Komentar

YAA - Pelajaran 02

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Yesus Anak Allah
Nama Pelajaran : Yesus Adalah Penggenapan Nubuat Perjanjian Lama
Kode Pelajaran : YAA-P02

Pelajaran 02 -- Yesus Adalah Penggenapan Nubuat Perjanjian Lama

Daftar Isi

  1. Kelahiran Yesus di Dunia Telah Dinubuatkan
    1. Tempat Kelahiran-Nya (Mi. 5:1)
    2. Perawan yang Akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yes. 7:14)
  2. Kehidupan Yesus Telah Dinubuatkan
    1. Yesus Mempunyai Roh Kudus Telah Dinubuatkan (Yes. 42:1)
    2. Penolakan Manusia akan Yesus Telah Dinubuatkan (Yes. 53:3)
    3. Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Za. 9:9)
  3. Pengkhianatan dan Kematian Yesus Telah Dinubuatkan
    1. Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mzm. 41:10)
    2. Kematian Yesus Telah Dinubuatkan (Yes. 53:1-12)
      1. "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (Mzm. 22:2)
      2. "... mereka menusuk tangan dan kakiku." (Mzm. 22:17)
      3. "... membuang undi atas jubahku." (Mzm. 22:19)
      4. "... dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita." (Yes. 53:5-6)
      5. "... ia tidak membuka mulutnya." (Yes. 53:7b)
      6. "... ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak ...." (Yes. 53:12)
    3. Yesus Adalah Anak Domba Allah yang Dinubuatkan (Yes. 53:7-10)
  4. Kebangkitan Yesus Telah Dinubuatkan (Mzm. 16:10)

Doa

Pelajaran 02: Yesus Adalah Penggenapan Nubuat Perjanjian Lama

Setelah kita mempelajari tentang Yesus sebagai Anak Allah, sekarang kita akan melihat lebih jelas fakta-fakta yang mengherankan dari nubuat-nubuat Perjanjian Lama (PL) tentang Yesus. Sayang sekali, banyak orang Kristen yang kurang menghargai PL. Hal ini terbukti dari fakta bahwa Perjanjian Baru (PB) lebih banyak dibaca, dikenal, dan dikhotbahkan dibandingkan dengan PL, padahal PL sangat penting untuk menjadi dasar kita mengerti PB. PL adalah benih dari Injil. Jika ada pertanyaan apa hubungan PL dan PB, jawabannya sangat jelas seperti yang Yesus katakan dalam Mat. 5:17, yaitu "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya."

Mari kita bahas jawaban Yesus ini dengan melihat lebih dekat kelahiran, kehidupan, kematian, bahkan kebangkitan Yesus dari kacamata nubuat PL. Melalui penjelasan-penjelasan di bawah ini, kita akan semakin mengenal siapakah Yesus yang sesungguhnya.

  1. Kelahiran Yesus di Dunia Telah Dinubuatkan
  2. "Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya." (Kis. 10:43)

    1. Tempat Kelahiran-Nya (Mi. 5:1)
    2. "Akan tetapi kamu, hai Betlehem Efrata, kamu yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, darimu akan bangkit bagi-Ku seseorang yang memerintah Israel, yang permulaannya sejak purbakala, semenjak dahulu kala."

      Mikha menyampaikan kata-kata ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan. Memang mustahil bagi manusia bisa mempunyai pengetahuan seperti itu, tetapi Roh Kuduslah yang memberitahukan kepada kita. Melalui Mat. 2:1-6, kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang menggenapi nubuat dalam PL ini.

    3. Perawan yang Akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yes. 7:14)
    4. "Karena itu, Tuhan sendiri akan memberimu satu tanda ini: Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel."

      Ketika Yesaya berbicara tentang seorang perawan yang akan melahirkan Yesus, dia sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Ini juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa seorang perawan dapat melahirkan, jika bukan karena kuasa dari Allah yang menyebabkan perkara itu bisa terjadi. Namun, dari Luk. 1:26-35, kita tahu bagaimana Maria, seorang perawan (dia belum menikah), dan menjadi ibu Yesus. Meskipun Yusuf diketahui sebagai ayah Yesus, firman Allah mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa Yusuf dan Maria tidak hidup bersama sebagai suami istri sampai Yesus lahir. Kita mempelajari hal ini dalam Mat. 1:18-25. Semuanya terjadi tepat seperti yang Allah firmankan melalui Nabi Yesaya.

  3. Kehidupan Yesus Telah Dinubuatkan
  4. Bukan hanya tentang kelahiran-Nya, bahkan aspek-aspek kehidupan Yesus di dunia pun juga telah dinubuatkan.

    1. Yesus Mempunyai Roh Kudus Telah Dinubuatkan (Yes. 42:1)
    2. "Lihatlah hamba-Ku, yang Kutegakkan, yang Aku pilih, yang kepada-Nya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas-Nya; Dia akan menyatakan keadilan kepada bangsa-bangsa."

      Ketika membaca PB, kita menemukan bahwa janji yang telah diucapkan oleh Yesaya ini benar-benar digenapi. Yesus dipenuhi Roh Allah, yang disebut Roh Kudus, dalam PB. Bacalah dengan teliti Yoh. 1:32-35. "Sebab, orang yang diutus Allah akan menyampaikan perkataan Allah karena Allah memberikan Roh yang tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya." (Yoh. 3:34-35)

    3. Penolakan Manusia akan Yesus Telah Dinubuatkan (Yes. 53:3)
    4. "Dia sangat dihina dan ditolak oleh manusia; orang yang penuh dengan kesengsaraan dan menderita kesakitan. Orang lain menutup muka mereka kepadanya, dia sangat direndahkan dan kita pun tidak menghargainya."

      Sudah bertahun-tahun orang Israel menantikan seorang Juru Selamat sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi. Namun, mereka tidak tahu seperti apa Juru Selamat yang akan diutus Allah kepada mereka. Mereka mengharapkan seorang Juru Selamat yang bisa menyelamatkan mereka dari musuh-musuh Israel dan memberikan kekayaan dan kuasa yang besar. Namun, Allah mengutus Yesus bukan untuk melakukan keinginan manusia, melainkan untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Karena itu, Yesus datang memberitahukan tentang dosa manusia dan kebutuhan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka. Manusia pun menolak Yesus, dan nubuat ini telah disampaikan lama sebelum terjadi. Dari PB kita membaca bagaimana pemerintah dan pemimpin agama membenci Yesus, dan pada akhirnya mereka memakukan-Nya di atas kayu salib. Bacalah penolakan akan Yesus dalam Mat. 27:22-26.

    5. Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Za. 9:9)
    6. "Bersoraklah dengan nyaring, hai Putri Sion! Bersorak-sorailah, hai putri Yerusalem! Lihat, Rajamu datang kepadamu; Dia adil dan menyelamatkan, rendah hati dan menunggang seekor keledai, seekor keledai muda."

      Nubuat ini menerangkan dengan jelas bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem dengan kemenangan-Nya, seperti manusia yang rendah hati mengendarai seekor keledai. Sekarang, bacalah Mat. 21:1-9. Peristiwa ini juga terjadi dalam hidup Yesus tepat seperti yang telah dijanjikan Nabi Zakharia jauh sebelumnya.

  5. Pengkhianatan dan Kematian Yesus Telah Dinubuatkan
    1. Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mzm. 41:10)
    2. "Bahkan, sahabat karibku yang kupercayai, yang memakan rotiku, telah mengangkat tumitnya melawan aku."

      Ayat ini menceritakan kepada kita bahwa pengkhianatan terhadap Yesus dilakukan oleh seorang sahabat karib-Nya. Sahabat yang dimaksud adalah Yudas Iskariot. Dia hidup bersama Yesus selama 3 tahun sebagai salah seorang murid-Nya. Dia ikut melayani, tetapi hatinya tidak benar di hadapan Allah. Dalam Yoh. 12:6 dikatakan bahwa hal itu dikatakannya bukan karena dia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena dia adalah seorang pencuri; dia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Karena cintanya akan uang, dia setuju mengkhianati Yesus (Mat. 26:14-16).

    3. Kematian Yesus Telah Dinubuatkan (Yes. 53:1-12)
    4. Dalam PL, banyak nubuat yang menceritakan kematian Yesus yang tidak bisa dipelajari semuanya dalam pelajaran singkat ini. Namun, kita akan memperhatikan beberapa dari nubuat itu. Bacalah terlebih dahulu Mat. 27:27-50 yang menceritakan kematian Yesus di atas kayu salib. Sekarang, mari kita lihat beberapa ayat dalam PL yang menubuatkan peristiwa-peristiwa yang benar-benar terjadi dari kematian Yesus itu.

      1. "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?" (Mzm. 22:2)
      2. Nubuat ini digenapi dalam Mat. 27:46: "Kira-kira, pada jam kesembilan, Yesus berseru dengan suara keras, kata-Nya, 'Eli, Eli, lama sabakhtani?' yang artinya, 'Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?'"

      3. "... mereka menusuk tangan dan kakiku." (Mzm. 22:17)
      4. Bacalah Yoh. 20:25: "Karena itu, murid-murid yang lain memberi tahu dia, 'Kami telah melihat Tuhan.' Namun, Tomas berkata kepada mereka, 'Kecuali aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan memasukkan jariku ke dalam bekas paku itu, serta memasukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku tidak akan percaya.'"

      5. "... membuang undi atas jubahku." (Mzm. 22:19)
      6. Bandingkan dengan Mat. 27:35: "Ketika mereka menyalibkan Yesus, mereka membagi-bagikan pakaian-Nya di antara mereka dengan membuang undi" sebagai penggenapan yang sangat jelas.

      7. "... dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita." (Yes. 53:5-6)
      8. Baca dalam 2 Kor. 5:21 sebagai penggenapan nubuat nabi Yesaya, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita supaya kita dibenarkan Allah di dalam Dia."

      9. "... ia tidak membuka mulutnya." (Yes. 53:7b).
      10. Digenapi dalam Mat. 27:12-14: "Akan tetapi, ketika Ia dituduh oleh imam-imam kepala dan para tua-tua, Ia tidak menjawab apa pun. Kemudian, Pilatus berkata kepada-Nya, 'Apakah Engkau tidak mendengar betapa banyaknya mereka menuduh Engkau?' Namun, Yesus tidak menjawab Pilatus, bahkan untuk satu tuduhan pun sehingga Gubernur itu sangat heran."

      11. "... ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak," (Yes. 53:12).
      12. Bacalah Mrk. 15:27: "Bersama dengan Yesus, mereka menyalibkan dua orang perampok, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya."

    5. Yesus Adalah Anak Domba Allah yang Dinubuatkan (Yes. 53:7-10)
    6. "Dia ditindas dan Dia menderita, tetapi Dia tidak membuka mulutnya, seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, dan seperti seekor domba betina yang terdiam di depan para penggunting bulunya, demikianlah dia tidak membuka mulutnya." (Yes. 53:7)

      Dalam PL, domba digunakan sebagai kurban penghapus dosa yang sifatnya tidak kekal (karena harus dilakukan setiap tahun). Dosa adalah suatu hal yang sangat serius bagi Allah. Dosa membawa akibat, yaitu hukuman. Untuk itu, apabila ada orang yang melakukan dosa, ia akan datang kepada imam untuk dapat dilakukan upacara penghapusan atas dosanya dengan menyembelih domba sebagai pengganti hukuman atas dosanya tersebut. Jenis anak domba yang dikurbankan harus tanpa cacat, tidak sakit, terluka, dan sempurna sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam PL. Domba itulah yang akan memikul dosa dan harus mati karena kesalahan orang berdosa itu. Dengan demikian, dosa-dosanya dapat diampuni (Im. 4:32-35).

      Dengan mengerti hal-hal di atas mengenai kurban domba, kita dapat lebih mengerti apa yang dimaksud Yohanes Pembaptis ketika dia memanggil Yesus dengan sebutan "Anak Domba Allah" (Yoh. 1:29). Yesus adalah penggenapan nubuat dari PL karena Dialah satu-satunya Pribadi yang memenuhi semua kualifikasi seperti anak domba dalam PL. Dia menanggung dosa-dosa kita pada diri-Nya sendiri. Dia menderita dan mati oleh karena dosa-dosa kita.

  6. Kebangkitan Yesus Telah Dinubuatkan (Mzm. 16:10)
  7. "... sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan."

    Bacalah Kis. 2:22-27. Ketika Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, dia menggunakan ayat-ayat dari Mzm. 16:10 sebagai bukti bahwa Allah telah menubuatkan kebangkitan Yesus. Ketika Petrus selesai menyampaikan pesannya, banyak orang insaf bahwa Yesus telah memenuhi nubuat-nubuat dalam PL. Mereka kemudian percaya bahwa Yesus pasti Juru Selamat yang dijanjikan dalam PL. Hari itu, sekitar tiga ribu orang berpaling dari dosa-dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

Melalui bukti-bukti penggenapan di atas, kiranya kita semakin kagum akan kasih Allah yang telah melakukan hal-hal luar biasa untuk umat-Nya yang sebenarnya tidak layak menerima anugerah yang sedemikian besar itu. Kristus yang adalah Allah, dengan rela datang ke dunia, demi menjalankan misi Allah untuk keselamatan manusia.

Akhir Pelajaran (YAA-P02)

Doa

"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau datang ke dunia ini. Kedatangan-Mu sungguh luar biasa. Melalui nubuat para nabi, aku semakin mengerti rencana Allah Bapa yang sangat indah bagi umat-Nya. Amin."

Taxonomy upgrade extras: