Testimoni Peserta Kelas Diskusi Pembentukan Disiplin Rohani 4

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

1. Denny meriani

Pertama puji syukur pada Tuhan Yesus atas kasih-Nya kepada kita sehingga kita dapat menyelesaikan pelajaran PDR dari awal hingga akhirnya. Terima kasih buat moderator dan admin kak Santi dan kak Melisa juga semua rekan-rekan seperjuangan. Pengalaman yang tidak terlupakan ada di grup ini, terlebih pelajaran berharga tentang PDR (Pembentukan Disiplin Rohani) saya banyak dapat berkat. Tentunya dapat lebih disiplin lagi dalam kehidupan rohani saya. Jujur dari awal saya masuk grup SABDA MLC ini banyak pelajaran yang berharga saya lewatkan bahkan hampir mau keluar grup ini. Awal pertama saya ikut kelas, sudah banyak kelas-kelas yang tidak saya ikuti dengan aktif hanya sekadar saja. Namun, ada di kelas PDR 4, saya menjadi semangat menjalani hari-hari saya bersama Yesus. Tiap hari saya jatuh cinta seperti remaja yang sedang puber, dan saya akan memupuk terus akan kecintaan saya berdoa, membaca firman Tuhan, bernyanyi memuliakan nama-Nya, juga pastinya melayani, bersakasi, bersekutu, penatalayanan. Bersyukur punya sahabat semua yang luar biasa antusias dalam kelas PDR ini. Juga terima kasih untuk sharing-sharingnya. Setiap hari kita semua semakin disiplin rohani walau dari tahap awal pendisiplinan percaya, tidak akan ada yang sia-sia. Kita harus berjuang melawan godaan iblis yang ingin merebut damai sejahtera kita dari hati, sehingga membuat kita jauh dari hadirat Tuhan Yesus.

Pesan saya, teruslah berlari/berjuang sampai finish hidup yang kekal ada di dalam setiap kita. Jika kita melekat pada Yesus selama kita hidup, layanilah yang lain seperti melayani Yesus tanpa ragu, tanpa lemah, tanpa mikir-mikir, kabarkan Injil keseluruh bumi walau tidak terjangkau katakan dalam doa syafaat, boleh juga lewat WA, lewat IG, lewat FB, dll.. Selalu tersenyum dalam melayani dan menyelesaikan pekerjaan Tuhan sungguh-sungguh, maka upah kita hidup yang kekal di surga, harus mampu menjadi pohon anggur yang baik, yang menghasilkan buah yang manis, dan segar, mampu bertahan di setiap musim, menjadi serupa dengan Tuhan. Mari kita meneladani karakter Yesus yang sempurna. Selamat menikmati hari-hari kita semua bersama sang Juru Selamat hidup, Yesus Kristus Tuhan kita yang luar biasa. Makasih semuanya. GBU all.

2. Dernita Manurung

Saya sangat diberkati dapat bergabung dan mengikuti grup ini, karena setelah menonton tentang lapar rohani di situ saya dijelaskan tentang tes kesehatan rohani, saya jadi rindu untuk tahu bagaimana seharusnya menjadi dewasa yang rohani. Ketika saya mengikuti kegiatan ini, saya sangat diubahkan dan dibawa untuk semakin dewasa dalam hal rohani dan juga masalah pengudusan itu. Saya disadarkan bahwa pertobatan itu harus setiap hari, bukan hanya ketika saya lahir baru, tetapi dari sehari kesehari. Pentingnya hubungan pribadi dengan Tuhan lewat membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan. Dalam hal kesehatan rohani yaitu tentang mengasihi jiwa yang belum mengenal Tuhan. Saya pikir itu bagian dari pemuridan, ternyata itu juga bagian dari standard kedewasaan rohani seseorang. Juga tentang jurnal, selama ini belum saya praktikkan, saya sudah mulai belajar untuk mulai menuliskannya. Terima kasih saya sudah diizinkan dan bisa gabung di PDR ini. Terima kasih.

3. Eddy Yonathan

Saya bersyukur masih bisa menyelesaikan kelas PDR ini walaupun agak terhalang kesibukan yang tak terduga. Saya juga berterima kasih kepada kepala kelas PDR 4 yang mengingatkan akan tugas yang belum dilakukan sebagaimana makan yang kita lakukan tiap kali bisa tiga kali sehari guna kesehatan badani. Begitu juga disiplin rohani haruslah dilakukan supaya kesehatan rohani kita terjaga. Seperti pesan Rasul Paulus pada Timotius dalam 1 Tim 4:8. Ibadah (doa, baca firman, renungan, saat teduh dll.,) adalah latihan kedisplinan yang mengandung janji sekarang sampai masa yang akan datang. Terakhir, terima kasih kepada SABDA berserta segenap pengurus dan juga teman sekelas PDR 4 semua. Kalian luar biasa. SABDA sentiasa memberi berkat. Amin.

4. Esther Dona Nainggolan

Menikuti Kelas PDR adalah suatu anugerah yang Tuhan berikan kepada saya, karena saya dapat mengetahui tentang apa itu disiplin rohani. Dasar Disiplin Rohani, macam-macam disiplin Rohani. Macam-macam displin rohani serta kedewasaan rohani dan penyakit rohani yang semuanya itu mengajar saya untuk taat ketetapan Allah atau perintah Allah, yang dilakukan secara terus-menerus sehingga saya mencapai tujuan yang Tuhan inginkan. Yang semuanya bertujuan untuk membuat saya menjadi bertumbuh menjadi kuat, menjadi dekat, dan intim dengan Tuhan. Sehingga saya menghasilkan banyak buah. Megikuti kelas PDR ini saya menjadi tahu apa itu dewasa rohani dan Penyakit Rohani. Dalam kelas ini saya sangat diberkati bahwa saya perlu melakukan tes kesehatan rohani supaya saya dapat mencegah penyakit rohani. Penerapan praktis yang akan saya lakukan adalah mulai bersaat teduh pribadi secara rutin dan mulai membuat buku jurnal rohani dan akan meminta kepada Tuhan patner rohani agar dapat menilai keadaan saya.

Terima kasih para pelayan SABDA yang sudah mengadakan acara ini yang sangat memberkati saya yang tadinya saya buta jadi melihat di kelas PDR ini. Saya berdoa untuk dapat mengikuti kelas-kelas yang diadakan SABDA. TUHAN YESUS melimpahi berkat-berkat-Nya kepada semua pelayan Tim SABDA yang dengan sabar menuntun kami dalam kelas ini. Amin.

5. Feronica

Bersyukur bisa mengikuti kelas PDR - Pembentukan Disiplin Rohani. Materi yang sangat luar biasa yang telah dibuat oleh tim MLC SABDA dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyertainya serta yang telah didiskusikan bersama dalam kelas membuat kami tersadar untuk terus mendisiplinkan manusia roh saya menuju kepada proses kedewasaan rohani seperti yang Tuhan inginkan menjadi serupa dengan DIA (Christ likeness) dalam situasi dan kondisi apa pun yang sedang terjadi. Dalam jalannya diskusi, secara pribadi, saya menjadi lebih lagi mengerti apa arti perbedaan antara 'melayani' Tuhan dan 'melayani pekerjaan' Tuhan yang dilakukan oleh orang Kristen yang 'sudah dewasa rohani'.

Terima kasih untuk kak Santi dan kak Melisa yang sudah menjadi fasilitator dan admin kelas PDR 4 yang telah memberikan bimbingan, pengarahan serta memonitor jalannya diskusi kelas dengan baik. Sehingga melalui diskusi kelas ini saya tersadar untuk terus mengerat carang-carang saya yang dapat menghambat pertumbuhan rohani saya dan terus berjalan dan dipimpin oleh Roh Kudus setiap saat menuju pribadi yang memiliki dewasa rohani. Hal ini juga merupakan aplikasi yang akan saya lakukan. Akhir kata saya mohon maaf jika dalam tindakan saya/dalam penulisan ada salah-salah kata dalam saya 'merespons' yang tidak berkenan di hati teman-teman grup diskusi di kelas PDR 4. Terima kasih tim MLC SABDA Ibu Yulia dab Ibu Evie kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa memberkati!

6. Lucianna Cecilia

Saya bersyukur sekali dapat mengikuti kelas ini. Karena saya mendapatkan wawasan bagaimana disiplin rohani yang menjadi sarana evaluasi saya tentang kerohanian saya.

7. Lussi Runkat

Saya sangat diberkati dengan kelas PDR ini, saya belajar banyak mengenai disiplin rohani melalui modul PDR maupun melalui diskusi dari teman-teman PDR 4. Saya diingatkan kembali bahwa Tuhan tidak pernah berhenti memproses pribadi kita sampai kita menjadi serupa dengan-Nya. Terima kasih untuk tim SABDA yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini dan teman-teman PDR 4 yang sudah berbagi wawasan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

8. Marganda Kristianto Purba

Pengalaman mengikuti kelas PDR sangat menyenangkan karena ternyata semua peserta mengakui belum ada yang dewasa secara rohani. Ini menunjukkan kita butuh Pembentukan Disiplin Rohani supaya menjadi dewasa rohani. Pelajaran atau berkat yang paling berkesan selama mengikuti kelas diskusi adalah banyaknya pandangan tentang menilai kedewasaan rohani bagi saya sangat memberkati terutama keaktifan beribadah, melayani, dan bersaksi menginjili menjadi dasar bagi kita untuk bertumbuh dan berbuah menuju kepada kedewasaan rohani. Aplikasi praktis yang akan dilakukan setelah mengikuti kelas ini adalah mempraktikkan terlebih dahulu kepada diri sendiri, kemudian memberikan contoh teladan kepada keluarga, dan juga jemaat tentang disiplin rohani mulai dengan saat teduh membaca Alkitab dan berdoa setiap hari.

9. Mistin Pitasari

Saya sangat terberkati dengan program ini. Melalui kelas ini, saya diingatkan kembali bahwa sangat penting melakukan disiplin rohani, belajar mengenal Allah dengan benar dan memberi diri untuk dibentuk oleh Allah melalui menggali firman, berdoa, berpuasa, dll.. Ketika Roh Tuhan bekerja dalam diri kita, maka kita diubahkan semakin menyerupai Dia, bertumbuh dalam karakter Kristus sehingga berbuah dan buah-buah kita bisa dinikmati oleh orang-orang di sekitar kita. Aplikasinya terus melakukan disiplin rohani, memaksa diri saat mengalami "sakit", burn out dll.. Terus melekat kepada Yesus, Pokok Anggur yang benar itu. Terima kasih tim SABDA, kak Melisa dan kak Santi yang menolong dalam diskusi. Maju terus dalam pekerjaan Tuhan.

10. Mudjiarti

Puji Tuhan! Saya bersyukur berkesempatan mengikuti Kelas Pembentukan Rohani (PDR), yang difasilitasi SABDA MLC. Saya sangat diberkati masuk di kelas PDR dengan materi yang membentuk saya agar disiplin rohani. Dalam perjalanan hidup selama ini kebiasaan keseharian yang penting saya bisa bergereja, terlibat di pelayanan gereja, membaca Alkitab dan doa. Namun, setelah saya mengikuti presentasi pemaparan materi dan diskusi bersama teman-teman di kelas PDR saya dibentuk agar betumbuh dalam kebenaran kasih-Nya, lebih mencintai firman Tuhan, menjaga keintiman dengan Tuhan dan bagaimana saya harus disiplin rohani seperti yang Tuhan inginkan hingga menuju ke dewasa rohani.

Yang menarik bagi saya dalam kelas diskusi saat bahas penyakit rohani, bagaimana diingatkan agar menjaga kesehatan rohani agar tidak menjadi sakit. Senang juga pendapat dari teman-teman di kelas diskusi yang beragam dan saling melengkapi. Berikutnya saya akan terapkan yang utama mencoba mendisiplin diri lebih dulu dan mohon pertolongan Tuhan. Selanjutnya saya sampaikan banyak terima kasih kepada Moderator Kak Santi dan kak Melisa doa saya, Tuhan pakai terus dalam pelayanan dan Tuhan Yesus memberkati.

11. Nancy Gerungan

Puji syukur kepada Tuhan yang sudah memperkenankan saya boleh mengikuti kelas PDR dari awal sampai dengan akhir. Terima kasih tim SABDA MLC yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Juga moderator dan admin PDR 4. Pengalaman yang sangat berkesan adalah di kelas hampir semua peserta menuliskan belum dewasa secara rohani. Oleh karena itu mengikuti kelas PDR ini banyak pelajaran materi yang dibagikan bagaimana cara berdisiplin rohani. Berdiskusi bersama rekan-rekan di kelas, berbagi pengalaman iman, semuanya berguna untuk bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa, melekat pada Tuhan dengan terus berdoa, membaca, merenungkan firman Tuhan, melakukannya, bersaksi, dan melayani.

Memulai dari diri sendiri sebagai pribadi yang melakukan disiplin rohani dengan pertolongan kuasa Roh Kudus, sehingga ada buah-buah rohani yang dihasilkan. Kemudian membagikan untuk keluarga, kerja pelayanan jemaat, supaya mereka juga boleh bertumbuh dalam kedewasaan rohani dan menjadi serupa dengan Kristus. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

12. Nehemia Ryan Wijaya

Puji syukur, saya dapat mengikuti kelas PDR ini hingga selesai. Besyukur juga untuk teman-teman seiman di PDR 4 yang sudah saling support, saling mendukung, dan saling menguatkan. Terima kasih atas sharing-sharing yang sudah dibagikan di dalam grup, semuanya ini sangat bermanfaat khususnya bagi saya pribadi. Kiranya melalui pelajaran PDR ini, setiap kita semakin bertumbuh di dalam iman dan kerohanian. Kita dapat menjadi terang dan garam di tengah-tengah dunia ini. Terima kasih juga untuk MLC SABDA yang sudah meyelenggarakan kegiatan ini. Kiranya semua pelayanan tim SABDA menjadi berkat dan memuliakan Bapa di surga, dan melalui setiap materi yang diselenggarakan akan terlahir murid-murid Kristus yang berkualitas. Tuhan Yesus memberkati kita semuanya.

13. Suratman Aripin

Saya sangat bersyukur dengan adanya kelas PDR ini karena melaluinya saya diingatkan dan didorong untuk melakukan berbagai disiplin Rohani. Memang disiplin rohani harus dilakukan oleh masing-masing pribadi, tetapi kebersamaan dalam satu komunitas sangat menjadi berkat bagi saya untuk saling mengingatkan dan menguatkan. Saya bersyukur melalui kesaksian teman-teman yang semakin membuat saya terpacu untuk lebih maju. Saya akan belajar menerapkan beberapa disiplin rohani yang belum saya lakukan disamping itu memiliki rekan-rekan yang sedang bersama ingin bertumbuh.

14. Tony Bill F. Siagian

Saya bersyukur bisa ikut PDR ini. Ini merupakan salah satu jawaban doa untuk mengecek dan meningkatkan pertumbuhan rohani. Selama ini saya kira saya belum disiplin rohani, ternyata saya sudah melakukan macam-macam disiplin rohani itu meski ada yang diperbarui lagi, semangat melakukannya seperti menginjili, dan pemuridan, bahkan ada yang baru seperti jurnal rohani. Itu semua membuat saya mampu untuk melihat masa depan pelayanan saya untuk lebih semangat dan tertata. Juga akan lebih teguh kedewasaan rohani saya karena sekarang sudah ada alat untuk mengecek kerohanian saya dan sarana untuk meningkatkan kerohanian saya. Ditambah juga, rekan-rekan di kelompok yang begitu bersemangat dan begitu antusias untuk hidup yang berbuah bagi Kristus. Dengan latar belakang, usia, pemahaman yang berbeda-beda, tetapi satu niat untuk menjadi laskar kristus yang pemenang.

Setelah mengikuti PDR ini, saya akan membagikan pengetahuan PDR ini pada komsel yang saya pimpin dan mengajak mereka mencapai kedewasaan rohani yang Tuhan mau dan memvariasikan pelayanan dengan macam-macam disiplin rohani agar tetap memiliki roh yang menyala-nyala. Tuhan memberkati pelayanan SABDA dan rekan-rekan PDR 4.

15. Trivena Sriwidarsih

Bersyukur dapat mengikuti klas PDR, apa yang dihadapi dalam pelayanan masing-masing peserta melalui sharingnya, dengan pengalaman yang berbeda memberi semangat, saling menguatkan dan pentingnya pembentukan disiplin rohani melengkapi semua bidang pelayanan. Dalam proses pertumbuhan menjadi dewasa rohani tidak hanya diukur dari keaktifan beribadah, melayani, menginjili. Ini menjadi evaluasi dan koreksi bagi saya. Standar kedewasaan rohani ukuran yang dikenakan adalah sesuai dengan kehendak Tuhan yang dalam hal ini tidak terlepas dari firman Allah yang menjadi landasan dan makanan rohani yang utama yang tidak tergantikan. Hidup di era digital diperhadapkan dampak positif dan negatif. Pentingnya membangun persekutuan yang berat dengan Tuhan agar diberi kepekaan dan hikmat Tuhan dalam menyikapinya. Tetap berpegang teguh pada kebenaran firman Allah yang murni agar kesehatan rohani tetap terjaga. Terima kasih Tim SABDA, Ibu Santi, Kak Melisa atas pelayanannya. Tuhan Yesus memberkati.

16. Yemima

Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kelas PDR ini. Materinya sangat memberkati karena memberikan tips bagaimana mendisiplinkan rohani dan juga cara untuk tes kesehatan rohani kita. Ini sangat menolong saya untuk lebih bersemangat belajar disiplin rohani. Dengan harapan supaya dari waktu ke waktu rohani saya dapat bertumbuh. Terima kasih tim SABDA yang selalu setia melayani. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

17. Yokhebed Joy Suryana

Saya sangat terberkati dengan kelas PDR. Materi yang diberikan juga sangat bagus. Berkat yang paling berkesan selama mengikuti diskusi PDR adalah ketika kita mengusahakan untuk disiplin rohani, janganlah melupakan peran Roh Kudus sebagai penolong kita. Tanpa Dia kita tidak mampu. Setelah mengikuti kelas PDR ini saya mau membangun kebiasaan baru yaitu menulis jurnal Alkitab, dan mulai belajar berpuasa. Terima kasih SABDA yang telah setia melayani. Kiranya Tuhan Yesus memberkati.

18. Yulisari Astuti

Saya bersyukur bisa mengikuti kelas PDR ini. Saya seperti diingatkan untuk kembali menata saat teduh saya secara konsisten dan betapa pentingnya hubungan pribadi dengan Tuhan. Juga jadi tahu bagaimana cara yang benar dalam saat teduh, bagaimana merenungkan firman Tuhan yang benar. Dengan diskusi di dalam grup, saya menjadi semangat lagi untuk belajar firman Tuhan dan merenungkannya dengan cara yang benar. Karena saya sebelumnya hanya baca saja dan hanya mengupas 1 ayat. Juga menambah wawasan saya juga karena jadi tahu ternyata setiap orang sebenarnya ingin untuk melakukan disiplin rohani tetapi ada hambatannya, ini membuat saya juga instrospeksi diri dan jadi tahu apa hambatan saya. Dan, saya berusaha untuk melawan hambatan tersebut. Saya sangat terberkati dengan materi pelajaran yang diberikan oleh tim SABDA, sangat bagus dan menambah wawasan saya. Terima kasih tim SABDA banyak pelajaran yang saya dapat dari SABDA.