| Nama Kursus | : | Doktrin Allah Dasar |
| Nama Pelajaran | : | Pengantar Doktrin Allah Dasar |
| Kode Pelajaran | : | DAD-P01 |
Pelajaran 01 - Pengantar Doktrin Allah Dasar
Daftar Isi
- Mengapa Mempelajari Doktrin Allah?
- Dasar untuk Mengenal Allah
- Dasar untuk Mengerti Karya Allah dalam Sejarah
- Dasar untuk Mengalami Allah secara Pribadi
- Pengertian Doktrin Allah (Teologi Proper)
- Definisi
- Hubungan Doktrin Allah dengan Doktrin-Doktrin Lain
- Sumber Mempelajari Doktrin Allah
- Alkitab
- Hamba-Hamba Tuhan yang Takut akan Tuhan
- Sejarah Ajaran Gereja
- Penyataan Umum
- Kesimpulan
Doa
Pelajaran 01 - Pengantar Doktrin Allah Dasar
Kebanyakan orang Kristen sudah mengenal Allah sejak kecil. Kita tahu Allah itu baik. Allah itu kasih. Allah itu Maha Kuasa. Namun, pertanyaannya: Apakah Allah yang kita kenal itu benar-benar Allah seperti yang Alkitab nyatakan, atau hanya Allah versi pikiran kita sendiri? Pemikiran tentang Allah bisa hanya sebatas "konsep", "ide", atau "perasaan", bukan Pribadi yang hidup dan menyatakan diri-Nya dengan jelas melalui firman-Nya. Pengenalan Allah yang benar bukan sekadar pengetahuan di kepala, tetapi pengenalan Allah yang membentuk hati, sikap, dan cara kita hidup.
Dalam modul Doktrin Allah Dasar (DAD) ini, kita akan bersama-sama mempelajari Doktrin Allah sebagaimana yang Alkitab ajarkan: mengapa pengenalan akan Allah yang benar sangat penting dan bagaimana seharusnya kita mempelajarinya.
- Mengapa Mempelajari Doktrin Allah?
Jika orang Kristen ditanya, "Apakah kamu percaya kepada Allah?", hampir semua akan menjawab, "Ya, saya percaya." Namun, ketika ditanya lanjut dengan, "Siapakah Allah menurut pemahamanmu? Mengapa Dia berbeda dibanding dengan ilah-ilah yang lain? Dari mana kamu mengetahui informasi tentang Allah yang benar?", tidak sedikit orang Kristen mulai menjadi ragu-ragu, bingung, atau kesulitan menjawab dengan jelas.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa percaya kepada Allah tidak selalu berarti mengenal Allah dengan benar. Iman yang sehat bukan hanya berkata, "Saya percaya," tetapi juga memiliki dasar yang kokoh untuk menjawab siapakah Allah yang kita percayai itu. Kita tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak kita kenal dengan benar. Karena itulah, mempelajari Doktrin Allah bukanlah pilihan tambahan bagi orang Kristen, melainkan kebutuhan yang mendasar. Berikut beberapa alasan pentingnya mempelajari Doktrin Allah.
- Dasar untuk Mengenal Allah
Jika Allah adalah Pencipta dan Juru Selamat kita, mengenal Dia adalah hal yang wajar dan wajib. Manusia diciptakan dengan kerinduan untuk berelasi dengan Allah. Walaupun Allah tidak terbatas dan manusia terbatas, Allah bukan Pribadi yang menyembunyikan diri-Nya (Rm. 1:19-20). Ia telah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan, firman-Nya, dan terutama melalui Yesus Kristus (Yoh. 17:3). Doktrin Allah menolong kita mengenal Allah sebagaimana Dia menyatakan diri-Nya, bukan menurut gambaran atau perasaan kita sendiri.
- Dasar untuk Mengerti Karya Allah dalam Sejarah
Allah terus berkarya dalam sejarah dengan tujuan yang jelas (Yes. 46:9-10). Tidak ada tindakan Allah yang terjadi secara kebetulan. Namun, manusia sering kesulitan memahami karya dan rencana Allah, terutama ketika menghadapi penderitaan atau situasi yang sulit (Rm. 8:28). Dengan mengenal karakter dan sifat Allah, kita memiliki dasar untuk memahami tindakan-tindakan-Nya dan memercayai bahwa kehendak-Nya selalu baik, adil, suci, dan penuh hikmat (Ayb. 42:2).
- Dasar untuk Mengalami Allah secara Pribadi
Allah bukan hanya ingin dikenal secara konsep, tetapi ingin memiliki relasi pribadi dengan umat-Nya. Pengenalan yang benar tentang Allah, sebagaimana diajarkan Alkitab, menuntun kita untuk tidak sekadar tahu, tetapi memiliki hubungan yang hidup dan nyata (Yoh. 14:21, 23; Flp. 3:8-10). Seiring dengan pertumbuhan iman, pengenalan kita dengan Allah akan nyata dalam tindakan kasih, kepercayaan, dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
- Dasar untuk Mengenal Allah
- Pengertian Doktrin Allah (Teologi Proper)
Dalam studi teologi, istilah Doktrin Allah sering disebut juga sebagai Teologi Proper. Istilah ini digunakan untuk membedakannya dari pengertian teologi secara umum, yang berarti "ilmu tentang Allah" (theos = Allah, logos = pengetahuan), dan mencakup seluruh ajaran iman Kristen.
CATATAN:
Pembelajaran Doktrin Allah cukup luas dan berat jika disajikan hanya dalam 1 modul. Karena itu, SABDA Ministry Learning Center (MLC) saat ini menyajikan Doktrin Allah dalam 3 modul:
1. Doktrin Allah Dasar (DAD)
2. Doktrin Allah Kedua (DAK)
3. Doktrin Allah Tritunggal (DAT)Ketika kita secara khusus mempelajari Pribadi Allah, kita menggunakan istilah Teologi Proper. Fokusnya adalah mengenal siapa Allah itu sebagaimana Ia menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui Alkitab. Karena itu, Doktrin Allah tidak berbicara tentang Allah menurut dugaan atau pemikiran manusia, melainkan tentang Allah menurut penyataan-Nya sendiri dalam Alkitab.
- Definisi
Dalam konteks kelas SABDA MLC, Doktrin Allah Dasar didefinisikan sebagai studi sistematis dan biblika tentang Allah berdasarkan firman-Nya dalam Kitab Suci, yang menjadi fondasi bagi seluruh iman dan kehidupan Kristen. Jadi, di dalamnya kita mempelajari berbagai hal, seperti keberadaan-Nya, bagaimana manusia dapat mengenal-Nya, nama-nama-Nya, dan bagaimana Ia memerintah alam semesta ini.
Ketika mempelajari doktrin Allah, penting untuk disadari bahwa kita tidak boleh memulainya dari akal atau pengalaman manusia. Manusia bukan sumber yang dapat dipercaya sepenuhnya untuk mengenal Allah yang tidak terbatas. Karena itu, Alkitab menjadi sumber utama dan otoritas tertinggi dalam mempelajari Doktrin Allah.
Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus kepada para penulisnya. Melalui Alkitab, Allah sendiri berbicara dan menyatakan siapa Dia. Karena itu, mengenal Allah berarti mendengarkan yang Allah katakan tentang diri-Nya, bukan sekadar menyusun gambaran tentang Allah menurut pikiran kita.
- Hubungan Doktrin Allah dengan Doktrin-Doktrin Lain
Doktrin Allah menempati posisi yang sangat penting karena menjadi pusat dari seluruh Teologi Sistematika. Semua doktrin Kristen lainnya -- seperti Kristologi, doktrin Roh Kudus, manusia dan dosa, keselamatan, dll. berakar pada pengenalan yang benar tentang Allah.
Tanpa pemahaman yang benar tentang siapa Allah, ajaran-ajaran Kristen lainnya akan kehilangan arah dan keseimbangannya. Sebagai contoh, ajaran tentang Allah Tritunggal tidak dapat dipisahkan dari doktrin keselamatan maupun doktrin Kristus. Atau, jika konsep Allah Tritunggal ditolak, keseluruhan sistem iman Kristen akan sulit dipertahankan secara utuh dan konsisten.
Karena itu, Doktrin Allah dapat dipahami sebagai fondasi dan pusat yang menolong kita memahami seluruh ajaran Kristen secara menyeluruh dan terpadu.
- Definisi
- Sumber Mempelajari Doktrin Allah
Allah tidak membiarkan manusia mencari dan mengenal-Nya dengan cara random atau dengan cara semaunya sendiri. Dengan penuh kasih, Ia menyediakan berbagai sarana agar manusia dapat mengenal Dia dengan benar. Sampai hari ini, Allah terus bekerja untuk menyatakan diri-Nya dan menuntun umat-Nya bertumbuh dalam pengenalan akan Dia.
Berikut ini adalah beberapa sumber utama yang Allah pakai untuk menolong kita mempelajari Doktrin Allah.
- Alkitab
Seperti sudah dikatakan sebelumnya, Alkitab adalah sumber utama dan tertinggi dalam mempelajari Doktrin Allah. Allah secara aktif menyatakan diri-Nya dengan memilih dan memimpin para nabi dan rasul untuk menuliskan firman-Nya melalui inspirasi Roh Kudus. Apa yang Allah kehendaki untuk diketahui manusia tentang diri-Nya telah lengkap Ia nyatakan dan catat dalam Alkitab (2Tim. 3:16-17; Mzm. 19:8-10).
Melalui Alkitab, kita mengenal siapa Allah itu, bagaimana relasi-Nya dengan manusia, serta bagaimana Ia berkarya dalam sejarah dan ciptaan. Karena itu, setiap usaha mempelajari Doktrin Allah harus berakar dan diuji oleh firman Tuhan. Alkitab menjadi standar kebenaran yang tidak berubah dan tidak pernah salah (2Ptr. 1:20-21; Ef. 2:20).
- Hamba-Hamba Tuhan yang Takut akan Tuhan
Alkitab ditulis oleh banyak penulis dengan latar belakang, budaya, dan zaman yang berbeda-beda. Karena itu, meskipun firman Tuhan sempurna, pembaca sering mengalami kesulitan karena tidak mudah untuk memahami keseluruhan ajaran Alkitab secara utuh dan sistematis (2Ptr. 3:15-16; Ul. 29:29).
Melalui iluminasi Roh Kudus, Allah memanggil hamba-hamba-Nya yang setia dari berbagai zaman: pendeta, pengajar, dan teolog untuk menafsirkan, menjelaskan, dan menyusun ajaran Alkitab secara lebih terstruktur. Melalui mereka, pokok-pokok penting tentang Allah dirangkum dan diajarkan dalam bentuk pengajaran dan buku-buku doktrin (Ef. 4:11-12; 1Kor. 12:28).
Namun, penting untuk diingat bahwa semua tulisan manusia berada di bawah otoritas Alkitab. Buku-buku teologi sangat menolong, tetapi tidak pernah setara dengan firman Tuhan. Karena itu, setiap ajaran dan doktrin perlu diuji kembali dengan Alkitab (Kis. 17:11; Gal. 1:8-9). Dalam sejarah gereja, pemahaman doktrin dapat berkembang, diperjelas, bahkan dikoreksi, seiring dengan berkembangnya pendalaman umat Tuhan terhadap firman-Nya (progressive revelation).
- Sejarah Ajaran Gereja
Gereja adalah Tubuh Kristus yang dibangun dan dipelihara oleh Allah sendiri (Mat. 16:18; Ef. 1:22-23). Sepanjang sejarah, gereja mengalami berbagai tantangan, termasuk munculnya ajaran-ajaran yang keliru tentang Allah. Namun, melalui pimpinan Roh Kudus, Allah menuntun gereja-Nya untuk bertumbuh, dimurnikan, dan diteguhkan dalam kebenaran-Nya (Kis. 20:29-30; 2Ptr. 2:1).
Melalui sejarah gereja, kita belajar bagaimana umat Tuhan bergumul memahami Allah, merumuskan ajaran yang benar, serta mempertahankan iman Kristen di tengah tantangan zaman. Pengakuan iman, konsili gereja, dan tulisan para bapa gereja menjadi warisan berharga yang menolong kita memahami Doktrin Allah secara lebih matang dan bertanggung jawab (Ef. 4:11-14; Yud. 1:3; 2Tim. 2:2).
- Penyataan Umum
Selain Alkitab, Allah juga menyatakan diri-Nya melalui ciptaan dan kehidupan sehari-hari. Alkitab mengajarkan bahwa langit dan bumi menceritakan kemuliaan Allah (Mzm. 19:1-4). Melalui keteraturan alam, keindahan ciptaan, dan suara hati nurani manusia, Allah menunjukkan bahwa Dia ada dan berkuasa.
Namun, penyataan umum ini tidak cukup untuk mengenal Allah yang menuntun kepada keselamatan. Penyataan ini harus ditafsirkan dalam terang Alkitab supaya manusia tidak salah memahami Allah. Penyataan umum hanya berfungsi untuk meneguhkan apa yang telah Allah nyatakan secara khusus melalui firman-Nya (Yoh. 20:31).
Semua sumber di atas saling melengkapi, tetapi Alkitab tetap menjadi pusat dan tolok ukur utama. Sumber-sumber lain hanya berguna sejauh itu menolong kita memahami dan menaati firman Tuhan dengan lebih baik. Mempelajari Doktrin Allah berarti belajar dengan sikap rendah hati: bersandar pada firman Tuhan, dibimbing oleh Roh Kudus, dan belajar bersama umat Tuhan sepanjang sejarah.
- Alkitab
- Kesimpulan
Mempelajari Doktrin Allah seharusnya menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan Kristen karena Allah adalah sumber dan awal dari segala sesuatu. Ketika kita mengatakan "segala sesuatu", itu benar-benar berarti semua yang ada: alam semesta, kehidupan manusia, bahkan kemampuan kita untuk berpikir, memahami, dan mengenal kebenaran. Tanpa Allah, tidak ada ciptaan; tanpa Allah, manusia tidak mungkin ada; dan tanpa Allah, manusia tidak dapat mengenal apa pun dengan benar.
Karena itu, Doktrin Allah menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan iman Kristen. Dari pengenalan yang benar tentang Allah, kita belajar melihat seluruh kehidupan dari sudut pandang yang tepat. Kita tidak boleh menempatkan manusia, pengalaman, atau dunia sebagai pusat, tetapi Allah dalam Alkitablah yang menjadi pusat dari segala sesuatu.
Melalui pimpinan Roh Kudus, Allah sendiri yang akan menolong kita memahami firman-Nya dan mengenal Dia dengan benar (1Kor. 2:14; Yoh. 16:13; 2Ptr. 1:20-21). Dengan fondasi inilah, iman Kristen dapat bertumbuh secara sehat, teguh, dan menghasilkan kehidupan yang memuliakan Allah.
"Sebab, segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin." (Rm. 11:36)
Akhir Pelajaran (DAD-P01)
Doa
"Bapa yang baik, tanamkan dalam hatiku kerinduan untuk mengenal Engkau. Lembutkan hatiku agar firman-Mu bertumbuh dan berbuah dalam hidupku. Nyatakanlah diri-Mu dan tuntun aku berjalan dekat dengan-Mu. Amin."