PPB

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

REFERENSI 05 - LATAR BELAKANG RASUL PAULUS DAN SURAT-SURAT RASUL PAULUS

Nama Kursus : PENGANTAR PERJANJIAN BARU
Nama Pelajaran : Pelayanan Rasul Paulus Dan Surat-Surat Rasul Paulus
Kode Pelajaran : PPB-R05a

Referensi PPB-05a diambil dari:

Judul Buku : Dunia Perjanjian Baru
Pengarang : J.I Packer, Merrill C.Tenney, William White, Jr
Penerbit : Gandum Mas, Malang, 1993
Halaman : 173 - 176

REFERENSI 05 - LATAR BELAKANG RASUL PAULUS DAN SURAT-SURAT RASUL PAULUS

USAHA-USAHA MISI

Kristus telah mendirikan Gereja-Nya pada persimpangan jalan dunialama. Jalur-jalur perdagangan saat itu membawa para pedagang danutusan pemerintahan melalui Palestina, tempat mereka dapat mendengarInjil. Karena itu, di dalam Kisah Para Rasul kita membaca tentangpertobatan pejabat dari Roma (Kisah 10:1-48), Etiopia (Kisah 8:26-40),dan negeri-negeri lain.

Tidak lama setelah kematian Stefanus, gereja mulai melakukanusaha-usaha yang terencana untuk mengabarkan Injil kepada bangsa-bangsalain. Petrus mengunjungi kota-kota utama Palestina, memberitakan Injilkepada orang-orang Yahudi dan yang bukan Yahudi. Para rasul yang lainpergi mengunjungi Fenisia, Siprus, dan Antiokhia di Siria. Mendengarbahwa Injil telah diterima baik di daerah-daerah ini, gereja diYerusalem kemudian mengirimkan Barnabas untuk menyokong jemaat Kristenbaru di Antiokhia (Kisah 11:22-23). Barnabas kemudian pergi ke Tarsusuntuk menemui seorang pemuda yang baru bertobat yang bernama Saulus.Barnabas membawa Saulus kembali ke Antiokhia, dan mereka mengajarjemaat di sana selama lebih dari satu tahun (Kisah 11:26).

Seorang nabi yang bernama Agabus meramalkan bahwa Kekaisaran Romawiakan menderita kelaparan yang hebat di bawah pemerintahan KaisarClaudius. Kaisar Herodes Agripa terus menganiaya gereja di Yerusalem;ia telah membunuh Yakobus saudara Yesus, dan memasukkan Petrus kedalam penjara (Kisah 12:1-4). Karena itu, jemaat Kristen di Antiokhiamengumpulkan uang untuk dikirimkan kepada saudara-saudara mereka diYerusalem, dan mereka menitipkan bantuan itu pada Barnabas dan Saulus.Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem dengan membawa seorangpemuda bernama Yohanes Markus (Kisah 12:25).

Pada waktu itu,beberapa penginjil telah muncul di dalam gereja Antiokhia, karenanyajemaat di sana mengutus Barnabas dan Saulus sebagai utusan Injil keAsia Kecil (Kisah 13-14). Perjalanan ini merupakan perjalanan pertamadari tiga perjalanan besar yang dilakukan oleh Saulus (yang kemudiandikenal sebagai Paulus) untuk membawa Injil ke pelosok-pelosokKekaisaran Romawi.

Para misionaris Kristen yang mula-mula itu memusatkan pengajaranmereka pada Oknum dan karya Yesus Kristus. Mereka menyatakan bahwa Iaadalah hamba Allah yang tak berdosa, dan Anak Allah sendiri, yangtelah memberikan nyawa-Nya untuk menebus dosa-dosa semua orang yangpercaya kepada-Nya (Roma 5:8-10). Dialah yang dibangkitkan Allah dariantara orang mati untuk mengalahkan kekuatan dosa (Roma 4:24- 25;1Korintus 15:17).


KEPEMIMPINAN GEREJA

Mula-mula, para murid Yesus tidak melihat perlunya mengembangkansuatu sistem kepemimpinan gereja. Mereka mengharapkan Kristus segerakembali, karenanya mereka hanya menghadapi masalah intern bila adayang timbul biasanya dengan cara yang sangat informal.

Namun ketika Paulus menulis surat-suratnya kepada banyak gereja,jemaat Kristen menyadari perlunya mengorganisasi pekerjaan mereka.Perjanjian Baru tidak memberi kita gambaran rinci mengenaikepemimpinan gereja mula-mula ini. Kelihatannya, satu atau lebihpenatua (presbyters) mengetuai dan mengatur masalah-masalah di dalamsetiap jemaat (band. Roma 12:6-8; 1Tesalonika 5:12; Ibrani 13:7, 17,24), sama seperti yang dilakukan oleh para penatua Yahudi di dalamsinagoge mereka. Para penatua ini dipilih oleh Roh Kudus (Kisah20:22), meskipun para rasullah yang mengangkat mereka (Kisah 14:23).Jadi, Roh Kudus bekerja melalui para rasul untuk menetapkan parapenatua dalam pelayanan mereka. Beberapa pelayan yang disebutpenginjil kelihatannya telah melakukan perjalanan dari satu jemaat kejemaat lainnya, seperti yang dilakukan oleh para rasul. Beberapa darimereka berpikir bahwa mereka adalah wakil langsung dari para rasul,seperti Timotius menjadi wakil Paulus; yang lainnya berpikir bahwamereka memiliki karunia khusus dalam penginjilan. Para penatuamelaksanakan tugas-tugas pastoral biasa di luar saat-saat kunjunganpara penginjil itu.

Dalam beberapa jemaat, para penatua mengangkat diaken-diaken untukmenangani pembagian makanan kepada orang-orang yang membutuhkan ataumengurus kebutuhan materi lainnya (band. 1Timotius 3:12). Para diakenmula-mula dulu adalah mereka "yang terkenal baik" yang dipilih olehpara penatua di Yerusalem untuk melayani janda-janda di dalam jemaat(Kisah 6:1-6).

Beberapa surat dalam Perjanjian Baru menyebut istilah penilik dalamjemaat yang mula-mula. Ini cukup membingungkan, karena para "penilik"(bishop) ini tidaklah merupakan kelompok atas dalam kepemimpinangereja, seperti yang dikenal sekarang ini. Paulus mengingatkan parapenatua di Efesus bahwa mereka adalah penilik (Kisah 20:28), dan iakelihatannya menggunakan dua istilah itu, penatua dan penilik, secarabergantian dengan makna yang sama (Titus 1:5-9). Baik para penatuamaupun penilik ditugasi untuk menjaga sebuah jemaat. Rupanya keduaistilah tersebut mengacu pada para pelayan yang sama di dalam gerejamula-mula, yakni para presbiter.

Paulus dan rasul-rasul lainnya memahami bahwa Roh Kudus memberikankemampuan khusus untuk memimpin kepada orang-orang tertentu (1Korintus12:28). Karena itu ketika mereka menganugerahkan suatu jabatan kepadaseorang saudara atau saudari seiman, mereka hanyalah menegaskan apayang sesungguhnya telah dikerjakan oleh Roh Kudus.

Tidak ada pusat kekuasaan duniawi di dalam gereja mula-mula itu.Jemaat Kristen mengetahui bahwa Kristuslah satu-satunya pusat dansumber dari seluruh kekuatan jemaat (Kisah 20:28). Pekerjaan pelayananberarti melayani dengan rendah hati, dan bukan memerintah dari dalamkantor yang enak (band. Matius 20:26-28). Pada saat Paulus menulissurat-surat penggembalaannya, jemaat Kristen menyadari pentingnyamenjaga ajaran-ajaran Kristus yang disampaikan melalui para pelayanjemaat yang mengabdikan diri untuk secara khusus "berterus terangmemberitahukan perkataan kebenaran itu" (2Timotius 2:15).

Gereja mula-mula itu tidak memberikan kekuatan-kekuatan gaib kepadaorang-orang melalui ritual-ritual atau cara-cara lainnya. JemaatKristen mengundang orang-orang yang belum percaya memasuki persekutuanmereka, yaitu tubuh Kristus (Efesus 1:23), yang akan diselamatkankelak sebagai satu kesatuan. Para rasul dan penginjil memberitakanbahwa Kristus akan datang kembali bagi umat-Nya, "pengantin perempuanKristus" (band. Wahyu 21:2; 22:17). Mereka menyangkal bahwaorang-orang bisa memperoleh kekuatan khusus dari Kristus untuktujuan-tujuan pribadi mereka sendiri (Kisah 8:9-24; 13:7-12).

Taxonomy upgrade extras: 

Pages