AUA-I Referensi 05b

Pelajaran 05 | Pertanyaan 05 | Referensi 05a


PESTA // PENDIDIKAN ELEKTRONIK STUDI TEOLOGIA AWAM \\ PESTA



Nama Kursus: APOLOGETIKA UNTUK AWAM I (AUA I)
Nama Pelajaran: Karakter Manusia Setelah Ditebus Kristus
Kode Referensi: AUA I-R05b

Referensi AUA I-R05b diambil dari:

Judul buku: Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen
Judul artikel: Kelahiran Baru
Pengarang: R.C. Sproul
Penerbit: Seminari Alkitab Asia Tenggara
Halaman: 227 -- 229


KELAHIRAN BARU

Pada waktu Jimmy Carter dipilih menjadi presiden Amerika Serikat, dia
menyatakan bahwa dirinya adalah "orang Kristen yang telah lahir baru".
Kemudian Charles Colson, orang penting di dalam pemerintahan Nixon di
Gedung Putih, menulis buku yang laku keras, dengan judul "Born Again".
Di dalamnya, dia menjelaskan secara kronologis pengalaman
pertobatannya menjadi orang Kristen. Oleh karena kedua orang terkemuka
ini telah mempopulerkan istilah dilahirkan baru, maka istilah ini
telah menjadi bagian dari pembicaraan orang-orang modern.

Untuk menjelaskan bahwa seseorang adalah orang Kristen yang telah
lahir kembali, secara teknis ini merupakan bentuk pengulangan. Sebab
tidak ada orang Kristen yang tidak dilahirkan kembali. Orang Kristen
yang belum lahir baru merupakan istilah yang kontradiksi. Demikian
pula, istilah orang non Kristen yang dilahirkan baru merupakan suatu
kontradiksi.

Tuhan Yesus yang pertama kali menyatakan bahwa kelahiran baru secara
rohani merupakan sesuatu yang mutlak dibutuhkan untuk memasuki
kerajaan Allah. Dia menyatakan kepada Nikodemus: "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya jika (dalam terjemahan New King James Version
"unless" = "kecuali") seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat
melihat Kerajaan Allah." (Yohanes 3:3) Kata kecuali di dalam
pengajaran Tuhan Yesus menandai universalitas kondisi yang dibutuhkan
untuk melihat dan memasuki kerajaan Allah. Kelahiran baru, merupakan
bagian yang penting di dalam kekristenan; tanpa hal itu, tidak mungkin
seseorang dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Regenerasi merupakan istilah teologis yang digunakan untuk menjelaskan
kelahiran baru. Hal itu menunjuk pada suatu permulaan yang baru. Hal
ini lebih dari hanya sekedar "daun yang bersemi kembali setelah musim
gugur dan musim dingin". Hal ini menandai suatu kehidupan yang baru di
dalam diri seseorang yang secara radikal telah diperbaharui. Petrus
berbicara kepada orang percaya: "Karena kamu telah dilahirkan kembali
bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh
Firman Allah, yang hidup dan yang kekal." (1Petrus 1:23)

Regenerasi merupakan pekerjaan Roh Kudus atas diri mereka yang secara
rohani telah mati (lihat Efesus 2:1-10). Roh Kudus menciptakan kembali
hati manusia, membangkitkannya dari kematian secara rohani kepada
kehidupan secara rohani. Orang yang mengalami regenerasi adalah
ciptaan yang baru. Dimana, pada mulanya mereka tidak memiliki posisi,
kecenderungan, atau kerinduan untuk hal-hal yang berasal dari Allah,
sekarang, mereka berpaling dan memiliki kecenderungan kepada Allah. Di
dalam regenerasi, Allah menanamkan suatu kerinduan untuk Diri-Nya
sendiri di dalam hati manusia yang tadinya tidak dimiliki oleh
manusia.

Regenerasi tidak boleh disamakan dengan pengalaman pertobatan
seseorang. Sama halnya dengan kelahiran merupakan permulaan kita,
dimana kita memasuki suatu kehidupan di luar kandungan, demikian pula
dengan kelahiran baru secara rohani merupakan titik awal dari
kehidupan rohani kita. Hal ini terjadi atas dasar inisiatif dari Allah
dan merupakan suatu tindakan yang berdaulat, langsung, terjadi secara
instan. Suatu kesadaran dari pertobatan kita dapat terjadi secara
bertahap, namun kelahiran baru itu sendiri terjadi secara instan.
Tidak ada yang hanya sebagian dilahirkan baru sama halnya dengan tidak
ada seorang perempuan yang hamil sebagian.

Regenerasi bukan merupakan buah dari iman, tetapi regenerasi
mendahului iman, yaitu sebagai kondisi yang dibutuhkan oleh seseorang
untuk beriman. Kita juga tidak berpaling pada regenerasi atau bekerja
sama sebagai rekan kerja dengan Roh Kudus untuk menghasilkan
regenerasi. Kita tidak memutuskan dan memilih untuk diregenerasikan.
Allah memutuskan untuk meregenerasikan kita sebelum kita akan pernah
memilih untuk menerima Dia. Secara pasti, setelah kita diregenerasikan
oleh kedaulatan dari anugerah Allah, kita memang memilih, bertindak,
bekerja sama, dan percaya pada Kristus. Allah tidak beriman untuk
kita. Kita dibenarkan berdasarkan iman kita sendiri. Apa yang Allah
lakukan adalah membangkitkan kita ke dalam kehidupan secara rohani,
membebaskan kita dari kegelapan, keterikatan, dan dari kematian secara
rohani. Allah memungkinkan kita mempunyai iman dan aktual bagi kita.
Dia membangkitkan iman di dalam diri kita.

1. Semua yang benar-benar orang Kristen pasti sudah lahir baru.
2. Semua orang yang sudah lahir baru, pasti orang Kristen.
3. Kelahiran baru merupakan kondisi yang harus ada supaya orang
dapat memasuki Kerajaan Allah.
4. Regenerasi merupakan pekerjaan Roh Kudus yang didasarkan atas
kedaulatan-Nya dan anugerah-Nya.
5. Regenerasi mendahului iman. Hal ini merupakan inisiatif Allah
di dalam keselamatan.

AYAT-AYAT ALKITAB UNTUK BAHAN REFLEKSI:
1. Ulangan 30:6
2. Yehezkiel 36:26-27
3. Roma 8:30
4. Titus 3:4-7

----------------------------------------------------------------------
PESTA ======Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam====== PESTA