DAL - Pelajaran 02

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Loading
Nama Kursus : Doktrin Alkitab
Nama Pelajaran : Penyataan Allah
Kode Pelajaran : DAL-P02

Pelajaran 02 - PENYATAAN ALLAH

Daftar Isi

  1. Pengertian Penyataan
  2. Pentingnya Penyataan Allah
  3. Macam Penyataan Allah
    1. Pernyataan Umum
    2. Pernyataan Khusus
  4. Pandangan yang Salah tentang "Penyataan"

Doa

PENYATAAN ALLAH

Untuk mempelajari doktrin Alkitab, kita lebih dahulu harus memahami pengertian tentang "Penyataan Allah". Karena melalui pemahaman Penyataan Allah yang benar kita akan memiliki fondasi pengertian tentang Alkitab dengan lebih kuat.

  1. Pengertian Penyataan

    1. Arti Etimologis

      Dalam bahasa Yunani, kata "penyataan" adalah "apokalupsis" (dari "apokalypto") yang artinya adalah "sesuatu yang disingkapkan (dibukakan) dari apa yang dahulunya samar-samar/tertutup/tidak terlihat jelas" (Lukas 10:21; Efesus 3:5). Dalam bahasa Ibrani ada padanan arti dari pengertian di atas, yaitu "gala", artinya "telanjang" (Keluaran 20:26; Yesaya 53:1; 2 Samuel 7:27).

      Ada beberapa definisi yang dicetuskan oleh para teolog Kristen, namun secara umum "penyataan" dapat didefinisikan sebagai:tindakan Allah (baik itu perbuatan maupun kata-kata) yang merupakan inisiatif Allah sendiri untuk membuka Diri agar manusia, yang adalah ciptaan, dapat mengenal Allah Penciptanya (1 Korintus 2:11; Ulangan 29:29). Melalui penyataan-Nya inilah manusia tahu segala sesuatu yang Allah ingin manusia tahu.

    2. Penyataan vs Wahyu

      Dalam bahasa Indonesia istilah "penyataan" sering diartikan sama dengan kata "Wahyu." Kedua kata ini sebenarnya sama artinya, tapi memunyai konotasi yang berbeda. Dalam agama-agama lain kata "Wahyu" diartikan sebagai pengetahuan yang di dapat seseorang pada dirinya sendiri dengan keyakinan bahwa pengetahuan itu datang dari Allah, bisa dengan perantaraan atau tidak (misalnya: mimpi, penglihatan, bisikan hati, dll.). Jadi, pengertian kata "Wahyu" ini berbeda sekali dengan pengertian yang diberikan dalam agama Kristen. Oleh karena itu untuk menghindari kesalahan, istilah yang akan kita pakai selanjutnya dalam bahan ini adalah "penyataan" dan bukan wahyu.

      Catatan: Kata lain yang bisa dipakai adalah "ilham" atau "pengilhaman".

  2. Pentingnya Penyataan Allah

    Seperti telah kita pelajari sebelumnya bahwa Allah berkenan menunjukkan siapa Diri-Nya kepada manusia. Cara Allah menunjukkan Diri-Nya adalah dengan melalui "Penyataan". Melalui "Penyataan" inilah Allah menyingkapkan Diri-Nya, dan menunjukkan inisiatif-Nya untuk berkomunikasi dengan ciptaan-Nya. Manusia adalah satu-satunya ciptaan yang diberi kemampuan untuk menerima dan mengembalikan respons terhadap tindakan Allah itu. Tanpa "Penyataan-Nya", maka manusia tidak dapat mengetahui dengan benar tentang Allah dan segala sesuatu yang Allah lakukan bagi ciptaan-Nya (Yohanes 1:18; 1 Timotius 6:16; Ayub 11:7; 23:3-9).

    Pengetahuan yang datang dari diri manusia sendiri tentang Allah hanyalah merupakan spekulasi dan rekayasa pikiran manusia saja. Apalagi keadaan manusia setelah jatuh ke dalam dosa, daya tangkap rohani manusia tumpul dan tidak mungkin dapat mengerti hal-hal rohani dengan benar. Keadaan manusia yang telah jatuh dalam dosa adalah mati rohani, karena itu untuk dapat menerima hal-hal yang rohani, manusia harus dilahirbarukan terlebih dahulu (Yoh 3:10). Apakah berarti manusia yang belum dilahirbarukan tidak dapat mengerti Penyataan Allah? Manusia yang belum lahir baru masih dapat mengerti Penyataan Allah tetapi dengan hasil yang sangat terbatas, terutama untuk hal-hal yang bersifat rohani sebagaimana Tuhan kehendaki.

    Apakah melalui Penyataan-Nya, Allah menyatakan segala sesuatu tentang Diri-Nya kepada manusia? Tidak, karena Allah adalah tidak terbatas sedangkan manusia adalah ciptaan yang terbatas. Pengetahuan yang bisa manusia tangkap tentang Allah adalah sebatas kemampuan otak manusia. Namun demikian, bukan berarti bahwa pengetahuan yang Allah berikan kepada manusia kurang lengkap. Allah dengan kemurahan-Nya, telah menyatakan Diri-Nya dengan lengkap dan cukup kepada manusia. Tapi pengetahuan tentang Allah adalah jauh-jauh lebih luas daripada yang manusia dapat ketahui.

  3. Penyataan Umum dan Penyataan Khusus

    Para teolog Kristen biasanya membedakan cara Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia dalam 2 cara, yaitu dengan cara umum dan cara khusus. Kedua cara ini debedakan sesuai dengan maksudnya. Penyataan Umum dimaksudkan untuk manusia pada umumnya. Sedangkan Penyataan khusus dimaksudkan untuk kelompok khusus yang Allah kehendaki. Penjelasannya secara lebih spesifik adalah sbb.:

    1. Penyataan Umum

      Penyataan Umum adalah penyataan yang diberikan Allah mengenai diri-Nya sendiri kepada semua orang melalui alam semesta, sejarah, dan hati nurani manusia. Hal-hal yang perlu diketahui dalam Penyataan Umum:

      1. Sumber Penyataan Umum adalah Allah.

      2. Sasarannya adalah semua orang, umum (Matius 5:45; Kisah Para Rasul 14:17; Mazmur 19:2).
      3. Sarananya adalah dengan cara-cara universal, yaitu melalui alam, sejarah, dan hati nurani manusia (Mazmur 19:4-7; Roma 2:14-15).
      4. Tujuannya adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah, kuasa-Nya dalam alam semesta, keunggulan-Nya, keahlian-Nya, penentuan-Nya dalam mengendalikan alam semesta, kebaikan-Nya, kecerdasan-Nya, dan keberadaan-Nya yang hidup (Mazmur 19:2; Roma 1:20; Kisah Para Rasul 14:17; 17:29; Matius 5:45).

      Penyataan umum memikili keterbatasan, yaitu:

      • Hanya membuat manusia menyadari akan keberadaan Allah, tetapi tidak cukup membawa manusia kepada pengenalan yang benar dan penuh tentang Allah.

      • Hanya dapat membawa manusia untuk berseru dan memuji Allah, tetapi tidak cukup untuk membawa mereka kepada keselamatan.
      • Hanya memberikan pengetahuan tentang sifat-sifat Allah, tetapi tidak memberikan pengetahuan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan yang disediakan Allah.

      Kesimpulan

      1. Penyataan Umum menyatakan anugerah umum dan mempersiapkan manusia kepada anugerah khusus. Untuk menerima anugerah khusus (keselamatan) seseorang harus terlebih dahulu mengerti dan mengakui keberadaan Allah sebagai Pencipta.

      2. Penyataan Umum dapat dipakai untuk melawan isme-isme yang menolak keberadaan Allah. Jika anugerah umum diterima maka mau tidak mau ia harus mengakui keberadaan seorang oknum yang Mahakuasa yang menjadi penyebab dari segala sesuatu di dunia ini.

      3. Penyataan Umum memiliki kuasa untuk membatasi dosa manusia. Melalui Penyataan Umum kita mengetahui bahwa Allah memberikan hati nurani di dalam diri manusia. Hati nurani ini menjadi wakil Allah untuk menunjukkan hal-hal yang baik dan tidak baik yang dilakukan manusia, sehingga jika dilanggar manusia akan merasa bersalah.

      4. Penyataan Umum dapat menjadi sarana Allah untuk menghukum secara adil sehingga mereka tidak dapat berdalih. Jika manusia tidak mengakui keberadaan Allah maka tidak ada cara lain baginya untuk datang kepada Allah.

    2. Penyataan Khusus

      Penyataan khusus adalah penyataan yang diberikan Allah melalui karya penebusan Yesus Kristus, yang juga dituliskan dalam Alkitab. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam Penyataan Khusus:

      1. Sumber Penyataan Khusus adalah Allah.

      2. Sasarannya adalah orang-orang pilihan-Nya yang percaya.
      3. Sarananya adalah melalui Yesus Kristus dan firman-Nya yang tertulis dalam Alkitab, yang sudah diberikan melalui saluran-saluran:
        • Undi (Amsal 16:33; Kisah Para Rasul 1:21-26).
        • Urim dan Tumim (Keluaran 28:30; Bilangan 27:21)
        • Mimpi (Kejadian 20:3, 31:24)
        • Penglihatan (Yesaya 1:1; 6:1; Yehezkiel 1:3)
        • Teofani (penempatan Allah dalam wujud manusia) (Kejadian 16:7-14)
        • Malaikat (Daniel 9:20-21; Lukas 2:10-11; Wahyu 1:1)
        • Nabi-nabi (2 Samuel 23:2)
        • Peristiwa-peristiwa (Yehezkiel 25:7; Yohanes 1:14)
        • Mukjizat-mukjizat (Yesaya 9:5; Wahyu 21:5)
    3. Tujuannya adalah agar Allah dapat menyatakan kehendak-Nya dan perjanjian keselamatan-Nya dalam Yesus Kristus, sehingga mendamaikan kembali hubungan antara manusia dengan Allah.

    Penyataan Khusus memiliki keterbatasan, yaitu:

    • Tidak dapat diresponi oleh mereka yang belum dilahirbarukan oleh Roh Kudus.

    • Untuk menerima keselamatan yang Allah sediakan melalui Yesus Kristus, manusia harus terlebih dahulu menerima keberadaan Allah sebagai Pencipta.

    Kesimpulan

    1. Penyataan Khusus menjadi jalan satu-satunya jalan bagi manusia untuk bisa menerima kabar keselamatan Yesus Kristus. Allah hanya menyediakan jalan keselamatan melalui Yesus Kristus, karena itu manusia harus mendengar berita Kabar Baik Yesus Kristus melalui Alkitab.

    2. Penyataan Khusus menjadi jalan satu-satunya bagi manusia untuk bisa memahami tindakan, tujuan, dan kehendak Allah dengan benar. Seseorang yang mengalami kelahiran baru akan dimungkinkan untuk memahami kebenaran Alkitab karena Roh Kudus akan memimpinnya untuk mengetahui rancangan Allah bagi hidupnya.

    3. Penyataan Khusus memungkinkan manusia mendapatkan kesempatan untuk kembali bersekutu dengan Allah selamanya. Keselamatan dimungkinkan melalui anugerah khusus, sehingga manusia dapat kembali kepada Allah sebagaimana manusia diciptakan.

    Persamaan antara Penyataan Umum dan Penyataan Khusus adalah bahwa Allahlah yang menjadi sumber Penyataan. Perbedaannya adalah pada sasaran dan tujuannya.

  4. Pandangan yang salah tentang "Penyataan"

    1. Pandangan Liberal/Neo-Liberal

      Kaum Liberal memberikan penekanan yang sangat kuat pada Penyataan Umum, bahkan mereka mengatakan bahwa hanya dengan Pernyataan Umum saja manusia sudah dapat dituntun kepada keselamatan. Ciri utama pandangan Liberal adalah subjektivisme manusia, dan akal adalah penentu kebenaran. Sedangkan yang menjadi dasar otoritas adalah hati nurani. Menurut mereka, Alkitab hanyalah hasil akal manusia yang berisi pemikiran-pemikiran tentang Allah.

      Pandangan ini diperjuangkan oleh orang-orang seperti Rudolf Bultman dan para pengikutnya yang tidak memerhatikan kesejarahan peristiwa-peristiwa Alkitab. Satu-satunya aspek yang penting adalah beritanya. Pandangan dari kelompok ini adalah kebenaran Alkitab bukan pada semua katanya, tapi inti pesannya saja. Sebenarnya, Bultman berpegang bahwa untuk mengetahui secara tepat kebenaran Alkitab, seseorang harus melakukan "demitologisasi" (hal-hal yang bersifat mitos harus dibuang dan ditafsirkan hanya sejauh pengertian yang bisa dipahami oleh manusia modern saja). Kristus dalam Perjanjian Baru hanya dilihat sebagai tokoh mitos ketimbang sebagai tokoh historis. Mereka menganggap bahwa Alkitab perlu diterjemahkan ulang, khususnya untuk hal-hal yang tidak dapat diterima secara "ilmiah", supaya beritanya dapat diterima oleh manusia modern yang tidak lagi percaya pada hal-hal yang mistis.

    2. Pandangan Neo-Ortodoks

      Kaum Neo-Orthodoks percaya bahwa Allah-lah yang memprakarsai "Penyataan". Namun demikian, mereka tidak memercayai otoritas Alkitab sebagai firman Allah. Alkitab hanyalah saksi Firman, jadi bisa salah karena ditulis oleh manusia. Alkitab hanyalah dianggap sebagai sarana untuk kita bisa bertemu dengan Kristus. Kebenaran mutlak Alkitab baru akan terjadi pada saat Allah menyatakan Diri melalui firman-Nya secara adikodrati. Pengalaman adikodrati inilah yang menjadi tolok ukur.

      Pandangan ini dipelopori oleh Karl Barth dan aliran yang disebut hermenutika Neo-Ortodoks. Menurut pandangan ini Alkitab "berisi firman Allah" tetapi Alkitab bukan benar-benar firman Allah. Barth menolak semua Penyataan Umum dan berpegang bahwa satu-satunya penyataan Allah yang benar adalah Kristus sendiri. Dengan kata lain, Allah tidak melengkapi ciptaan-Nya dengan kebenaran (penyataan umum) atau bahwa Allah juga tidak menyampaikan kebenaran melalui tulisan-tulisan para nabi (penyataan khusus).

      Karl Barth beranggapan bahwa tidak pantas bagi Allah untuk menyampaikan Kristus yang trasenden dengan cara yang rendah berupa proposisi logis. Jadi, menurut opini Barth, Alkitab hanya mengandung kesaksian tentang Kristus, Alkitab tidak benar-benar merupakan perkataan-perkataan Kristus. Ia percaya bahwa Allah berbicara kepada pribadi (secara mistik) saat orang tersebut membaca firman-Nya. Jadi, keseluruhan pemahaman tentang kebenaran bersifat subjektif. Pandangan ini juga menolak pentingnya berpegang secara mutlak pada kesejarahan Alkitab. Yang dipentingkan adalah bagaimana ayat-ayat dalam Alkitab itu berbicara kepada pembacanya. Jika tidak terjadi apa-apa maka Firman Tuhan itu belum menjadi Firman Tuhan.



Akhir Pelajaran (DAL-P02)

DOA

"Kami bersyukur bahwa Roh Kudus memberi keyakinan kepada kami tentang Penyataan Khusus melalui Alkitab sehingga kami boleh bertemu dengan Kristus secara pribadi. Karena itu, biarlah Roh-Mu terus menuntun kami ketika kami menjajagi lebih jauh tentang Penyataan-Mu sehingga kami semakin diperkaya dengan pengenalan yang benar tentang Engkau dan firman-Mu. Terangilah terus hati kami sehingga kami boleh melihat Allah yang benar dan melakukan apa yang Engkau kehendaki." Amin.

Taxonomy upgrade extras: