusi yang berlangsung setiap hari juga memberikan kesempatan bagi saya untuk melihat berbagai sudut pandang dari para peserta lainnya. Setiap pertanyaan, tanggapan, maupun pengalaman yang dibagikan memperkaya pemahaman saya tentang bagaimana menghadapi berbagai situasi dalam pelayanan remaja saat ini. Saya menyadari bahwa setiap pembimbing itu tentulah memiliki pengalaman yang berbeda dan semuanya dapat menjadi pelajaran yang berharga sehingga melalui kelas ini, saya semakin diteguhkan bahwa pelayanan kepada remaja itu merupakan panggilan yang memerlukan ketergantungan penuh kepada Tuhan. Hikmat, kasih, dan tuntunan Roh Kudus sangat diperlukan agar setiap pembimbing mampu menjadi sahabat, pendengar, sekaligus penuntun yang membawa remaja semakin mengenal Kristus dan bertumbuh dalam iman. Saya juga terdorong untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mempraktikkan setiap prinsip yang telah dipelajari dalam kehidupan maupun pelayanan selama ini.
Pada kesempatan ini, pertama saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) sebagai fasilitator Kelas Diskusi "Pembimbing Remaja Kristen" melalui tim MLC SABDA yang telah menyediakan wadah pembelajaran yang sangat bermanfaat, terarah, dan membangun. Kiranya Tuhan terus memberkati setiap pelayanan yang dilakukan sehingga semakin banyak orang diperlengkapi untuk melayani sesuai dengan kehendak-Nya. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada moderator Kelas Diskusi PRK 2 - Malam (Ibu Romauli) dan admin Kelas Diskusi PRK 2 - Malam (Ibu Mei) yang telah mendampingi, mengarahkan, serta mengelola jalannya diskusi dengan baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, nyaman, dan lancar hingga hari terakhir. Dedikasi dan pelayanan yang diberikan sungguh menjadi berkat bagi seluruh peserta. Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan peserta Kelas Diskusi PRK 2 - Malam atas setiap sharing, pertanyaan, dan tanggapan yang saling melengkapi. Melalui interaksi tersebut, saya memperoleh wawasan yang semakin luas mengenai pembimbing remaja Kristen dan semakin memahami pentingnya belajar bersama dalam komunitas orang percaya. Kiranya Tuhan Yesus terus memperlengkapi dan memakai kita semua menjadi pembimbing yang setia, berhikmat, dan menjadi saluran berkat bagi generasi muda sehingga nama Tuhan Yesus semakin dimuliakan. Amin.
- Simon Salasa
Mengikuti kelas PRK memberikan saya pemahaman baru tentang peran seorang pembimbing remaja Kristen. Saya belajar bahwa seorang pembimbing bukan hanya mengajar firman Tuhan, tetapi juga menjadi teladan, pendengar yang baik, dan mendampingi remaja dengan kasih. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah pentingnya membangun hubungan yang baik agar remaja dapat bertumbuh dalam iman. Setelah mengikuti kelas ini, saya ingin lebih peduli kepada orang lain dan menerapkan nilai-nilai kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi di kelas juga berjalan dengan baik karena setiap peserta dapat saling berbagi pengalaman dan pendapat. Terima kasih kepada tim SABDA, moderator, dan admin yang setia memberi arahan. Tuhan Yesus memberkati.
- Sola
Saya belajar bahwa tugas pembimbing bukan mengubah remaja, karena perubahan sejati adalah karya Tuhan. Kita perlu hadir dengan kasih dan berhikmat untuk membawa mereka semakin dekat kepada Kristus dengan berbagi kebenaran firman Allah. Pada era AI dan media sosial, semakin banyak tantangan dan pembimbing perlu membangun relasi yang nyata, yang menolong remaja menghidupi kebenaran.
Hal yang berkesan dalam pembelajaran materi adalah tentang batas. Belajar membangun hubungan yang penuh kasih sekaligus memiliki batas yang sehat. Di kelas juga diingatkan bahwa pembimbing yang baik bukan yang membuat remaja bergantung kepadanya, tetapi yang membawa mereka bergantung penuh hanya kepada Tuhan. Terima kasih untuk kelasnya, tim SABDA. Tuhan memberkati setiap pribadi yang turut aktif dalam pelayanan ini.
- Supriyono
Bersyukur atas pimpinan dan penyertaan Tuhan. Mengikuti Kelas Online "Pembimbing Remaja Kristen" (PRK) yang diselenggarakan oleh MLC SABDA merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Melalui kelas ini, saya semakin memahami bahwa menjadi pembimbing remaja bukan sekadar mengajar firman Tuhan atau memimpin persekutuan, tetapi hadir sebagai pendamping rohani yang membangun relasi, mendengarkan dengan empati, membimbing dengan kasih, serta menuntun remaja bertumbuh menjadi murid Kristus yang dewasa.
Pelajaran yang paling berkesan bagi saya adalah pentingnya keseimbangan antara kasih dan kebenaran dalam pelayanan kepada remaja. Seorang pembimbing dipanggil untuk menerima setiap remaja apa adanya tanpa menghakimi, tetapi tetap setia membawa mereka kepada kebenaran firman Tuhan. Saya juga belajar bahwa kerahasiaan, integritas, etika pelayanan, serta kemampuan mendengar secara aktif merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan dengan remaja. Pada era digital saat ini, pembimbing juga perlu memahami dunia yang dihadapi remaja sehingga dapat membimbing mereka secara relevan tanpa kehilangan dasar Alkitab.
Sebagai aplikasi praktis, saya berkomitmen untuk lebih membangun hubungan yang dekat dengan remaja melalui pendampingan pribadi, menyediakan waktu untuk mendengarkan pergumulan mereka, memperkuat pemuridan dalam kelompok kecil, serta mendorong mereka menggunakan teknologi dan media sosial secara bertanggung jawab demi kemuliaan Tuhan. Saya juga ingin terus memperlengkapi diri melalui belajar, membaca, dan mengikuti pelatihan agar pelayanan kepada remaja semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Proses diskusi selama kelas menurut saya sangat baik karena memberikan kesempatan bagi setiap peserta untuk saling berbagi pengalaman, bertanya, dan belajar dari berbagai latar belakang pelayanan. Beragam studi kasus yang dibahas membuat materi terasa nyata dan aplikatif. Ke depan, saya berharap waktu diskusi dapat lebih diperpanjang sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berdiskusi secara mendalam dan saling memperkaya pengalaman pelayanan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada MLC SABDA, moderator, Ibu Roma, dan admin, Kak Mei, atas pendampingan selama penyelenggaraan kelas ini. Kiranya Tuhan Yesus terus memakai pelayanan ini untuk memperlengkapi para pembimbing remaja Kristen sehingga semakin banyak generasi muda yang bertumbuh dalam iman, karakter, dan kasih kepada Kristus. Soli Deo gloria.
- Titik Kasih Herani
Shalom. Saya berterima kasih kepada SABDA yang telah mengadakan kelas PRK. Karena memang poin remaja dan pergumulannya sedang menjadi konsentrasi saya saat ini. Sebagai guru Sekolah Minggu yang sering mendapatkan jadwal mengajar di kelas remaja, kelas PRK ini menjadi panduan dan pedoman serta solusi-solusi yang diberikan. Saya mendapatkan pandangan baru yang menambah wawasan saya dan juga point of view dari Alkitab dalam memahami dunia remaja.
Terima kasih kepada rekan-rekan PRK 2. Saya mengikuti jawaban-jawaban dari teman-teman, semuanya bagus-bagus, tetapi saya tidak banyak menanggapi karena semuanya jawabannya bagus. Semoga kita semua bisa menjadi berkat untuk para remaja yang kita bina. Amin.
- Winny Gunawan
Puji Tuhan, melalui pembelajaran sebagai pembimbing remaja Kristen, saya semakin diteguhkan bahwa pelayanan kepada remaja bukan sekadar memberi nasihat, tetapi membangun relasi yang penuh kasih, empati, dan keteladanan hidup. Saya belajar bahwa remaja membutuhkan ruang aman untuk bertumbuh sebagai gambar Allah (Imago Dei), dan tugas kita adalah menolong mereka menemukan identitas sejati dalam Kristus. Saya bersyukur karena melalui diskusi dan materi mendapatkan banyak inspirasi praktis untuk mendampingi mereka dengan cara yang relevan pada era digital ini.
Terima kasih banyak kepada tim SABDA yang sudah menyediakan wadah pembelajaran yang kaya dan mendalam. Juga kepada teman-teman yang dengan tulus membagikan ilmu, pengalaman, dan kesaksian. Semua itu menjadi berkat besar, memperlengkapi saya dan kita semua untuk lebih siap melayani generasi muda dengan kasih Kristus. Kiranya Tuhan membalas segala jerih lelah dan pelayanan Bapak/Ibu semua, dan nama-Nya semakin dimuliakan melalui kehidupan remaja yang kita bimbing. Tuhan Yesus memberkati.
- Yanse Arfinando
Hal baru yang saya dapat selama mengikuti kelas PRK ini, antara lain: tentang karakteristik remaja (Gen Z dan Gen Alpha), apa itu phygital, kelelahan digital, dan doomscrolling. Sangat membantu untuk lebih memahami remaja. Aplikasi praktis yang akan saya lakukan adalah memandang remaja bukan saja sebagai masa depan gereja, tetapi juga sebagai masa kini gereja. Saya akan berupaya lebih melibatkan banyak remaja dalam pelayanan di gereja. Kebetulan saat ini saya dipercaya menjadi koordinator multimedia.
Proses diskusi berjalan lancar. Namun, tantangannya mengikuti jawaban seluruh peserta, karena bila 25 orang peserta menjawab 2 pertanyaan utama berarti ada 50 jawaban yang perlu diikuti/disimak. Apalagi kalau jawabannya panjang. Ditambah lagi, harus menanggapi dan menjawab pertanyaan peserta lain. Puji Tuhan, semuanya bisa diikuti. Kalau boleh saran, bila memungkinkan, 1 kelompok jumlahnya 10–15 orang sehingga interaksinya akan bisa lebih baik lagi. Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tim SABDA yang telah memberi kesempatan membuka kelas ini dan sabar mendampingi dalam prosesnya. Tuhan Yesus memberkati berlimpah-limpah.
- Yusnida Napitupulu
Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih-Nya, saya kembali berkesempatan mengikuti dari awal sampai akhir Kelas Diskusi "Pembimbing Remaja Kristen" (PRK) selama lima hari. Ini menjadi pembelajaran sangat berharga untuk memperlengkapi diri dalam memahami pelayanan kepada remaja Kristen. Terlebih saya sebagai Guru Pendidikan Agama Kristen, saya sungguh dibekali agar dapat menghadapi murid di sekolah. Kelas ini mengingatkan bahwa membimbing remaja pada era digital dengan kecanggihan AI menuntut pembimbing remaja Kristen juga mengerti teknologi digital tanpa menghilangkan "Imago Dei". Juga menjadi teladan yang mencerminkan kasih Kristus bagi anak remaja.
Diskusi yang dijalani 5 hari sangat menambah wawasan. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja pada masa kini. Modul yang diberikan sangat memperkaya ilmu membimbing remaja pada era digital ini. Saya sangat termotivasi mempelajarinya lagi setelah pembekalan ini. Kiranya Tuhan Yesus terus memperlengkapi dan memakai kita semua menjadi pembimbing yang berhikmat dan menjadi saluran berkat bagi generasi muda sehingga nama Tuhan Yesus dimuliakan. Terima kasih buat semua tim SABDA MLC atas pelayanannya. Dan, kepada Sahabat PRK, terima kasih kebersamaan kita dalam 5 hari. Salam.